Abstract:Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman yang benar mengenai penularan dan pencegahan. Meskipun informasi…
masi tentang HIV/AIDS sudah banyak tersedia, kesenjangan antara pengetahuan dan sikap pencegahan pada remaja masih sering ditemukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 91 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif. Namun, masih ditemukan beberapa responden dengan pemahaman yang kurang pada aspek jalur penularan dan upaya pencegahan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif.
Abstract:Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian…
enelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.
Abstract:Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. Wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan merupakan salah satu daerah…
aerah dengan kerentanan gizi balita yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola konsumsi keluarga, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi gizi yang dinilai efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan budaya makan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Intervensi berupa pemberian PMT berbasis pangan lokal dilakukan selama 60 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata berat badan dan skor Z BB/U balita setelah intervensi PMT (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan direkomendasikan sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat di wilayah perkotaan.
Abstract:Pendahuluan: Medication error merupakan salah satu insiden keselamatan pasien yang paling sering terjadi dan berdampak signifikan pada kualitas layanan, lama perawatan, serta kepuasan pasien. Salah satu faktor yang paling…
g menentukan dalam pencegahannya adalah kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prinsip pemberian obat benar. Scoping review ini menelaah bukti ilmiah mengenai pengaruh kepatuhan tersebut dengan membandingkan konteks pelayanan di DIY dan Sulawesi Selatan. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, BMC, ScienceDirect, dan Google Scholar melalui pendekatan PRISMA. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa meskipun tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang baik, kepatuhan praktik masih rendah terutama pada verifikasi pasien dan dokumentasi. Kesimpulan: Kesalahan paling sering terjadi pada tahap prescribing, transcribing, dispensing, dan administration, dipicu oleh beban kerja tinggi, komunikasi yang tidak efektif, serta sistem informasi obat yang belum optimal. Kepatuhan terhadap prinsip benar obat terbukti menurunkan medication error dan meningkatkan keselamatan pasien, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penguatan sistem, supervisi, dan budaya keselamatan.
Abstract:Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Namun, tingkat kepatuhan siswa sekolah dasar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui…
hui pengaruh edukasi kesehatan melalui media digital (video animasi edukatif) terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 80 siswa kelas IV–V, masing-masing 40 siswa untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, lembar observasi perilaku, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah intervensi (p = 0,000) serta peningkatan perilaku CTPS (p = 0,001). Dibandingkan kelompok kontrol, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan lebih besar (p < 0,05). Kesimpulannya, edukasi kesehatan menggunakan media digital efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Disarankan sekolah menerapkan media digital sebagai bagian dari program PHBS.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Perbaungan. Sampel sebanyak 30 siswa usia 15-18 tahun, dengan metode survei menggunakan instrumen…
n DASS-21 dan kuesioner durasi penggunaan media sosial. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stres (r=0,65), kecemasan (r=0,70), dan depresi (r=0,58). Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan penggunaan media sosial dan intervensi kesehatan mental pada remaja.
Abstract:Digitalisasi wakaf melalui inovasi teknologi berbasis aplikasi merupakan terobosan penting dalam pengembangan keuangan sosial Islam dan peningkatan literasi keuangan syariah masyarakat di era industri 4.0. Penelitian ini…
bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran, mekanisme, peluang, serta tantangan pemanfaatan aplikasi wakaf digital dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap keuangan syariah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini mengkaji platform aplikasi wakaf digital yang bermitra dengan lembaga keuangan syariah dan nazhir tersertifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi nonpartisipan terhadap antarmuka aplikasi, serta studi pustaka terhadap regulasi dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi wakaf digital berfungsi ganda sebagai alat transaksi sekaligus kanal edukasi interaktif. Fitur-fitur seperti modul singkat, simulasi keuangan, dan laporan akuntabilitas real-time berhasil menurunkan hambatan psikologis, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas basis wakif di kalangan generasi muda yang akrab teknologi. Lebih lanjut, inovasi ini mentransformasi paradigma tradisional wakaf dari aset fisik skala besar menjadi wakaf uang mikro yang fleksibel. Meskipun demikian, tantangan signifikan masih dihadapi, meliputi regulasi yang belum sepenuhnya akomodatif terhadap fintech wakaf, isu keamanan data, kesenjangan infrastruktur digital di pedesaan, serta rendahnya kompetensi teknologi sebagian nazhir. Oleh karena itu, optimalisasi wakaf digital memerlukan sinergi kuat antara regulator, Badan Wakaf Indonesia, dan pengembang fintech untuk membangun ekosistem yang aman, patuh syariah, dan user-friendly.
Abstract:Pengelolaan risiko likuiditas merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas perbankan syariah, khususnya dalam mengelola ketidaksesuaian jatuh tempo antara aset dan liabilitas. Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank…
k syariah terbesar di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan struktur jatuh tempo pembiayaan dan sumber pendanaan agar kondisi likuiditas tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mismatch jatuh tempo aset dan liabilitas terhadap risiko likuiditas Bank Syariah Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan BSI. Analisis dilakukan melalui pengukuran maturity gap, statistik deskriptif, serta pengujian statistik untuk mengetahui hubungan antara mismatch jatuh tempo dengan kondisi likuiditas yang diproksikan menggunakan Financing to Deposit Ratio (FDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mismatch jatuh tempo memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko likuiditas, yang ditunjukkan melalui hubungan negatif yang kuat antara maturity gap dan FDR. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan struktur jatuh tempo aset dan liabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan likuiditas bank. Oleh karena itu, penerapan strategi manajemen aset dan liabilitas yang efektif diperlukan untuk meminimalkan risiko likuiditas serta menjaga stabilitas operasional perbankan syariah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap perlindungan data pribadi dalam penggunaan aplikasi digital. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah dalam…
alam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran awal mengenai pentingnya privasi digital, namun belum diikuti oleh perilaku yang konsisten dalam menjaga keamanan data pribadi. Ditemukan adanya fenomena privacy paradox, yaitu ketidaksesuaian antara sikap dan tindakan dalam melindungi privasi. Selain itu, rendahnya kebiasaan membaca kebijakan privasi, keterbatasan literasi keamanan digital, serta tingginya kepercayaan terhadap platform digital turut mempengaruhi perilaku mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, edukasi keamanan data, serta penguatan regulasi dan transparansi dari penyedia layanan digital agar penggunaan teknologi menjadi lebih aman dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini mengkaji fenomena kejahatan siber berbasis social engineering (rekayasa sosial) yang menargetkan pengguna platform pembayaran digital di Indonesia. Di tengah penguatan sistem keamanan teknologi, aspek manusia…
sia tetap menjadi titik lemah yang sering dieksploitasi oleh pelaku kejahatan melalui manipulasi psikologis. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur, yang menganalisis berbagai pola modus penipuan seperti phishing, vishing, dan impersonation yang marak terjadi melalui media sosial dan aplikai pesan singkat. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rendahnya literasi keamanan data mengakibatkan pengguna dengan mudah memberikan informasi sensitif seperti kode OTP dan PIN kepada pelaku. Penelitian ini merumuskan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh penyedia layanan dan pengguna untuk meminimalisir risiko kerugian finansial akibat manipulasi siber.