Search Articles & Publications

Showing 1257 articles found for "Tentang"

Kontribusi Popprov Papua Selatan II terhadap Pembinaan Atlet Muda: Studi pada Cabang-Cabang Unggulan

sari, kartika, Yuyun Meisaroh, Aisyah Kurnia Sugiarto, Eca Nurma Aprilia, Wiwik Rahayu, Ana M.F Kasihiuw, Gerson Picaulima, Hironimus Terrin
Abstract: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua Selatan II/2025 berperan penting dalam mengembangkan dan mengidentifikasi bakat atlet muda di provinsi baru Papua Selatan. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk meninjau… fungsi Porprov sebagai wadah pembinaan yang selaras dengan UU No. 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga indikator efektivitas pembinaan kabupaten serta sarana memperkuat sportivitas, persatuan, dan identitas daerah. Dengan demikian, Porprov berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem olahraga Papua Selatan

Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif Digital di daerah 3T: Studi Awal tentang Potensi KIM di Kabupaten Merauke

Enala, Syahrabudin Husein, Nurdin
Abstract: Transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan… uan untuk mengidentifikasi potensi, peran, dan tantangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Merauke dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan anggota KIM, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Marind, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan keberlanjutan alam, menjadi fondasi utama dalam membangun identitas ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan. KIM berperan penting sebagai fasilitator literasi digital, mediator komunikasi pembangunan, serta penghubung antara masyarakat dan ruang ekonomi digital yang lebih luas. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kapasitas teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan menjadi hambatan utama dalam proses pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat 3T. Penguatan kapasitas digital KIM dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.

INOVASI ORGANISASI DALAM PELAYANAN PUBLIK (SEBUAH KAJIAN TEORI)

Atbar, Samuel
Abstract: Setiap organisasi terus bersaing dan berkompetisi serta berproses bersama semua sumberdaya yang ada pada dirinya untuk mengembangkan dan membesarkan organisasi tersebut. Salah satu strategi pengembangan organisasi yang dilakukan… ilakukan adalah dengan berbasis pada kompetensi kinerja dengan harapan dapat tetap bersaing dan mengembangkan organisasinya mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana desain inovasi organisasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review atau tinjauan pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah dalam prakterknya pengembangan organisasi kompetensi dilakukan dalam rangka menanta dan memperbaiki kembal organsiasi untuk berkerja sesuai dengan harapan demi pencapaian tujuan organisasi.   Kata Kunci: Inovasi, Organisasi, Pelayanan Publik

Fenomena Pernikahan Dini dan Tinjauannya Secara Sosiologi

Sulistiyowati, Restu Monika Nia Betaubun
Abstract: Pernikahan dini menjadi salah satu fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat. Pernikahan dini yang marak terjadi menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tentang minimal batas usia perkawinan belum berjalan secara maksimal.… l. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif fenomena sosial tersebut. Penelitian tentang fenomena pernikahan dini dan tinjauannya secara sosiologi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena pernikahan dini dalam tinjauan sosiologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan sosiologi pada pernikahan dini yang menjadi fenomena sosial. Peneliti menggunakan metode studi literatur (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiologi memandang pernikahan dini sebagai suatu fenomena sosial yang memuat tindakan sosial berupa tindakan tradisional, tindakan afektif, tindakan rasional instrumental, dan tindakan sosial instrumental. Selain itu, terdapat ketidaksetaraan gender yang muncul dalam kehidupan masyarakat berupa, streotipe, subordinasi, marginalisasi, beban kerja ganda (double burden), dan kekerasan (violence). Fenomena pernikahan dini memicu munculnya bias gender yang berkaitan dengan faktor sosial budaya pada masyarakat yang masih memiliki budaya patriarki.   Kata Kunci: pernikahan dini, sosiologi, studi pustaka

Teh Kulit Rambutan: Solusi Inovatif untuk Pengelolaan Limbah dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Seed Agung

Boby , Jerry Natalis, Jaji , Agustinus Kevin, Romdioni , Agus Nisfur
Abstract: Kulit rambutan yang sering dipandang sebagai limbah, ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah limbah kulit rambutan menjadi produk teh. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Seed… Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, dengan pendekatan Learning by Doing. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Musamus berpartisipasi dalam proses praktis pengolahan kulit rambutan menjadi teh menggunakan alat dan bahan yang tersedia, yang memungkinkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit rambutan. Ke depan, diharapkan masyarakat dapat mengelola limbah kulit rambutan menjadi peluang usaha ekonomi kreatif yang mengedepankan inovasi dan kemampuan dalam mengubah limbah menjadi produk teh yang bernilai, serta berkontribusi dalam pengurangan limbah, khususnya kulit rambutan.

Sistem Absensi Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Disiplin Pegawai Pada Dinas Pendapatan Daerah Bagian Sekretariat Kabupaten Merauke

Halil, Dumatubun, Nelly FM. Lucyani, Betaubun, Restu M.N.
Abstract: Peneltian tentang Sistem Absensi Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Disiplin Pegawai Pada Dinas Pendapatan Daerah Bagian Sekretariat Kabupaten Merauke bertujuan untuk Mendeskripsikan sistem absensi berbasis digital dalam… m meningkatkan disiplin kerja di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke Bagian Sekretariat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif eksploratif dan sistem pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dinas Pendapatan Daerah menerapkan sistem absensi digital dengan menggunakan aplikasi E-NTAGO. Penerapan sistem absensi berbasis digital dalam hal ini aplikasi E-NTAGO di Dinas Pendapatan Daerah Bagian Sekretariatan Kabupaten Merauke terbukti meningkatkan kedisiplinan pegawai, khususnya dalam hal ketepatan waktu hadir dan pulang. Sistem absensi berbasis digital mempermudah proses pencatatan kehadiran secara otomatis dan akurat, sehingga meminimalkan kecurangan serta meningkatkan akuntabilitas karena Adanya pengawasan real-time melalui sistem digital menciptakan efek psikologis yang mendorong pegawai untuk lebih bertanggung jawab terhadap jadwal kerja mereka, dan adanya efisiensi administrasi karena data kehadiran dapat langsung digunakan untuk kebutuhan evaluasi kinerja dan penggajian. Hasil darti temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai melalui pemanfaatan teknologi dan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan kepegawaian yang lebih berbasis data dengan memanfaatkan sistem E-NTAGO di lingkungan Pemerintahan

Analisis Partisipasi Dan Transparansi Penyusunan Anggaran Pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke

Yaniangga, Paskalis
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan partisipasi dan penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah di Kabupaten Merauke. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian… deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan gambaran secara sistematis, aktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki mengenai Partisipasi Dan Transparansi Penyusunan Anggaran Pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke.  Hasil penelitian menyimpulkan dari 12 ( dua belas ) responden bahwa adanya partisipasi dan transparansi dalam penyusunan anggaran pada Badan Pengelola Perbatasan daerah Kabupaten Merauke antara lain ketika pembahasan tentang anggaran melibatkan pimpinan dan para staf terkait dengan plafom anggaran. Keterlibatan pimpinan dan staf dalam penyusunan anggaran berdasarkan tugas, fungsi serta kewenagan dari nasing-masing bidang dari  awal penyusunan program kerja sampai dengan penggunaan anggaran

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Raya Al-Aqsha Merauke Berdasarkan Psak 45

Idris, Nur Fahriah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Raya Al-Aqsha Merauke Berdasarkan Psak 45. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Teknik… k pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi lapangan dan wawancara. Teknik analisis data penelitian menggunakan metode pengumpulan data reduksi data dan dan penyajian data. Data yang diolah adalah hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini yaitu narasumber yang terdiri dari ketua, bendahara, dan jama’ah pada Masjid Raya Al-Aqsha Merauke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntabilitas pengelolaan keuangan pada Masjid Raya Al-Aqsha sudah mengelola, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya publik dengan baik. Pengelola sudah memahami laporan keuangan dalam lingkup organisasi peribadatan dan pentingnya mencatat laporan keuangan, namun penerapan akuntansi untuk pencatatan laporan keuangan yang dilakukan masih dibuat dalam bentuk sederhana, yaitu pemasukan dan pengeluaran, sehingga belum sesuai dengan PSAK No. 45. Kendala penerapan pencatatan laporan keuangan berdasarkan PSAK 45 yaitu kurangnya pengetahuan tentang cara penyusunan laporan keuangan, kurangnya sumber daya yang berkompeten, belum adanya pelatihan atau pendampingan dari pihak terkait, dan belum ada sarana berupa program akuntansi sederhana

Kajian Literatur tentang Kemampuan Pemimpin Lembaga Pendidikan dalam Menyelesaikan Masalah

Beni Chandra Purba
Abstract: This study aims to comprehensively analyze the capacity of educational institution leaders in managing institutional problem-solving processes through a qualitative literature review approach that focuses on integrating… theoretical concepts and contemporary educational leadership practices. The study highlights critical stages of leadership, including problem identification and diagnosis, the design of contextually relevant solution strategies, the implementation of adaptive actions, and reflection-based evaluation to ensure continuous improvement. The synthesis of the literature reveals that successful problem-solving is significantly influenced by leaders’ ability to integrate transformational, instructional, and adaptive leadership styles that foster collective participation, professional collaboration, and the establishment of a progressive learning culture. Effective leadership is characterized by reflective capacity, data-driven decision-making, and the ability to create a supportive work climate for innovation and change. Conversely, recurring challenges include limited resources, resistance to transformation, misaligned external policies, and administrative burdens that constrain managerial flexibility. Based on these findings, this study emphasizes the importance of developing context-based leadership models that position problem-solving as a core competency through enhanced data literacy, emotional intelligence, and continuous reflective learning. The main contribution of this article lies in strengthening the theoretical foundation of 21st-century educational leadership and providing practical recommendations for school leaders, policymakers, and leadership training developers to build resilient, adaptive, and continuously improving educational organizations.

Antara Idealita dan Realita: Analisis Literatur tentang Kesiapan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Devi Mayanti Magdalena Manullang, Budiaman, Achmad Nur Hidayat
Abstract: Differentiated Instruction (DI) has become a pedagogical approach promoted in the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) as a strategy to address the diverse learning needs of students. However, implementation in the… e field shows a gap between the expected ideals and the realities faced by teachers. This gap between ideals and realities in the field is one of the issues that needs to be researched and assessed so that teachers' readiness as differentiated learning instructors receives attention and can be improved. This study aims to analyze literature related to teacher readiness in implementing differentiated learning in Indonesia. This study uses a literature review approach by reviewing 10 relevant national journals. The 10 national journals represent the results of research conducted in various schools in Indonesia, where these schools have implemented differentiated learning. The results of this descriptive research indicate that most teachers are still in the early stages of understanding differentiated learning and face implementation challenges that include limited training, homogenous learning needs, and suboptimal system support. Thus, the need for teacher readiness in implementing differentiated learning is still far from optimal. In this case, not only teachers are required to be able to carry out their duties in implementing differentiated learning optimally, but related parties in the education sector should also contribute significantly to promoting teacher readiness. The definition of readiness is not only focused on teachers, but as teachers carry out their primary duties as educators, primary readiness is the foundation that teachers must possess. Therefore, a redefinition of the meaning of teacher readiness is needed, which is not only seen from the aspect of individual abilities, but also as part of an educational system that supports structurally, culturally, and professionally.