Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pada era digital seperti saat ini telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Melalui pokok pembahasan pada penelitian kali ini bertujuan untuk…
uk untuk dapat mengeksplorasi serta menerapkan metode VIKOR dalam proses pemilihan laptop ideal yang dapat menunjang kegiatan belajar pemrograman di Universitas Royal. Dengan menggunakan metode ini, maka penelitian kali ini akan mengevaluasi beberapa pilihan laptop berdasarkan sejumlah kriteria utama yang telah ditetapkan, antara lain seperti Harga Laptop (Rp), Spesifikasi Prosesor, Ukuran Layar, Storage RAM, Storage Penyimpanan dan Ukuran Kapasitas Baterai. Dan selain itu juga, untuk bagian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu metode VIKOR. Berdasarkan hal tersebut pulah, maka penelitian kali ini menunjukkan hasil terhadap pengelolaan data laptop ideal untuk belajar bahasa pemrogramman dan untuk hasilnya antara lain seperti terdapat 3 peringkat laptop yang paling ideal yaitu pada peringkat pertama di isi oleh laptop INBook X2 dengan nilai Q sebesar 0,785, lalu untuk peringkat ke duanya di isi oleh laptop Axioo Slimbook 14 S1 dengan nilai Q sebesar 0,365 dan untuk peringkat ke tiga di isi oleh laptop Soulmate H4 dengan nilai Q sebesar 0,365
Abstract:Pemilihan sepatu yang sesuai dengan preferensi pengguna sering kali menjadi permasalahan karena banyaknya pilihan merek, model, serta beragam kriteria yang harus dipertimbangkan. Konsumen kerap mengalami kesulitan dalam…
menentukan sepatu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan maupun gaya hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengambilan keputusan yang dapat membantu memberikan rekomendasi pemilihan sepatu terbaik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu menangani data multi-kriteria secara sederhana, sistematis, dan efektif. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga, kualitas, kenyamanan, dan desain. Setiap alternatif sepatu akan dinilai berdasarkan kriteria tersebut dan dihitung nilai preferensi akhirnya (Vi). Berdasarkan hasil perhitungan, alternatif Adidas memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,818, diikuti oleh Nike dengan nilai 0,653, serta Aerostreet dengan nilai 0,641. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu memberikan rekomendasi sepatu secara rasional dan objektif sesuai dengan preferensi pengguna. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi pendukung dalam membantu konsumen memilih sepatu yang paling tepat, sehingga meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pengguna terhadap keputusan yang diambil
Abstract:Pemilihan kendaraan bermotor merupakan keputusan kompleks yang melibatkan berbagai kriteria teknis seperti transmisi mesin, kapasitas mesin (CC), tahun keluaran, dan jenis bahan bakar. Masalah muncul ketika konsumen kesulitan…
litan memilih kendaraan terbaik karena banyaknya pilihan dan perbedaan spesifikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode EDAS (Evaluation Based on Distance from Average Solution) sebagai pendekatan objektif berbasis multikriteria. Data diperoleh melalui survei dan penilaian masyarakat terhadap 10 merek kendaraan, kemudian dihitung rata-rata solusi (AV), jarak positif (PDA), jarak negatif (NDA), normalisasi, dan skor akhir (Appraisal Score/AS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Royal Enfield (A9) menjadi alternatif terbaik dengan skor 0,74716, diikuti oleh Yamaha (A6) dengan skor 0,55006, dan TVS (A10) dengan skor 0,52727. Peringkat tersebut dipengaruhi oleh kombinasi kapasitas mesin besar dan tahun produksi terbaru. Metode EDAS terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan sistematis dalam pemilihan kendaraan bermotor
Abstract:Perawatan wajah kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi remaja dan dewasa yang memiliki jenis kulit berbeda. Banyaknya produk face wash di pasaran sering kali membingungkan konsumen dalam menentukan pilihan terbaik.…
. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sepuluh merek face wash menggunakan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), dengan mempertimbangkan preferensi dua segmen konsumen, yaitu remaja dan dewasa. Sebanyak 25 responden dilibatkan dalam survei dengan empat kriteria utama: harga, kemasan, kenyamanan, dan kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas merupakan faktor paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, diikuti oleh harga. Metode COPRAS terbukti efektif memberikan peringkat objektif terhadap produk yang dievaluasi. Dari hasil evaluasi, lima merek dengan skor utilitas tertinggi adalah Pond’s Men, Garnier, Biore, Nivea, dan Cosrx. Pond’s Men memperoleh skor 4,1025, sementara Garnier dan Biore sama-sama mendapatkan skor 4,1124. Merek lokal seperti Wardah juga menunjukkan performa yang kompetitif, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek internasional. Temuan ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk perawatan wajah sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih responsif terhadap keinginan pasar. Secara keseluruhan, COPRAS terbukti sebagai alat bantu pengambilan keputusan multikriteria yang andal dalam industri kosmetik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan smartphone yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Universitas Royal dengan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode…
TOPSIS dipilih karena mampu memberikan hasil yang objektif dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang saling memengaruhi. Lima kriteria utama dalam penelitian ini meliputi harga, kualitas kamera, kapasitas baterai, kapasitas RAM, dan desain. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Royal yang dipilih secara acak, dengan tujuan untuk mengetahui preferensi dan persepsi mereka terhadap berbagai merek smartphone yang umum digunakan. Tahapan analisis melibatkan normalisasi matriks keputusan, pembobotan kriteria, penentuan solusi ideal positif dan negatif, perhitungan jarak terhadap solusi ideal, serta penentuan nilai preferensi. Berdasarkan hasil analisis, smartphone merek Samsung (A3) memperoleh nilai preferensi tertinggi dibandingkan alternatif lainnya, sehingga dinyatakan sebagai smartphone yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Universitas Royal. Temuan ini menunjukkan bahwa metode TOPSIS efektif digunakan dalam mengidentifikasi pilihan terbaik berdasarkan kriteria yang relevan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak kampus, pengembang teknologi, maupun peneliti lain dalam memahami tren penggunaan perangkat teknologi di lingkungan pendidikan tinggi
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan…
gumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk peran aktif pemerintah Desa Titian Resak antara lain penyusunan kebijakan dan regulasi desa yang mendukung UMKM, seperti peraturan desa (perdes) tentang perlindungan dan pemberdayaan UMKM, Penyediaan bantuan modal atau dana bergulir dari dana desa bagi pelaku UMKM, pembangunan infrastruktur pendukung. Peran partisipatif menunjukkan bahwa pemerintah desa terlibat sebagai mitra atau fasilitator yang bekerja sama dengan masyarakat, pelaku UMKM, lembaga swadaya, atau pihak luar dalam mengembangkan UMKM. Bentuk peran pasif pemerintah desa yaitu baru merespons ketika ada permintaan atau keluhan dari pelaku usaha, dan belum secara konsisten melakukan pendampingan, pelatihan, atau monitoring yang berkelanjutan. Faktor penghambat utama dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri yaitu (a) Kurangnya Akses Permodalan yang Mudah dan Berkelanjutan; (b) Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan Manajerial; (c) Rendahnya Inovasi dan Teknologi; (d) Kurangnya Pendampingan dan Program Berkelanjutan dari Pemerintah Desa; (e) Kendala Infrastruktur dan Aksesibilitas; (f) Minimnya Jaringan dan Kerja Sama Usaha.
Abstract:Pesantren memainkan peran penting dalam meningkatkan autonomi dan keberlangsungan institusi pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren menghadapi tantangan untuk berfungsi sebagai pusat pendidikan agama dan penggerak ekonomi…
mi masyarakat di dunia yang berkembang cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perencanaan ekonomi di pondok pesantren dapat dilakukan dengan fokus pada sumber daya yang mungkin berkembang, seperti usaha mikro, pengolahan lahan, dan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan melakukan wawancara dan observasi langsung di beberapa pondok pesantren. Penelitian ini mengeksplorasi potensi dan tantangan perencanaan ekonomi di pesantren melalui wawancara dengan pengelola pesantren, santri, dan masyarakat sekitar serta melihat kegiatan ekonomi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pondok pesantren dapat ditingkatkan dan mereka dapat lebih mandiri secara keuangan. Dalam perencanaan ekonomi, penerapan prinsip manajemen yang baik mendorong kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa perencanaan ekonomi pondok pesantren yang dilakukan secara sistematis dan terencana berkontribusi pada kelangsungan organisasi, pertumbuhan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
Abstract:Data mining merupakan proses penting dalam mengungkap informasi tersembunyi dari data yang besar dan kompleks, khususnya dalam industri ritel untuk memahami perilaku konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi…
pola pembelian sembako dan kebutuhan harian dengan menggunakan algoritma FP-Growth pada dataset sintetis. Algoritma FP-Growth dipilih karena kelebihannya dalam efisiensi dan kecepatan, terutama dalam menemukan frequent itemsets tanpa perlu melakukan pengulangan pada dataset. Hal ini membuat algoritma FP-Growth lebih unggul dibandingkan dengan algoritma lainnya, seperti Apriori, yang memerlukan banyak iterasi. Dataset sintetis yang digunakan mencerminkan transaksi pembelian di toko ritel untuk menguji kemampuan algoritma dalam menemukan pola pembelian yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa algoritma FP-Growth dapat secara efektif mengidentifikasi kombinasi barang yang sering dibeli bersama, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk menyusun strategi penjualan, seperti penawaran paket hemat. Implementasi algoritma ini diharapkan dapat membantu toko ritel dalam memahami kebutuhan konsumen dan meningkatkan strategi pemasaran
Abstract:Beberapa dekade terakhir, laptop menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, mengajar, bekerja, hingga berbelanja. Hal ini mendorong permintaan laptop meningkat. untuk…
k menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga laptop dengan menggunakan algoritma Decision Tree, memberikan informasi kepada calon pembeli dalam memilih laptop sesuai anggaran dan kriteria yang diinginkan, serta memberi wawasan kepada produsen terkait strategi penetapan harga. Metode yang digunakan adalah algoritma C4.5, salah satu metode Decision Tree yang memanfaatkan struktur pohon untuk klasifikasi, serta untuk data berukuran besar dengan banyak variabel, serta mampu menganalisis berbagai jenis data,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pohon keputusan yang dihasilkan memiliki beberapa tingkat kedalaman, dengan variabel yang memengaruhi harga laptop seperti prosesor, tipe penyimpanan, dan RAM, di mana prosesor menjadi faktor yang paling berpengaruh Dengan gain sebesar 0,4983. Model ini mencapai akurasi sebesar 87.63%, Dengan mempertimbang segmen pasar, pengguna dan kualitas produk.
Abstract:Penelitian ini berjudul “Rekonstruksi Sejarah Menggunakan Sumber Lisan dalam Penulisan Sejarah Lokal: Studi Kasus Desa Galesong Baru.” Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya melestarikan sejarah lokal yang…
al yang belum banyak terdokumentasikan secara tertulis, terutama yang terkait dengan budaya maritim masyarakat Galesong Baru. Sumber lisan menjadi metode utama dalam merekonstruksi sejarah, mengingat keterbatasan arsip tertulis mengenai peristiwa penting di desa ini, termasuk tradisi maritim seperti Mappalili dan Orang Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menggali narasi sejarah lokal melalui wawancara dengan tetua adat, nelayan, dan tokoh masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dengan pendekatan triangulasi sumber lisan dan dokumen tertulis untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi penyampaian narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi dalam cerita yang disampaikan oleh para informan, pola-pola umum tetap muncul terkait hubungan masyarakat dengan laut dan pentingnya tradisi maritim dalam membentuk identitas mereka. Sumber lisan terbukti sebagai alat yang penting dalam merekonstruksi sejarah lokal yang kaya dan dinamis.