Abstract:Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak…
pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja. 34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.
Abstract:Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya…
a personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.
Abstract:Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah…
daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.
Abstract:Penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kota Padang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, hanya 73% cakupan tempat pengolahan makanan yang memenuhi…
emenuhi syarat hygiene sanitasi di Kota Padang. Berdasarkan data Puskesmas Padang Pasir, pada Kelurahan Padang Pasir tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi hanya 66,67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan dari 13 s/d 19 Juni 2025 pada 21 rumah makan di Kelurahan Padang Pasir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjamah makanan di kelurahan Padang Pasir dan sampel sebanyak 52 penjamah makanan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% perilaku penjamah makanan kurang baik, 42,3% mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 48,1% mempunyai sikap negatif, dan 40,4% memiliki pengawasan sanitasi yang kurang baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,006) dan pengawasan (p=0,031) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan. Serta tidak ada hubungan antara sikap (p=0,501) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan tahun 2025.Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pengawasan dengan perilaku penjamah makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada seluruh penjamah makanan tentang penerapan hygiene sanitasi makanan yang baik.
Abstract:Latar Belakang: Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kecemasan, yang berdampak pada kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Hipnosis lima jari merupakan teknik relaksasi non-farmakologis…
kologis yang potensial untuk mengurangi kecemasan. Tujuan: Meninjau efektivitas teknik relaksasi lima jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode: Literature review dilakukan dengan mengumpulkan dan mensintesis penelitian dari Google Scholar dan Garuda periode 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “five-finger hypnosis relaxation technique,” “anxiety,” dan “chronic kidney disease” beserta padanannya dalam bahasa Indonesia. Kesimpulan: Hipnosis lima jari merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk menurunkan kecemasan pasien PGK yang menjalani hemodialisis, baik secara mandiri maupun dikombinasikan dengan teknik relaksasi lain.
Abstract:Menurut hasil survey PPNI tahun 2023 didapatkan 50,9% perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Provinsi Sumatera Barat (2023) didapatkan hasil…
asil kelelahan kerja pada perawat sebesar 59,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang pada bulan Maret sampai Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD dr. Rasidin Padang sebanyak 180 orang dengan sampel sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,3% perawat mengalami kelelahan kerja, sebanyak 53,8% perawat memiliki kualitas tidur yang buruk dan sebanyak 63,1% perawat memiliki masa kerja yang berisiko (>5 tahun). Terdapat hubungan kualitas tidur (p-value= 0,000) dan masa kerja (p-value= 0,000) dengan kelelahan kerja pada perawat. Terdapat hubungan hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Disarakan kepada Direktur RSUD. dr. Rasidin Padang, agar dapat dijadikan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan khususnya petugas keperawatan tentang hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat..
Abstract:Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2024, prevalensi stunting di dunia mencapai 149 juta anak (22%). Di Indonesia, angka stunting masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Di Kota Padang, data Dinas Kesehatan tahun…
ahun 2023 menunjukkan prevalensi di Puskesmas Anak Air sebesar 9,24%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang krusial yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif serta potensi produktivitas masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus tahun 2025. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sebanyak 634 orang. Waktu pengumpulan data di lakukan pada 12 Juli s/d 23 Agustus 2025, dengan sampel 85 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% balita mengalami stunting, 56,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 45,9% kader memiliki peran kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita (p=0,049). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader dengan kejadian stunting pada balita (p=0,122). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Diharapkan Puskesmas Anak Air dapat memberikan informasi dan masukan terkait faktor-faktor penyebab stunting pada balita
Abstract:Konsumsi buah dan sayur di Indonesia masih rendah, dengan data SKI (2023) menunjukkan lebih dari 96% masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, kurang mengonsumsi keduanya. Perilaku ini pada anak usia sekolah sangat dipengaruhi…
aruhi oleh lingkungan keluarga dan teman sebaya, serta paparan media. Rendahnya asupan buah dan sayur dapat menghambat tumbuh kembang anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian berlokasi di SDN 35 Pagambiran pada bulan Maret-Agustus 2025. Informan terdiri dari siswa kelas 4 dan 5, serta orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan analisis data menggunakan triangulasi teknik untuk validitas temuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki pengetahuan baik tentang manfaat buah dan sayur, namun perilaku konsumsinya masih bervariasi. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi ketersediaan di rumah, preferensi pribadi, dan tren makanan viral. Ketersediaan sayur di rumah lebih rutin dibanding buah. Dukungan teman sebaya juga signifikan, di mana siswa cenderung mengikuti kebiasaan makan teman-temannya.Perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 35 Pagambiran dipengaruhi oleh pengetahuan, dukungan keluarga, dan lingkungan teman sebaya. Meskipun pengetahuan sudah baik, tantangan dalam implementasi menjadi kebiasaan rutin masih ada. Edukasi berkelanjutan dan ketersediaan pangan sehat dari keluarga dan sekolah sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat.
Abstract:Gizi kurang atau stunting masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, kekurangan gizi juga berdampak terhadap kondisi kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan…
yang bergizi atau seimbang, Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi gizi buruk, stunting 21,5%, mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir, tetapi belum mencapai target nasional 14% pada tahun 2024 . Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Padang tahun 2025.Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 8 informan yang di pilih secara purposive sampling yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Pj program gizi, PJ Promosi kesehatan, Pj KIA, Kader 2 orang dan Ibu balita 2 orang. Data di kumpulkan melalui wawancara terstruktur, Observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan program gizi meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan tentang gizi seimbang dan pemantauan status gizi balita akan tetapi program tersebut masih belum berjalan dengan maksimal,untuk tenaga pelaksana masih belum mencukupi, dan dana masih kurang dalam melakukan penyuluhan dan untuk monitoring dan evaluasi masih belum berjalan dengan lancar karena untuk monitoring dan evaluasi ke masyarakat tidak di lakukan hanya di Puskesmas saja yaitu dengan melakukan PKP Penilaian Kinerja Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan perlunya peningkatan status gizi balita untuk meningkatkan tumbuh kembang balita.
Abstract:Berdasarkan laporan terbaru dari BPJS hingga 30 Juni 2024, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 273,5 juta jiwa atau 96,8% dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2023 peserta JKN Provinsi Sumatera Barat, pada awal Januari…
anuari jumlah peserta sebanyak 704.535 orang. Sedangkan pada Desember berjumlah 736.835 orang. Berdasarkan data kunjungan peserta JKN per Puskesmas tahun 2024 terbanyak adalah Puskesmas Lubuk Buaya dengan jumlah kunjungan 63.500 dan terendah adalah Puskesmas Air Tawar dengan jumlah kunjungan 15. 91 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien BPJS di Puskesmas Air Tawar tahun 2025.5. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Agustus 2025. Populasi adalah pasien BPJS yang terdaftar di Puskesmas Air Tawar, dengan jumlah populasi sebanyak 6.244 orang. Dengan sampel 86 orang menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,8% pasien memiliki tingkat pengetahuan rendah, 53,5% sikap positif pada pasien, dan 54,7% fasilitas kesehatan cukup. Adanya hubungan signifikan antara Pengetahuan pasien mengenai program BPJS (p-value = 0.014). Sikap pasien dengan pemanfaatan layanan kesehatan (p-value = 0.021). Selain itu, adanya hubungan signifikan antara fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan layanan (p-value = 0.000).Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap pasien, dan fasilitas kesehatan berhubungan signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien BPJS di Puskesmas Air Tawar. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemanfaatan layanan, perlu dilakukan edukasi kepada pasien serta dapat meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang ada untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan pasien BPJS.