Search Articles & Publications

Showing 161 articles found for "Duduk"

Analisis Pertumbuhan Dan Kualitas Lingkungan Hidup Di Kabupaten/Kota Provinsi Bali: Pendekatan Enviromental Kuznet Curve

Diksa, Made Bayu Pramana, Yudha, I Made Endra Kartika
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, populasi, kepadatan penduduk, investasi, dan kredit terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan pendekatan… atan Environmental Kuznets Curve (EKC). Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel pada periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Secara parsial, populasi dan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IKLH, sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan tidak selalu linear, sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan.

Pengaruh Pemberian Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi (Kie) Keluarga Berencana (Kb) Terhadap Perubahan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Unmet Need Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam

Laras Nabila, Anisya Selvia, Mona Rahayu Putri
Abstract: Unmet Need dalam program Keluarga Berencana (KB) adalah kondisi Dimana pasangan usia subur memiliki keinginan untuk menunda atau menghentikan kehamilan, namun tidak menggunakan metode kontrasepsi. Berdasarkan data Badan… Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Batam tahun 2024, terdapat 202.403 pasangan usia subur (PUS). Tiga kecamatan dengan angka unmet need tertinggi adalah Batu Aji sebesar 16,66%, Nongsa sebesar 13,88%, dan Batam Kota sebesar 9,23%. Secara khusus, wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang menempati posisi tertinggi dengan prevalensi 21,20%, disusul Puskesmas Batu Aji sebesar 14,43%. Tingginya angka tersebut menegaskan perlunya intervensi tepat sasaran, salah satunya melalui pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KB. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh KIE terhadap perubahan perilaku ibu dengan kejadian unmet need. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan two-group pretest posttest control group, melibatkan 32 responden. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapatkan KIE dan booklet) serta kelompok kontrol (hanya mendapatkan booklet). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku signifikan pada kelompok intervensi, berupa peningkatan pengetahuan serta partisipasi dalam penggunaan kontrasepsi. Kesimpulannya, pemberian KIE terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus mengubah perilaku ibu, sehingga berpotensi menurunkan angka unmet need di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Uncang Kota Batam.

ANALISIS KEGAGALAN PROSES PENGANGGARAN PEMERINTAH DALAM PROYEK E-KTP DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERUGIAN KEUANGAN NEGARA

Atarwaman, Rita J D, Amahoru, Nur Hikmah Helida, Lina, Nur, Terry, Erasmus Nikodemus, Sapsuha, Airin Sastiawati, Open, Selvi Ariska, Arini, Arini
Abstract: Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun… n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.

Gambaran Pemahaman dan Sikap Penerimaan Lansia di Sekolah Lansia "Gema Lantang" Kota Samarinda

Hanny Aulia Putri, Dian Ardyanti, Andry Rachmadani, Joko Sapto Pramono
Abstract: Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal yang dikembangkan BKKBN untuk memberdayakan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk lansia… sia di Indonesia. Selama ini, keberhasilan program tersebut lebih banyak diukur dari tingkat kehadiran peserta, sementara aspek bagaimana lansia benar-benar memahami dan menerima materi yang diajarkan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman dan sikap penerimaan lansia terhadap materi pembelajaran yang diberikan pada Program Sekolah Lansia “Gema Lantang” di Kelurahan Sindang Sari Kota Samarinda. Desain penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan enam informan (empat informan utama, satu informan kunci, satu informan pendukung) yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dan sikap lansia baik terhadap materi yang diberikan selama program berlangsung, tercermin dari rasa senang, antusiasme, dan kebanggaan mengikuti program, kendati sebagian informan sempat terkendala pendengaran yang kemudian diatasi secara mandiri melalui interaksi dengan sesama peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya metode penyampaian yang adaptif agar materi Sekolah Lansia dapat diterima secara optimal oleh peserta lanjut usia.

Karakteristik Epidemiologi Stunting Pada Balita: Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024

Listy Handayani
Abstract: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun prevalensinya terus mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan angka tersebut belum data pencapai target nasional (14,2%). Penggunaan angka nasional… al secara umum dapat menutupi kelompok penduduk yang masih menanggung beban stunting lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik epidemiologi stunting pada balita di Indonesia. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain case series. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi data sekunder dari laporan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024. Data karakteristik yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin dan faktor sosial ekonomi. Analisis indeks tinggi badan menurut umur mencakup 298.903 balita. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 24–35 bulan sebesar 24,2%. Prevalensi pada balita laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi daripada perempuan sebesar 18,6%. Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, prevalensi tertinggi ditemukan pada keluarga dengan kepala rumah tangga tidak sekolah sebesar 30,9%, keluarga nelayan sebesar 28,3%, penduduk perdesaan sebesar 22,7%, dan kelompok ekonomi terbawah sebesar 29,8%. Prevalensi pada kelompok ekonomi terbawah sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok teratas. Intervensi penurunan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi hingga usia dua tahun, disertai pendampingan yang lebih intensif khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rentan.

