Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, yang memiliki kontriubuasi besar terhadap Produk Domestik Bruto serta penciptaan lapangan kerja. Namun, di tengah perkembangan…
ekonomi digital dan pesatnya transformasi teknologi, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi tantangan mengadopsi digitalisasi, terutama dalam aspek pemasaran untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. Terkait hal tersebut, terdapat aplikasi yakni Aplikasi Dolen (Doloksanggul Online) yang dikembangkan oleh putera daerah sebagai platform digital yang memiliki tujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan akses pasar, meningkatkan pendapatan demi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Dolen terhadap peningkatan kesejahteraan Pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana untuk mengukur hubungan antar dua variabel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terhadap 30 responden dan juga observasi oleh peneliti. Indikator kesejahteraan yang diteliti meliputi peningkatan pendapatan, akses terhadap pendidikan, kesehatan serta kondisi perumahan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Dolen memiliki dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan. Berdasarkan uji signifikansi korelasi maka ditemukan bahwa besar pengaruh penggunaan aplikasi Dolen terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah sebesar 76,2% .
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Make a Match terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi majas siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif…
itatif dengan metode Quasi-Experiment dan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 52 siswa yang terdiri atas 26 siswa kelompok eksperimen dan 26 siswa kelompok kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, hipotesis, perhitungan effect size, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yaitu 80,96 dan 70,96. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,003 yang mengindikasikan adanya pengaruh model Make a Match terhadap hasil belajar siswa. Besarnya pengaruh berada pada kategori besar, sedangkan peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang. Dengan demikian, model Make a Match efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi majas siswa kelas V sekolah dasar.
Abstract:Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep rantai makanan secara konkret dan interaktif menjadi permasalahan dalam pembelajaran…
n IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis DIORAMA terintegrasi QR Code serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas V-A dan V-B SDN Jati Sidoarjo yang berjumlah 38 dan 36 peserta didik dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media DIORAMA memiliki tingkat validitas sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli materi (95,38%) dan ahli media (95%). Tingkat kepraktisan juga tergolong sangat tinggi berdasarkan respons guru (81,82%) dan peserta didik (96,98%). Selain itu, media ini efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai N-Gain sebesar 0,70 pada kelas V-A dan 0,76 pada kelas V-B yang termasuk kategori tinggi. Keterbaruan penelitian terletak pada integrasi diorama dengan teknologi QR Code yang memungkinkan peserta didik mengakses materi dan kuis secara interaktif. Dengan demikian, media DIORAMA dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.
Abstract:Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar serta kesulitan memahami materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan menunjukkan perlunya media pembelajaran yang lebih interaktif dan mampu melibatkan…
batkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif SPIN KAWAN (Spinner Klasifikasi Makanan Hewan) serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V-A dan V-B SDN Sidokerto yang masing-masing berjumlah 27 dan 22 peserta didik dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media SPIN KAWAN sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi (93,85%) dan ahli media (95%), serta sangat praktis berdasarkan respons guru (98,18%) dan peserta didik (90,98%). Keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,74 pada kelas V-A dan 0,73 pada kelas V-B dalam kategori tinggi. Keterbaruan media ini terletak pada integrasi spinner interaktif dengan Buku Cerdas Hewan yang memuat materi, panduan penggunaan, dan evaluasi. Dengan demikian, media SPIN KAWAN dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.
Abstract:Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh penerapan model Flipped Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis khususnya peserta didik kelas IV di UPT SDN 234 Gresik pada materi kearifan lokal dan…
an keragaman budaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh peserta didik kelas IV yang terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas IV-A dan IV-B dengan jumlah masing-masing 24 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Kelas IV-A ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model Flipped Problem Based Learning, sedangkan kelas IV-B sebagai kelas kontrol menggunakan model Problem Based Learning tanpa flipped. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh penerapan model Flipped Problem Based Learning terbukti lebih efektif dibandingkan model Problem Based Learning tanpa adanya flipped karena mampu meningkatkan kesiapan belajar, kemampuan peserta didik dalam menganalisis dan mengevaluasi serta keaktifan diskusi.
Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter…
akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Al-Quran surah An-Nahl ayat 42-43 tentang etika belajar dengan menitikberatkan pada penggunaan kaidah asbabun nuzul dan kaidah kebahasaan (linguistik).…
ik). Kaidah tafsir merupakan fondasi metodologis dan landasan operasional dalam proses menginterpretasi Al-Qur'an guna mengungkap kedudukan serta fungsinya secara komprehensif. Etika belajar dipahami sebagai perangkat nilai moral dalam transmisi keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kaidah tafsir yang sistematis, makna etika belajar dalam Surah An-Nahl 42-43 memberikan penekanan pada pentingnya rujukan otoritatif dalam menuntut ilmu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika belajar merupakan elemen fundamental dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik berkewajiban menjaga integritas etis dan selektif dalam menentukan sumber rujukan guna mencapai kedalaman pemahaman ilmu yang hakiki.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Pontianak berdasarkan tahapan pemecahan…
masalah Polya (memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan matematika dengan konteks nyata serta banyaknya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih dari 30 siswa kelas VIII A, mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis berbentuk soal cerita dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahapan Polya dengan sangat baik dan konsisten. Siswa berkemampuan sedang mampu memahami masalah dan menyusun rencana, namun kurang teliti dalam perhitungan serta tidak melakukan pemeriksaan kembali. Siswa berkemampuan rendah hanya mampu memahami sebagian informasi soal dan belum mampu merencanakan, melaksanakan, maupun memeriksa kembali penyelesaian. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan penyelesaian soal cerita siswa sangat bervariasi, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa kembali, terutama pada siswa berkemampuan sedang dan rendah. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang menekankan berpikir reflektif dan pembiasaan pengecekan hasil akhir.
Abstract:Rendahnya keterlibatan dan motivasi siswa akibat metode pembelajaran konvensional menjadi tantangan utama pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Game-Based…
Learning (GBL) sebagai inovasi pembelajaran di SD melalui studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci "efektivitas", "game based learning", dan "inovasi pembelajaran" dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis terhadap berbagai literatur menunjukkan bahwa integrasi media game seperti wordwall, powtoon, dan flashcard secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif dan motivasi intrinsik siswa. Temuan empiris mencatat peningkatan hasil belajar matematika dan sains yang tajam serta perbaikan interaksi kelas secara sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GBL merupakan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan mampu memodifikasi teori konstruktivisme tradisional menjadi konstruktivisme digital yang relevan bagi generasi alfa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi digital guru dan dukungan infrastruktur teknologi dalam keberhasilan transformasi pendidikan di SD.
Abstract:Pesatnya kemajuan teknologi digital menempatkan pesantren di Indonesia pada persimpangan kritis: beradaptasi dan memanfaatkan potensi era digital, atau tetap berada di pinggiran transformasi pendidikan nasional yang tengah…
ah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji peran pesantren dalam mengembangkan literasi digital santri sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam di Indonesia yang lebih luas. Masalah penelitian yang diangkat adalah kesenjangan konseptual dan praktis antara kerangka literasi digital yang dikembangkan dalam konteks pendidikan sekuler dengan karakteristik pedagogis, teologis, dan kultural pesantren yang unik. Dengan mengandalkan 25 sumber primer dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi, buku, serta dokumen kebijakan yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025, penelitian ini menemukan: (1) pesantren memiliki karakteristik institusional yang khas integrasi tafaqquh ft al-din dengan kehidupan komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai aset, bukan hambatan, dalam pengembangan literasi digital; (2) kerangka etika Islam, khususnya prinsip tabayyun, amanah, dan mas’uliyyah, memberikan landasan normatif yang kuat bagi kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab; dan (3) pesantren yang berhasil mengintegrasikan program literasi digital secara konsisten menunjukkan model yang tidak semata-mata tradisionalis maupun modernis tanpa kritik, melainkan bersifat integratif dan kontekstual. Penelitian ini ditutup dengan mengusulkan kerangka konseptual Literasi Digital Berbasis Pesantren (LDBP) yang dapat menginformasikan penelitian akademis maupun pengembangan kebijakan pendidikan Islam.