Abstract:Abstract: Enhancing Occupational Health and Safety (OHS) culture is of paramount importance in industrial settings, especially in energy sectors like PLN. Inspekta, an information technology-based application, has emerged…
d as a potential solution to boost awareness and compliance with OHS practices at PLN ULP Kisaran. However, a comprehensive evaluation of this application's effectiveness is still necessary. This research aims to assess the effectiveness of the Inspekta Application in fostering an OHS culture at PLN ULP Kisaran. Utilizing a combined approach of literature review, questionnaire surveys, and statistical analysis, the study collected and analyzed relevant data.The research findings reveal that the implementation of the Inspekta Application has had a positive impact on elevating the OHS culture at PLN ULP Kisaran. Improved employee awareness regarding OHS aspects and more efficient incident reporting stand out as significant outcomes. Statistical analysis also indicates a positive correlation between the utilization of the Inspekta Application and the enhancement of the OHS culture. Based on the research insights, it can be concluded that the Inspekta Application is effective in enhancing the OHS culture at PLN ULP Kisaran. The integration of information technology through such applications holds the potential to mitigate workplace accident risks and foster a safer and healthier working environment.
Keywords: inspekta; ohs culture; workplace safety
Abstrak: Peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran yang sangat penting dalam lingkungan industri, terutama di sektor energi seperti PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Inspekta, sebuah aplikasi berbasis teknologi informasi, telah muncul sebagai solusi potensial untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap budaya K3 di PT. PLN (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Aplikasi Inspekta dalam meningkatkan budaya K3 di PLN ULP Kisaran. Dengan pendekatan kombinasi studi literatur, survei kuesioner, dan analisis statistik, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan. Hasil penelitian baik dari kajian literature, observasi dan wawancara partisipatif menunjukkan bahwa Aplikasi Inspekta mendapat tanggapan positif yang signifikan dengan rata-rata indikator tanggapan diatas 50%, sehingga berdampak dalam memperkuat pemahaman budaya K3 di lingkungan kerja PLN. Penerapan Aplikasi Inspekta juga terbukti membantu dalam mengidentifikasi potensi bahaya K3, mendorong pelaporan bahaya, serta memungkinkan tindakan cepat setelah pelaporan melalui integrasi teknologi informasi guna mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
Kata Kunci: inspekta; budaya k3; keselamatan kerja
Abstract:Abstrack: Currently, companies face problems in credit assessment methods which are still manual and take a long time to process data. Storing and searching archives is also a challenge, especially in matching up to date…
information. This research aims to develop a decision support system (DSS) to help PT. Interyasa Mitra Mandiri Kisaran Branch in assessing credit worthiness more efficiently. In this research, the simple and effective Simple Additive Weighting (SAW) method was used. This method will produce a SPK that explains the decision-making process graphically and considers various assessment criteria. By using the developed SPK, it is hoped that companies can increase efficiency in assessing credit worthiness, speed up data processing, and simplify information searches. An important implication of this research is the increased effectiveness and accuracy of credit worthiness assessments as well as the ease of decision making for PT. Interyasa Mitra Mandiri Kisaran Branch. With an integrated SPK, companies can optimize their processes and obtain relevant and timely information to support credit-related decisions. This will help companies make better decisions and reduce the time required for the credit worthiness assessment process.
Keywords: decision support system; simple additive weighting; debtor; Pt. Interyasa Mitra Mandiri
Abstrak : Saat ini, perusahaan menghadapi masalah dalam metode penilaian kredit yang masih manual dan memakan waktu lama dalam pengolahan data. Penyimpanan dan pencarian arsip juga menjadi tantangan, terutama dalam mencocokkan dengan informasi terbaru. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk membantu PT. Interyasa Mitra Mandiri Cabang Kisaran dalam menilai kelayakan kredit dengan lebih efisien. Dalam penelitian ini, digunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang sederhana dan efektif. Metode ini akan menghasilkan SPK yang menjelaskan proses pengambilan keputusan secara grafis dan mempertimbangkan berbagai kriteria penilaian. Dengan menggunakan SPK yang dikembangkan, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dalam penilaian kelayakan kredit, mempercepat pengolahan data, dan menyederhanakan pencarian informasi. Implikasi penting dari penelitian ini adalah meningkatnya efektivitas dan akurasi penilaian kelayakan kredit serta kemudahan dalam pengambilan keputusan bagi PT. Interyasa Mitra Mandiri Cabang Kisaran. Dengan adanya SPK yang terintegrasi, perusahaan dapat mengoptimalkan prosesnya dan mendapatkan informasi relevan dan tepat waktu untuk mendukung keputusan terkait kredit. Hal ini akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses penilaian kelayakan kredit.
Kata Kunci: sistem pendukung keputusan; simple additive weighting; debitur; PT. Interyasa Mitra Mandiri
Abstract:Abstract: In a company, it takes employees who are able to carry out the work in accordance with the objectives in achieving a target which is the evaluation of employees by the leadership. If in general Discipline is the…
e standard in conducting assessments, teamwork, loyalty, attendance and appearance also need to be used as indicators for evaluating employee performance. Employee performance appraisal aims to evaluate employee performance to increase productivity and achievement of a company. Decision Support System is very necessary in evaluating employee performance. This study uses a Multi Attribute Utility Theory method, which is a quantitative comparison method that usually combines measurements of different costs, risks and benefits. The data processed for evaluating employee performance in this study comes from Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. This assessment is based on several specified criteria and weights. There are 5 criteria used in assessing employee performance. Such as Discipline, teamwork, loyalty, presence and appearance. The results of evaluating employee performance using the MAUT method are expected to assist in evaluating employee performance using predetermined criteria. So that the highest score is obtained in the 2nd alternative with a value of 0.8889 and the lowest value is in the 1st alternative with a value of 0.4722.
Keywords: Decision Support System; MAUT; Assessment; Performance; Employees.
Abstrak: Pada suatu perusahaan, dibutuhkan pegawai yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan dalam mencapai suatu target yang menjadi penilaian oleh pimpinan terhadap pegawai. Jika pada umumnya Kedisiplinan menjadi standar dalam melakukan penilaian, namun kerjasama tim, loyalitas, kehadiran, dan penampilan juga perlu dijadikan indikator untuk melakukan penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja pegawai bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pegawai untuk meningkatkan produktivitas dan prestasi suatu perusahaan. Sistem Pendukung Keputusan sangat diperlukan dalam penilaian kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan sebuah metode Multi Attribut Utility Theory yaitu suatu metode perbandingan kuantitatif yang biasanya mengkombinasikan pengukuran atas biaya resiko dan keuntungan yang berbeda. Data yang diolah untuk penilaian kinerja pegawai dalam penelitian ini bersumber dari Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. Penilaian ini didasarkan terhadap beberapa kriteria dan bobot yang ditentukan. Ada 5 kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja pegawai. Seperti Kedisiplinan, kerjasama tim, loyalitas, kehadiran dan penampilan. Hasil dari penilaian kinerja pegawai dengan metode MAUT diharapkan dapat membantu dalam melakukan penilaian kinerja pegawai menggunakan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga didapat nilai tertinggi pada alternatif ke 2 dengan nilai 0.8889 dan nilai yang terendah pada alternatif ke 1 dengan nilai 0.4722.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan; MAUT; Penilaian; Kinerja; Pegawai.
Abstract:Abstract: Technological progress is currently growing rapidly, almost all human life has been touched by technology. Current technological advances are also utilized by organizations, companies or agencies, both private…
and government. An example of the use of technological advances by companies or agencies is to create applications that can accommodate assessments from customers, consumers or the public for the services received. This study aims to solve the problems that occur in the Gunung Melayu Plantation Village by using the service quality method, making it easier for the residents of the Gunung Melayu Plantation Village to assess the quality of village administration services. By collecting answers from questionnaires that have been filled out by residents, then the answer data is then managed using the service quality method. The results of this study are recommendations for decisions that can be taken by village heads in maintaining, improving or improving the quality of village government services.
Keywords: decision support system; service quality; village administration; goverment service
Abstrak: Kemajuan teknologi pada saat ini sangat berkembang dengan pesat, hampir diseluruh kehidupan manusia sudah tersentuh dengan teknologi. Kemajuan teknologi saat ini, juga dimanfaatkan oleh organisasi, perusahaan atau instansi baik itu dari swasta maupun pemerintah. Contoh pemanfaatan kemajuan teknologi yang dilakukan perusahaan atau instansi tersebut yaitu membuat aplikasi yang dapat menampung penilaian dari pelanggan, konsumen atau masyarakat atas layanan yang diterima. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di desa Perkebunan Gunung Melayu dengan menggunakan metode servqual, sehingga memudahkan warga desa Perkebunan Gunung Melayu dalam menilai kualitas pelayanan administrasi desa. Dengan mengumpulkan jawaban kuesioner yang telah diisi oleh warga, maka selanjutnya data jawaban tersebut dikelola dengan menggunakan metode servqual. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rekomendasi keputusan yang dapat diambil oleh kepala desa dalam mempertahankan, memperbaiki atau meningkatkan dari kualitas pelayanan administrasi desa.
Kata kunci: sistem pendukung keputusan; kualitas pelayanan; administrasi desa; layanan pemerintahan
Abstract:Abstract: Education is one of the most important aspects in the world. Education continues to change and continues to develop in an orderly and logical manner. The world of education cannot be separated from the role of…
a teacher. The teacher is one of the most important aspects in the process of teaching and learning activities in the classroom to shape the character of students. Therefore, a teacher is expected to be able to create human resources who have the knowledge and abilities. Based on this, the selection of the best teachers needs to be done selectively so that the learning outcomes obtained by students are as expected at SMKN PP 1 Kualuh Selatan. already determined. With the implementation of the moora method in selecting the best teachers at SMKN PP 1 Kualuh Selatan, the selection of the best teachers becomes fast and precise where the results of the calculation of the web-based assessment system are 0.3099.
Keywords: MCDM; MOORA; Best Teacher Selection
Abstrak: Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting di dunia. pendidikan terus mengalami perubahan dan terus berkembang secara teratur dan logis. Dunia pendidikan tidak terlepas dari peran seorang guru. Guru adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas untuk membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, seorang guru diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan. Berdasarkan hal tersebut, pemilihan guru terbaik perlu dilakukan secara selektif agar hasil pembelajaran yang diperoleh siswa sesuai dengan yang diharapkan pada SMKN PP 1 Kualuh Selatan belum pernah melakukan pemilihan guru terbaik secara cepat dan tepat, pemilihan tersebut masih secara manual yaitu menilai berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Dengan diimplementasi metode moora dalam pemilihan guru terbaik pada SMKN PP 1 Kualuh Selatan maka pemilihan guru terbaik menjadi cepat dan tepat dimana hasil dari perhitungan sistem penilaian berbasis web adalah 0,3099.
Kata kunci: MCD; MOORA; Pemilihan Guru Terbaik
Abstract:Abstract: Advances in information technology are growing in all aspects of life which in its application can facilitate human work. Humans in everyday life often encounter problems in making decisions. Problems that arise…
e can be large or small in scale which greatly influences the outcome of the decision. Now humans are starting to develop systems that can help determine the best alternative in a problem, namely decision support system (DSS). PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) is a company engaged in the supply of pulp raw materials on an international scale and marketing at a global level but currently still uses the manual method to determine employee performance where the assessment is carried out indirectly, namely through the supervisor concerned. with each of his subordinates so that there is the possibility of inaccurate results due to doubts in providing non-objective judgments. From the results of the assessment to get the best employees, it becomes less targeted, a decision support system is needed with several methods, including the Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) and Simple Additive Weighting (SAW) methods in order to get more precise results so that the assessment can be right on target and not detrimental to the employees being assessed.
Keywords: Decision Support System; SMART Method; 9SAW Method; Employee Perfor-mance; Evaluation
Abstrak: Kemajuan teknologi informasi semakin berkembang dalam segala aspek kehidupan yang pada penerapannya dapat mempermudah pekerjaan manusia. Manusia dalam kehidupan sehari-hari sering menemui masalah dalam pengambilan keputusan. Masalah yang muncul dapat berskala besar atau kecil yang sangat berpengaruh dalam hasil keputusan. Sekarang ini manusia mulai mengembangkan sistem yang dapat membantu menentukan alternatif terbaik dalam suatu permasalahan, yaitu sistem pendukung keputusan (SPK). PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri penyediaan bahan baku pulp berskala internasional dan pemasaran di tingkat global namun saat ini masih menggunakan dengan metode manual untuk menentukan kinerja karyawan dimana penilaian dilakukan secara tidak langsung yakni melalui atasan yang bersangkutan dengan masing-masing bawahannya sehingga adanya kemungkinan hasil yang tidak akurat akibat keraguan dalam memberikan penilaian yang tidak objektif. Dari hasil penilaian tersebut untuk mendapatkan karyawan terbaik pun menjadi kurang tepat sasaran maka dibutuhkan sistem pendukung keputusan dengan beberapa metode, diantaranya metode Simple Multi – Attribute Rating Technique (SMART) dan Simple Additive Weighting (SAW) supaya mendapatkan hasil yang lebih tepat sehingga penilaian dapat tepat sasaran dan tidak merugikan terhadap karyawan yang dinilai.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan;Metode SMART; Metode SAW; Kinerja Karyaw-an; Penilaian
Abstract:Abstract: The Tanjungbalai City Government annually conducts an assessment of the best sub-district using existing indicators. So far, the assessment has only used Microsoft Excel calculations so that the time used to carry…
rry out the assessment process seems long and slow. To overcome these problems, a solution method with accuracy and speed in making the best district assessment decisions is needed. The Decision Support System was made using the Laravel framework and the MariaDB database and the method used was TOPSIS. The results of the best sub-district assessment using a Decision Support System with the TOPSIS method are needed to assist the assessment team in carrying out a faster assessment process so that the results obtained are much better. Analysis and implementation of a decision support system using the TOPSIS method to classify the best sub-districts in Tanjungbalai City facilitates the decision-making process to be faster and better for the Tanjungbalai City Regional Secretariat, especially in the Government section in choosing the best District based on existing criteria. The results of processing the system are 100% the same as the results of manual processing. Therefore this system is very helpful in speeding up work.
