Abstract:Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung belakang adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada regio punggung bagian bawah yang merupakan akibat dari berbagai sebab (kelainan tulang punggung/spine sejak lahir, …
� lahir, trauma, perubahan jaringan, pengaruh gaya berat) Tujuan: Untuk mengetahui hubungan posisi dan lama duduk dengan kejadian low back pain Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah Total sampling. Jumlah sampel: sampel berjumlah 110 responden. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2024 dengan judul Hubungan posisi dan lama duduk dengan kejadian low back pain pada pekerja alas kaki di CV. Noer Shopia Jaya dengan p-value sebesar (0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan posisi dan lama duduk dengan kejadian low back pain. Saran: Saran Bagi pekerja agar lebih memperhatikan tentang bagaimana posisi duduk dengan benar baik ketika sedang mengerjakan pekerjaan atau ketika proses kerja berlangsung.
Abstract:Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada remaja diartikan sebagai kondisi sehat secara sistem, fungsi dan proses reproduksi yang termasuk didalamnya kesehatan mental, sosial dan juga kultural. Permasalahan kesehatan reproduksi…
roduksi yang sering muncul pada remaja, antara lain kehamilan remaja dengan segala akibatnya, penyakit menular seksual dan aborsi. Masalah kesehatan reproduksi (kespro) remaja timbul karna kurangnya pengetahuan kesehatan, kepedulian orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap kesehatan reproduksi remaja belum optimal. Tujuan: Mengetahui hubungan harga diri dengan pemeliharaan kesehatan reproduksi pada santri putri kelas III SMP di pondok pesantren daarul muttaqien II. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional study, serta analisis statistik Uji Rank Spearman Correlation. Teknik yang digunakkkan untuk mengambil sampel adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan distribusi frekuensi kategori baik sebanyak (31%), kategori cukup (36%), dan kategori kurang sebanyak (33%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,002 (P < 0,05).
Abstract:Latar Belakang : Tuberkulosis paru, dikenal sebagai TBC, masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar secara kronis. paru-paru, otak, tulang, ginjal,…
al, mata, dan organ lainnya dapat dirusak oleh bakteri tuberkulosis. selain itu, orang lain dapat menerima droplet yang dihirup oleh orang yang telah terinfeksi tuberkulosis. Proses pengobatan dapat memakan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan Tingkat kesembuhan pasien tuberculosis di rumah sakit rsup dr sitanala. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien tuberculosis Tb Paru ruang poli di RSUP Dr Sitanala berjumlah 86 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode Total Sampling. Instrument penelitian terdiri dari Kuesioner dan melihat rekam medis untuk mengobservasi pasien. Hasil Penelitian : Motivasi kesembuhan pada pasien Tuberculosis ruang poli TB Paru di RSUP Dr Sitanala adalah motivasi kesembuhan sedang, dukungan keluarga baik dengan tingkat kesembuhan negatif Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan tingkat kesembuhan pasien dengan hasil (p–value =0,000).
Abstract:Pendahuluan: Neck pain adalah nyeri yang dirasakan pada bagian belakang dari susunan tulang belakang yang paling atas atau cervical, neck pain dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya intensitas penggunaan smartphone…
phone yang terlalu lama dapat mempengaruhi posisi fleksi pada leher Tujuan: Untuk mengetahui hubungan durasi posisi bermain game online dengan kejadian neck pain. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah sampel: sampel berjumlah 162 responden. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK Nurul Hikmah menggunakan uji rank spearman correlation bahwa terdapat hubungan durasi posisi bermain game online dengan kejadian neck pain dengan p-value sebesar 0,001< 0,05 Yang berarti ada hubungan antara durasi posisi bermain game online dengan kejadian neck pain dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,267 yang menunjukkan keeratan variabel cukup dengan hubungan kedua variabel positif searah. Kesimpulan: Terdapat hubungan durasi posisi bermain game online dengan kejadian neck pain. Saran: Siwa siswi di SMK Nurul hikmah disarankan untuk menghindari atau membatasi smartphone untuk bermain game online agar terhindar dari kejadian neck pain.
Abstract:Latar Belakang : Dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak tentu berdampak positif ataupun negatif pada keinginan anak untuk belajar. Bentuk dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak baik di rumah maupun…
di sekolah berbeda-beda. Ada dua jenis dukungan yaitu fisik dan non-fisik. Tujuan Penelitian : Untuk mengetauhi apakah ada hubungan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cihuni II. Desain Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik Sampel : Menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah sampel 115 responden. Intrumen Dan Analisis Data : Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan uji yang digunakan yaitu Chi-Square. Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukan dimana nilai P-Value adalah 0,001. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Cihuni II. Saran: Untuk pihak sekolah diharapkan dapat mengadakan kelas orang tua dan murid 1 bulan sekali untuk meningkatkan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa, karena sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa ada hubungan dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa.
Abstract:Latar Belakang : Perawat adalah yang memberikan asuhan langsung pada pasien, sehingga perlu mengetahui pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistic. Handover pasien adalah bentuk komunikasi perawat…
awat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan handover perawat antar shift dengan metode komunikasi efektif SBAR. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pra eksperimental design dengan sampel penelitian perawat diruang PU3 dengan jumlah 13 responden yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi sesuai dengan SPO yang ada dirumah sakit A. Hasil : analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed rank Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan handover diruang PU3 dengan P value (0.001). Kesimpulan : Dalam penelitian adalah pelaksanaan handover diruang PU3 sangat baik dan tidak berpengaruh pada metode komunikasi efektif SBAR. Saran : Agar rumah sakit mempertahankan mutu pelayanan dengan mengembangkan kualitas pelaksanaan handover perawat.
Abstract:Latar Belakang : Bronkopneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan batuk, sesak napas. Penanganan bronkopneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif yaitu fisioterapi dada. Intervensi ini secara literature sesuai…
uai untuk mengatasi gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan : Fisioterapi dada untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif akan memungkinkan sputum lebih mudah dikeluarkan yang selanjutnya, akan keluar dari mulut dengan proses batuk. Metode : Penulis menggunakan metode Pre-Eksperimental One Shot Case Study Pre & Post Design. Hasil Penelitian : fisioterapi dada yang dilakukan pada pasien Ny.A berpengaruh dalam bersihan jalan napas tidak efektif, pasien dapat mengeluarkan sputum saat dilakukan fisioterapi dada.Kesimpulan : Hasil implementasi yang dilakukan pada pasien Ny.A selama 2x/3hari mendapatkan hasil bahwa fisioterapi dada efektif terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkopneumonia.
Abstract:Latar Belakang :Stroke non hemoragik sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot dan ketidakseimbangan tubuh. Penelitian ini berfokus pada penggunaan terapi ROM sebagai metode untuk meningkatkan…
atkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi pada pasien stroke non hemoragik. Tujuan : Memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui pemberian terapi ROM terhadap gangguan mobilitas fisik. Metode : Metode yang digunakan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan analisis asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi tingkat ketergantungan pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : Pelaksanaan terapi ROM pasif dalam tindakan keperawatan pada pasien menunjukkan peningkatan pergerakan ekstremitas, peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kelemahan fisik.
Abstract:Latar Belakang : Nyeri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa nyeri dapat menjadi peringatan terhadap adanya ancaman yang bersifat aktual maupun potensial, namun nyeri bersifat subyektif…
tif dan sangat individual. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Tujuan: Memberikan terapi untuk menurunkan tingkat nyeri dan tekanan darah pada keluarga dengan tahap pelepasan dewasa pada Ibu A. Metode: Studi kasus dilakukan dengan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut dengan rancangan one group pretest-postest. Hasil: setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif selama 3 hari berurut-turut pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) didapakan hasil keluhan nyeri menurun dengan skala 7 (skala sedang) menjadi 0 (tidak nyeri). Setelah dilakukan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut didapatkan hasil dari 158/100 mmHg menjadi 125/78 mmHg. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dan terapi pemerian jus semangka dapat menurunkan nyeri dan tekanan darah.
Abstract:Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Gagal ginjal kronis dapat menimbulkan simtoma, yaitu laju filtrasi glomerular berada di bawah 60 ml/menit/1,73…
/menit/1,73 m2 atau di atas nilai tersebut yang disertai dengan kelainan sedimen urine. Pasien gagal ginjal kronis dapat mengalami kehilangan protein melalui urin sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kadar albumin serum atau hipoalbuminemia. Kadar serum albumin rendah merupakan indikator penting dari mordibitas dan mortalitas. Seseorang yang menderita kerusakan ginjal dapat dibantu dengan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisa. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar albumin pada pasien Gagal Ginjal Kronis pre dan post Hemodialisa. Metode : Desain studi kasus menggunakan asuhan keperawatan. Sampel studi kasus menggunakan 1 pasien yang dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil : pelaksanaan pemberian terapi akupresur di RSUP Dr. Sitanala Tangerang dapat disimpulkan bahwa pemberian Terapi pijat akupresure pada implementasi hari ke-3 sudah mengalami perubahan dan sudah terlihat efektifitasnya. Kesimpulan: Ada perbedaan kadar albumin pada pasien gagal ginjal kronis pre dan post hemodialisa di ruang hemodialisa RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dibidang keperawatan tentang asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal di RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang.