Search Articles & Publications

Showing 4015 articles found for "Dari"

Peran Lembaga Penjamin Mutu Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Mengajar Guru Di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor

Arif Hidayat, Musthafa Zahir, Mahmun Nurudin
Abstract: Peningkatan kualitas guru tidak hanya pada satu aspek saja, akan tetapi mencakup segala aspek yang berkaitan dalam proses pendidikan mulai dari masukan (input), proses dan keluaran (output). Salah satu tolak ukur peningkatan… atan tersebut ada pada perbaikan aspek manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah diterapkan dengan baik maka institusi apapun termasuk institusi pendidikan akan mampu menghasilkan kinerja dan hasil karya yang bermutu. Upaya peningkatan kualitas mengajar guru terus dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan pengembangan watak bangsa. Peningkatan kualiatas mengajar guru merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan SMP Darunnajah 2 Cipining, SMP Darunnajah 2 Cipining ini berada di tengah lingkungan masyarakat yang agamis dan lingkungan Pondok Pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, di mana penelitian dilakukan langsung melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Dari hasil penelitian yang di peroleh, Peran lembaga penjamin mutu dalam meningkatkan kualitas mengajar guru di SMP Darunnajah 2 Cipining sudah optimal dimulai dari Peran LPM dalam melaksanakan,Pemeriksaan administrasi guru,pengarahan pembuatan soal ujian, mengawasi kedisiplinan guru, membantu kurikulim dalam meningkatkan kualiatas guru. Spervisi guru, IHT, MGMP dan tahil guru mata pelajaran, dan adapun beberapa faktor pendukung dan penghambat lembaga penjamin mutu sebagai berikut: faktor pendukung, kepemimpinan yang komitmen, adanya sumber dana, pasilitas sarana prasarana, diberikan waktu yang luang adapun faktor penghambat, serba komunal Bersama sama, tidak linearnya jenjang Pendidikan yang di ampu LPM, kurangnya SDM.

Implementasi Program Bimbingan Belajar Membaca Pada Peserta Didik Disleksia Di MIS Hidayatul Mubtadi’in

Saparina, Susana, Yogi Saputra, Khairrina
Abstract: Membaca adalah modal dasar untuk memperoleh kapabilitas belajar dalam berbagai bidang. Dengan membaca seseorang akan mampu membuka cakrawala dunia, dan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai ilmu pengetahuan. Oleh… eh sebab itu, maka wajar jika orang tua merasa khawatir ketika anaknya mengalami kesulitan dalam membaca. Karena membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang, selain kemampuan menulis dan berhitung. Membaca, menulis dan berhitung adalah tiga aspek yang tidak bisa dipisahkan. Karena ketiga nya merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang bahkan dari semenjak usia dini, sebagai jembatan penghubung untuk mencapai ilmu lain yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1. Perencanaan Implementasi Bimbingan Belajar Membaca Di MIS. Hidayatul Mubtadi’in 2. Pengorganisasian Langkah-langkah implementasi program bimbingan membaca pada peserta didik disleksia di MIS. Hidayatul Mubtadi’in 3. Pelaksanaan kegiatan Implementasi Bimbingan Belajar Membaca Di MIS. Hidayatul Mubtadi’in. 4 Pengawasan dilakukan selama proses kegiatan berlangsung yaitu pengontrolan yang secara intens dan 5. evaluasi dilakukan setiap hari setelah selesai kegiatan, juga dilakukan rapat bulanan untuk membahas semua masalah yang ada di dalam pelaksanaan yang ada.

Analisis Stabilitas Lereng Dengan Bronjong, Sheet Pile, Pasangan Batu Dan Kantilever Menggunakan Software Plaxis Studi Kasus SMPN 1 Asera

Indra, Muh. Satria Pagala
Abstract: Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya… unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kelompok Investigasi Dalam Pembelajaran Menulis Teks Persuasif Pada Siswa Kelas VIII SMP

Kaerudin, Irfan Efendi, Mustami
Abstract: Penelitian ini berjudul penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pemebelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil… belajar peserta didik pada materi teks persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini adalah: adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP PUI Gegesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretes-postes control group design, dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagi kelas kontrol dengan jumlah 25 peserta didik dan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 26 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data tes. Data tersebut bahan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok. Berdasarkan data yang telah dianalisis, menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen VIII B menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok adalah 79,6 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol VIII A menggunakan model Think Pair Share adalah 72,3. Maka didapat t hitung = 3,380 dan t tabel = 1,677, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 3,380 > 1,677. dengan demikian berarti Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pembelajaran menulis teks persuasif pada kelas VIII B SMP PUI Gegesik. hasil observasi aktivitas menyimak, kerja sama, diskusi, tugas dan presentasi peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan kinerja yang baik. Kelas eksperimen memiliki kemampuan menyimak yang unggul, kerja sama yang efektif dalam diskusi dan tugas kelompok, serta antusiasme peserta didik untuk melakukan presentasi.

Analisis Isi Pesan-Pesan Dakwah  Dalam Film Merindu Cahaya De AmstelKarya Arumi Ekowati

Nur Utami Sy. A. Bunsiang, Dahlan Lama Bawa, Meisil B Wulur, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, pengamatan dan menonton secara berulang pada film yang akan dikaji. Mencari informasi terkait dengan masalah-masalah… alah penelitian baik dari buku, internet, jurnal, skripsi, artikel, film, dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Merindu Cahaya De Amstel diambil dari novel  karya Arumi Ekowati terinspirasi dari kisah nyata, mengisahkan seorang gadis Belanda yang memeluk agama Islam. Selain itu menyoroti kisah cinta Khadija dan Nico karena perbedaan agama, sehingga daya tarik film ini terletak pada pengambaran perjuangan cinta dan pesan toleransi. Alur cerita film Merindu Cahaya De Amstel mengisahkan perjalanan seorang gadis di Negeri Belanda bernama Marien Veenhoven yang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Khadija Veenhoven. Di sisi lain kisah Nico yang memilih memeluk agama Islam. Pesan-pesan dakwah yang terdapat dalam film Merindu Cahaya De Amstel ada tiga, yaitu pesan dakwah  aqidah di antaranya; Taubat, mempelajari Islam, merasa diawasi, dan percaya dengan ketentuan Allah Swt. Pesan dakwah syariah di antaranya; shalat, mengenakan jilbab dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis, dan pesan dakwah akhlak di antaranya; saling memafkan, taa’wun (saling tolong menolong), mengucap serta menjawab salam, dan tersenyum.

Pola Komunikasi Pembina Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

Wafiq Al-mujahidah bashrum, Wiwik Laela Mukromin, M.Zakaria Al-Anshori, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembina dalam membina hafalan qur’an santri, kemudian untuk mengetahui kondisi hafalan santri serta faktor pendukung dan penghambat… ghambat dalam membina hafalan qur’an santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlokasi di dusun Pa’rappungangta, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang berlangsung selama kurang lebih 1 di bulan desember 2023. Teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hafalan santri semakin berkembang. Saat ini rata-rata hafalan santri mencapai 10 juz keatas yang sebelumnya mereka hanya memiliki hafalan juz amma atau juz 30. Adapun pola komunikasi yang dilakukan pembina dalam membina hafalan Al-Qur’an yaitu komunikasi interpersonal, verbal dan non verbal, dimulai dari pendekatan persuasif yakni proses komunikasi yang dimana komunikator menyampaikan pesan verbal maupun non verbal kepada komunikan yang bersifat membujuk atau mengajak kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan. Adapun hambatan dalam membina hafalan santri meliputi kemampuan anak itu sendiri, penyampaian (interaksi), dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap visi dan misi pondok. Dan pendukungnya meliputi adanya dukungan dari pimpinan pondok, kerjasama antar pembina, metodologi dan lingkungan internal pondok yang mendukung. Sebagai seorang pembina mampu memahami kepribadian santri bahkan mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing santri dan kemudian diberikan bimbingan khusus bagi santri yang memiliki masalah dalam menghafal Al-Qur’an yang tidak dapat mereka selesaikan secara pribadi guna untuk mendapatkan jalan keluar/solusi, dengannya itu agar komunikasi dapat dibangun dengan lebih baik.

