Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen terhadap produk Mie Gacoan serta menentukan prioritas pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan…
nerjemahkan kebutuhan pelanggan (Voice of Customer) menjadi karakteristik teknis yang dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan produk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan meliputi rasa bumbu yang khas, kualitas bahan baku, kebersihan tempat, dan desain kemasan yang menarik serta ramah lingkungan. Melalui analisis House of Quality (HoQ), diperoleh lima atribut teknis dengan bobot prioritas tertinggi, yaitu kualitas bahan baku (23%), jenis wadah saji (13%), komposisi bumbu (11%), ukuran porsi (11%), dan komposisi bahan (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk Mie Gacoan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas bahan, formulasi bumbu, serta inovasi desain kemasan agar mampu memenuhi sekitar 68% kebutuhan konsumen yang telah teridentifikasi. Penerapan metode QFD terbukti efektif dalam membantu UMKM kuliner melakukan inovasi produk yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan daya saing pasar
Abstract:Perkembangan pendidikan menuntut sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan karier siswa. Layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam…
lam membantu siswa mengenali potensi diri, memahami lingkungan sosial, serta mengambil keputusan tepat bagi masa depan, namun pemanfaatannya di MAN 2 Karawang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa layanan BK di MAN 2 Karawang dilaksanakan melalui bimbingan kelompok, konseling individu, dan kegiatan kolaboratif antar guru. Guru BK berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan keterbukaan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap perbedaan, membentuk karakter positif, dan mendukung perencanaan karier. Implementasi layanan BK berkontribusi nyata terhadap pengembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan karier siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan kompetensi guru dan sarana pendukung agar layanan lebih optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan,…
, peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan…
endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.
Abstract:Me time, atau waktu untuk diri sendiri, sering dianggap remeh oleh beberapa orang. Bahkan, ada yang mengira menghabiskan waktu sendiri adalah tanda kesepian atau tidak punya teman. Padahal, me time justru menjadi momen penting…
enting untuk recharge energi, merenung, dan mengenal diri lebih dalam. Mengingat me time sangat penting bagi seseorang, maka artikel ini berupaya menelaah secara mendalam tentang praktek me time dari seorang pemuda berkepribadian introvert yang bernama Emanuel Omedetho Jermias. Permasalahan pokok yang hendak diungkan ialah bagaiaman cara Emanuel Omedetho Jermias melakukan me time. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif. Jenisnya ialah life story sehingga data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara secara mendalam kepada subjek penelitian dan dilengkapi dengan melakukan pengamatan terhadap buku-buku yang dimilikinya sebagai sarana utama ketika melakukan me time. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan konsep dan teori yang berkaitan dengan kepribadian. Selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk narasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa me time dilakukan oleh Emanuel Omedetho Jermias, hampir setiap malam sekitar satu jam, setelah bercengkerama dengan Oma (Grand Mother). Adapun kegiatan yang dilakukan saat me time malam ialah membaca dan membersihkan rumah. Sementara me time siang hari dilakukan dengan cara berderma kepada orang papa.
Abstract:Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal.…
ptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran…
pelajaran 2025/2026 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran 2025/2026
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk Peningkatan Kemampuan siswa Dalam Memahami Cerita Mahabarata Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan…
ngkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi memahami cerita Mahabarata
Kata kunci : model pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar.
Abstract:Laptop sebagai perangkat utama dalam aktivitas akademik maupun pekerjaan modern sangat bergantung pada efisiensi konsumsi energi. Permasalahan yang sering muncul adalah baterai cepat habis dan suhu laptop yang meningkat…
drastis saat digunakan, terutama ketika melakukan pengisian daya melalui adaptor. Ketidakstabilan arus daya dan rendahnya efisiensi konversi energi pada adaptor dapat mempercepat degradasi baterai sekaligus meningkatkan temperatur perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi arus daya adaptor terhadap daya tahan baterai dan suhu operasional laptop. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau artikel ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi adaptor dipengaruhi oleh kualitas komponen internal, stabilitas tegangan output, serta desain rangkaian konversi AC-DC. Efisiensi yang rendah tidak hanya mengurangi waktu pakai baterai, tetapi juga menimbulkan panas berlebih akibat rugi daya (power losses). Dengan demikian, pemilihan adaptor yang tepat dan berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan baterai serta mengurangi risiko overheating pada laptop.
Abstract:Analisis semiotika dalam lagu Rex Orange County yang berjudul “Happiness” ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik pada lirik lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi,…
enotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif interpretif dan cara berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen yang menelusuri berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi kata “Happiness” dalam lirik lagu ini diartikan sebagai kebahagiaan, rasa senang, dan gembira, sedangkan makna konotasinya mengarah pada hubungan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih, di mana pihak laki-laki memiliki banyak harapan yang ingin diwujudkan di masa depan bersama pasangannya agar pasangannya dapat terus bahagia. Analisis keseluruhan mengungkapkan mitos bahwa harapan merupakan hal yang dapat menguatkan sebuah hubungan, dan penulis menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang salah selama tidak bersifat memaksa dan bertujuan untuk membahagiakan. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi visual dan budaya konsumsi dengan menunjukkan bagaimana simbol-simbol dalam musik populer membentuk pemaknaan kolektif tentang cinta, harapan, dan kebahagiaan sekaligus merefleksikan konstruksi budaya yang berkembang di masyarakat kontemporer