Abstract:Penelitian ini mengevaluasi upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas VI Semester II di SDN Petemon X/358 Surabaya pada mata pelajaran PPKn, terutama fokus pada materi ASEAN. Evaluasi awal menemukan tantangan signifikan…
n dalam kinerja siswa, dengan rata-rata nilai 52, di bawah amban KKM sekolah yaitu 80. Penelitian menyelidiki proses proses pembelajaran PPKn dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran Explicit Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Hasil menunjukkan peningkatan kinerja dari 53% ke 84% pada siklus kedua. Penelitian menyoroti pentingya eksplorasi terus-menerus terhadap metodologi pengajaran dan pengembangan sumber belajar. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi interaksi guru-siswa dalam konteks eksplicit instruction, serta skalabilitas model ini ke berbagai pengaturan pendidikan dan mata pelajaran. Dampak dalam jangka Panjang model ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk pemahaman komprehensif.
Abstract:Dalam artikel ini, mengeksplorasi asesmen formatif dalam kurikulum belajar merdeka belajar. Asesmen formatif yang berpusat pada penilaian selama proses pembelajaran, telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan…
atkan pemahaman dan pencapaian siswa. Guru dapat menggunakan metode ini secara teratur untuk memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswa mereka, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan memberikan mereka peluang untuk belajar lebih banyak lagi. Selain itu, artikel ini membahas beberapa cara asesmen formatif dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang inklusif dan berkolaborasi, dan memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif. Dengan memahami lebih banyak tentang manfaat asesmen formatif, para pendidik diharapkan dapat memasukkan metode ini dengan lebih baik ke dalam praktik pengajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak asesmen formatif dalam kurikulum merdeka terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Darul Qur’an Padang. Subjek dalam penelitian ini 2 orang guru yang merupakan seorang wakil kurikulum dan seorang kepala sekolah yang juga mengajar di kelas 9 . Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan wakil kurikulum dan kepala sekolah. Datanya dianalisis dengan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan judul penelitian.
Abstract:Pendidikan sejarah memiliki peran vital dalam pembentukan identitas bangsa, karena melalui pemahaman sejarah, generasi muda dapat mengenali akar budaya, nilai-nilai, serta perjuangan yang membentuk jati diri bangsa. Penelitian…
litian ini dilakukan dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sejarah berkontribusi dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum sejarah yang relevan dan kontekstual, serta peran guru yang kompeten, merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan sejarah. Kurikulum yang terintegrasi dengan sejarah lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa mampu menjadikan pelajaran sejarah lebih bermakna dan relevan. Selain itu, guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran sejarah harus memiliki keterampilan pedagogis yang mumpuni dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Globalisasi yang membawa pengaruh budaya asing juga menjadi tantangan yang harus dihadapi, di mana pendidikan sejarah perlu beradaptasi agar tetap efektif dalam membentuk identitas nasional. Implikasi kebijakan yang direkomendasikan meliputi revisi kurikulum, peningkatan kapasitas guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah, untuk memastikan pendidikan sejarah dapat berfungsi optimal dalam membentuk karakter dan kesadaran sejarah generasi muda. Dengan demikian, pendidikan sejarah dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga keutuhan dan kekokohan identitas bangsa di era globalisasi.
Abstract:Penelitian pengembangan ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam penyajian materi sains di buku tematik kelas 6 yang kurang sistematis dan mendalam, mengakibatkan rendahnya minat baca siswa dan pemahaman materi yang…
g masih belum memadai. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan pengembangan Four-D, dengan tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan,, dan penyebaran. Validasi media dilakukan untuk e-modul interaktif menggunakan aplikasi Canva, yang kemudian direvisi berdasarkan hasil validasi tersebut. Implementasi dilakukan terhadap 37 siswa kelas 6B di SD Negeri wilayah Kecamatan Sambikerep, menunjukkan kevalidan dan kepraktisan yang sangat baik. Hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul interaktif menunjukkan peningkatan yang signifikan, melebihi kriteria ketuntasan minimal. Analisis tes menunjukkan peningkatan literasi sains dengan skor N-gain antara preteset dan posttest menunjukkan gain yang sedang. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa e-modul interaktif dengan aplikas Canva yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi sains pada siswa kelas 6. Sebagai saran, penelitian lebih lanjut dapat memperluas cakupan implementasi dan mempertimbangkan integrasi dengan metode pembelajaran lainya untuk meningkatkan efektivitasnya.
Abstract:Penelitian ini penting karena dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital, khususnya bagi para pendidik di SDN Dukuhsari 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemhaman…
man dan keterampilan penggunaan aplikasi Padlet sebagai platform pembelajaran yang inovatif. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pelatihan kolaboratif antara tim pelaksana dan tenaga pengajar, dengan pendekatan ceramah instruksional, sesi tanya jawab interaktif, dan Latihan praktis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan apilkasi Padlet. Namun penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk fokus yang terbatas pada satu sekolah dan evaluasi jangka Panjang yang belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melanjutkan pelatihan dan pendampingan melibatkan lebih banyak pihak terkait, dan melakukan evaluasi jangka Panjang untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang implementasi teknologi dalam pendidikan.
