Search Articles & Publications

Showing 2979 articles found for "Oleh"

Strategi Pembinaan Akhlak Siswa Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Al-Hilmi Kabupaten Dompu

Mahdin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan akhlak, kendala-kendala dalam penerapan strategi pembinaan akhlak, dan usaha mengatasi kendala-kendala dalam penerapan akhlak Siswa. Jenis penelitian yang gunakan… kan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles & Huberman, teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari Hasil penelitian yang dilakukan dapat di deskripsikan bahwa di SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu dalam pembinaan akhlak siswa-siswinya, menggunakan Strategi Pembinaan Akhlak; keteladanan dalam bertutur kata dan perilaku sebagaimana yang yang di contohkan oleh Rasulullah, Membiasakan sholat dzuhur berjama'ah, sholat Sunnah dhuha, kebersihan dan infaq, Nasihat selalu diberikan setiap pembelajaran di kelas berlangsung, latihan melalui ceramah, hafalan juz amma dan membaca Al-Quran setiap pagi dan hukuman selalu diberikan kepada siswa yang melakukan kesalahan. kendala-kendala dalam pembinaan akhlak; faktor guru yaitu kurang mampu memahami heterogen anak, yang tidak bisa disamakan dalam satu kelas. Anak itu berbagai macam perbedaan latar belakang, faktor dari siswa yaitu adanya yang malas sekolah dan kurangnya kesadaran, faktor lingkungan pergaulan, dan faktor orang tua yang kurangnya dukungan dan perhatian. Usaha yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala penerapan strategi pembinaan akhlak siswa SD IT Al-Hilmi, Kab. Dompu;  kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua siswa.

Metode dan Instrumen Pengumpulan Data (Kualitatif dan Kuantitatif)

Muhammad Yasin, Sabaruddin Garancang, Andi Abdul Hamzah
Abstract: Penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana metode dan instrument pengumpulan data yang benar untuk kualtitatif dan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat… ifat deskriptif kualitatif, dengan pendekatan komparatif yaitu melibatkan perbandinagan antara dua atau lebih elemen atau temuan. Maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pertama: Bagaiamana Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?, kedua: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif?, ketiga: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif?, Keempat: Bagaimana Kriteria Instrumen Penelitian Yang Baik?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. (2) Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi atau kuesioner, wawancara mendalam dengan subjek survei, survei dokumenter, dan diskusi kelompok terfokus. Dalam metode pengumpulan data kuantitatif, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti, yakni survei kuisioner atau angket, wawancara, dan dokumentasi. (3) Penelitian Kualitatif dalam pengumpulan datanya, instrument yang dapat digunakan anatara lain; Instrument wawancara, instrument Observasi atau pengamatan, Fokus Group Discussion (FGD), Instrumen dokumen. Penelitian kuantitatif dalam mengambil data menggunakan instrumen yang berupa: Instrumen Tes dan Investori, Instrumen Angket atau Kuisioner, Instrumen Lembar Observasi, Instrumen Dokumen dan Data Sekunder. (4) Kriteria pokok yang harus dipenuhi oleh suatu instrumen penelitian agar dapat dinyatakan memiliki kualitas yang baik yaitu validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas.

Manajemen Dakwah Remaja Masjid Usman Yakub Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Jamaah Di Kelurahan Karunrung Kota Makassar

Laode Andibale, M. Zakaria Al Anshori, Syahruddin, Muhammad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen… n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.

Peran Lembaga Penjamin Mutu Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Mengajar Guru Di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor

Arif Hidayat, Musthafa Zahir, Mahmun Nurudin
Abstract: Peningkatan kualitas guru tidak hanya pada satu aspek saja, akan tetapi mencakup segala aspek yang berkaitan dalam proses pendidikan mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output). Salah satu tolak ukur peningkatan… atan tersebut ada pada perbaikan aspek manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah diterapkan dengan baik maka institusi apapun termasuk institusi pendidikan akan mampu menghasilkan kinerja dan hasil karya yang bermutu. Upaya peningkatan kualitas mengajar guru terus dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan pengembangan watak bangsa. Peningkatan kualiatas mengajar guru merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan SMP Darunnajah 2 Cipining, SMP Darunnajah 2 Cipining ini berada di tengah lingkungan masyarakat yang agamis dan lingkungan Pondok Pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, di mana penelitian dilakukan langsung melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Dari hasil penelitian yang di peroleh, Peran lembaga penjamin mutu dalam meningkatkan kualitas mengajar guru di SMP Darunnajah 2 Cipining sudah optimal dimulai dari Peran LPM dalam melaksanakan,Pemeriksaan administrasi guru,pengarahan pembuatan soal ujian, mengawasi kedisiplinan guru, membantu kurikulim dalam meningkatkan kualiatas guru. Spervisi guru, IHT, MGMP dan tahil guru mata pelajaran, dan adapun beberapa faktor pendukung dan penghambat lembaga penjamin mutu sebagai berikut: faktor pendukung, kepemimpinan yang komitmen, adanya sumber dana, pasilitas sarana prasarana, diberikan waktu yang luang adapun faktor penghambat, serba komunal Bersama sama, tidak linearnya jenjang Pendidikan yang di ampu LPM, kurangnya SDM.

Implementasi Program Bimbingan Belajar Membaca Pada Peserta Didik Disleksia Di MIS Hidayatul Mubtadi’in

Saparina, Susana, Yogi Saputra, Khairrina
Abstract: Membaca adalah modal dasar untuk memperoleh kapabilitas belajar dalam berbagai bidang. Dengan membaca seseorang akan mampu membuka cakrawala dunia, dan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai ilmu pengetahuan. Oleh… eh sebab itu, maka wajar jika orang tua merasa khawatir ketika anaknya mengalami kesulitan dalam membaca. Karena membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang, selain kemampuan menulis dan berhitung. Membaca, menulis dan berhitung adalah tiga aspek yang tidak bisa dipisahkan. Karena ketiga nya merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang bahkan dari semenjak usia dini, sebagai jembatan penghubung untuk mencapai ilmu lain yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1. Perencanaan Implementasi Bimbingan Belajar Membaca Di MIS. Hidayatul Mubtadi’in 2. Pengorganisasian Langkah-langkah implementasi program bimbingan membaca pada peserta didik disleksia di MIS. Hidayatul Mubtadi’in 3. Pelaksanaan kegiatan Implementasi Bimbingan Belajar Membaca Di MIS. Hidayatul Mubtadi’in. 4 Pengawasan dilakukan selama proses kegiatan berlangsung yaitu pengontrolan yang secara intens dan 5. evaluasi dilakukan setiap hari setelah selesai kegiatan, juga dilakukan rapat bulanan untuk membahas semua masalah yang ada di dalam pelaksanaan yang ada.

Analisis Stabilitas Lereng Dengan Bronjong, Sheet Pile, Pasangan Batu Dan Kantilever Menggunakan Software Plaxis Studi Kasus SMPN 1 Asera

Indra, Muh. Satria Pagala
Abstract: Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya… unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kelompok Investigasi Dalam Pembelajaran Menulis Teks Persuasif Pada Siswa Kelas VIII SMP

Kaerudin, Irfan Efendi, Mustami
Abstract: Penelitian ini berjudul penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pemebelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil… belajar peserta didik pada materi teks persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini adalah: adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP PUI Gegesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretes-postes control group design, dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagi kelas kontrol dengan jumlah 25 peserta didik dan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 26 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data tes. Data tersebut bahan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok. Berdasarkan data yang telah dianalisis, menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen VIII B menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok adalah 79,6 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol VIII A menggunakan model Think Pair Share adalah 72,3. Maka didapat t hitung = 3,380 dan t tabel = 1,677, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 3,380 > 1,677. dengan demikian berarti Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pembelajaran menulis teks persuasif pada kelas VIII B SMP PUI Gegesik. hasil observasi aktivitas menyimak, kerja sama, diskusi, tugas dan presentasi peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan kinerja yang baik. Kelas eksperimen memiliki kemampuan menyimak yang unggul, kerja sama yang efektif dalam diskusi dan tugas kelompok, serta antusiasme peserta didik untuk melakukan presentasi.

Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar

Muhammad Suhufi, Abbas Baco Miro, Muhammad Syahruddin, Muhammad Yasin
Abstract: Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Dibimbing oleh Abbas Baco Miro dan Muhammad Syahruddin. Penelitian ini bertujuan untuk… mengetahu bagaimana Strategi Komunikasi munikasi dakwah yang diterapkan oleh Pengurus Lazismu dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat berzakat khusus Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar . Kemudian untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program - program telah di rancang . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Kantor Lazismu, kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 2 bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Strategi dakwah yang dilaksanakan oleh lazismu adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menubaikan zakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keutamaan dan kewajiban mengeluarkan zakat, mendorong pastisipasi warga Muhammadiyah untuk mengsosialisasikan LAZISMU di kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, menjalin kerja sama Bersama pemerintah daerah untuk menfasilitasi aparat pemerintah untuk mengeluarkan infak,zakat, dan sedekahnya kepada LAZISMU. 2). Adapun faktor pendukung LAZISMU dalam mensosialiasikan zakat adalah : 1. Warga Muhammadiyah menyalurkan zakatnya di LAZISMU. 2. Memiliki eksekutif yang loyalitas terhadap LAZISMU. 3. Memiliki pemuda-pemuda Muhammadiyah yang siap diajak untuk kerjasama. 4. Dukungan pemerintah. 5. Struktrur lazismu yang efektif. 6. Dukungan dari amal-amal Muhammadiyah yang ada di makassar, seperti : perguruan tinggi, sekolah-sekolah, masjid Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat di LAZISMU. 3). Faktor penghambat LAZISMU dalam mensosialisasikan zakat ; 1. Minimnya pelatihan-pelatihan yang LAZISMU berikan kepada relawan yang diberdayakan dalam pengelolaan zakat. 2. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan kepada LAZISMU kepada warga-warga Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat dan infaknnya. 3. Maraknya lembaga-lembaga zakat yang sejenis dengan LAZISMU yang memiliki basis komunitas dan basis masyarakat yang lebih loyal. 4. Kuragnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingya/keutamaan Infak,Zakat, dan Shadakah. 5. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam menjalankan program kerja yang dtetapkan oleh pimpinan LAZISMU.

Pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor

Lilin Aida Nihaya, Nur Rocmat, Muhammad Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan… an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.

Dampak Aktivitas Pariwisata Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Herawati, Dahlan Lama Bawa, Meisil B. Wulur, Muhammad Yasin
Abstract: Hasil penelitian ini memperoleh temuan: 1)Aktivitas pariwisata yang ada dikelurahan malino ada dua yaitu  wisata alam yang terdiri dari 4 destinasi yaitu agama, sejarah, alam dan buatan dan wisata belanja yang meliputi belanja… belanja sayuran, makanan dan minuman, buah-buahan. 2)Dampak yang ditimbulkan aktivitas pariwisata perilaku keagamaan masyarakat di kelurahan Malino terbagi dua: dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya a)Kesempatan para tokoh agama dan masyarakat mendakwahkan Islam ke pariwisatawan yang datang ke Malino. b)Meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan: a)Maraknya wisatawan yang datang tanpa memahami aspek-aspek keagamaan dan peribadatan yang ada di Malino. b)Berkembangnya paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan akidah Islam. c)Bergesernya nilai-nilai Islam ke nilai-nilai materialistik akibat perkembangan ekonomi yang lebih pesat daripada pendidikan keagamaan. d)Masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam misalnya cara berpakaian dan cara berperilaku. Dengan demikian Tokoh Agama membentuk kesadaran dan tindakan umat terkait dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata. Selain itu memahami dan mengelola dampak-dampak negatif tersebut agar aktivitas pariwisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan dan budaya Kelurahan  Malino.