Abstract:Pancasila sebagai sumber hukum bangsa Indonesia,yang terdiri dari 5 sila,Pancasila juga mengalami perkembangan agar tetap sesuai dengan kemajuan teknologi,politik,dan budaya di Indonesia.Pancasila mengatur segala unsur dari…
ari bangsa Indonesia,yaitu masyarakat serta seluruh wilayah nya.Pancasila memiliki nilai nilai penting dan dijadikan sebagai tuntunan masyarakat dalam berperilaku.Maka dari itu Pancasila diartikan sebagai landasan hukum negara Indonesia.
Kata Kunci: Pancasila, Orde Lama
Abstract:Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi…
api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting.
Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan."
Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."
Abstract:Tulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif…
tatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.
Abstract:Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki peran strategis dalam sistem ketatanegaraan, khususnya dalam perundingan politik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai pedoman normatif dan etis, nilai-nilai…
ai-nilai Pancasila—termasuk musyawarah untuk mufakat, keadilan sosial, dan persatuan—mengarahkan proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam pembentukan kebijakan, penyelesaian konflik politik, serta pelaksanaan diplomasi internasional yang mengedepankan dialog dan kerja sama. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan, seperti politik transaksional, kepentingan pragmatis, dan kurangnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan pendidikan politik berbasis Pancasila, penegakan hukum yang tegas, dan penguatan mekanisme musyawarah inklusif.Penelitian ini menegaskan relevansi Pancasila di era modern sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik dan menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus mempromosikan prinsip moral dan etika untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Abstract:Kajian ini bertujuan untuk membahas implikasi ibadah bagi penguatan spiritualitas iman Kristen dalam perspektif tradisi Perjanjian Lama serta implikasinya bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif. Pembahasan…
embahasan mencakup perkembangan tempat dan bentuk ibadah, transformasi pemahaman tentang ibadah, serta prinsip-prinsip ibadah dan spiritualitas dalam Perjanjian Lama. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pengumpulan data dari berbagai literatur ilmiah. Analisis data dilakukan secara reduktif dengan pemaparan hasil bahwa ibadah mengalami perkembangan dari tempat-tempat terbuka menjadi lebih terorganisir. Pemahaman tentang ibadah juga bergeser dari yang berorientasi pada berkat duniawi menjadi lebih berfokus pada pembangunan relasi spiritual dengan Allah. Prinsip-prinsip seperti ibadah sesuai kehendak Allah, ibadah sebagai simbol/lambang dan ekspresi spiritualitas, tindakan-tindakan kudus, serta kesalehan dan doa menegaskan bahwa ibadah dan spiritualitas tidak hanya ritual, namun mencakup ketaatan, kesucian, dan praktik kehidupan sehari-hari. Ibadah yang diterapkan melalui berbagai tradisi perayaan, hari raya serta tindakan-tindakan kudus Perjanjian Lama bagi pengembangan spiritualitas dan iman Kristen memiliki dampak yang positif bagi penguatan spiritualitas orang beriman, teologi ibadah dan spiritualitas Perjanjian Lama dapat menjadi fondasi bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif.
Abstract:Pancasila, sebagai dasar negara Republik Indonesia, memiliki peran penting sebagai ideologi dan sistem etika politik. Pancasila bukan hanya sekadar pedoman hukum dan tata pemerintahan, tetapi juga sebagai landasan moral…
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pancasila sebagai sistem etika politik dan ideologi negara yang diterapkan dalam kehidupan politik, sosial, dan kebangsaan Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang dilakukan melalui studi literatur dari berbagai sumber, termasuk konstitusi dan dokumen resmi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral dalam pengambilan keputusan politik, kebijakan publik, dan interaksi antar komponen bangsa. Lima sila Pancasila, yang meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, menjadi prinsip etika yang relevan untuk membangun kehidupan politik yang adil dan beradab. Pancasila juga berperan dalam menjamin persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Meskipun demikian, terdapat berbagai kendala dalam penerapannya, seperti pengaruh globalisasi, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, serta krisis moral dan etika yang menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk memperkuat pemahaman dan implementasi Pancasila agar tujuan nasional dapat tercapai dengan lebih efektif.
Abstract:Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan moral siswa sejak usia dini. Salah satu konsep nilai-nilai kebaikan dalam ajaran Hindu yang dapat diterapkan dalam pendidikan karakter adalah Catur…
ur Paramitha, yang meliputi Maitri yang artinya suka bersahabat atau memiliki banyak teman, Karuna artinya cinta kasih atau kasih sayang, Mudita artinya memperlihatkan wajah riang gembira atau penuh simpati dan Upeksa artinya tidak mencampuri urusan orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter siswa di SD Negeri 27 Palu serta dampaknya terhadap perilaku siswa dalam lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, seperti saling membantu antarteman (Maitri), menunjukkan empati kepada sesama (Karuna), menghargai keberhasilan teman (Mudita), serta bersikap sabar dalam menghadapi tantangan pembelajaran (Upeksa). Implementasi nilai-nilai ini berdampak positif terhadap sikap dan perilaku siswa, seperti meningkatnya rasa saling menghargai, kerja sama, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter di SD Negeri 27 Palu terbukti mampu membentuk sikap moral dan sosial yang baik pada siswa. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran serta kegiatan sekolah perlu terus dikembangkan agar semakin efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.
Abstract:Perubahan paradigma bisnis ke arah keberlanjutan telah menjadi kebutuhan dimasa yang akan datang, maka penerapan prinsip bisnis keberlanjutan diharapkanmenjadi sinyal positif dan menarik minat investor dan menjadi sentimen…
en penggerak pasar yang akan langsung terlihat dari aktivitas perdagangan di pasar modal dan menghasilkan momen pergerakan aliran dana di pasar modal. Secara keseluruhan, dengan menggunakan metode Prisma pada literatur yang ada menunjukkan bahwa kepemilikan asing dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penilaian perusahaan melalui berbagai saluran, termasuk keunggulan informasi, peningkatan tata kelola perusahaan, akses terhadap sumber daya global, pengurangan asimetri informasi, dan efek klien investor Bukti kumulatif menunjukkan bahwa kepemilikan asing dapat menjadi pendorong signifikan terhadap nilai perusahaan. Keunggulan informasi yang terus berkembang dari investor asing, ditambah dengan kemampuan mereka untuk memanfaatkan sumber daya dan jaringan global, dapat memberikan dampak yang signifikan dan semakin besar terhadap penilaian perusahaan dalam negeri. Seiring dengan bertambahnya keunggulan-keunggulan ini dari waktu ke waktu, investor asing dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan penilaian perusahaan melalui kemampuan informasi dan analitis mereka yang unggul. Kepemilikan asing diukur sebagai persentase saham yang dimiliki oleh investor asing dan dapat disimpulkan bahwa, Pengaruh Positif ESG terhadap Nilai Perusahaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa skor ESG yang lebih tinggi secara signifikan berhubungan dengan nilai perusahaan yang lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen yang kuat terhadap praktik ESG cenderung memiliki reputasi yang baik, lebih inovatif, dan lebih berorientasi pada jangka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan ontologi, epistemologi dan aksiologi sunnah hadis. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (liblary research) dengan pendekatan konseptual dan teoretis. Data penelitian…
elitian ini bersumber dari data kepustakaan yang membahas tenang ulumul hadis. Kemudian data sekunder berasal dari literatur yang menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, dari tinjauan ontologis, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pengertian sunnah dan hadis. Namun, perbedaan ini tidak bersifat mutlak dan cenderung hanya menjadi masalah peristilahan, khususnya di kalangan ulama mutaqaddimîn. Sebaliknya, ulama muta’akhkhirîn tidak lagi mempermasalahkan perbedaan ini secara signifikan, sebagaimana dijelaskan oleh Shubhi al-Shâlih. Dalam penggunaannya, kedua istilah ini sering dianggap identik, sehingga selama periwayatannya dapat dipercaya atau shahîh, keduanya harus diikuti dan diamalkan. Kedua, dari tinjauan epistemologi, kajian tentang sunnah dan hadis mempertimbangkan bagaimana pengetahuan mengenai keduanya diperoleh, dievaluasi, dan diakui sebagai valid. Proses ini melibatkan analisis terhadap unsur-unsur sunnah dan hadis serta pemahaman terhadap klasifikasinya untuk memastikan bahwa keduanya memiliki dasar yang sahih dan dapat dijadikan pedoman. Ketiga, dari tinjauan aksiologi, sunnah dan hadis mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan pandangan hidup umat Islam. Nilai-nilai ini memberikan pedoman bagi umat untuk meneladani Nabi Muhammad Saw. dan menerapkan prinsip-prinsip luhur seperti kejujuran, keadilan, belas kasih, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sunnah Rasulullah Saw. menjadi sumber rujukan utama dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tujuan Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam menangani permasalahan kemiskinan. Kemiskinan merupakan tantangan sosial yang memerlukan peran aktif pemerintah dalam penyelenggaraan…
lenggaraan kesejahteraan sosial. Dinas Sosial Kabupaten Jember memiliki berbagai program untuk menangani kemiskinan, seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teknik purposive sampling untuk memperoleh data. Data diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait serta sumber sekunder seperti publikasi BPS dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program Dinas Sosial dalam mengatasi kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan sumber daya, validasi data yang kurang optimal, serta koordinasi antar instansi yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung program kesejahteraan sosial. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan partisipatif, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember dapat terus berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.