Search Articles & Publications

Showing 274 articles found for "Kesejahteraan"

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL)

Siti Salma Rahmawati Sekarsari, Boby Rahman
Abstract: Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengatur kepemilikan tanah dan membimbing penggunaannya serta telah menerapkan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia.… a. Pendaftaran tanah merupakan proses administratif yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan dalam mengumpulkan dan mengolah data fisik dan data hukum serta menampilkan bidang tanah yang sudah memiliki hak dan hak kepemilikan yang ada untuk unit apartemen dengan menerbitkan bukti kepemilikan yang berfungsi sebagai bukti kuat. Pemerintah terus berupaya melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia untuk memastikan kepastian hukum. Berdasarkan inisiatif pemerintah, penyelesaian pendaftaran tanah di seluruh Indonesia direncanakan akan selesai pada tahun 2024 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Permasalahan yang ada adalah tantangan yang ada dalam melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap untuk memberikan kepastian hukum. Ada juga solusi untuk mengatasi hambatan dan permasalahan yang menjadi tantangan tersebut, sehingga kepastian hukum dapat tercapai.

TRANSFORMASI LIMBAH PLASTIK MENJADI PAVING BLOCK: STRATEGI EDUKASI LINGKUNGAN DAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TPA TERJUN MEDAN MARELAN

Meilinda Suriani Harefa, Pinta Yosepin Turnip, Nurida Hana Simamora, Lara Deskya Br Depari
Abstract: Permasalahan limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang serius di Indonesia karena sulit terurai secara alami dan volumenya terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… pengolahan limbah plastik menjadi paving block sebagai bentuk edukasi lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung bersama masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan limbah plastik dengan memanfaatkan plastik jenis HDPE dan LDPE mampu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk paving block yang memiliki nilai ekonomis. Edukasi lingkungan yang dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan pelatihan praktik mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Selain itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan daur ulang berbasis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan limbah plastik menjadi paving block dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung konservasi sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Analisis Literatur Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat Desa Terpencil: Peran Model Desa Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Lokal (Refleksi Kasus: Desa Wisata Huta Tinggi, Samosir)

Sitompul, Hizkia, Br Tumeang, Anita Louis
Abstract: Keberhasilan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil seperti Desa Wisata Huta Tinggi menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut tidak murni lahir begitu saja, melainkan dari sinergi antara agensi lokal dan intervensi eksternal… nal yang terkoordinasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran paradigma pembangunan nasional yang memprioritaskan desa sebagai subjek pembangunan (Desa SDGs) dan popularitas model Community-Based Tourism (CBT) sebagai strategi pengentasan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis faktor-faktor penentu keberhasilan pemberdayaan di Desa Huta Tinggi dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan lokal, baik secara ekonomi maupun sosial. Menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mensintesis berbagai sumber akademis dan laporan untuk membangun kerangka analisis yang komprehensif. Penelitian ini menemukan bahwa anatomi keberhasilan Desa Huta Tinggi ditopang oleh tiga pilar: (1) peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan terstruktur yang menghasilkan inovasi produk (misalnya, yogurt susu kerbau); (2) penguatan kelembagaan lokal melalui peran sentral Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak partisipasi; serta (3) kolaborasi multi-pihak yang efektif, yang mengintegrasikan dukungan top-down (pemerintah, swasta) dengan inisiatif bottom-up (masyarakat). Dampak dari pemberdayaan ini bersifat multidimensional, mencakup diversifikasi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru, serta revitalisasi budaya dan penguatan kohesi sosial. Disimpulkan bahwa Huta Tinggi memvalidasi model CBT hibrida yang efektif dan dapat direplikasi, di mana keberhasilan awal menjadi fondasi yang kokoh. Namun, keberlanjutan jangka panjangnya kini menghadapi tantangan fase konsolidasi menuju stagnasi, seperti keterbatasan infrastruktur dan tekanan lingkungan, yang menuntut pergeseran fokus dari membangun ke mengelola secara berkelanjutan.

MOTIVASI IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MELALUI KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN LEMBAH DAMAI KECAMATAN RUMBAI

Ezra Stevania Haria, Natasya Putri Sagita, Elly Nielwaty
Abstract: Ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi… tivasi ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui ketahanan pangan di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan tunggal, Ibu Hasna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam mengelola usaha peternakan ayam kampung sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, tingkat pendapatan, serta stabilitas ekonomi rumah tangga. Kondisi lingkungan fisik berupa pekarangan yang memadai serta dukungan sosial sekitar menjadi basis utama operasional usaha. Peningkatan pendapatan secara langsung berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, yang pada akhirnya menciptakan stabilitas ekonomi domestik yang kokoh menghadapi fluktuasi harga. Dengan demikian, pemanfaatan sektor informal berskala mikro ini efektif mendukung kesejahteraan keluarga.

OPTIMALISASI PEREMPUAN DALAM KETAHANAN PANGAN BERBASIS LINGKUNGAN

Aulia Azwita Wijaya, Mutiara Serly, Elly Nielwaty
Abstract: Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan dengan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perempuan memiliki peran penting sebagai… bagai pengelola pangan rumah tangga, pelaku usaha pertanian, serta agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis lingkungan melalui berbagai praktik pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan mengenai perempuan, ketahanan pangan, dan lingkungan. Analisis penelitian menggunakan Teori Optimalisasi (Siagian, 2014; Heizer et al., 2020) sebagai kerangka utama, dengan lima indikator yaitu efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan, yang dilengkapi oleh Teori Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment Theory) yang dikembangkan oleh Naila Kabeer (1999) sebagai teori pendukung. Teori pemberdayaan ini menekankan bahwa akses terhadap sumber daya, kemampuan mengambil keputusan, dan pencapaian kesejahteraan menjadi faktor pelengkap dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan berkontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan pekarangan pangan, diversifikasi konsumsi pangan keluarga, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal, sebagaimana tercermin dari pencapaian indikator efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan dalam Teori Optimalisasi. Namun demikian, optimalisasi peran perempuan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses terhadap lahan, modal, teknologi, dan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran perempuan yang didukung oleh pemberdayaan berbasis lingkungan merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

IMPLEMENTASI PROGRAM APARTEMEN IKAN SEBAGAI MODEL PEMBANGUNAN KELAUTAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Aiman Sabar Rezeky, Ghaitsa Zahira Sofa, Nurul Aulia, Naya Tsaqifah Fisabilillah
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya degradasi ekosistem laut di Provinsi Sulawesi Selatan akibat praktik penangkapan ikan yang ilegal sehingga berdampak pada menurunnya kualitas ekosistem laut serta kesejahteraan… teraan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Apartemen Ikan sebagai bagian dari kebijakan ekonomi biru dalam mendukung pemulihan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Apartemen Ikan di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki tujuan yang jelas dalam menciptakan habitat baru bagi ikan, mendukung konservasi laut, serta meningkatkan efisiensi aktivitas penangkapan ikan bagi nelayan kecil. Program ini juga menunjukkan potensi positif terhadap pemulihan ekosistem laut melalui pembentukan habitat buatan yang mulai dimanfaatkan biota laut sebagai tempat berkembang biak. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan regulasi, pengawasan, dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan program. Dengan demikian, penguatan regulasi, edukasi masyarakat, dan pengawasan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Apartemen Ikan secara ekologis dan ekonomis.

Hubungan Citra Diri Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang

Rinda Putri Wahyuni, Diana Arianti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak&#8230; pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja.  34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil penelitian  diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh  (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Fenomena Brain Drain di Kalangan Generasi Muda: Tantangan Cinta Tanah Air di Era Globalisasi

Aditama, Portia, Hanif Nahrufirdaus, Muhammad Maftuh Maulana, Damar Patria Mahardika, Hangestuti Wardani, Farhan Hamid
Abstract: Fenomena brain drain di era globalisasi menjadi isu penting bagi kalangan generasi muda Indonesia, terutama tertuju pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang memilih merintis karier dan menetap di luar negeri. Upaya&#8230; ya dari pemerintah berupa program beasiswa seperti LPDP merupakan bentuk investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kontribusi bagi pembangunan nasional. Namun, baru-baru ini munculnya tren seperti #KaburAjaDulu menunjukkan adanya krisis kepercayaan sebagian kalangan generasi muda terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan prospek karier di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana fenomena brain drain sebagai tantangan terhadap nilai cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda. Dengan metode pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan netnografi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa fenomena brain drain dipicu oleh faktor pendorong seperti keterbatasan lapangan kerja, fasilitas riset yang rendah, dan ketidakpastian karier, serta faktor daya tarik dari luar domestik berupa kesejahteraan, profesionalisme, dan peluang berkembang yang luas. Selain memunculkan pergeseran makna nasionalisme di kalangan generasi muda, fenomena ini berdampak pada berkurangnya potensi sumber daya manusia nasional sehingga diperlukan integrasi di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan penguatan nilai nasionalisme agar generasi muda tetap kompetitif secara global sekaligus berkomitmen penuh terhadap bangsa atau tanah air.

Analisis Penerapan Tahapan Manajemen Proyek dalam Pengelolaan Proyek Teras Cihampelas Kota Bandung

Regita Ayu Agustin, Fisca Putri Rahdiana, Najwa Mayang Dayatri, Muhammad Azka Rozan, Shidqi Abdilla, Yayan Nuryanto
Abstract: Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata&#8230; enata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang. Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang.

Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020-2024

Nur Aulia Saskia, Rosalina Kumalawati
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami hubungan pertumbuhan ekonomi dan kaitannya dengan ketimpangan pembangunan di Kalimantan Selatan. Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan indikator keberhasilan pembangunan,&#8230; gunan, namun belum tentu diikuti dengan pemerataan pada kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan ekonomi, mengukur ketimpangan pembangunan menggunakan Indeks Williamson, dan menguji hubungan keduanya melalui analisis korelasi Pearson. Data yang digunakan yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan Indeks Williamson periode 2020–2024. Hasil penelitian membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan bersifat fluktuatif dengan lonjakan tertinggi pada tahun 2022 sebesar 31,30 persen, sementara tahun lainnya relatif lebih rendah. Indeks Williamson memperlihatkan kecenderungan ketimpangan yang meningkat dari 0,38 pada 2020 menjadi 0,50 pada 2023, sebelum sedikit menurun ke 0,49 pada 2024. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai 0,20, yang menunjukkan hubungan lemah dan searah antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan pemerataan pembangunan, sehingga diperlukan strategi kebijakan yang dapat menekankan pemerataan distribusi pembangunan di seluruh daerah Kalimantan Selatan.