Abstract:Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble…
determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.
Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.
Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.
Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan Pencurian.
Abstract:Abstract: PT. Mitra Zetta Ugraha Lestari is a company engaged in the contractor and developer sector. Company goal to create quality housing with high quality and use value that gives satisfaction to consumers. This study…
y uses the weighted product method. Some of the factors used as measurement tools are density in the population area, land heigh, distance between main roads, distance from shopping centers and market, distance betwen education or school place. The programming language used in this study are visual basic net 2010 and mysql data base
Keywords: Decision support system, weighted product method, housing.
Abstrak: PT. Mitra Zetta Ugraha Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang Kontraktor dan Developer. Tujuan perusahaan Mewujudkan perumahan yang berkualitas dan memiliki nilai jualiyang tinggi serta nilai pakaiiyang memberikan kepuasan pada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode weighted product. Beberapa faktor yang menjadi alat ukur adalah kepadatanidi area penduduk, ketinggihanitanah, jarak antara jalaniutama, ijarak dengan sentral perbelanjaan/pasar, ijarak antara tempat pendidikan disekolah. Bahasa pemograman yang digunakan pada penelitian ini yaitu Visual Basic NET (VB.NET) 2010 dan MYSQL.
Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, metode weighted product, perumahan.
Abstract:Abstrak: Digital reports are technology-based reporting systems that function to record, process, and present information on students’ learning progress in a structured and real-time manner. This study aims to analyze the…
the implementation of digital reports in improving the quality of educational services at the Bright Education tutoring institution in Kisaran. The method used is a descriptive approach by examining the utilization of digital systems in the students’ academic reporting process. The results of the study indicate that the use of digital reports is able to enhance transparency, administrative efficiency, and learning effectiveness. Through this system, data such as attendance, practice scores, evaluation results, and students’ learning progress can be well documented and accessed by various parties, including administrators, tutors, students, and parents. The implementation of the program at Bright Education Tutoring Institution has shown positive results and provided a significant impact on improving the quality of educational services. After the implementation of mentoring programs and the utilization of digital reports, the institution experienced improvements in academic data management, learning administration, and monitoring of student development in a more effective and structured manner. The activities carried out at Bright Education Tutoring Institution have successfully supported the transformation of educational administration toward a more modern, effective, and efficient system, thereby improving the quality of educational services within the tutoring environment. The activities carried out at Bright Education Tutoring successfully supported the transformation of educational administration into a more modern, effective, and efficient system through the implementation of digital reports. This innovation improved service quality, transparency, and students’ learning outcomes sustainably.
Kata kunci: tutoring institution; digital report; information System
Abstract: Digital report merupakan sistem pelaporan berbasis teknologi yang berfungsi untuk merekam, mengolah, dan menyajikan informasi perkembangan belajar siswa secara terstruktur dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digital report dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan pada lembaga bimbingan belajar Bright Education Kisaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mengkaji pemanfaatan sistem digital dalam proses pelaporan akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital report mampu meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, serta efektivitas pembelajaran. Melalui sistem ini, data seperti kehadiran, nilai latihan, hasil evaluasi, dan progres pemahaman siswa dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh berbagai pihak, termasuk pengelola, tutor, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education menunjukkan hasil yang positif dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. Setelah diterapkannya program pendampingan dan pemanfaatan digital report, mitra mengalami peningkatan dalam pengelolaan data akademik, administrasi pembelajaran, serta monitoring perkembangan siswa secara lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education berhasil mendukung transformasi administrasi pendidikan menjadi lebih modern, efektif, dan efisien melalui penerapan digital report. Inovasi ini meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan hasil belajar siswa secara berkelanjutan.
Keywords: bimbingan belajar; rapor digital; sistem informasi
Abstract:Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production and/or function. The prevalence of DM in Indonesia continues to rise, posing a significant…
nt public health concern, particularly due to its complications such as peripheral neuropathy, which may lead to diabetic foot ulcers. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge and preventive practices through an educational and participatory approach focusing on diabetic foot care and screening. A total of 21 participants enrolled in the Prolanis program at St. Carolus Paseban Primary Clinic were involved in this activity. Data analysis showed that most participants were male (52.4%), aged 65–74 years (57.1%), and had a duration of DM of less than 4 years (57.1%). The majority had no history of foot ulcers (81%) and did not perform regular physical exercise (57.1%). The results of diabetic foot screening indicated that most participants were categorized as very low risk (57.1%). Based on these findings, recommendations and follow-up actions were provided according to the screening protocol. It is expected that participants will be able to regularly monitor their blood glucose levels and implement appropriate foot care practices to prevent the occurrence of diabetic foot ulcers
Keywords: Diabetes Mellitus; health education; foot screening
Abstrak : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini semakin meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan salah satu komplikasi serius yaitu neuropati perifer yang menyebabkan timbulnya ulkus diabetes pada kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan pasien DM dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Adapun tindakan yang dilakukan adalah pemberian edukasi kesehatan terkait perawatan kaki dan pemeriksaan atau skrining kaki DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien yang tergabung dalam Prolanis di Klinik Pratama St. Carolus Paseban sejumlah 21 peserta. Hasil analisis data pada kegiatan tersebut adalah mayoritas peserta laki laki (52,4 %), berusia 65 s.d 74 thn (57,1)dengan lama sakit DM adalah kurang dari 4 tahun (57,1 %). Selain itu mayoritas peserta tidak memiliki riwayat luka pada kaki (81%) dan tidak melakukan olahraga (57,1 %). Dari hasil skrining kaki DM yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah yaitu sejumlah 57,1 %. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman peserta Prolanis yang meningkat tentang cara perawatan kaki dan pencegahan ulkus kaki diabetic. Selain itu juga terjadinya perubahan perilaku peserta Prolanis untuk melakukan pemantauan gula darah dan skrining ulang ke klinik pratama sebagai upaya pemeliharaan kesehatan.
Kata Kunci: diabetes Mellitus; edukasi kesehatan; skrining kaki
Abstract:Abstract: Nagari Simpang, Pasaman Regency, is an agrarian area where maize is the main commodity, cultivated using conventional practices that rely heavily on hybrid seeds and inorganic fertilizers. In the long term, this…
s pattern leads to increased production costs, declining soil fertility, and low added value of agricultural products. In addition, suboptimal household waste management contributes to environmental pollution. This community service program aimed to revitalize a sustainable maize farming system through the integration of composite maize seeds and organic waste processing technology. The program was conducted from July to November 2025, involving approximately 30 farmers. The methods included an initial survey, program socialization, training on organic fertilizer production, establishment of a composite maize demonstration plot, and evaluation using pre-test and post-test. Data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed an increase in participants’ understanding of composite maize seeds and improved skills in producing organic fertilizer. Higher post-test scores (3-4,2) compared to pre-test (1-2) indicate the effectiveness of the training and mentoring approaches. Additionally, there was an increase in community awareness regarding the utilization of organic waste. This program contributed to enhancing farmers’ capacity and independence and serves as an initial step toward developing a sustainable agriculture system based on local resources.
Keywords: composite maize; household waste; community empowerment; sustainable agriculture; organic fertilizer
Abstrak: Nagari Simpang, Kabupaten Pasaman merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama jagung yang dikelola secara konvensional dan bergantung pada benih hibrida serta pupuk anorganik. Pola ini dalam jangka panjang menyebabkan peningkatan biaya produksi, penurunan kesuburan tanah, serta rendahnya nilai tambah hasil pertanian. Selain itu, pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal berdampak pada pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merevitalisasi sistem pertanian jagung berkelanjutan melalui integrasi benih jagung komposit dan teknologi pengolahan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan selama Juli–November 2025 dengan melibatkan ±30 petani. Metode meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik, pembuatan demplot jagung komposit, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terkait benih jagung komposit serta peningkatan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik. Skor post-test yang lebih tinggi (3-4,2) dibandingkan pre-test (1-2) menunjukkan efektivitas metode pelatihan dan pendampingan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat terhadap pemanfaatan sampah organik. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani serta menjadi langkah awal pengembangan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
Kata kunci: jagung komposit; limbah rumah tangga; pemberdayaan masyarakat; pertanian berkelanjutan; pupuk organik
Abstract:Abstract: The training on database design and implementation for vocational high school students at LKP Pelita Media aims to enhance students’ understanding of fundamental database concepts as well as their ability to design…
design and implement databases through a library application case study. The main problem addressed is the limited competence of students in structured database design, including data requirement analysis, Entity Relationship Diagram (ERD) development, normalization, and the lack of practical experience in using MySQL and applying it to real-world cases. The method employed consists of integrated theory- and practice-based training through interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The activities were conducted in four stages: introduction to database concepts, ERD design and normalization, SQL implementation (CRUD and JOIN), and integration with a simple web application. The results indicate that participants gained improved understanding and skills in designing and implementing databases, aligned with current developments in information technology, particularly in the context of a library application case study.
Keywords: database; ERD; MySQL; normalization; training
Abstrak: Pelatihan perancangan dan implementasi database bagi siswa SMK di LKP Pelita Media bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dasar basis data serta kemampuan merancang dan mengimplementasikan database pada studi kasus aplikasi perpustakaan. Permasalahan utama adalah terbatasnya kompetensi siswa dalam perancangan database secara terstruktur, meliputi analisis kebutuhan data, pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi, serta kurangnya pengalaman praktik menggunakan MySQL hingga implementasi pada kasus nyata. Metode yang digunakan berupa pelatihan berbasis teori dan praktik terintegrasi melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu pengenalan konsep basis data, perancangan ERD dan normalisasi, implementasi SQL (CRUD dan JOIN), serta integrasi dengan aplikasi web sederhana. Hasil menunjukkan peserta memiliki pemahaman dan keterampilan perancangan serta implementasi database yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi khususnya pada studi kasus aplikasi perpustakaan.
Kata kunci: database; ERD; MySQL; normalisasi; pelatihan
Abstract:Abstract: Tax literacy among Indonesian youth remains relatively low and has not yet become an integral component of formal learning at the senior and vocational high school levels. National data indicate that financial…
literacy stands at 49.68%, while specific understanding of taxation among young people is reported to be lower than that of the productive-age population. In addition, tax return compliance among individuals under 25 years old remains limited, reflecting weak early tax awareness and tax morale. In Magelang, high school students as future taxpayers generally lack access to contextual and practice-oriented tax education. This community engagement program aims to enhance tax literacy, awareness, and basic understanding of taxation among senior and vocational high school students through a structured and participatory educational approach. The methods included interactive lectures, contextual discussions, daily tax case studies, and simple tax calculation simulations, supported by pre- and post-tests to measure learning outcomes. The results demonstrate a significant improvement in students’ tax literacy scores and attitudes toward future compliance. The program also produced a tax literacy module and initiated student tax awareness groups in partner schools. Early tax education is therefore effective in strengthening youth tax morale and supporting sustainable national development.
Keywords: community engagement; magelang; tax awareness; tax literacy; youth education
Abstrak: Literasi pajak di kalangan generasi muda Indonesia masih tergolong rendah dan belum menjadi bagian utama dalam pembelajaran formal di tingkat SMA/SMK. Data nasional menunjukkan tingkat literasi keuangan sebesar 49,68%, sementara pemahaman spesifik mengenai perpajakan pada kelompok usia muda lebih rendah dibandingkan kelompok usia produktif. Selain itu, tingkat kepatuhan pelaporan SPT pada wajib pajak berusia di bawah 25 tahun masih terbatas, yang mencerminkan lemahnya kesadaran dan moral pajak sejak dini. Di wilayah Magelang, siswa SMA/SMK sebagai calon wajib pajak masa depan umumnya belum memperoleh edukasi pajak yang kontekstual dan berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran, dan pemahaman dasar perpajakan melalui pendekatan edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kontekstual, studi kasus perpajakan sehari-hari, serta simulasi perhitungan pajak sederhana yang didukung pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan skor literasi pajak dan sikap kepatuhan siswa. Program ini juga menghasilkan modul literasi pajak dan pembentukan kelompok siswa sadar pajak di sekolah mitra. Edukasi pajak sejak dini terbukti efektif dalam memperkuat moral pajak generasi muda dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Kata kunci: edukasi generasi muda; kesadaran pajak; literasi pajak; magelang; pengabdian kepada masyarakat
Abstract:Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of…
of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes.
Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku
Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in local economic development; however, the utilization of digital technology among MSMEs is often limited to basic promotion and is rarely supported…
ported by structured data management. This community service program is a continuation of previous assistance and aims to strengthen the capacity of UMKM Bubut Kayu Karya in Kisaran Timur through education on Local SEO strategies and cloud-based customer data management. The program employed a participatory education and training approach, including Google Business Profile optimization, customer data recording and analysis using Google Sheets, and basic digital security awareness. The results indicate improvements in the partner’s understanding and skills in managing location-based business visibility, utilizing customer data for marketing decision-making, and protecting digital business assets. This community service offers an innovative contribution in the form of a low-cost, context-based, and continuation-oriented empowerment model that integrates location-based digital marketing and simple data utilization. The proposed model is recommended to be replicated for MSMEs with similar characteristics to support gradual and sustainable digital transformation.
Keywords: local SEO; customer data management; cloud-based systems; digital literacy; MSMEs
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi lokal, namun pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM masih cenderung terbatas pada promosi sederhana dan belum didukung oleh pengelolaan data yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan sebelumnya dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM Bubut Kayu Karya di Kisaran Timur melalui edukasi strategi Local SEO dan pengelolaan data pelanggan berbasis cloud. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi optimalisasi Google Business Profile, pencatatan dan analisis data pelanggan menggunakan Google Sheets, serta peningkatan kesadaran keamanan digital dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola visibilitas usaha berbasis lokasi, memanfaatkan data pelanggan sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran, serta melindungi aset digital usaha. Keunikan kegiatan pengabdian ini terletak pada pendekatan lanjutan yang berbiaya rendah, kontekstual, dan berorientasi keberlanjutan dengan mengintegrasikan strategi pemasaran berbasis lokasi dan literasi data sederhana. Model pengabdian ini direkomendasikan untuk direplikasi pada UMKM dengan karakteristik serupa sebagai upaya penguatan daya saing usaha berbasis literasi digital.
Kata kunci: local SEO; pengelolaan data pelanggan; cloud computing; literasi digital; UMKM
Abstract:Abstract: Effective, transparent, and accountable village economic management is an important aspect in supporting rural development and community welfare. However, there are still limitations in the understanding of village…
lage officials regarding the use of information technology literacy in village economic management. This condition results in suboptimal management of economic data, activity documentation, and information dissemination to the community. This community service activity aims to enhance the understanding and awareness of Silo Baru Village officials regarding village economic management based on information technology literacy. The method used was community education through participatory socialization and counseling activities. The results indicate an improvement in the understanding of village officials regarding the importance of digital literacy as a supporting tool for planning, managing, and reporting village economic activities, as well as for promoting transparency and accountability in village economic governance. This activity provides an initial contribution to strengthening the capacity of village officials and supporting sustainable economic development in Silo Baru Village.
Keywords: community service; digital literacy; economic management; village apparatus
Abstrak: Pengelolaan ekonomi desa yang efektif, transparan, dan akuntabel merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, masih terdapat permasalahan berupa keterbatasan pemahaman perangkat desa terhadap pemanfaatan literasi teknologi informasi dalam pengelolaan ekonomi desa. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan data ekonomi, dokumentasi kegiatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat Desa Silo Baru mengenai pengelolaan ekonomi desa berbasis literasi teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang bersifat partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa mengenai pentingnya literasi digital sebagai sarana pendukung perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan ekonomi desa, serta sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola ekonomi desa. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam mendukung penguatan kapasitas perangkat desa dan mendorong pembangunan ekonomi Desa Silo Baru yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata kunci: ekonomi desa; literasi digital; pengelolaan ekonomi; perangkat desa