Search Articles & Publications

Showing 43 articles found for "Seminar"

PELATIHAN DAN PERTUNJUKAN DRUMBAND BAGI SISWA SMP NEGERI 30 KABUPATEN MUARO JAMBI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMUSIK

Gunawan, Indra, Mahdi Bahar, Ikhsan Satria Irianto, Riswani
Abstract: The Independent Curriculum in elementary to high schools (SD to SMA) is a challenge for schools to improve their ability in managing both learning and administration, so that what is aspired to in the mandate of the Constitution… titution which reads "to educate the life of the nation" is something that is essential. Something that is quite urgent is the learning objectives, one of which is to improve cognition for students, which is the basis for this community service program, namely improving musical skills with a drumband training and performance program at SMPN 30 Muaro Jmabi. The skills program in the independent learning curriculum is strongly encouraged by being a leading government program (Ministry of Education and Culture) so that students can create something that fosters independence in determining and choosing the direction of life (future). The purpose of this community service program is that in addition to increasing interest and talent, it also provides space for creativity for students in carrying out music learning activities through extracurricular activities as intended by the independent curriculum. The community service program is a government program that is assigned to educators (Lecturers) in carrying out the Tri Dharma of Higher Education. For that, of course there are scientific measurements called activity outputs, in this case the team will target outputs in the form of (1) National Seminar Proceedings. (2) Scientific Journals. (3) Publications on Electronic Media. (4) Activity Documentation Videos.

PERSEPSI PARA PENDIDIK TERHADAP TANTANGAN – TANTANGAN DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

Rifiyanti, Hafizah, Nurtika, Maola, Rahayu, Sri, Nurhayati, Iis
Abstract: This study aims to explore teachers' perceptions of challenges in English language teaching and the strategies they use to overcome these challenges. This study used a qualitative approach with a judgement sampling method. … d.  The participants selected were 23 teachers who teach English at all levels of education, ranging from primary school to university. The data was collected through a survey distributed using google form, the survey was conducted to gather the experiences, and opinions of the teachers regarding the challenges they face in teaching English. The results showed that the different ability levels of students, time constraints, availability of teaching resources, and the perception of English as a foreign language were the main challenges faced by the teachers. To overcome these challenges, teachers use various strategies, including attending training and seminars, using technology in teaching, and conducting continuous evaluation and assessment. In addition, collaboration among teachers and increased professional training are also considered important in overcoming challenges in English language teaching. The findings provide valuable insights for the development of more effective strategies and policies to improve the quality of English language teaching in schools.

Pemberdayaan Pemuda Melalui Organisasi Kepemudaan Di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis

Yane Sujani, Liesdiana, Regi Refian Garis, Ii Sujai
Abstract: Empowerment of Youth through Karang Taruna Organization in Dewasari Village, Cijeungjing Sub-District, Ciamis Regency. This research aims to evaluate youth empowerment through Karang Taruna in Dewasari Village, Cijeungjing… ng Sub-District, Ciamis Regency. The research method employed was qualitative with a descriptive approach, involving 12 informants including village officials and Karang Taruna administrators. The findings indicate that youth empowerment by Karang Taruna in Dewasari Village has been initiated but not yet optimal according to empowerment theory. Challenges identified include low youth interest in training, lack of awareness about the importance of organizations, and constraints in entrepreneurship and funding. Efforts to address these barriers involve more intensive approaches, enhanced socialization and networking, and knowledge enhancement through seminars, workshops, and training sessions. Additionally, providing financial support is crucial to enhance empowerment effectiveness. This study provides insights into real challenges faced in enhancing youth participation in community development. By implementing appropriate strategies, it is expected that youth empowerment through Karang Taruna will become more effective and significantly contribute to Dewasari village's progress.

Visi dan Ambisi di Kalangan Mahasiswa STT GPI Papua: Antara Panggilan Pelayanan dan Pencapaian Pribadi

Ananda D. Batsira
Abstract: Students at the Theological Seminary (Sekolah Tinggi Teologi, STT) of GPI Papua bear a dual identity, not only as prospective church ministers but also as individuals with personal aspirations concerning academic achievement,… ment, social mobility, and future professional paths. The tension between vocational calling and personal ambition constitutes an existential challenge that influences the construction of motivation, spirituality, and life orientation among theology students. This study aims to analyze the dialectical dynamics between these two dimensions and to examine how local Papuan cultural values shape students’ interpretations and efforts to harmonize them. The research problem stems from a lack of integrative theological understanding of personal ambition within the context of vocational ministry. Employing a qualitative approach with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically to identify meaning structures, internal conflicts, and integration strategies employed by the students. The findings reveal that personal ambition is not necessarily antithetical to the calling of ministry; rather, it can serve as a constructive force when interpreted through a reflective spirituality grounded in contextual theology. Ambitions guided by Christian values can enhance ministerial capacity and foster authentic personal growth, whereas unmanaged ambition tends to lead to spiritual fragmentation. This study contributes a scientific model of integration between spiritual, personal, and cultural dimensions within theological formation. It recommends a reformulation of curriculum and spiritual formation strategies that are contextual, dialogical, and oriented toward the development of a holistic and culturally relevant vocational identity.

Manajemen Konflik: Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Penyelesaian Perbedaan

Muh. Aidil Fitra, Maychilyana Dwi Christine Mile, Khusnul Wafiah Nabilah Hawa, Feronika, Khalifah Tul Jannah, Rezky Eka Wardana, Nur Afni Indahari Arifin, Ahmad Ridfah
Abstract: Konflik merupakan bagian dari interaksi sosial yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan, nilai, kebutuhan, dan tujuan, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Di sekolah, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat… enghambat kerja sama, menurunkan kualitas komunikasi, dan berdampak pada kinerja guru maupun pegawai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen konflik penting diberikan agar konflik tidak hanya dipandang sebagai masalah yang harus dihindari, tetapi sebagai situasi yang perlu dikelola secara bijak dan konstruktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan pegawai mengenai manajemen konflik melalui seminar psikoedukasi. Kegiatan diikuti oleh 19 peserta dari berbagai tingkatan jabatan di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan mencakup faktor penyebab konflik, dampak konflik dalam organisasi, serta strategi manajemen konflik yang meliputi menghindari, mengakomodasi, mengkompromikan, berkompetisi, dan mengkolaborasikan. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola perbedaan dan memilih strategi penyelesaian konflik yang sesuai dengan situasi. Dengan demikian, psikoedukasi melalui seminar dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu guru dan pegawai mengembangkan keterampilan dasar dalam mengelola konflik di lingkungan pendidikan.

Psikoedukasi Time Management Terhadap Quality of life Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar

Muh. Raihan Darmawan Aprisal, Izzah Laila Hanifah, Nur Ainun Wajangsari, Rohmah Rifani
Abstract: Permasalahan manajemen waktu di lingkungan kerja masih menjadi tantangan yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi&#8230; rvensi guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam mengelola waktu secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar 90004. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen waktu setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 80.2 meningkat menjadi 92.2 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai manajemen waktu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup. Seminar psikoedukasi ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, seimbang, dan memuaskan.

Psikoedukasi Regulasi Emosi untuk Meningkatkan Komunikasi Efektif di Lingkungan Kerja PT.Primafood International

Faradillah Firdaus, Muhammad Rhesa, As Syifa Qhasirah, Marina Maris, Nurul Djohra Putri Lung Ambarwati
Abstract: Karyawan merupakan aset penting dalam organisasi yang memilikih kebutuhan psikologis termauk kemampuan mengelolah emosi dan berkomunikasi secara efektif dilingkungan kerja. Berdasrkan need assessment dan observasi terhadap&#8230; ap karyawan PT. Primafood Internasional, ditemukan bahwa sebagian besar mengalami kesulitan dalm regulasi emosi yang berdampak pada efektifitas komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi mengenai regulasi emosi untuk meningkatkan komunikasi efektifitas di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah seminar psikoedukatif dengan pendekatan  non pelatihan yang dilengkapi pre-test dan post-test pada peserta sebanyak 16 orang karyawan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan seminar. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test adalah 0,00 menjadi 8,50 pada skor post-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.Temuan ini menunjukkan bahwa seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai strategi regulasi emosi dan keterampilan komunikasi.

Peningkatan Work Engagement: Upaya Membangun Lingkungan Kerja yang Produktif dan Bermakna bagi Pegawai BBGTK

Kanisha Cahya Rabani, Lintang Hanifah Prawuriyanti, M Resva Fathir, Naylah Al Mumtazah, Novita Maulidya Jalal
Abstract: Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi&#8230; awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.

Memimpin Dengan Seimbang: Strategi Efektif Di Tengah Work Family Conflict Di PT. Esta Dana Ventura

Andita Dwi Putri Mevia Muller, Miftahul Jannah, Indi Latifah Ekaputri Usman, Nurfajrianty Rasyid, Muhammad Rhesa
Abstract: Perempuan yang bekerja sering dihadapkan pada tantangan peran ganda, yaitu sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga, yang dapat memicu konflik antara tuntutan pekerjaan dan keluarga atau dikenal sebagai Work-Family&#8230; rk-Family Conflict. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas seminar bertema "Memimpin dengan Seimbang: Strategi Efektif di Tengah Work-Family Conflict" dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen konflik peran ganda pada perempuan pekerja. Peserta seminar ini melibatkan 19 kepala cabang mikro dan UKM PT Esta Dana Ventura di Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan mencakup wawancara dengan pihak Human Capital Business Partner dan observasi langsung terhadap aktivitas kepala cabang di PT Esta Dana Ventura. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran pre-test dan post-test menggunakan Google Form. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah mengikuti seminar (Z = -3,738, p < 0,05). Dengan demikian, seminar ini terbukti sebagai intervensi edukatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghadapi Work-Family Conflict.

Pemahaman Dan Peningkatan Teknologi Internet Of Thing (IoT) Bagi Siswa Smk Yapim Bandar Perdagangan Kabupaten Simalungun

Darwin Siallagan, Basyit M.Rambe, Ahmad Imam Santoso, Joko Eriyanto
Abstract: SMK YAPIM Bandar Perdagangan adalah Sekolah Menengah Atas khususnya kelas X, XI, XII yang memiliki ekstra kurikuler komputer dan tentu mendapatkan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolahnya. Dari hasil&#8230; sil wawancara yang dilakukan oleh tim PKM kepada pihak sekolah SMK YAPIM Bandar Perdagangan didapatkan fakta bahwa di dalam lingkungan SMK YAPIM Bandar Perdagangan belum pernah diperkenalkan teknologi Internet of Things. Khalayak sasaran ditujukan bagi Siswa Kelas XI “SMK YAPIM Bandar Perdagangan . Metode yang digunakan dalam PKM ini dalam bentuk seminar atau ceramah. Untuk tempat pengabdian masyarakat ini berada pada lingkungan SMK YAPIM Bandar Perdagangan yang nantinya akan berlangsung selama 3 jam dan mengenai waktu pelaksanaan pengabdian masyarakat ini estimasi pada bulan Oktober 2024. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan kemampuan SMK YAPIM Bandar Perdagangan untuk memahami konsep IoT dan implementasinya.