Abstract:This research discusses the concepts of i’rab and ‘amil in Arabic grammar and examines the methodological differences between the Basra and Kufa schools as the two primary streams in the construction of nahwu (syntax). I’rab…
). I’rab is understood as the changes in the vowels at the end of words influenced by the presence of an ‘amil (governor) and the word's position within the sentence structure, thus playing a vital role in preserving meaning and syntactic order in the Arabic language. This study employs a qualitative approach with a library research method, tracing primary sources from the works of classical scholars and secondary sources from modern studies. Data analysis was conducted using content and comparative analysis methods to identify the epistemological characteristics of both schools. The results of the study show that the Basra school is prescriptive, rational, and selective regarding linguistic sources, whereas the Kufa school is more descriptive, flexible, and open to various speech patterns, including those considered syadz (irregular). These differing approaches impact how both schools understand and formulate the rules of i’rab and ‘amil. This study concludes that both schools provided distinct yet complementary contributions to the development of Arabic nahwu, where Basra played a role in theoretical standardization and Kufa contributed to the preservation of linguistic reality. These findings emphasize that the understanding of i’rab is not only related to grammatical aspects but is also supported by historical and epistemological perspectives within the scientific tradition of the Arabic language.
Abstract:This research aims to explain the structural relations between al-idhāfah, al-naʿt, and al-tawkīd in Arabic syntax and to delineate how their interaction influences meaning formation and functional distribution within the…
the nominal phrase. This study is conducted because previous research has tended to discuss these three elements separately, resulting in a lack of an integrated analytical model that describes the hierarchical and semantic relationships between them. The study employs a qualitative-descriptive approach, analyzing data drawn from classical nahwu texts, modern Arabic corpora, and relevant contemporary research. Data were classified based on the patterns of element occurrence and analyzed through structural syntactic analysis methods to identify their functions, positions, and i‘rāb (inflectional) implications. The results indicate that idhāfah serves as a marker of possessive relations and semantic restriction, naʿt functions to provide descriptive modification that clarifies the referent, and tawkīd reinforces the reference both structurally and semantically. These three form dependency patterns that influence each other when present within a single phrasal construction. The novelty of this research lies in the formulation of an integrative relational model that combines syntactic functions, hierarchical structures, and semantic implications into a single operational analytical framework. This model provides a more comprehensive understanding compared to previous fragmentary studies. These findings have important implications for the teaching of nahwu, the analysis of modern Arabic discourse, and the development of computational linguistic applications that require more accurate mapping of nominal structures.
Abstract:The study of al-ʿawāmil al-naḥwiyyah (grammatical factors) serves as a primary foundation in Arabic grammar, examining the relationship between the ʿāmil (governing agent) and the maʿmūl (governed element) as the mechanism…
mechanism determining iʿrāb (inflection) within Arabic sentence structures. This article aims to comprehensively analyze the classical theory of the ʿāmil concept as formulated by early grammarians—notably al-Jurjānī in Al-ʿAwāmil al-Mi’ah—and examine the debates emerging between the Basra and Kufa schools regarding the source and authority of the ʿāmil. Utilizing a qualitative-descriptive analytical approach toward primary and secondary literature, this research explores the epistemological arguments underlying the construction of the ʿāmil theory and assesses its relevance to modern critiques in Arabic linguistics. The findings indicate that the ʿāmil concept is not merely a grammatical instrument but also possesses philosophical value in explaining the order and rationality of the Arabic language. However, modern critiques—particularly from structural and generative linguistic perspectives—question the metaphysical assumptions of the ʿāmil concept, which are deemed non-empirical. Nonetheless, the theory of ʿāmil maintains methodological significance in understanding Arabic syntactic relationships and the development of contemporary grammatical theories. This article emphasizes the necessity of a conceptual reinterpretation of al-ʿawāmil al-naḥwiyyah to remain relevant within modern linguistic paradigms without losing its classical essence.
Abstract:CV. Hamzah Tech Development is located on Mekar Sari village road, hamlet 2, Pulau Rakyat Asahan sub-district, when this company was formed, it was a community a gathering place for people who have abilities and are deep…
in the IT field. The aim of this community service activity is to develop the company in a way promote his company to look for potential new students while managing existing resources CV. Hamzah fits his era. What CV does. Hamzah still uses promotional banners and experiences from students who have studied the CV. The methods used in this activity are observation, training and assistance in digital use. Through an interview with Mr. Hamza as the owner of CV. Hamza has received information in building a promotion for the CV. Then through this observation it was found that after the training activities students studying at CV. Hamza can help promote through social media well. The results of carrying out activities are students who study at CV. Hamza, where the number of students has increased in adding students and is known to many people.
Keywords: promotion; technology; social media
Abstrak: CV. Hamzah Tech Development terletak di jalan desa Mekar Sari dusun 2, kecamatan Pulau Rakyat Asahan berawal terbentuknya perusahaan ini merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya sebagian orang yang memiliki kemampuan dan mendalami di bidang IT. Tujuan dari Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah untuk mengembangkan perusahaan dengan cara mempromosikan perusahaanya untuk mencari calon anak didik baru sekaligus mengelola sumber daya yang ada di CV. Hamzah sesuai zamanya. Yang dilakukan CV. Hamzah selama ini masih menggunakan spandu promosi dan kabar dari siswa-siswa yang pernah belajar di CV tersebut. Dengan metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital. Melalui sebuah wawancara dengan bapak Hamza sebagai pemilik CV. Hamza telah mandapatkan informasi dalam membangun sebuah mempromosikan CV tersebut. Kemudian melalui pengamatan ini telah dapat bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa yang belajar di CV. Hamza dapat membantu mempromosikan melalui media sosial dengan baik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang belajar di CV. Hamza, dimana jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam menambah siswa dan dikenal banyak orang.
Kata Kunci: media sosial; promosi; teknologi;
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menilai kontribusi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan tingkat literasi di Kota Malang, dengan fokus pada aspek membaca, menulis, dan pemahaman teks. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan…
uan untuk mengeksplorasi tantangan yang mungkin dihadapi dalam pengimplementasian kurikulum Merdeka dalam meningkatkan tingkat literasi di Indonesia, khususnya di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi siswa melalui pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan esensial, seperti literasi dasar, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis. Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah di Kota Malang telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, serta resistensi terhadap perubahan di kalangan tenaga pengajar. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Kurikulum Merdeka memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi di Kota Malang, namun memerlukan upaya yang lebih komprehensif dalam memberikan pelatihan bagi guru, meningkatkan sarana prasarana, dan memperkuat dukungan dari manajemen sekolah agar implementasinya dapat berjalan lebih efektif.
Abstract:Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan…
minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah.
Abstract:Penafsiran lafadz lamastumunnisa' dalam surat An-Nisa’ ayat 43 telah menjadi sumber ikhtilaf di kalangan ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i. Imam Hanafi menginterpretasikan lafadz ini sebagai bentuk kinayah…
uk kinayah yang mengacu pada hubungan jima’ (hubungan seksual) antara suami dan istri, bukan sekadar sentuhan fisik. Berdasarkan adanya alif dalam kata tersebut, Imam Hanafi berpendapat bahwa lamastumunnisa' mencakup makna yang lebih dalam, menunjukkan hubungan yang lebih intim. Sebaliknya, Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menafsirkan kata lamastumunnisa' sebagai "menyentuh" secara literal tanpa melibatkan hubungan seksual, didukung oleh qiro'at dari Hamzah dan Kasa’i yang tidak menyertakan alif. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara mendalam pandangan kedua mazhab melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pandangan tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana metode istinbath hukum yang berbeda memengaruhi praktik ibadah dalam Islam.
Abstract:Al-Qur’an diturunkan oleh Allah sebagai kitab suci umat Islam yang mengandung pedoman hidup di dunia dan akhirat. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara terjemah Surah Al-Mulk dengan…
an teori speech acts yang berkaitan dengan tindak lokusi dan ilokusi. Metode analisis deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan. Variabel yang diteliti dalam studi ini adalah aspek pragmatik yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah Al-Mulk. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 3 macam lokusi dalam terjemah Surah Al-Mulk diantaranya adalah, 1) Lokusi deklaratif dan informatif, 2) Lokusi introgatif, dan 3) Lokusi imperatif. Terdapat juga 5 bentuk Ilokusi dalam Surah Al-Mulk, diantaranya adalah 1) Ilokusi asertif, 2) Ilokusi direktif, 3) Ilokusi ekspresif, 4) Ilokusi komisif, dan 5) Ilokusi deklaratif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anak dalam kisah Luqman berdasarkan penafsiran Surah Luqman ayat 13-19. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan dokumentasi sebagai…
ebagai teknik pengumpulan data. Data utama berupa terjemahan Surah Luqman ayat 13-19, sedangkan data sekunder meliputi terjemahan kitab tafsir Ibnu Katsir dan literatur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan dengan analisis isi untuk menelaah dan menginterpretasikan teks-teks yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Luqman dalam Al-Quran mengandung nilai-nilai pendidikan yang sangat relevan, meliputi: 1) Pentingnya menanamkan akidah tauhid dan larangan menyekutukan Allah; 2) Kewajiban anak untuk patuh dan berbakti kepada orang tua, terutama ibu; 3) Penekanan pada amar makruf nahi munkar; 4) Penegakan ibadah shalat; 5) Pentingnya bersikap sabar; serta 6) Penanaman sikap rendah hati dan berbicara dengan lembut. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kisah Luqman dapat dijadikan teladan yang sangat berharga bagi orang tua dan pendidik dalam mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik, serta membimbing mereka agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sesuai dengan perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memperkaya khazanah konsep pendidikan anak dalam perspektif Islam melalui analisis mendalam terhadap kisah Luqman, yang dapat dijadikan rujukan bagi orang tua dan pendidik dalam mengembangkan model pendidikan anak yang holistik dan sesuai dengan ajaran Islam.
Abstract:Perencanaan pembelajaran guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Uswah merupakan aspek penting dalam memastikan efektivitas dan relevansi pengajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan…
rtujuan untuk menyelidiki proses perencanaan pembelajaran PAI, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan oleh guru PAI di MTs Al-Uswah. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran PAI di MTs Al-Uswah melibatkan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, dengan guru-guru PAI secara konsisten menggunakan pendekatan berbasis kurikulum nasional dan mempertimbangkan kebutuhan siswa dalam merancang rencana pembelajaran. Namun, beberapa tantangan juga teridentifikasi, termasuk kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan individual siswa, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dengan konteks kehidupan modern. Meskipun demikian, guru-guru PAI di MTs Al-Uswah menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam melalui upaya perencanaan yang matang dan inovatif. Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam konteks pendidikan agama Islam di MTs Al-Uswah dan lembaga pendidikan serupa.