Implementasi Hidden Curriculum Tentang Nilai Kemandirian Di Madrasah Aliyah Darunnajah 2 Cipining Bogor

Adril Nizar, M. Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Hidden Curriculum adalah kurikulum tersembunyi. Tersembunyi berarti tidak dapat dilihat tetapi tidak hilang. Istilah hidden curriculum menunjuk kepada segala sesuatu yang dapat berpengaruh di dalam berlangsungnya pengajaran… ran dan pendidikan, yang mungkin meningkatkan atau mendorong atau bahkan melemahkan usaha pencapaian tujuan pendidikan. Salah satu nilai pendidikan yang ada pada hidden curriculum adalah nilai kemandirian. Yang dimana nilai kemandirian adalah suatu kemampuan dalam kehidupan untuk berkembang dengan standar tingkah laku untuk menjadi lebih baik. Metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pelaksanaan hidden curriculum tentang nilai kemandirian di MA Darunnajah 2 Cipining sudah cukup baik meliputi : Kegiatan Organisasi, Kegiatan Keagamaan, Kegiatan Pramuka, Kegiatan Ekstrakurikuler dan Pengembangan Diri. Dari hasil penelitian ini penulis merekomendasikan bahwa lembaga pendidikan MA Darunnajah Cipining agar lebih memperhatikan peningkatan pendidikan nilai karakter siswa.

Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar

Muhammad Suhufi, Abbas Baco Miro, Muhammad Syahruddin, Muhammad Yasin
Abstract: Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Dibimbing oleh Abbas Baco Miro dan Muhammad Syahruddin. Penelitian ini bertujuan untuk… mengetahu bagaimana Strategi Komunikasi munikasi dakwah yang diterapkan oleh Pengurus Lazismu dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat berzakat khusus Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar . Kemudian untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program - program telah di rancang . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Kantor Lazismu, kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 2 bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Strategi dakwah yang dilaksanakan oleh lazismu adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menubaikan zakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keutamaan dan kewajiban mengeluarkan zakat, mendorong pastisipasi warga Muhammadiyah untuk mengsosialisasikan LAZISMU di kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, menjalin kerja sama Bersama pemerintah daerah untuk menfasilitasi aparat pemerintah untuk mengeluarkan infak,zakat, dan sedekahnya kepada LAZISMU. 2). Adapun faktor pendukung LAZISMU dalam mensosialiasikan zakat adalah : 1. Warga Muhammadiyah menyalurkan zakatnya di LAZISMU. 2. Memiliki eksekutif yang loyalitas terhadap LAZISMU. 3. Memiliki pemuda-pemuda Muhammadiyah yang siap diajak untuk kerjasama. 4. Dukungan pemerintah. 5. Struktrur lazismu yang efektif. 6. Dukungan dari amal-amal Muhammadiyah yang ada di makassar, seperti : perguruan tinggi, sekolah-sekolah, masjid Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat di LAZISMU. 3). Faktor penghambat LAZISMU dalam mensosialisasikan zakat ; 1. Minimnya pelatihan-pelatihan yang LAZISMU berikan kepada relawan yang diberdayakan dalam pengelolaan zakat. 2. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan kepada LAZISMU kepada warga-warga Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat dan infaknnya. 3. Maraknya lembaga-lembaga zakat yang sejenis dengan LAZISMU yang memiliki basis komunitas dan basis masyarakat yang lebih loyal. 4. Kuragnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingya/keutamaan Infak,Zakat, dan Shadakah. 5. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam menjalankan program kerja yang dtetapkan oleh pimpinan LAZISMU.

Pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor

Lilin Aida Nihaya, Nur Rocmat, Muhammad Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan… an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.

Dampak Aktivitas Pariwisata Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Herawati, Dahlan Lama Bawa, Meisil B. Wulur, Muhammad Yasin
Abstract: Hasil penelitian ini memperoleh temuan: 1)Aktivitas pariwisata yang ada dikelurahan malino ada dua yaitu  wisata alam yang terdiri dari 4 destinasi yaitu agama, sejarah, alam dan buatan dan wisata belanja yang meliputi belanja… belanja sayuran, makanan dan minuman, buah-buahan. 2)Dampak yang ditimbulkan aktivitas pariwisata perilaku keagamaan masyarakat di kelurahan Malino terbagi dua: dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya a)Kesempatan para tokoh agama dan masyarakat mendakwahkan Islam ke pariwisatawan yang datang ke Malino. b)Meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan: a)Maraknya wisatawan yang datang tanpa memahami aspek-aspek keagamaan dan peribadatan yang ada di Malino. b)Berkembangnya paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan akidah Islam. c)Bergesernya nilai-nilai Islam ke nilai-nilai materialistik akibat perkembangan ekonomi yang lebih pesat daripada pendidikan keagamaan. d)Masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam misalnya cara berpakaian dan cara berperilaku. Dengan demikian Tokoh Agama membentuk kesadaran dan tindakan umat terkait dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata. Selain itu memahami dan mengelola dampak-dampak negatif tersebut agar aktivitas pariwisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan dan budaya Kelurahan  Malino.