SOSIALISASI HUKUM TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN BEDA AGAMATERHADAP ANAK YANG DILAHIRKN BAGI JEMA’AH KAUM IBUMASJID MUJAHIDIN

Lestari, Meilan, Erlina, Erlina, Zaharnika, R. Febrina Andarina, Rahayu, Sri, Ramadhan, M. Amru, Putri, Risda Aini
Abstract: Perkawinan beda agama masih menjadi persoalan yang menimbulkan berbagai implikasi hukum di Indonesia, khususnya terkait status hukum anak yang dilahirkan, hak keperdataan, pencatatan sipil, pewarisan, dan perlindungan hukum.… kum. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ketentuan hukum yang berlaku berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta permasalahan hukum di kemudian hari. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum Jemaah Kaum Ibu Masjid Mujahidin mengenai dampak perkawinan beda agama terhadap anak yang dilahirkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi peserta sekaligus memberikan penjelasan hukum yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup pengaturan perkawinan menurut hukum nasional, kedudukan hukum anak, hak-hak keperdataan anak, serta pentingnya pencatatan perkawinan dan kelahiran sebagai bentuk perlindungan hukum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsekuensi hukum perkawinan beda agama terhadap anak, pentingnya kepastian hukum dalam pembentukan keluarga, serta langkah-langkah preventif untuk menghindari sengketa hukum di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum masyarakat sehingga mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan ketentuan hukum dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak sebagai subjek hukum yang harus dijamin oleh Negara.

PENGUATAN IDENTITAS HUKUM ORANG MAPUR: UPAYA PEMENUHAN HAK SIPIL BAGI KOMUNITAS PENGHAYAT KEPERCAYAAN

Caya, M. Fajar Nandra, Irwan, Irwan, Desmaisi, Desmaisi, Pasaribu, Waldimer, Hidayati, Hidayati
Abstract: Masyarakat Adat Mapur di Pulau Bangka secara historis mengalami marginalisasi administratif akibat ketiadaan pengakuan formal atas sistem religi lokal mereka dalam dokumen kependudukan. Meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi… si Nomor 97/PUU-XIV/2016 telah memberikan legalitas bagi penghayat kepercayaan, implementasi di tingkat akar rumput masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi, jarak geografis dan minimnya literasi hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas hukum dan memulihkan hak sipil Orang Mapur di Dusun Aik Abik melalui tindakan advokasi, sosialisasi, dan pendampingan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development yang berfokus pada pemanfaatan aset sosiokultural lokal berupa Gebong Memarong sebagai episentrum pergerakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi multipihak yang melibatkan Disdukcapil, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sektor swasta, dan lembaga adat berhasil mengikis keraguan sosiologis (pseudo-identity) dan membangun kesadaran hukum warga. Melalui strategi pendampingan langsung (door-to-door) dan posko pelayanan kolektif, tim berhasil melakukan inventarisasi, verifikasi, dan validasi berkas administrasi kependudukan yang sah bersama Lembaga Adat Mapur. Program ini tidak hanya memangkas rantai birokrasi formal, tetapi juga berhasil menginisiasi pemulihan hak-hak sipil dasar komunitas adat sekaligus memperkuat resiliensi kebudayaan mereka dari ancaman eksklusi sosial di era modern.

IMPLEMENTASI KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA UGN PADANGSIDIMPUAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN PENGABDIAN DI DESA SIAMPORIK LOMBANG

Rhamayanti, Yuni, Haritsah Hammamah Harahap, Andri Hansaso Nasution, Bayo Harahap, Putri Wahyuni, Rumona Habibah Lubis, Desi Fitrah Nainggolan
Abstract: Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk… nyata dari pengabdian masyarakat adalah kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual di luar kelas. Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan berkomitmen mengoptimalkan KKL sebagai sarana pengembangan kompetensi akademik dan sosial mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Pada tahun 2024, kegiatan KKL dilaksanakan di Desa Siamporik Lombang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan prinsip service learning, mahasiswa dari berbagai program studi melaksanakan program lintas bidang, meliputi pendidikan, pertanian, ekonomi, sosial-politik, dan teknik. Kegiatan-kegiatan ini mencakup peningkatan literasi anak, inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal, pelatihan ekonomi kreatif, pendataan kependudukan, serta perbaikan infrastruktur dan pengenalan teknologi edukatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan empati, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Pelaksanaan KKL ini menegaskan bahwa perguruan tinggi mampu berkontribusi secara konkret terhadap pembangunan masyarakat melalui model pengabdian yang kolaboratif dan transformatif. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendorong masyarakat yang mandiri dan berdaya.

PERAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN PASAR TENAGA KERJA DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA BARAT

Muhlis, Novita Anggraeni, Mujito
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder periode 2015–2024… 2024 yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap pertumbuhan ekonomi secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah penduduk memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi 0,023. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,609 menunjukkan bahwa 60,9% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh jumlah penduduk dan tingkat pengangguran, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian seperti investasi, pendidikan, dan inflasi. Hasil ini menunjukkan pentingnya kebijakan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

PENGARUH JUMLAH PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KABUPATEN BULUKUMBA

Rosmala Dewi, Arniati, Andi Hakib
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulukumba. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data… ta kuantitatif yang diperoleh dari data time series 2015-2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan diolah dengan metode analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 31 untuk mengidentifikasi pengaruh jumlah penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulukumba, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulukumba. Temuan ini menegaskan bahwa dalam meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulukumba pemerintah daerah sebaiknya lebih berfokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang terbukti menjadi instrumen yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan nilai ekonomi daerah secara signifikan