Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika dan proses pembelajaran. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan model RME dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini…
untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model RME pada kelas V UPT SD Negeri 11 Lubuk Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus yang berpedoman kepada prosedur penelitian menurut Arikunto, dkk (2015:42) yang terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini peneliti lakukan dari tanggal 23 Juli s/d 01 Agustus 2024.Adapun hasil belajar pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan 52,78% pada siklus II memperoleh persentase ketuntasan 86,11%, memperoleh peningkatan 33,33%. Berdasarkan peningkatan hasil belajar tersebut telah mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan sebesar 75%. Pada proses pembelajaran siklus I pada aspek pengamatan aktivitas pendidik memperoleh persentase 77,77% meningkat pada siklus II memperoleh persentase 92,59% peningkatan tersebut sebesar 14,82% dan pada aspek pengamatan aktivitas peserta didik siklus I yaitu 75,92% siklus II yaitu 88,88% memperoleh peningkatan 12,96%. Berdasarkan persentase proses pembelajaran tersebut telah terjadi peningkatan proses pembelajaran dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 76%, berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model RME dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaan.
Abstract:Fenomena bullying terus meningkat setiap tahunnya, salah satunya di kalangan remaja. Saat ini jenjang Sekolah Mengenah Pertama (SMP) merupakan jenjang yang terbanyak dijumpai perilaku bullying. Tujuan daripada penelitian…
ini yakni teruntuk mengetahuinya persepsi dari para siswa pada perilaku bullying yang ada di SMPN 9 Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan kualitatif jenis fenomenologi, dengan pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terstruktur. Hasil daripada penelitian memperlihatkan bahwasanya persepsi yang ada di antara siswa mengenai perilaku bullying ialah sebagai hal yang biasa untuk dilakukan, selain itu siswa merasa puas dan senang karena terhibur. Sementara itu, dampak untuk para korban bullying yaitu merasa malu, insecure, dan depresi. Faktor pendorong perilaku bullying antara lain: sekolah, keluarga, kelompok teman sebaya, serta juga kondisi lingkungan sosial. Pengupayaan yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling yakni menanamkan nilai moral kebaikan dan memberikan pemahaman tentang bullying dan dampaknya kepada siswa yang berpotensi sebagai pelaku maupun korban bullying. Bagi peneliti yang berikutnya perlu dilakukannya pemberian pelayanan bimbingan dan konseling yang bertujuan supaya siswa dapat mengetahui dan mencegah terjadinya perilaku bullying. Dalam penerapannya harus disesuaikan dengan teknik dan media layanan bimbingan dan konseling supaya sesuai pada kebutuhan para siswa.
Abstract:Ryo’s kitchen merupakan salah satu usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang berfokus pada usaha kuliner. Dengan komitmen pada kualitas dan layanan pelanggan yang ramah, Ryo’s kitchen berhasil menarik perhatian konsumen…
onsumen yang mencari alternatif makanan sehat dan lezat. Selain itu usaha ini juga aktif dalam memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya sehingga mampu mejangkau pelanggan yang lebih luas. Inovasi dan adaptasi terhadap tren kuliner menjadi kunci keberhasilan Ryo’s kitchen dalam mempertahankan eksistensi di pasar yang kompetitif. Metode yang pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah obeservsi dan wawancara untuk mengetahui bagaimana cara penyusunanan laporan keuangan pada umkm tersebut sudah sesuai dengan SAK EMKM atau belum. Serta memberikan pemahaman pada UMKM tersebut seberapa penting laporan keuangan dalam sebuah usaha. Dari hasil observasi dan juga wawancara yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemilik usaha masih belum menerapkan penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar.
Abstract:Tumbuhan sebagai produsen memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem. Beragamnya jenis-jenis tanaman yang tersebar di seluruh negeri ini membuat manusia kerap kali salah membedakan antara tanaman satu dengan yang…
ng lain. Namun, dengan berkembangnya kemajuan zaman banyak manusia mulai mengabaikan keberadaannya. Dengan begitu, penulis mengambil langkah inovatif untuk mengenalkan tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitar melalui produk ecoprint. Ecoprint sendiri didefinisikan sebagai suatu proses transfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung dengan memanfaatkan bagian tumbuhan yang mengandung pigmen warna atau zat antosianin. Tujuan percobaan ini adalah untuk membuat batik ecoprint bermotif tumbuhan untuk mempelajari keanekaragaman dan juga menjelaskan taksonomi terkait tumbuhan-tumbuhan yang dimanfatkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2024 bertempat di SD Negeri Jerukagung 1. Metode percobaan yang dilakukan ini adalah metode praktikum secara langsung dengan teknik pounding. Percobaan ini didasari oleh beberapa permasalahan yang ditemui penulis seperti peristiwa Plant Blindness. Istilah tersebut digunakan untuk merujuk orang-orang yang tidak peduli atau memiliki minim pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan sehingga disebut sebagai seorang buta tanaman. Berdasarkan data percobaan yang diperoleh penulis dapat disimpulkan bahwa ecoprint mampu menjadi alternatif sebagai upaya preventif dalam mengatasi permasalahan Plant Blindness. Selain itu, produk ecoprint juga mampu menjadi salah satu upaya konservatif keanekaragaman hayati yang ada khususnya untuk peserta didik di SD Negeri Jerukagung 1.
Abstract:Perkembangan bisnis Cafe di tanah air termasuk di Asahan terus tumbuh pesat sehingga pihak pengusaha memperhitungkan bisnis ini sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan di era modern sekarang ini. Rekomendasi Cafe terbaik…
rbaik membutuhkan beberapa kriteria yang cocok dengan selera masyarakat setempat. Salah satu cafe yang diharapkan oleh masyarakat Asahan khususnya adalah Cafe yang dapat dinikmati oleh semua tingkat usia maupun kalangan mulai dari orang tua, dewasa, remaja bahkan anak-anak sekalipun, sehingga masyarakat atau komunitas yang ingin pergi ke Cafe bersama keluarga bisa saling mendapatkan kenyamanan dalam satu tempat yang sama. Penelitian ini berfokus pada pengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan memanfaatkan metode ORESTE sebagai proses dalam pemilihan Cafe terbaik di Asahan. Untuk menentukan Cafe terbaik, Cafe harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, yaitu rasa, harga, suasana, pelayanan, fasilitas dan kebersihan. Peneliti melakukan wawancara kepada para pengunjung Cafe, melakukan pengamatan secara langsung bahkan ikut serta dalam mengevaluasi setiap kriteria yang ada di Cafe yang diteliti dan memanfaatkan teori yang menyangkut ilmu-ilmu sistem informasi. Dengan beberapa langkah dan proses yang dilakukan dapat menentukan nilai bobot untuk setiap alternatif, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang menyeleksi alternatif yang sudah dievaluasi.
Abstract:Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1 telah menjalankan kegiatan produktif seperti menanam serai di lahan milik mereka sendiri. Namun, pendapatan kas organisasi tetap minim karena rendahnya literasi pengetahuan…
getahuan mengenai teknologi modern. Kurangnya pemahaman ini menghambat perkembangan keterampilan berkebun menjadi aktivitas yang lebih menguntungkan. Sebagai solusi atas permasalahan ini, diadakan sosialisasi hidroponik menggunakan galon bekas. Program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pembuatan hidroponik, yang diharapkan dapat menghasilkan pangan mandiri, meningkatkan ekonomi organisasi, serta mengurangi sampah galon. Kegiatan sosialisasi ini mengadopsi metode Asset-Based Community Development, yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi internal organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Melalui metode ini, ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Dusun Sikepan 1 diajak untuk melihat dan memanfaatkan sumber daya yang sudah mereka miliki untuk mencapai tujuan program. Dalam pelaksanaannya, respon positif dan antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1, menandakan adanya minat yang kuat terhadap teknologi hidroponik. Antusiasme ini mencerminkan adanya potensi besar untuk penerapan hidroponik sebagai bagian dari kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Dengan mengintegrasikan hidroponik ke dalam kegiatan sehari-hari, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1 dapat memaksimalkan penggunaan lahan dan barang bekas, meningkatkan produktivitas pertanian, dan membuka peluang usaha baru yang lebih menguntungkan. Program ini juga berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, mendukung aspek lingkungan selain aspek ekonomi.
Abstract:Kasir merupakan seorang yang bertanggung jawab atas manajemen uang secara cermat, termasuk penerimaan dan pembayaran uang (Prasetyo & Yunita, 2022). Di Toko Nia tugas kasir masih melakukan proses transaksi secara manual…
sehingga menimbulkan permasalahan yang terjadi dalam proses penjualan mencakup kesalahan harga dan perhitungan, ketidakjelasan tulisan pada pesanan, kehilangan nota transaksi, kerusakan pada nota penjualan, serta kesalahan dalam penginputan dan akumulasi laporan penjualan. Hal ini dapat menyebabkan penundaan dan keraguan terhadap keakuratan laporan penjualan serta mengurangi efisiensi dalam proses pelaporan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi kasir di Toko Nia untuk meningkatkan efisiensi operasional toko, memperbaiki proses kasir, dan mengoptimalkan pengelolaan informasi transaksi. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Metode Waterfall. Metode pengujian perangkat lunak yang diterapkan adalah Black Box Testing. Menggunakan sistem bahasa php dan javascript, sistem dibangun dengan framework yang menggunakan Bootstrap dan Codeigniter dan database yang digunakan DBMS MySQL. Hasil dari penelitian ini bahwa sistem informasi pada Toko Nia membantu memperlancar kegiatan penjualan dan operasional di Toko Nia, mengurangi kesalahan transaksi, mempercepat proses penjualan, serta menyediakan laporan penjualan yang lebih akurat dan efisien.
Abstract:Perhitungan harga pokok produksi sangat penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah mengingat salah satu manfaat harga pokok produksi adalah menentukan harga jual produk. Penerapan pendekatan joint product sebagai dasar…
r perhitungan harga pokok produksi pada usaha mikro, kecil, dan menengah Rakita di Kota Padang merupakan usaha yang memproduksi rakik yang menghasilkan dua jenis produk rakik dari satu atau beberapa macam bahan baku dalam satu proses produksi seperti rakik maco dan rakik kacang. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara untuk mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan oleh usaha Rakita dalam memproduksi rakik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perhitungan produksi rakik pada usaha Rakita telah sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi, untuk mengetahui harga pokok produksi untuk masing – masing produk dan untuk mengetahui pencatatan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang diteliti penulis menurut direct costing yang dalam perhitungannya menggunakan alokasi biaya bersama (joint cost) sebesar Rp. 301.000 untuk produk rakik maco dan Rp. 222.000 untuk produk rakik kacang. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa menetapkan perhitungan dasar harga pokok produksi pada usaha Rakita masih memiliki kendala disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang masih minim tentang pendekatan joint product, maka saran penulis berikan kepada pihak usaha Rakita adalah menghitung harga pokok produksi menggunakan pendekatan joint product dengan menggunakan metode direct costing, selain itu usaha Rakita juga harus mengalokasikan biaya produksi dengan menggunakan metode biaya bersama (joint costing).
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan sampah plastik di Dusun Wates, Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.…
k. Sebagian besar masyarakatnya hanya sebatas membuang dan membakar sampah plastik saja, tanpa adanya pengelolaan sampah. Sehingga, hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan yang baru lagi misalnya dapat menimbulkan polusi udara akibat pembakaran sampah plastik dan tanah menjadi tidak subur lagi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengelola sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna sehingga dapat digunakan sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Pengabdian ini dilakukan dengan mencari permasalahannya terlabih dahulu kemudian mencari solusi yang tepat untuk memecahkan permasalahan tersebut. Pengabdian ini termasuk ke dalam salah satu kegiatan Kuliah Kerja Nyata, yang dimulai pada tanggal 9 Juli hingga 10 Agustus 2024. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu ecobrick. Ecobrick merupakan sampah plastik yang dimasukkan dan dipadatkan hingga keras dan kuat ke dalam botol plastik sehingga dapat digunakan kembali. Luaran atau output yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini berupa tiang atau plang.
Abstract:Industri batik di Kecamatan Pekalongan Utara berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal, namun juga menimbulkan masalah pencemaran lingkungan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran air…
dari limbah batik, mengevaluasi efektivitas pengelolaannya oleh industri, dan menyusun strategi perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair dari industri batik mengandung bahan kimia berbahaya seperti pewarna sintetis dan logam berat, yang menyebabkan kualitas air sungai di sekitar pabrik memburuk, ditandai dengan air yang keruh, berbau tidak sedap, dan mengancam ekosistem air serta kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah oleh industri batik masih menghadapi banyak kendala, meskipun pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan berupa pengawasan, penegakan hukum, dan pemberian insentif untuk penggunaan teknologi ramah lingkungan. Implementasi kebijakan tersebut memerlukan peningkatan efektivitas dan dukungan teknologi yang lebih baik. Penelitian ini menyarankan adanya upaya yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah, serta peningkatan edukasi dan kesadaran lingkungan di kalangan industri dan masyarakat untuk mengurangi dampak pencemaran dan memastikan keberlanjutan lingkungan di masa depan.