Search Articles & Publications

Showing 547 articles found for "Karakter"

Implementasi Literasi Keagamaan Moderat bagi Siswa SMK Berbasis Pendekatan Pendidikan Agama Islam 

Nida Nur Khansa, Muhammad Sidiq Asyhari
Abstract: Penanaman literasi keagamaan moderat menjadi kebutuhan penting dalam konteks pendidikan menengah kejuruan yang memiliki karakter peserta didik heterogen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Pengalaman Praktik Lapangan… gan (PPL) 2025 di SMK PGRI 1 Tulungagung dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai moderasi beragama melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan meliputi observasi, analisis kebutuhan, implementasi strategi pembelajaran moderat, serta refleksi pelaksanaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan siswa sebelumnya masih bersifat tekstual, kurang kritis, dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai moderasi. Implementasi model literasi keagamaan moderat dilakukan melalui diskusi kelas, telaah kasus, penguatan budaya religius inklusif, dan penggunaan media pembelajaran kontekstual. Program ini terbukti meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep moderasi beragama, memperkuat sikap toleran, serta membangun keterampilan dialogis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang multikultur. Temuan ini menegaskan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderat di sekolah kejuruan, sekaligus menjadi model alternatif pembelajaran untuk memperkuat karakter religius dan sosial siswa secara seimbang.

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA MONO HAKWA (MONOPOLI HAK DAN KEWAJIBAN) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD

Saputri, Jaekyin Nanda, Malyuna, Sita Isna, Fatimah, Iis Daniati
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.… casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.

ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM BACAAN PESERTA DIDIK PADA BUKU PPKn KELAS 4 SD

Muwahhida, Muziya Ananda Fitri
Abstract: Artikel ini menganalisis nilai-nilai karakter dalam bahan bacaan PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan) kelas IV, dengan tujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pengembangan karakter siswa. Nilai-nilai… utama meliputi keagamaan, kejujuran, kedisiplinan, demokrasi, kerja keras, kreativitas, kemandirian, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghargaan terhadap prestasi, keramahan, cinta damai, kebiasaan membaca, kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Temuan menekankan kejujuran dan ketaatan dalam nilai-nilai keagamaan dan kejujuran, toleransi dan kedisiplinan melalui sikap sosial, serta kerja keras dan kreativitas melalui etos kerja yang kuat. Kemandirian dan demokrasi terwujud dalam kemandirian diri dan penghormatan terhadap hak-hak. Rasa ingin tahu dan semangat kebangsaan terlihat melalui prioritas terhadap kepentingan nasional. Cinta tanah air dan penghargaan terhadap prestasi ditanamkan melalui loyalitas dan apresiasi. Keramahan dan cinta perdamaian tercermin dalam hubungan yang positif. Semangat membaca dan tanggung jawab terlihat dalam antusiasme membaca serta akuntabilitas. Kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial terlihat dalam menjaga kebersihan dan membantu masyarakat. Analisis ini menyimpulkan bahwa materi PPKN secara efektif menanamkan nilai-nilai karakter, sekaligus menunjukkan adanya ruang untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan dampaknya dalam program pendidikan karakter di sekolah yang sedang berlangsung.

Analisis Strategi Pemasaran Digital Melalui Whatsapp Business Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Kripik Gadung Di Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Jember

Muhammad Hamdi, Denok Mugi Hidayanti, Neviyani
Abstract: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi… tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung. Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs. 

Perbandingan Kematangan Karier Siswa Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang

Hafidz Maulana Syamputra, Arga Satrio Prabowo, Alfiandy Warih Handoyo
Abstract: Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan… dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier. Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.

PENERAPAN METODE PEMBIASAAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN NIZAMUDIN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Modeong, Santrini, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembiasaan dalam membangun karakter santri putri, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan… menghambat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Nizamudin Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pengasuh, ustadzah, dan pihak yang terlibat dalam pembinaan karakter santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan diterapkan melalui kegiatan rutin seperti shalat berjamaah lima waktu, shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan tugas piket, serta membangun kepedulian sosial terhadap sesama. Penerapan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, kepedulian sosial, akhlak, dan adab santri putri. Faktor pendukung keberhasilan pembiasaan meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, keterlibatan aktif pengasuh dan ustadzah, pengawasan yang berkelanjutan, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari perbedaan latar belakang keluarga dan karakter masing-masing santri. Dengan demikian, metode pembiasaan terbukti efektif dalam membangun karakter santri putri di Pondok Pesantren Nizamudin.

EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI TERHADAP PERILAKU SISWA DI SDI DATOK SULAIMAN PALOPO

Astari, Rina, Muhaemin, Muhaemin, Tanal, Ali Nahruddin, Munawir, Ahmad, Alauddi, Alauddi, Sarmila, Sarmila
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan karakter Islami yang diterapkan di SDI Datok Sulaiman Palopo dalam membentuk perilaku siswa serta menganalisis pandangan guru, siswa, dan orang tua… a terhadap efektivitas program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data yang bersifat terukur, khususnya terkait pandangan guru, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas program pembinaan karakter Islami melalui penyebaran angket, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai pelaksanaan program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, inferensial, dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo telah berjalan dengan baik dan terstruktur melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran serta berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Selain itu, pandangan guru, siswa, dan orang tua terhadap efektivitas program ini secara umum sangat positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.

ANALISIS PENERAPAN SISTEM REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 10 KENDARI KELURAHAN PURIRANO KOTA KENDARI

Serlina, Nur, Saranani, Muhamad Safiuddin, D, Damsir
Abstract: Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang bertujuan untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Pada dunia Pendidikan, salah satu upayah untuk manajemen karakter… arakter agar berjalan sesuai tujuan yakni dengan menerapkan Reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem reward dan punishment diterapkan dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 6 anak berusia 5–6 tahun. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward verbal dan non-verbal berupa pujian seperti kata “keren, dan hebat”, pemberian jempol, dan stempel bintang efektif untuk meningkatkan kedisplinan anak dalam selalu datang tepat waktu, melaksanakan kegiatan rutin, menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, berusaha manaati aturan yang telah disepakati, tertib menunnggu giliran. Sedangkan punishment represif berupa teguran lisan dan konsekuensi ringan membantu anak memahami batas perilaku dan menimbulkan efek jera sehingga mereka lebih berhati-hati dalam bersikap. Penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward diberikan saat anak menunjukan sikap tanggung jawab seperti anak dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, bertanggung jawab kepada setiap perbuatan, melakukan tugas dengan standar terbaik, mengerjakan kegiatan berkelompok secara bersama-sama, selalu memajukann diri sendiri, melakukan piket sesuai dengan jadwal. Bentuk reward ini meningkatkan motivasi anak untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik. Punishment berupa teguran diberikan ketika anak lalai mengerjakan tugas atau melanggar aturan dan kesepakatan, dengan tujuan membangun kesadaran tanggung jawab mereka atas tugas dan perilaku sehari-hari. Kesimpulannya penerapan reward dan punishment yang konsisten dan sesuai di TK Negeri 10 Kendari terbukti efektif membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini. Reward menumbuhkan semangat dan perilaku positif, sedangkan punishment membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka sehingga menumbuhkan kontrol diri, rasa tanggung jawab dan disiplin.

KEKERASAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR : URGENSI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN

Bormasa, Monica Feronica, Alaslan, Amtai
Abstract: Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan permasalahan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, keluarga, masyarakat, serta pemerintah.… . Anak sebagai kelompok rentan sering kali menjadi korban karena keterbatasan pengetahuan, ketergantungan pada orang dewasa, serta adanya relasi kuasa yang tidak seimbang. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan penguatan kapasitas lingkungan sekolah menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, guru, serta orang tua di SMP St. Theresia Lauran mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, faktor risiko, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok, dan pelatihan interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Materi disampaikan menggunakan pendekatan partisipatif agar peserta dapat lebih mudah memahami dan menginternalisasi informasi yang diberikan. Selain itu, peserta juga diberikan simulasi sederhana mengenai cara mengenali situasi berisiko, menolak perlakuan yang tidak pantas, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau mengetahui adanya kasus kekerasan seksual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tanda-tanda kekerasan seksual, langkah-langkah pencegahan, serta mekanisme pelaporan yang aman dan ramah anak. Guru dan orang tua juga menunjukkan sikap yang lebih responsif terhadap isu perlindungan anak. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berkomitmen untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak dengan membentuk tim respons kekerasan seksual dan menyusun prosedur penanganan kasus. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur secara berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional berkelanjutan.

OPTIMALISASI FUNGSI MASJID AL-MASYITHOH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKA MELALUI PROGRAM KKN

Fatimah, Fatimah, Agustini, Agustini, Linah, Rozah, Fitriyana, Wahyu, Misita, Siti, Anasmuda, Jimmi
Abstract: Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Al-Masyithoh yang… berlokasi di Gang Rambutan IV No. 69, Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama 40 hari, mulai 6 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program yang dilaksanakan meliputi pembelajaran Al-Qur'an dan Iqra', pelatihan adzan, pengajaran doa harian, adzan rutin, kebersihan masjid, pemberdayaan remaja masjid melalui kegiatan olahraga badminton, kajian subuh, aktivasi media sosial masjid, kegiatan nonton Bersama, dan diskusi anti-bullying, serta kepanitiaan pelaksanaan qurban. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi sosial masjid, serta terbentuknya media dakwah digital yang mendukung penyebaran informasi keagamaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan Islam, pembentukan karakter generasi muda, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Masjid Al-Masyithoh melalui program KKN berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan.