Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana terhadap prestasi ekstrakurikuler pencak silat di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pengambilan…
an sampel sebanyak 68 siswa Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor dan menggunakan teknik simple random sampling. Adapun teknik pengumpulan data yakni menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi dan korelasi sederhana berupa analisis deskriptif, analisis inferensial, dan uji persyaratan analisis. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 23 menunjukkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara Sarana Prasarana (X) dengan Prestasi Ekstrakurikuler Pencak Silat (Y), terbukti dengan nilai (Rxy) = 0,511 yang berarti terdapat hubungan yang cukup dengan rentang nilai (0,40-0,599), dan nilai koefisien determinasinya sebesar 26% sedangkan sisanya 74% dipengaruhi oleh variabel lain.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang strategi pemasaran jasa pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana strategi pemasaran jasa pendidikan, Faktor Pendukung dan Faktor…
Penghambat dalam Pelaksanaan Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemasaran jasa pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif dan mengambil lokasi di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Sumber data dalam penelitian ini adalah Wakil Pengasuh Pesantren, Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru 2022 (PPSB), dan guru Pengajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan Triangulasi Sumber. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data dan penyajian data. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan dalam penelian ini adalah trianggulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) pelaksanaan manajemen pemasaran jasa pendidikan, yaitu: meningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan, membuat berbagaimacam kegiatan sesuai dengan minat dan bakat siswa, meminimalisir biaya pendidikan yang ada, dan membuat kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. (2) media yang digunakan untuk pemasaran jasa pendidikan adalah media cetak dan media elektronik antara lain: brosur, wardan (majalah), website, chanel youtube, instagram, tiktok. (3) factor pendukung dan penghambat strategi pemasaran jasa pendidikan antara lain, faktor pendukung: mudahnya pemasaran di era digital, mudahnya akses komunikasi, lokasi di kawasan asri, harga yang terjangkau, factor penghambat: akses jalan yang sulit dan jauh, belum adanya jurusan ipa dan informatika. Setelah dilalukan observasi lapangan, penulis menyimpukan bahwa pentingnya pemasaran jasa pendidikan mempengaruhi banyak sedikitnya siswa yang mendaftar ke Pesantren Darunnajah 2 Cipining.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan akhlak, kendala-kendala dalam penerapan strategi pembinaan akhlak, dan usaha mengatasi kendala-kendala dalam penerapan akhlak Siswa. Jenis penelitian yang gunakan…
kan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles & Huberman, teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari Hasil penelitian yang dilakukan dapat di deskripsikan bahwa di SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu dalam pembinaan akhlak siswa-siswinya, menggunakan Strategi Pembinaan Akhlak; keteladanan dalam bertutur kata dan perilaku sebagaimana yang yang di contohkan oleh Rasulullah, Membiasakan sholat dzuhur berjama'ah, sholat Sunnah dhuha, kebersihan dan infaq, Nasihat selalu diberikan setiap pembelajaran di kelas berlangsung, latihan melalui ceramah, hafalan juz amma dan membaca Al-Quran setiap pagi dan hukuman selalu diberikan kepada siswa yang melakukan kesalahan. kendala-kendala dalam pembinaan akhlak; faktor guru yaitu kurang mampu memahami heterogen anak, yang tidak bisa disamakan dalam satu kelas. Anak itu berbagai macam perbedaan latar belakang, faktor dari siswa yaitu adanya yang malas sekolah dan kurangnya kesadaran, faktor lingkungan pergaulan, dan faktor orang tua yang kurangnya dukungan dan perhatian. Usaha yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala penerapan strategi pembinaan akhlak siswa SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu; kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen…
n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.
Abstract:Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya…
unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.
Abstract:Penelitian ini berjudul penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pemebelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil…
belajar peserta didik pada materi teks persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini adalah: adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP PUI Gegesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretes-postes control group design, dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagi kelas kontrol dengan jumlah 25 peserta didik dan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 26 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data tes. Data tersebut bahan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok. Berdasarkan data yang telah dianalisis, menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen VIII B menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok adalah 79,6 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol VIII A menggunakan model Think Pair Share adalah 72,3. Maka didapat t hitung = 3,380 dan t tabel = 1,677, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 3,380 > 1,677. dengan demikian berarti Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pembelajaran menulis teks persuasif pada kelas VIII B SMP PUI Gegesik. hasil observasi aktivitas menyimak, kerja sama, diskusi, tugas dan presentasi peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan kinerja yang baik. Kelas eksperimen memiliki kemampuan menyimak yang unggul, kerja sama yang efektif dalam diskusi dan tugas kelompok, serta antusiasme peserta didik untuk melakukan presentasi.