Abstract:Penelitian ini fokus pada menerapkan praktik pengalaman lapangan (PPL) oleh mahasiswa di PT Gading Mas Indonesia Teguh, Kabupaten Jember. Tujuan utama adalah mengintegrasikan teori akademik dengan praktik nyata melalui penelitian…
enelitian dan pengabdian pada komunitas, khususnya dalam peningkatan sistem keuangan produksi dan sistem pemeriksaan stok barang di Kampung Edamame. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Service Learning, yang mencakup identifikasi kebutuhan produk, pendampingan dan pelatihan, serta evaluasi efektivitas persediaan dengan analisis SWOT. Hasil dari pengabdian ini meliputi peningkatan keterampilan praktis mahasiswa, pemberian kontribusi pada lembaga mitra, dan pengembangan produk baru sebagai upaya mencegah Stunting, serta perbaikan pada sistem keuangan produksi dan pemeriksaan stok barang di Kampung Edamame. Pengabdian ini juga memberikan manfaat kepada mahasiswa, universitas, dan perusahaan melalui pengembangan keterampilan, peningkatan kualitas pengajaran dan penelitian, serta memperkuat hubungan dengan komunitas lokal.
Abstract:Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek merupakan pesantren yang menerapkan sistem pendidikan Sumatera Thawalib. Istilah Sumatera Thawalib secara harfiah berarti "Pelajar-Pelajar Sumatera". Pondok Pesantren Sumatera Thawalib…
hawalib Parabek Bukittinggi mewajibkan santri baru untuk tinggal diasrama. Semua santri baru yang datang dari daerah yang berbeda otomatis diberikan rumah baru di pesantren. Hal ini tentunya akan berbeda dengan tempat tinggal santri sebelumnya, dan santri tersebut memerlukan kemampuan beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Namun tidak semua santri dapat menyesuaikan diri dengan baik, dan tidak jarang santri meninggalkan pesantren sebelum lulus atau hanya beberapa bulan setelah pesantren. Permasalahan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, tempat dilakukannya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan konseling individual dalam penyesuaian diri santri baru di Pondok Pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan keunggulan dan dampak layanan konseling perorangan dalam penyesuaian diri santri baru. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara/interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian layanan konseling perorangan dalam penyesuaian diri santri baru Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi yaitu terbantunya santri baru dalam meningkatkan penyesuaian diri dengan peraturan-peraturan pondok, membangun kehangatan dan keakraban diantara santri
Abstract:Mempelajari al-Qur’an membutuhkan metode untuk bisa memahaminya. Salah satu metode yang di teliti oleh peneliti yakni metode PPTQ. Metode PPTQ dapat diajarkan sejak usia dini. Akan tetapi, ketika ia lancar membaca al-Qur’an…
ur’an sejak usia dini, mulai mempelajari maknanya dan menanamkan dalam dirinya bacaan, pengucapan, dan makna al-Qur’an, maka terbentuklah generasi al-Qur’an. Riset ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode PPTQ dalam menerjemahkan al-Qur’an, mengetahui kemampuan santri dan menemukan faktor pendukung serta penghambat selama pelaksanaan di Pesantren Darun Najah Petahunan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang tujuannya untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil riset menyebutkan menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode PPTQ santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin merasa lebih muda dalam mempelajari pelajaran terjemah al-qur’an. Karena dengan metode ini santri menerjemahkan kata per-kata lebih muda dalam memahaminya.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar melalui…
elalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 60.0% dan siklus II meningkat menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 33.3%. Hasil pelaksanaan observasi guru pada siklus I diperoleh persentase 71.1%, dan meningkat pada Siklus II menjadi 93.3% terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 22.2%. selain itu, hasil pelaksanaan observasi peserta didik juga mengalami peningkatan, yakni dari 65.4% pada siklus I dan 92.9% pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 27.5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbasis TPACK dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci.
Abstract:Berdasarkan penelitian mochammad syaiful hadi dimadrasah yang saat ini masih menggunakan sistem pembuatan kartu pelajar dilakukan secara konvensional adalah MISSPA. Dimana kartu pelajar yang digunakan oleh siswa saat ini…
dibuat oleh percetakan diluar sekolah. Sistem pembuatan kartu pelajar dimana desain, percetakan kartu dibuat diluar sekolah. Hal ini tentunya mengakibatkan proses pembuatan kartu pelajar tidak efektif dan efisien.
Implementasi aplikasi pembuatan kartu pelajar dianggap perlu diterapkan pada sekolah yang belum memiliki aplikasi secara pribadi seperti pada MISSPA. Dengan adanya aplikasi Kartu Pelajar selain menghasilkan kartu identitas siswa maupun siswi serta dapat membantu staff bidang kesiswaan dalam pengelolaan data pelajar MISSPA yang lebih terjamin sehingga data pelajar hanya dapat diakses oleh pihak sekolah.
Adapun tujuan dilaksanakan implementasi pembuatan aplikasi kartu pelajar pada MISSPA adalah untuk menghasilkan aplikasi yang efektif dan efisien yang bermanfaat untuk sekolah khususnya bidang kesiswaan serta menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi.