Abstract:This study aims to determine the significant relationship between Christian Religious Education and the Formation of Spirituality of VIII-grade Students at SMP Negeri 1 Pulau-Pulau Batu, South Nias, Academic Year 2022/2023.…
23. The population in this study were all VIII-grade students at SMP Negeri 1 Pulau-Pulau Batu, totaling 25 people, because the population was small, namely only 25 people, the entire population became the research sample, namely 25 people. This study used a quantitative method with SMART PLS software data processing. The method of collecting data as a result of the study was a questionnaire using a Likert scale with 4 answer options. The results of the study in measuring validity where the outer loading results of all indicators were > 0.7, this indicates that all indicators of variables X and Y can represent the latern variable (construct). Likewise, reliability where CA, RO, CR, > 0.7 and AVE > 0.5, shows that all indicators are reliable, so this result can be continued with hypothesis testing which shows that there is a relationship between Christian Religious Education and the Formation of Student Spirituality with T. statistic > T. table, namely 2.109 > 1.96 and p. value 0.035 > 0.05. The conclusion of this study shows that there is a relationship between Christian Religious Education and the Formation of Student Spirituality. (X) with Spiritual Formation (Y) but not significant.
Abstract:Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya myofascial trigger point yang menimbulkan nyeri lokal maupun nyeri alih, kekakuan otot, serta keterbatasan fungsi gerak.…
erak. Kondisi ini banyak terjadi pada populasi usia dewasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas kerja. Berbagai intervensi fisioterapi telah digunakan untuk menangani MPS, di antaranya Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) dan manual therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IASTM dan manual therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed pada rentang tahun 2017–2024. Artikel yang dipilih merupakan penelitian dengan desain randomized controlled trial dan quasi-experimental yang mengevaluasi parameter nyeri menggunakan instrumen seperti Visual Analog Scale (VAS), Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Pressure Pain Threshold (PPT), dan Neck Disability Index (NDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa baik IASTM maupun manual therapy mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal pada pasien MPS. IASTM juga menunjukkan peningkatan ambang nyeri tekan dan peningkatan range of motion pada beberapa penelitian. Secara keseluruhan, kedua intervensi tersebut dapat direkomendasikan sebagai pendekatan fisioterapi berbasis evidence-based practice dalam penanganan Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa.
Abstract:Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dalam minum obat untuk mencegah kekambuhan. Namun, fenomena yang sering terjadi di lapangan adalah rendahnya tingkat…
kat kepatuhan pasien skizofrenia dalam menjalani terapi farmakologis. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga. Keluarga sebagai support system utama berperan penting dalam proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Pengumpulan data dilakukan selama 11 hari yaitu tanggal 14 Juli- 24 Juli 2025. Populasi penelitian ini sebanyak 234 dengan sampel sebanyak 70 pasien Skizofrenia yang menjalani pengobatan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Instrument Kepatuhan Minum Obat yang digunakan adalah kuisoner Morisky Medication Adherene Scale (MMAS-8) dan instrument Dukungan Keluarga. Analisa dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 65,7% responden kurang patuh dalam minum obat dan 52,9% memiliki keluarga kurang mendukung. Uji Bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat (p-value=0,002). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Diharapkan perawat jiwa di Puskesmas dapat memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya patuhan minum obat kepada keluarga pasien skizofrenia.
Abstract:Lansia memiliki risiko jatuh yang tinggi akibat penurunan fungsi keseimbangan dan kekuatan otot postural. Pada Puskesmas Andalas, sekitar 60% lansia tergolong berisiko jatuh sedang hingga tinggi berdasarkan skor Berg Balance…
ance Scale (BBS). Latihan Tandem Walking Exercise (TWE) merupakan metode yang dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TWE dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dari Maret-Agustus 2025 dengan pengambilan data antara 26 Mei-21 Juni 2025. Populasi penelitian ini mencankup seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Sampel yang diambil sebanyak 17 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi TWE dilakukan selama 4 minggu (3 sesi/minggu, 10 menit/sesi), dengan resiko jatuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata resiko jatuh sebelum di lakukan tandem walking exercise pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas yaitu 24.88 dan rata-rata resiko jatuh sesudah di lakukan tandem walking exercise pada lansia yaitu 50.41 dengan selisih 23.59 serta adanya pengaruh signifikan dari latihan tandem walking exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia, dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini ada Pengaruh Dari Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas untuk menerapkan TWE sebagai intervensi keperawatan guna meningkatkan keseimbangan lansia dan mencegah jatuh pada lansia.
Abstract:Stunting pada balita merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan penanganan segera melalui deteksi dini yang akurat. CNN (Convolutional Neural Network) merupakan metode yang akurat, efektif dan…
tepat sasaran dalam memberikan hasil yang akurat dan presisi. Implementasi metode CNN dapat mengklasifikasikan status stunting pada balita berdasarkan parameter antropometri dan karakteristik kesehatan. Dataset yang digunakan terdiri dari 6.500 sampel data balita dengan 8 variabel meliputi jenis kelamin, usia, berat lahir, panjang lahir, berat badan, panjang badan, riwayat ASI eksklusif, dan status stunting. Metodologi yang digunakan melibatkan serangkaian tahapan preprocessing data termasuk standardisasi fitur menggunakan StandardScaler, pemisahan data training (80%) dan testing (20%), serta penggunaan arsitektur CNN yang terdiri dari layer konvolusi 1D dengan 32 filter, max pooling, dan dense layer. Model dilatih menggunakan optimizer Adam dengan fungsi loss categorical crossentropy selama 10 epoch dan batch size 32. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan berbagai metrik termasuk accuracy, precision, recall, dan F1-score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN yang dikembangkan mencapai performa yang sangat baik dengan akurasi 90%, precision 89%, recall 92%, dan F1-score 91%. Analisis confusion matrix mengkonfirmasi kemampuan model dalam mengklasifikasikan kedua kelas yaitu pada stunting dan non-stunting secara seimbang. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi CNN efektif dalam mengidentifikasi status stunting pada balita dan berpotensi menjadi alat bantu yang berharga dalam screening stunting di fasilitas kesehatan.
Abstract:Pendahuluan : Pintu masuk utama bagi masyarakat yang mencari pelayanan darurat adalah rumah sakit. Ruang Gawat Darurat (UGD) merupakan bagian di dalam rumah sakit yang menangani triase pasien. Saat ini, sejumlah rumah sakit…
kit menggunakan teknik Australian Triage Scale (ATS). Keakuratan pelayanan bergantung pada kemampuan triase perawat, karena mereka harus mampu menggunakan teknik berpikir kritis untuk mengambil keputusan yang cepat dan akurat mengenai perawatan pasien.
Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana literasi kesehatan, triase yang akurat, dan efektivitas perawatan pasien di unit gawat darurat RS Prikasih saling berkaitan.
Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain pendekatan korelasional cross-sectional sebagai metodologi penelitian. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel lengkap, populasi dan sampel penelitian berjumlah 36 perawat IGD yang bekerja di RS Prikasih. Dalam penelitian ini, observasi dijadikan sebagai metode utama pengumpulan data. Uji statistik chi-square digunakan dalam prosedur analisis data univariat dan bivariat.
Temuan : Temuan penelitian ini menggambarkan literasi kesehatan, akurasi triase yang terutama adalah literasi rendah sebesar 72,2%, dan keberhasilan pengobatan pasien yang sebagian besar tidak berhasil sebesar 55,6%. Hal ini juga menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan, khususnya triase, dengan keberhasilan pengobatan pasien gawat darurat di RS Prikasih pada tahun 2023 (p < 0,05), yaitu 0,01. Ringkasnya, terdapat korelasi yang kuat antara literasi kesehatan
Abstract:Mahasiswa semester akhir merupakan mahasiswa yang berada di tahap pembuatan skripsi atau tugas akhir dan harus mengerjakan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana, saat poses pembuatan skripsi…
ripsi terdapat banyak kendala yang dilalui mahasiwa yakni masalah internal maupun masalah eksternal yang muncul salah satunya adalah kecemasan dan stres yang menyebabkan pola makan tidak teratur. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dan stress terhadap pola makan mahasiswa keperawatan tingkat akhir di universitas widya Nusantara palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Rating Scale For Anxiety), PSS-10 (Preceived Stress Scale) dan kuesioner Emotional Eating. Hasil penelitian yaitu tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0.009, sedangkan tingkat stres diperoleh nilai p=0.002 nilai p kurang dari nilai a=0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian yaitu adanya Hubungan Tingat Kecemasan Dan Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas Widya Nusantara. Saran bagi Universitas Widya Nusantara agar dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa akhir dalam mengatasi kecemasan dan stres.
Abstract:Dalam era yang dipenuhi dengan tekanan sosial, kesejahteraan mental remaja menjadi semakin penting untuk dipahami dan ditangani dengan serius. Dukungan sosial yang diterima oleh remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam…
memengaruhi tingkat depresi yang mereka alami. Kurangnya dukungan sosial dapat membuat remaja merasa terisolasi dan rentan terhadap depresi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 188 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner Student Social Support Scale (SSSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur tingkat depresi remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 101 remaja (53,7%) memiliki dukungan sosial berkategori sedang, 76 remaja (40,4%) memiliki dukungan sosial tinggi, dan terdapat 11 remaja (5,9%) yang memiliki dukungan sosial rendah. Sedangkan untuk tingkat depresi, menunjukkan bahwa sebanyak 109 remaja (58%) tidak mengalami depresi, 32 remaja (17,0%) mengalami depresi ringan, 29 remaja (15,4%) mengalami depresi sedang, dan 18 remaja (9,6%) mengalami depresi berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).
Abstract:Ginjal merupakan organ vital yang berperan mengatur keseimbangan cairan, asam basa, metabolisme serta mengeluarkan toksin (sisa metabolisme) dari tubuh. Jika terjadi kerusakan pada ginjal dapat menyebabkan terjadinya penyakit…
yakit ginjal kronik yang mengakibatkan fungsi ginjal menurun sehingga ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit, metabolisme dan terjadi uremia. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi kasus pada satu pasien. Pertama kali dilakukan pengukuran rasa haus dengan menggunakan skala Visual Analogue Scale (VAS) for Assessment of Thirst Intensity. Kemudian diberikan permen karet sebelum dan saat melakukan hemodialisa (HD), lalu dilakukan pengukuran kembali setelah diberikan permen karet untuk menilai keefektifan intervensi. Hasil menunjukan dengan dilakukannya intervensi mengunyah permen karet, tingkat haus pasien menurun dari skala 7 menjadi skala 3 selama 3 hari pemberian intervensi. Mengunyah permen mampu mengurangi rasa haus pada pasien yang sedang melakukan pembatasan cairan.
Abstract:Latar Belakang : Nyeri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa nyeri dapat menjadi peringatan terhadap adanya ancaman yang bersifat aktual maupun potensial, namun nyeri bersifat subyektif…
tif dan sangat individual. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Tujuan: Memberikan terapi untuk menurunkan tingkat nyeri dan tekanan darah pada keluarga dengan tahap pelepasan dewasa pada Ibu A. Metode: Studi kasus dilakukan dengan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut dengan rancangan one group pretest-postest. Hasil: setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif selama 3 hari berurut-turut pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) didapakan hasil keluhan nyeri menurun dengan skala 7 (skala sedang) menjadi 0 (tidak nyeri). Setelah dilakukan terapi pemberian jus semangka selama 5 hari berturut-turut didapatkan hasil dari 158/100 mmHg menjadi 125/78 mmHg. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dan terapi pemerian jus semangka dapat menurunkan nyeri dan tekanan darah.