Abstract:Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan deep learning guna mendukung kapasitas…
apasitas pengajaran berkelanjutan di era Society 5.0. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop menggunakan model pengembangan 4D (Define–Design–Develop–Disseminate) yang melibatkan 11 guru SDN Selakopi, Bogor Barat sebagai peserta. Tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan dan literasi AI guru; tahap design berupa perancangan modul ajar berbasis TPACK dan pendekatan deep learning; tahap develop melalui validasi, uji coba workshop, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat poin; dan tahap disseminate diarahkan pada potensi replikasi program. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan sebesar 3,72 dengan persentase capaian 93% dalam kategori sangat puas. Skor tertinggi terdapat pada aspek kejelasan materi (3,9), sedangkan skor terendah pada aspek keberlanjutan program (3,4). Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif meningkatkan literasi AI, kepercayaan diri, dan kemampuan desain pembelajaran guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan deep learning dalam desain bahan ajar interaktif berbasis AI melalui model 4D yang sistematis dan kontekstual pada level sekolah dasar. Implikasinya, model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Abstract:Operasi pengamanan hutan membutuhkan evaluasi berbasis data agar alokasi patroli, pemantauan satelit, dan respons penegakan hukum dapat diarahkan pada wilayah serta periode yang paling berisiko. Penelitian ini mengevaluasi…
si hubungan antara intensitas patroli dan luas deforestasi, perubahan waktu respons penanganan kasus setelah pemanfaatan pemantauan satelit near-real-time, serta pola temporal dan indikasi konsentrasi spasial temuan kayu ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif evaluatif berbasis data operasional Balai Penegakan Hukum Kehutanan. Data mencakup 150 titik patroli dan temuan kayu ilegal selama 1 Januari-31 Desember 2023, 10 sektor pengamatan hasil agregasi titik patroli, serta 30 pasang kasus respons yang dipadankan antara periode manual Januari-Juni 2022 dan periode berbasis satelit Januari-Juni 2023. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji-t berpasangan, ukuran efek Cohen's d, uji Kruskal-Wallis, dan identifikasi outlier berbasis persentil ke-90. Hasil menunjukkan bahwa intensitas patroli berasosiasi negatif dan signifikan dengan luas deforestasi pada tingkat sektor (B = -1,05; R2 = 0,919; F(1,8) = 91,03; p < 0,001). Waktu respons rata-rata menurun dari 51,5 jam pada metode manual menjadi 23,6 jam setelah pemanfaatan pemantauan satelit, dengan selisih rata-rata -27,9 jam, t(29) = -14,72; p < 0,001; dan Cohen's d = 2,69. Volume temuan kayu ilegal tertinggi terjadi pada Q3 atau Juli-September (60,2 +/- 14,5 m3), dengan perbedaan signifikan antarkuartal (H(3) = 28,74; p < 0,001). Sebanyak 80% titik outlier berada pada wilayah berkerawanan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi patroli terarah, pemantauan satelit, dan evaluasi spasial-temporal sederhana dapat memperkuat pengamanan hutan berbasis risiko. Namun, seluruh hasil perlu ditafsirkan sebagai asosiasi operasional karena penelitian bersifat observasional, jumlah sektor regresi terbatas, dan analisis spasial belum menggunakan pemodelan hotspot formal.
Abstract:Tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan non-vaskular yang memainkan peran ekologis kritis namun sering diabaikan dalam kajian biodiversitas hutan tropis Indonesia, khususnya Papua. Penelitian ini bertujuan…
mengkaji keanekaragaman jenis, distribusi spasial, serta kontribusi fungsional Bryophyta terhadap ekosistem hutan hujan Papua dan hutan tropis Indonesia secara umum. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif lapangan menggunakan metode plot dan transek belt, dengan analisis kualitatif ekologi berbasis literatur komparatif. Data diperoleh dari survei simulasi realistis di lima tipe habitat hutan Papua (hutan dataran rendah, montane, rawa gambut, riparian, dan hutan sekunder), dilengkapi dengan data sekunder dari 18 jurnal ilmiah internasional dan nasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 312 spesies Bryophyta dari tiga kelas utama (Musci, Hepaticae, Anthocerotae), dengan indeks keanekaragaman Shannon (H') tertinggi ditemukan di zona hutan montane (H' = 4,21). Studi ini menemukan bahwa Bryophyta berkontribusi signifikan terhadap siklus hidrologi mikro (retensi air rata-rata 350-800% dari berat kering), siklus nutrisi, dan penyediaan habitat bagi mesofauna tanah. Research gap yang diisi adalah kurangnya data kuantitatif terpadu mengenai distribusi vertikal dan horizontal Bryophyta di ekosistem Papua yang selama ini terabaikan dalam peta biodiversitas nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya Bryophyta sebagai indikator kesehatan ekosistem dan implikasinya bagi konservasi hutan Papua.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi debitur rentan dalam perjanjian kredit online dengan jaminan gadai emas syariah serta mengidentifikasi kelemahan implementasi prinsip syariah dan…
hak-hak debitur dalam praktik pembiayaan berbasis teknologi finansial. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitur rentan seperti pedagang mikro, buruh harian, dan perempuan pra-sejahtera menghadapi ketidakseimbangan posisi tawar dalam perjanjian baku kredit online gadai emas syariah. Perlindungan hukum preventif diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn dan Pasal 18 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam praktiknya banyak platform fintech syariah tidak sepenuhnya mematuhi prinsip keadilan dan transparansi. Klausula baku sering memuat ketentuan sepihak seperti penetapan biaya penitipan tidak proporsional, denda keterlambatan yang tersamar, serta mekanisme lelang tanpa pemberitahuan layak. Perlindungan represif melalui pengadilan atau BPSK sulit diakses debitur rentan karena biaya tinggi, waktu panjang, dan rendahnya literasi hukum. Penelitian menyimpulkan bahwa perlindungan hukum eksisting belum efektif, sehingga diperlukan penguatan regulasi kontrak digital syariah, peningkatan pengawasan Dewan Pengawas Syariah, serta kewajiban edukasi risiko bagi debitur sebelum persetujuan akad.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas salinitas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan…
gan satu faktor yaitu intensitas salinitas yang terdiri atas 5 taraf: 0 ppm (kontrol), 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, dan 2500 ppm NaCl, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah, dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Salinitas 2500 ppm menurunkan tinggi tanaman sebesar 38,4%, jumlah buah 45,7%, berat buah 49,2%, dan panjang akar 41,6% dibandingkan kontrol. Semakin tinggi konsentrasi NaCl yang diberikan, semakin besar penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama (P1) dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Model UPSA di Desa Motinelo, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada strategi adaptif untuk…
k mengatasi tantangan kematian bibit akibat kondisi musim kemarau. Dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pemantauan lapangan sistematis pada lahan seluas 2 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) "Mentari Hijau". Pengumpulan data melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan aspek kegiatan pemeliharaan tahun pertama sesuai dengan pedoman teknis RHL. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi bibit ke lubang tanam telah dilaksanakan secara lengkap dengan total 2.000 bibit yang terdiri dari Nyatoh (250 batang), Nangka (250 batang), Alpukat Biji (1.000 batang), dan Alpukat Okulasi (500 batang). Namun, tingkat kematian bibit mencapai 35%, dengan angka tertinggi pada Alpukat Biji (40%) akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Pemeliharaan teknik konservasi tanah telah dilaksanakan pada seluruh area seluas 2 hektar, dengan teras bangku (60%) dan teras gulud (40%). Aplikasi hidrogel sebanyak 3 kg terbukti sebagai strategi adaptif yang efektif, sementara kegiatan penyiangan dan pendangiran baru mencapai 60% dari total area. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa dominasi Hasil Hutan Bukan Kayu (62,5%) mencerminkan strategi KTH dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi jangka pendek. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi adaptif dalam implementasi program RHL pada fase kritis pemeliharaan tahun pertama, terutama di wilayah dengan pola cuaca yang tidak menentu. Implikasi praktis meliputi kebutuhan penguatan kapasitas teknis petani hutan, pengembangan sistem pemantauan yang responsif, serta integrasi pengetahuan lokal dengan rekomendasi teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan program RHL terhadap fluktuasi iklim yang semakin tidak dapat diprediksi. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi teknik konservasi tanah dengan aplikasi hidrogel dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh intensitas aset biologis terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan agrikultur di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan…
rusahaan agrikultur di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 sebanyak 38 perusahaan. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 26 perusahaan. Sumber data diperoleh dari laporan tahunan dan website resmi perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan jumlah pengamatan (n) sebanyak 130 dan diolah menggunakan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas aset biologis berpengaruh terhadap pengungkapan aset biologis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan bahasa yang diterapkan di PAUD BKB Kemas Flamboyan terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini. Kebijakan penggunaan bahasa Indonesia secara aktif dalam pembelajaran…
elajaran dan komunikasi di lingkungan sekolah menjadi fokus utama dalam upaya menumbuhkan keterampilan berbahasa anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di kelas A dan B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan bahasa di sekolah berdampak positif pada kemampuan bahasa anak, terutama usia 5–6 tahun, yang mulai mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lancar. Faktor pendukung kebijakan ini meliputi visi misi sekolah, pembentukan kelas orang tua, serta lingkungan sekitar yang mendukung penggunaan bahasa Indonesia. Namun, masih terdapat hambatan seperti rendahnya keterlibatan orang tua di rumah, dominasi bahasa ibu, dan keterbatasan komunikasi dua arah. Kesimpulannya, kebijakan bahasa yang konsisten dan didukung kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu mendorong perkembangan bahasa anak secara efektif.
Abstract:Pengelolaan pertambangan ilegal di wilayah adat Kalimantan Tengah memberi gambaran nyata dualisme sistem hukum nasional dan hukum adat, dengan kelemahan implementasi otonomi daerah. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka…
staka berbasis hukum nasional, analisis difokuskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, serta prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang diatur oleh negara. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakharmonisan antara kerangka hukum nasional dan norma hukum lokal menciptakan ruang ketidakpastian hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku pertambangan ilegal. Selain itu, desentralisasi kewenangan melalui otonomi daerah belum mampu menjembatani konflik antara rezim hukum yang berlaku, terutama karena lemahnya koordinasi tatanan pemerintahan dan belum optimalnya integrasi hukum adat ke dalam sistem hukum formal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kerangka hukum tata kelola sumber daya alam yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat adat dan selaras dengan prinsip keadilan ekologis serta kepastian hukum.
Abstract:Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memengaruhi cara anak-anak berinteraksi di dunia digital, termasuk melalui platform permainan daring seperti Roblox. Di samping memberikan dampak positif dalam hal pendidikan,…
didikan, seperti stimulasi kreativitas dan kerja sama tim, Roblox juga menimbulkan potensi bahaya terkait paparan konten yang tidak pantas, contohnya kekerasan, ujaran kebencian, dan eksploitasi daring. Kajian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana peran orang tua dalam menjaga anaknya dari materi negatif dalam permainan daring Roblox, menggunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini bakal mengkaji kerangka-kerangka hukum dalam negeri yang relevan, seperti dalam Pasal 28B ayat (2) dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mana UU Nomor 35 Tahun 2014 soal Perlindungan Anak, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik nom de plume UU ITE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun aturan hukum di Indonesia secara teori sudah memberikan perlindungan buat anak-anak di dunia advanced, penerapannya di lapangan masih jauh dari sempurna. Ini terjadi karena kemampuan orang tua dalam hal literasi digital yang masih rendah, plus kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Karena itu, penting banget untuk memperkuat keterlibatan orang tua, di mana mereka berperan sebagai pemberi fasilitas, pendamping, dan pengawas kegiatan online anak. Kerja sama yang kuat antara keluarga, pemerintah, dan para pembuat platform digital jadi kunci utama buat menciptakan ruang digital yang aman, sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.