Abstract:Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, pengamatan dan menonton secara berulang pada film yang akan dikaji. Mencari informasi terkait dengan masalah-masalah…
alah penelitian baik dari buku, internet, jurnal, skripsi, artikel, film, dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Merindu Cahaya De Amstel diambil dari novel karya Arumi Ekowati terinspirasi dari kisah nyata, mengisahkan seorang gadis Belanda yang memeluk agama Islam. Selain itu menyoroti kisah cinta Khadija dan Nico karena perbedaan agama, sehingga daya tarik film ini terletak pada pengambaran perjuangan cinta dan pesan toleransi. Alur cerita film Merindu Cahaya De Amstel mengisahkan perjalanan seorang gadis di Negeri Belanda bernama Marien Veenhoven yang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Khadija Veenhoven. Di sisi lain kisah Nico yang memilih memeluk agama Islam. Pesan-pesan dakwah yang terdapat dalam film Merindu Cahaya De Amstel ada tiga, yaitu pesan dakwah aqidah di antaranya; Taubat, mempelajari Islam, merasa diawasi, dan percaya dengan ketentuan Allah Swt. Pesan dakwah syariah di antaranya; shalat, mengenakan jilbab dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis, dan pesan dakwah akhlak di antaranya; saling memafkan, taa’wun (saling tolong menolong), mengucap serta menjawab salam, dan tersenyum.
Abstract:Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Dibimbing oleh Abbas Baco Miro dan Muhammad Syahruddin. Penelitian ini bertujuan untuk…
mengetahu bagaimana Strategi Komunikasi munikasi dakwah yang diterapkan oleh Pengurus Lazismu dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat berzakat khusus Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar . Kemudian untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program - program telah di rancang . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Kantor Lazismu, kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 2 bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Strategi dakwah yang dilaksanakan oleh lazismu adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menubaikan zakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keutamaan dan kewajiban mengeluarkan zakat, mendorong pastisipasi warga Muhammadiyah untuk mengsosialisasikan LAZISMU di kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, menjalin kerja sama Bersama pemerintah daerah untuk menfasilitasi aparat pemerintah untuk mengeluarkan infak,zakat, dan sedekahnya kepada LAZISMU. 2). Adapun faktor pendukung LAZISMU dalam mensosialiasikan zakat adalah : 1. Warga Muhammadiyah menyalurkan zakatnya di LAZISMU. 2. Memiliki eksekutif yang loyalitas terhadap LAZISMU. 3. Memiliki pemuda-pemuda Muhammadiyah yang siap diajak untuk kerjasama. 4. Dukungan pemerintah. 5. Struktrur lazismu yang efektif. 6. Dukungan dari amal-amal Muhammadiyah yang ada di makassar, seperti : perguruan tinggi, sekolah-sekolah, masjid Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat di LAZISMU. 3). Faktor penghambat LAZISMU dalam mensosialisasikan zakat ; 1. Minimnya pelatihan-pelatihan yang LAZISMU berikan kepada relawan yang diberdayakan dalam pengelolaan zakat. 2. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan kepada LAZISMU kepada warga-warga Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat dan infaknnya. 3. Maraknya lembaga-lembaga zakat yang sejenis dengan LAZISMU yang memiliki basis komunitas dan basis masyarakat yang lebih loyal. 4. Kuragnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingya/keutamaan Infak,Zakat, dan Shadakah. 5. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam menjalankan program kerja yang dtetapkan oleh pimpinan LAZISMU.
Abstract:Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan…
an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.
Abstract:Penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi…
plementasi pembelajaran ḥifẓ al-Qur’ān dengan metode 4A pada santriwati Markaz Taḥfīẓ Al-Qur’ān Putri Al-Birr Makassar dan analisis pencapaiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun subyek yang menjadi sumber data adalah pimpinan pondok Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān, pembina asrama, para guru/asātīżah, dan santriwati yang berjumlah 28 orang. Sedangkan obyek yang menjadi sumber data, adalah sarana dan prasarana yang ada pada Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān Putri al-Birr Makassar, kurikulum atau materi pembelajaran, dan hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan/penerapan pembelajaran ḥifẓ al-Qur’ān dengan metode 4A pada santriwati Markaz Taḥfīẓ al-Qur’ān Putri al-Birr Makassar. Hasil penelitian yang diperoleh dari menerapkan metode 4A, yaitu; (1) Metode al-ḥifẓ, digunakan dalam kegiatan menghafal al-Qur’ān untuk memperoleh atau menambah hafalan baru, dan setelah itu disetor (diperdengarkan) kepada pembimbing/guru taḥfīẓ; (2) Metode at-tikrār, digunakan dalam kegiatan mengulang-ulang hafalan baru yang sudah disetor kepada pembimbing/guru taḥfīẓ, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya, 3) Metode ar-rabṭ, digunakan dalam kegiatan mengulang hafalan lama yang belum sempurna satu juz, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya; dan (4) Metode al-murāja‘ah, digunakan dalam kegiatan mengulang hafalan lama yang sudah sempurna satu juz, dan hasil pengulangan hafalan disetor dengan cara santriwati secara bergantian saling memperdengarkan hafalan dengan mitranya. Penggunaan Metode 4A (al-ḥifẓ, at-tikrār, ar-rabṭ, dan al-murāja‘ah) ini, dikategorikan tercapai, meskipun terasa menguras waktu dan tenaga, Metode ini dapat memberi hasil hafalan yang kuat, sehingga hafalan yang sudah diperoleh/dicapai santriwati sebelumnya betul-betul dapat tersimpan dan terjaga.