Abstract:This research is motivated by the lack of descriptive text writing skills of students in high classes, namely grade IV of Elementary School. The purpose of the study was to describe the improvement of descriptive text writing…
iting skills in learning Indonesian through the application of image media in using the problem based learning (PBL) model in grade IV of SDN 55 Air Pacah, Padang City. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The research instruments used were teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and student writing skill assessment sheets. The percentage of teacher activity obtained in Cycle I was 80% and increased in Cycle II with a percentage of 92.5%. The average observation of student activities in Cycle I was 72.5% and increased in Cycle II with an average of 85%. The completion of student writing skill learning outcomes in Cycle I was 44% with an average learning outcome of 62, increasing to 84% in Cycle II with an average learning outcome of 78. Based on the results of this assessment, it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) model can improve students' descriptive text writing skills
Abstract:Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (Chronnic Kidney Disease) merupakan penyakit gagal ginjal dimana terdapat penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan glomerulus filtration rate (GFR).Terapi yang sering…
dilakukan oleh penderita CKD adalah dengan cara hemodialisis dan peritonealialisa. Tujuan : memberikan gambaran penerapan intervensi dzikir pada pasien CKD dengan diagnosis keperawatan gangguan pola tidur di ruang Dahlia RSUD Wates. Metode: penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional yang mengeksplorasi masalah keperawatan terutama gangguan pola tidur. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, dan observasi. Hasil: Pengkajian Pada penapisan paliatif diperoleh skor 5 yaitu pasien tersebut perlu intervensi palliative. Dalam Edmonton Symptom Assessment System (ESAS) pasien mengalami tidak bisa tidur, pasien dengan depresi sedang. Didalam aktivitas fisik pada pasien terdapat skor karnofsky 50 % yaitu sering memerlukan bantuan, sering memerlukan perawatan medis. Dalam kebutuhan spiritualnya pasien CKD adalah 76 dimana merupakan spiritual sedang. Kesimpulan: pasien mengalami peningkatan kualitas tidur menggunakan Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). setelah dilakukan intervensi dzikir yang ditandai dengan penurunan skor PSQI dari 17 menjadi 12 atau dari kategori berat menjadi kategori ringan kemudian pasien mampu tidur lebih cepat yang biasanya lebih dari jam 12 malam, setelah dilakukan intervensi dzikir pasien mampu tidur kurang dari jam 10 malam.
Abstract:This study aims to assess the performance of lecturers in the Computer Science Study Program at HKBP Nommensen University Pematangsiantar from the perspective of students and identify areas that need improvement to enhance…
ce the academic quality of the study program. The study uses a quantitative approach through a survey. The researchers collected data using a five-point Likert scale questionnaire distributed to 103 students of the Computer Science Study Program who had attended lectures. The researchers analyzed five aspects: teaching readiness, teaching materials, teaching discipline, teaching evaluation, and lecturer personality. We analyzed the data using descriptive statistics, calculating the percentage of student responses for each aspect of the assessment. The results of the study show that the performance of lecturers in the Computer Science Study Program at HKBP Nommensen University Pematangsiantar is generally in the good to very good category. The aspects of teaching readiness, teaching materials, teaching discipline, and teaching evaluation received very good ratings. The aspect of lecturer personality was in the good category. However, we must improve lecturer performance in the aspect of research. We must improve productivity, continuity of research activities, and scientific publications. The results of this study are expected to be used as evaluation material and a basis for policy-making for institutions in their efforts to improve the quality of lecturers and higher education in a sustainable manner.
Abstract:Dalam dunia akademik, khususnya di jurusan Sistem Informasi, pemilihan laptop yang sesuai menjadi kebutuhan esensial guna menunjang kegiatan pembelajaran. Banyaknya pilihan laptop dengan spesifikasi dan harga yang sangat…
bervariasi sering membingungkan mahasiswa dalam menentukan pilihan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang membantu mahasiswa dalam memilih laptop berdasarkan kriteria objektif menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS). Metode ini menggabungkan pendekatan jumlah tertimbang (WSM) dan produk tertimbang (WPM), sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif. Kriteria yang digunakan meliputi harga, prosesor, RAM, dan kapasitas penyimpanan. Hasil akhir dari sistem menunjukkan bahwa laptop Compaq Presario memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,9341, sehingga direkomendasikan sebagai pilihan terbaik bagi mahasiswa. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa dapat memperoleh referensi yang lebih akurat dan berbasis data dalam memilih laptop sesuai kebutuhan perkuliahan mereka
Abstract:Perawatan wajah kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi remaja dan dewasa yang memiliki jenis kulit berbeda. Banyaknya produk face wash di pasaran sering kali membingungkan konsumen dalam menentukan pilihan terbaik.…
. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sepuluh merek face wash menggunakan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), dengan mempertimbangkan preferensi dua segmen konsumen, yaitu remaja dan dewasa. Sebanyak 25 responden dilibatkan dalam survei dengan empat kriteria utama: harga, kemasan, kenyamanan, dan kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas merupakan faktor paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, diikuti oleh harga. Metode COPRAS terbukti efektif memberikan peringkat objektif terhadap produk yang dievaluasi. Dari hasil evaluasi, lima merek dengan skor utilitas tertinggi adalah Pond’s Men, Garnier, Biore, Nivea, dan Cosrx. Pond’s Men memperoleh skor 4,1025, sementara Garnier dan Biore sama-sama mendapatkan skor 4,1124. Merek lokal seperti Wardah juga menunjukkan performa yang kompetitif, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek internasional. Temuan ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk perawatan wajah sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih responsif terhadap keinginan pasar. Secara keseluruhan, COPRAS terbukti sebagai alat bantu pengambilan keputusan multikriteria yang andal dalam industri kosmetik.