Abstract:This research intends to try the influence of motivation, work discipline and work environment on employee performance at PT. Asei Indonesia Insurance Medan Branch. In this research, there is a conclusion that the problem…
m is whether motivation, work discipline and work environment have a significant effect on the ability of employees at PT. Ace? Therefore this research was attempted to identify and analyze the effects. Encouragement, Activity Discipline and Activity Areas to the Ability of Employees at PT. Asei Indonesia Insurance Medan Branch. In this research using quantitative research procedures. The population in this research is all employees of the Asei Indonesia insurance industry, agents in the research illustration area, totaling 71 people. The information analysis method used is descriptive analysis of respondents, descriptive analysis of variables, classical assumption experiments, multiple linear regression analysis and assumption experiments (t experiments, F experiments and determinant coefficient experiments). The results of the research processed with the SPSS type 23 program, based on the t experiment proved that motivation, activity discipline and the activity environment have a positive and jointly important effect on employee abilities, the adjusted R square number is 0.735 or 73.5%, which means Employee ability is influenced by motivation, activity discipline and activity area and more than 26.5% can be explained by other factors that were not examined in this research. compared to the results of the previous research of the Great God Kresna Valiant. 2017 the effect of communication, encouragement, sports environment on the happiness of employees' activities in the Denpasar city area proves that there is a positive and important effect on employee activity satisfaction. It can be concluded that the results of this research are in line with the results of previous research by AA Besar Oka Pramadita 2015
Abstract:Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengatur kepemilikan tanah dan membimbing penggunaannya serta telah menerapkan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia.…
a. Pendaftaran tanah merupakan proses administratif yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan dalam mengumpulkan dan mengolah data fisik dan data hukum serta menampilkan bidang tanah yang sudah memiliki hak dan hak kepemilikan yang ada untuk unit apartemen dengan menerbitkan bukti kepemilikan yang berfungsi sebagai bukti kuat. Pemerintah terus berupaya melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia untuk memastikan kepastian hukum. Berdasarkan inisiatif pemerintah, penyelesaian pendaftaran tanah di seluruh Indonesia direncanakan akan selesai pada tahun 2024 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Permasalahan yang ada adalah tantangan yang ada dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap untuk memberikan kepastian hukum. Ada juga solusi untuk mengatasi hambatan dan permasalahan yang menjadi tantangan tersebut, sehingga kepastian hukum dapat tercapai.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap risiko lingkungan dan hubungannya dengan perilaku adaptasi berbasis komunitas dan budaya di Kabupaten Jember. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain…
esain survei, data dikumpulkan dari 235 responden. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Spearman, dan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko lingkungan masyarakat Jember berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 37,66, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko dengan perilaku adaptasi budaya (r = 0,042, sig = 0,519). Model regresi juga mengonfirmasi bahwa persepsi risiko, sumber informasi, usia, dan jenis kelamin secara bersama-sama hanya menjelaskan 1,5 persen varians perilaku adaptasi (R² = 0,015, sig = 0,494). Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi budaya berbasis komunitas bergerak dalam logika sosialnya sendiri yang berakar pada habitus kolektif, kearifan lokal, dan solidaritas komunitas, bukan sebagai respons langsung atas persepsi risiko individual. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sosiologi risiko dalam konteks lokal Indonesia dan menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam kebijakan pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana.
Abstract:Permasalahan limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang serius di Indonesia karena sulit terurai secara alami dan volumenya terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
pengolahan limbah plastik menjadi paving block sebagai bentuk edukasi lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung bersama masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan limbah plastik dengan memanfaatkan plastik jenis HDPE dan LDPE mampu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk paving block yang memiliki nilai ekonomis. Edukasi lingkungan yang dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan pelatihan praktik mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Selain itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan daur ulang berbasis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan limbah plastik menjadi paving block dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung konservasi sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Abstract:Transparansi anggaran daerah menjadi salah satu isu penting dalam manajemen publik di Indonesia, terutama dalam tiga tahun terakhir ketika tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, terbuka, dan akuntabel semakin…
meningkat. Fenomena aktual seperti keterlambatan distribusi bantuan sosial, ketidakmerataan pelayanan administrasi kependudukan, serta rendahnya kualitas layanan kesehatan menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola birokrasi. Data Badan Pusat Statistik (2025a) mencatat indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik masih berada di angka 73,5, yang menegaskan perlunya perbaikan serius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi anggaran daerah sebagai strategi peningkatan akuntabilitas publik. Penulisan dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan literatur akademik, regulasi pemerintah, serta data sekunder dari BPS dan media nasional. Pembahasan menyoroti faktor kepemimpinan birokrasi, koordinasi antarinstansi, dan kapasitas sumber daya manusia sebagai penentu kualitas tata kelola. Hasil analisis menunjukkan bahwa transparansi anggaran tidak hanya berfungsi sebagai bentuk keterbukaan informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan penerapan transparansi yang konsisten, akuntabilitas publik dapat ditingkatkan, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan lebih mudah tercapai.
Abstract:Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Indonesia memerlukan pengendalian melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun, partisipasi pria dalam program KB masih sangat rendah, khususnya di Provinsi Banten, sehingga…
beban reproduksi tetap dominan pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran partisipasi pria dalam program KB, menilai responsivitas gender dalam implementasi kebijakan, serta mengidentifikasi kesenjangan antara desain dan praktik di tingkat daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen sebagai sumber data utama, meliputi laporan BKKBN, BPS, dan dokumen kebijakan daerah terkait KB. Analisis dilakukan dengan mengorganisir, mengkoding, dan mengidentifikasi tema utama sesuai kerangka Gender Responsiveness Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kebijakan KB nasional dan daerah sudah peka gender, tetapi implementasinya masih bersifat women-centric, dengan layanan dan sosialisasi lebih fokus pada perempuan. Faktor budaya patriarki, keterbatasan akses layanan untuk pria, dan kurangnya target khusus menyebabkan partisipasi laki-laki tetap rendah. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan dan program berbasis gender-responsive, peningkatan akses layanan KB pria, serta kampanye edukasi yang menargetkan pria untuk mendorong kesetaraan peran reproduksi dan efektivitas program KB di Provinsi Banten.
Abstract:Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi gangguan neuropati yang terjadi akibat penekanan saraf medianus pada carpal tunnel di pergelangan tangan dengan gejalanya yaitu nyeri, mati rasa, dan kesemutan. CTS juga merupakan…
upakan salah satu cedera yang dapat dialami oleh para gamer di seluruh dunia akibat gerakan pergelangan tangan yang menekuk dan dipertahankan dalam waktu lama serta gerakan jari yang berulang. Pada beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pemain game online mengalami keluhan CTS dikarenakan aktivitas fisik yang berat, durasi bermain lebih dari dua jam dengan frekuensi bermain lebih dari dua kali dalam seminggu dan melakukan ≥ 30 kali per menit gerakan repetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS pada mahasiswa UKM UNESA Esport. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa anggota UKM UNESA Esport sebanyak 85 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner identitas responden, kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnare Long Form (IPAQ-LF) dan kuisioner keluhan CTS yaitu Boston Carpal Tunnel Syndrom Questionnaire (BCTSQ). Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS (p = 0,258). Sedangkan, untuk tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS dan terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS.
Abstract:Gizi kurang dan gizi berlebih menjadi masalah gizi yang terjadi di indonesia saat ini. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu aktivitas fisik dan konsumsi junk food. Pola makan seperti konsumsi…
junk food dapat menyebabkan risiko kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa gizi Universitas Negeri Surabaya tergolong sering mengonsumsi junk food serta memiliki aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain Cross-sectional dengan total sampel berjumlah 87 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-SF dan konsumsi junk food diukur menggunakan FFQ. Status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri, kemudian menghitung IMT untuk melihat status gizi responden. Analisis menggunakan uji normalitas berupa Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis Korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada variabel aktivitas fisik, konsumsi junk food dan IMT yaitu 0,000<0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman rank pada aktivitas fisik yaitu 0,140 >0,05, dan hsil uji hipotesis pada konsumsi junk food yaitu 0,733>0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya.
Abstract:Lansia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Penuaan juga berdampak pada kondisi psikologis seperti stres. Indonesia sekitar 83,1% lansia mengalami stres diantaranya 49,2% mengalami tingkat stres sedang hingga sangat…
angat berat dan 33,9% berada dalam tingkat stres ringan. Sumatera barat lansia yang mengalami stres 18,5%. Salah satu terapi non farmakologi menurunkan tingkat stres terapi relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy eksperiment dengan desain one group pretest-postest. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data data dilakukan tanggal 07 11 Juli 2025. Populasi seluruh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih berjumlah 110 dengan sampel 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan Uji Paired T-Test Sample. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif 24,67. Rata-rata stres sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif 13,42. Ada Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terapi relaksasi otot progresif berpengaruh pada terhadap stres lansia Sabai Nan Aluih Sicincin. Diharapkan melalui pimpinan panti sosial tresna werdha dapat menambahkan program terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama 20 menit.
Abstract:Chronic Kidney Disease (CKD) menimbulkan gangguan fisik dan psikologis, termasuk kelelahan, nyeri, dan keterbatasan aktivitas akibat terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini memicu kecemasan dan gangguan tidur melalui…
i keluhan seperti gatal, nyeri otot, dan sering buang air kecil pada malam hari. Berdasarkan data dari SKI 2023 kasus gagal ginjal kronis sebanyak 638.178 kasus di Indonesia dan di wilayah Sumatera Barat sebesar 0,23%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Populasi penelitian sebanyak 100 pasien. Data dikumpulkan selama 6 hari yaitu tanggal 16-21 April 2025 menggunakan metode total sampling sebanyak 100 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil kurang dari separuh sebesar 42 (42,0%) responden termasuk dalam kecemasan kategori sedang, lebih dari separuh 61 (61,0%) responden termasuk dalam kualitas tidur kategori buruk. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur dengan p-value-0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap aspek psikologis pasien dan melakukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi spiritual untuk membantu menenangkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien menjadi lebih baik.