Keyword: Decision support system; TOPSIS; Best District Assessment.
Abstrak: Pemerintah Kota Tanjungbalai setiap tahunnya mengadakan penilaian Kecamatan terbaik dengan menggunakan indikator-indikator yang ada. Selama ini penilaian yang dilakukan hanya menggunakan perhitungan Microsoft Excel sehingga waktu yang digunakan untuk melakukan proses penilaian terkesan lama dan lambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukanlah metode penyelesaian dengan ketepatan dan kecepatan pada pengambilan keputusan penilaian kecamatan terbaik. Sistem Pendukung Keputusan tersebut dibuat menggunakan framework Laravel dan basis data MariaDB serta metode yang digunakan adalah TOPSIS. Hasil dari Penilaian kecamatan terbaik menggunakan Sistem Pendukung Keputusan dengan metode TOPSIS sangat dibutuhkan untuk membantu tim penilai dalam melaksanakan proses penilaian yang lebih cepat agar hasil yang akan didapatkan jauh lebih baik. Analisis dan implementasi sistem pendukung keputusan dengan metode TOPSIS mengklasifikasi kecamatan terbaik di Kota Tanjungbalai memudahkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan lebih bagus kepada Sekretaraiat Daerah Kota Tanjungabalai khususnya dibagian Pemerintahan dalam memilih Kecamatan terbaik berdasarkan kriteria/indikator yang ada. Hasil pengolahan sistem 100 % sama dengan hasil pengolahan secara manual. Maka dari itu sistem ini sangat membantu dalam mempercepat pekerjaan.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan;TOPSIS;Penilaian Kecamatan Terbaik.
Abstract:Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program…
was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values.
Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia.
Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines
Abstract:Abstract: The rapid development of digital technology has encouraged teachers to adapt learning practices through the use of innovative and engaging instructional media. However, many teachers still experience limitations…
s in developing audio-visual learning media that are pedagogically appropriate and easy to produce. This community service activity aimed to improve teachers’ digital competence in developing audio-visual learning media using Canva at SMK Negeri 1 Rambah Samo. The activity was conducted from August to December 2025 through a training and mentoring approach. The implementation stages consisted of needs identification, material delivery, demonstration, guided practice, product review, and evaluation. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires, observation of participants’ practice, and assessment of the learning media products developed by teachers. The results showed an increase in teachers’ understanding from 46% before the training to 84% after the training, indicating an improvement of 38%. In addition, 88% of participants were able to produce audio-visual learning media adapted to their respective subjects. The training also encouraged collaboration among teachers and increased their confidence in applying digital media in classroom instruction. This program demonstrates that practical and continuous Canva-based training can support teachers in creating more interactive, relevant, and meaningful learning experiences in vocational schools.
Keywords: canva; audio visual; teacher training; digital competence; learning media.
Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual yang mudah dibuat dan sesuai dengan kebutuhan pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran audio visual berbasis Canva di SMK Negeri 1 Rambah Samo. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, review produk, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dari 46% sebelum pelatihan menjadi 84% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 38%. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran audio visual sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan media digital di kelas. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan terbukti efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru di sekolah kejuruan.
Kata kunci: canva; media audio visual; pelatihan guru; kompetensi digital; pembelajaran.
Abstract:Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of…
of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes.
Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku
Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat