Abstract:Sistem Informasi Arsip Surat Masuk dan Keluar pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso adalah sebuah platform berbasis web yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.…
QL. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mempermudah pengelolaan arsip surat masuk dan keluar di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tersebut. Sistem ini mencakup berbagai fitur, mulai dari penerimaan surat, penyimpanan data surat, pencarian informasi surat, hingga pelacakan distribusi surat.
Dengan adopsi teknologi web, sistem ini memberikan kemudahan akses dan ketersediaan informasi kepada pengguna yang terotorisasi, sehingga memungkinkan pengguna untuk dengan cepat dan efisien mengelola arsip surat. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan surat masuk dan keluar, serta memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif.
Diharapkan implementasi Sistem Informasi Arsip Surat Masuk dan Keluar ini akan membantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pelayanan publik mereka..
Abstract:Sistem Informasi Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar (SIPSM-SK) di Kantor Bagian Umum Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi merupakan solusi modern untuk mengelola proses administrasi surat secara efisien dan efektif. Sistem…
istem ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan surat masuk dan surat keluar, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pencarian, hingga distribusi surat. Dengan menggunakan teknologi informasi, SIPSM-SK membantu meningkatkan kinerja dan transparansi dalam pengelolaan surat, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya SIPSM-SK, diharapkan Kantor Bagian Umum Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam mengelola surat masuk dan surat keluar.
Abstract:Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat sekolah dasar (SD) sudah menjadi suatu kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis…
s bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran siswa sekolah dasar, dengan fokus pada aplikasi pendidikan interaktif, platform pembelajaran online, dan penggunaan perangkat digital dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber, antara lain survei terhadap guru dan siswa, studi literatur, dan observasi langsung praktik pembelajaran di beberapa sekolah dasar yang telah menerapkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkaya sumber belajar, dan memfasilitasi pembelajaran individu dan kolaboratif yang lebih efektif. Aplikasi pendidikan interaktif membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik melalui visualisasi dan simulasi. Platform pembelajaran online menawarkan akses ke sumber belajar yang lebih luas dan fleksibilitas waktu belajar, sementara penggunaan perangkat digital seperti tablet dan komputer memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
Namun penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, antara lain ketimpangan akses terhadap teknologi, perlunya pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan perlunya pengembangan konten pendidikan digital yang sesuai dengan kurikulum. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain dengan meningkatkan infrastruktur teknologi di sekolah, mengembangkan program pelatihan guru, dan berkolaborasi dengan pengembang aplikasi pendidikan untuk menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan relevan.
Abstract:Penelitian ini mengevaluasi upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas VI Semester II di SDN Petemon X/358 Surabaya pada mata pelajaran PPKn, terutama fokus pada materi ASEAN. Evaluasi awal menemukan tantangan signifikan…
n dalam kinerja siswa, dengan rata-rata nilai 52, di bawah amban KKM sekolah yaitu 80. Penelitian menyelidiki proses proses pembelajaran PPKn dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran Explicit Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Hasil menunjukkan peningkatan kinerja dari 53% ke 84% pada siklus kedua. Penelitian menyoroti pentingya eksplorasi terus-menerus terhadap metodologi pengajaran dan pengembangan sumber belajar. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi interaksi guru-siswa dalam konteks eksplicit instruction, serta skalabilitas model ini ke berbagai pengaturan pendidikan dan mata pelajaran. Dampak dalam jangka Panjang model ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk pemahaman komprehensif.
Abstract:Dalam artikel ini, mengeksplorasi asesmen formatif dalam kurikulum belajar merdeka belajar. Asesmen formatif yang berpusat pada penilaian selama proses pembelajaran, telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan…
atkan pemahaman dan pencapaian siswa. Guru dapat menggunakan metode ini secara teratur untuk memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswa mereka, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan memberikan mereka peluang untuk belajar lebih banyak lagi. Selain itu, artikel ini membahas beberapa cara asesmen formatif dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang inklusif dan berkolaborasi, dan memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif. Dengan memahami lebih banyak tentang manfaat asesmen formatif, para pendidik diharapkan dapat memasukkan metode ini dengan lebih baik ke dalam praktik pengajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak asesmen formatif dalam kurikulum merdeka terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Darul Qur’an Padang. Subjek dalam penelitian ini 2 orang guru yang merupakan seorang wakil kurikulum dan seorang kepala sekolah yang juga mengajar di kelas 9 . Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan wakil kurikulum dan kepala sekolah. Datanya dianalisis dengan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan judul penelitian.
Abstract:Penilaian kinerja pegawai merupakan aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi. Dalam konteks Dinas Komunikasi dan Informatika Bondowoso, penilaian kinerja pegawai telah…
ah diintegrasikan dengan sistem pendukung keputusan (SPK) menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) guna meningkatkan objektivitas, konsistensi, dan efisiensi dalam proses penilaian.
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi SPK berbasis AHP dalam penilaian kinerja pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika Bondowoso. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan manajer HRD, analisis dokumen, dan observasi langsung terhadap proses penilaian kinerja yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa AHP memungkinkan penilaian kinerja pegawai dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang relevan, seperti produktivitas, kualitas kerja, kehadiran, dan kontribusi terhadap organisasi. Proses ini melibatkan partisipasi aktif dari manajer, pegawai, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menentukan bobot relatif dari setiap kriteria dan subkriteria.
Implementasi SPK berbasis AHP telah meningkatkan objektivitas dan konsistensi dalam penilaian kinerja pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika Bondowoso. Selain itu, sistem ini juga telah mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan transparansi dalam proses penilaian.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode penilaian kinerja pegawai yang lebih efektif dan efisien, serta memberikan panduan praktis bagi organisasi lain yang tertarik untuk mengimplementasikan sistem serupa.
Abstract:Laporan ini secara rinci membahas bagaimana Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di PT. BPR Nur Semesta Indah Kantor Kas Balung memainkan peran kunci dalam memajukan usaha mikro. Melalui Program Pengalaman Lapangan, mahasiswa Prodi…
rodi Perbankan Syariah terlibat langsung dalam beragam kegiatan operasional BPR, mulai dari pendataan nasabah hingga proses pengajuan kredit. Proses pengajuan kredit melibatkan serangkaian tahapan, termasuk analisis kelayakan dan pencairan dana. Pentingnya modal kerja, baik dalam aspek kuantitatif maupun kualitatif, disoroti sebagai faktor krusial dalam menjalankan operasional perusahaan. Laporan juga mengulas secara mendalam proses administrasi kredit, persyaratan pengajuan kredit, jenis-jenis kredit yang tersedia, dan peran BPR dalam meningkatkan pendapatan bagi usaha kecil menengah. Di bagian akhir, kesimpulan dan saran ditawarkan untuk memperbaiki pemahaman masyarakat tentang layanan perbankan serta manajemen modal kerja. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang betapa pentingnya peran BPR dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.
Abstract:Manajemen proyek adalah sebuah proses terpadu dimana individu-individu dari suatu organisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program dengan efisien, efektif, dan tepat waktu. Ada…
a 3 kegiatan dari fungsi dasar manajemen proyek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Progres pekerjaan dapat mengalami keterlambatan atau sesuai dengan schedule dan juga bisa lebih cepat dari yang sudah direncanakan. Maka diperlukan manajemen proyek yang baik agar tercapai sesuai dengan perencanaan yang telah ditargetkan. Karena proses perencanaan sebuah proyek konstruksi adalah proses yang paling penting dalam suatu kegiatan proyek konstruksi, karena suatu perencanaan harus dapat mengantisipasi situasi proyek yang belum jelas dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, pada tahapan selanjutnya, masih dibutuhkan penyempurnaan serta tindakan koreksi sesuai dengan perkembangan kondisi proyek. Tujuan utama dari perencanaan konstruksi yaitu untuk memenuhi kriteria spesifikasi proyek yang ditentukan rencana kerja dan spesifikasi yang meliputi mutu, dan waktu ditambah dengan terwujudnya keselamatan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, karena cara yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini dengan cara melakukan study pustaka, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan serta metode ini merupakan metode yang dilakukan untuk mendapatkan landasan teori dalam menganalisa data dan permasalahan melalui sumber- sumber yang di dapat sebagai bahan pertimbangan dalam penulisan jurnal. Lokasi penelitian yang ditinjau adalah Proyek Pembangunan Gedung Pondok Pesantren Mambaul Ulum, yang berlokasi di JL. KH. Ibrohim, Dusun Karang Tengah, Pace, Silo, Kabupaten Jember. Pembangunan Gedung Pondok Pesantren Mambaul Ulum memerlukan anggaran biaya sebesar Rp.2.177.904.301,78 berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB) dengan menggunakan analisis harga satuan dan pekerjaan kabaputen jember tahun 2023.
Abstract:Masalah yang muncul di lapangan menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Jember untuk mengembangkan dan menata pariwisata belum efektif. Ini terlihat dari cara destinasi wisata utama, seperti Pantai Papuma telah…
ah dikurangi.Barat dan timur laut.
Metode deskriptif kaulitatif digunakan dalam penelitian ini. Studi lapangan dan lembaga pustaka digunakan untuk mengumpulkan data. Para informan dalam penelitian ini termasuk staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pengelolah tempat wisata, pengunjung tempat wisata, tokoh masyarakat, dan masyarakat Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tiga dimensi yang ditawarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kabudayaan untuk pengelolaan wisata Kabupaten Jember tahun 2022-2023 masih kurang efektif.
David mencakup tiga dimensi: perumusan strategi, penerapan strategi, dan penilaian strategi; (1) Tidak adanya pengetahuan internal tentang bagaimana proses perumusan strategi dilakukan serta strategi yang telah disetujui internal untuk diterapkan menunjukkan bahwa dimensi perumusan strategi belum diterapkan dalam proses pengelolaan pariwisata Kabupaten Jember. (2) Dimensi penerapan strategi menunjukkan bahwa proses yang dilakukan oleh dinas belum terarah dengan baik, dan bahwa tindakan yang dilakukan oleh dinas belum memenuhi standar
Kata kunci: Strategi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pengelolaan Wisata. Masalah di lapangan menunjukkan bahwa strategi pengembangan dan penataan kawasan (1) Ketidaktahuan internal tentang proses perumusan strategi dan strategi yang disepakati internal untuk diterapkan menunjukkan bahwa dimensi perumusan strategi belum diterapkan dalam proses pengelolaan pariwisata Kabupaten Jember. (2) Dimensi penerapan strategi menunjukkan bahwa proses yang dilakukan oleh dinas belum terarah dengan baik dan pelaksana tidak siap, yang menyebabkan kurangnya dukungan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar melalui…
elalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 60.0% dan siklus II meningkat menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 33.3%. Hasil pelaksanaan observasi guru pada siklus I diperoleh persentase 71.1%, dan meningkat pada Siklus II menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 22.2%. selain itu, hasil pelaksanaan observasi peserta didik juga mengalami peningkatan, yakni dari 65.4% pada siklus I dan 92.9% pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27.5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci.