Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Pada Remaja di RW O1 Galur-Jakarta Pusat

Pasaribu, Jesika, Lisum, Kristina, Aini, Jeni Nur
Abstract: Mental health for adolescents is important to recognize and improve adolescents' psychological well-being and resilience. Adolescents with good mental health have adaptive abilities to manage feelings and deal with the challenges… hallenges of daily life. The results of the initial study in student-managed families found that the majority of families expressed adolescents' vulnerability to mental health problems due to the impact of technological advances. Providing health education is expected to increase adolescents' self-recognition and increase knowledge to improve mental health. The community service method begins with the problem collection stage in the fostered area and continues with providing health education on the characteristics of adolescents/Gen Z and the importance of maintaining mental health at a young age. The results of filling out the questionnaire showed that the majority of adolescents, 73.68%, were in the moderate Psycho-logical Well-Being category and 52.63% were in the moderate Psychological Distress category. It is expected that adolescents can increase self-awareness and improve mental health in overcoming problems in everyday life. Keywords: adolescents; gen Z; mental health   Abstrak: Kesehatan mental untuk remaja penting untuk mengenali dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan remaja. Remaja dengan kesehatan mental yang baik memiliki kemampuan adaptif untuk mengelola perasaan dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Hasil studi awal pada keluarga kelolaan mahasiswa, ditemukan mayoritas keluarga mengutarakan kerentanan remaja pada masalah kesehatan mental akibat dampak kemajuan teknologi. Pemberian edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengenalan diri remaja dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kesehatan mental. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan tahap pengumpulan masalah pada wilayah binaan dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan mengenai karakteristik remaja/Gen Z dan pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia muda. Hasil pengisian kuesioner diketahui bahwa mayoritas remaja, sebesar 73.68% berada pada kategori Psychological Well-Being tingkat sedang dan 52.63% berada pada tingkat Psychological Distress kategori sedang. Diharapkan remaja dapat meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kesehatan mental dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci:  remaja; gen Z; kesehatan mental

Pendampingan Umkm Arifin Snack Pati Dalam Pembuatan SPP-IRT

Firdaus, Firdaus, Jumai, A.M, Sitti Nurrahmah, Wa Ode, Roby Jatmiko, M., Sulistiyaningsih, Sri, Proborini, Ellen, Effendi, Meizar
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the local economy but often face challenges in legality and product standardization. One of the essential requirements for food-related MSMEs is the Home… e Industry Food Production Certificate (SPP-IRT) as a guarantee of food safety. This community service activity aims to assist Arifin Snack MSME in Pati in obtaining the SPP-IRT certification to comply with applicable regulations. The methods used include socialization, administrative assistance, and guidance in fulfilling technical requirements and laboratory testing. The results indicate that Arifin Snack MSME successfully understood the licensing procedures and met the requirements set by the relevant authorities, enabling them to obtain the SPP-IRT. With this certification, it is expected that Arifin Snack MSME can enhance consumer trust and expand its market reach.   Keywords:  assistance; business legality; food safety; MSME; SPP-IRT    Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun seringkali menghadapi kendala dalam legalitas dan standarisasi produk. Salah satu persyaratan penting bagi UMKM makanan adalah Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bentuk jaminan keamanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Arifin Snack di Pati dalam proses pembuatan SPP-IRT agar dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pendampingan administrasi, serta asistensi dalam pemenuhan persyaratan teknis dan uji laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM Arifin Snack berhasil memahami prosedur perizinan serta memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dinas terkait, sehingga dapat memperoleh SPP-IRT. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan UMKM Arifin Snack dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Kata kunci:  keamanan pangan; legalitas usaha; pendampingan; SPP-IRT; UMKM  

Pelatihan Manajemen Keuangan Dalam Meningkatkan Daya Saing Serta Keberlanjutan Bisnis UMKM di Desa Burai

Purnamasari, Endah Dewi, Aziatul, Reny, Asharie, Asmawati
Abstract: Abstract: Burai Village in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, has significant potential in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, particularly in the creative industry, culinary arts, and handicrafts. However,… wever, MSMEs in this village face various challenges, especially in financial management, such as unstructured bookkeeping, low financial literacy, and limited access to formal capital. This community service program aims to enhance MSME actors’ understanding of the importance of sound financial management and the use of technology in managing their finances. The program was implemented in three stages: preparation (survey and material development), implementation (socialization and training), and evaluation to ensure participants' understanding and application of financial management practices. The training results showed a significant improvement in MSME actors' knowledge of financial recording, separation of personal and business finances, and the use of digital tools such as Sepran accounting apps and e-wallets. MSME actors also began preparing more structured financial reports to facilitate access to funding. This program successfully improved the competitiveness and sustainability of MSMEs in Burai Village. Keywords: financial management; UMKM; digital technology   Abstrak: Desa Burai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi besar dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan. Namun, UMKM di desa ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan yang tidak terstruktur, rendahnya literasi keuangan, serta kesulitan dalam mengakses permodalan formal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya manajemen keuangan yang baik dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan mereka. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survey dan penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan), serta evaluasi  untuk memastikan pemahaman dan implementasi pengelolaan keuangan oleh pelaku UMKM di Desa Burai Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi akuntansi sepran dan e-wallet. Pelaku UMKM juga mulai mempersiapkan laporan keuangan yang lebih terstruktur untuk mempermudah akses modal. Program ini berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis UMKM di Desa Burai. Kata kunci: manajemen keuangan; UMKM; teknologi digital

Transformasi Digital Dalam Pembukuan: Pelatihan Akuntansi Dengan Teknologi Modern

Andriani, Juwita, Wahyuningsih, Adityas, Indani, Farinza Tiara, Sulistyowati, Andita, Mufatichien, Hilmawan Arief
Abstract: The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia plays a crucial role in the economy; however, many of them face challenges in managing their finances efficiently. One solution offered is financial… cial digitalization through the application of modern accounting technology, which can improve the accuracy and efficiency of financial record-keeping. This study aims to explore the impact of bookkeeping and accounting training with technology on UMKM in Sendangtirto Village, Berbah, Sleman. The methods used include identifying technology, interactive training, and evaluation and feedback to assess the effectiveness of the technology used. The training results show that the adoption of technology can accelerate financial management processes and improve the competitiveness of UMKM. The training had a significant positive impact, as seen from the data showing that the participants' answer accuracy level reached 81%, with an average completion time of 2.03 minutes, not only in technical aspects but also in enhancing understanding of the importance of accounting and more professional financial management. Thus, UMKM become more prepared to face the challenges of the digital economy and strengthen the sustainability of their businesses. Keywords: digital transformation; bookkeeping; accounting; modern technology; training   Abstrak: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan secara efisien. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah digitalisasi keuangan melalui penerapan teknologi akuntansi modern, yang dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pelatihan pembukuan dan akuntansi dengan teknologi pada UMKM di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, SlemanMetode yang digunakan meliputi identifikasi teknologi, pelatihan interaktif, serta evaluasi dan umpan balik untuk menilai efektivitas penggunaan teknologi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa adopsi teknologi dapat mempercepat proses pengelolaan keuangan dan meningkatkan daya saing UMKM. Pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan dilihat dari data tingkat akurasi jawaban peserta mencapai 81% dengan rata-rata waktu penyelesaian 2,03 menit jadi tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya akuntansi dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional. Dengan demikian, UMKM menjadi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: transformasi digital; pembukuan; akuntansi; teknologi modern; pelatihan

Counseling and Training to Improve The Level of Dental and Oral Health in Junior High School Taman Siswa Belawan Medan

Manja, Cek Dara, Nasution, Rini Octavia, Kartika, Dewi, Sitanggang, Maria NH
Abstract: SMP Taman Siswa Belawan Medan, North Sumatra, faces significant dental and oral health issues, particularly among students who suffer from cavities and periodontal problems. Additionally, anxiety about dental visits and… radiographic examinations further complicates efforts to improve oral health. This community service program aims to enhance knowledge and skills related to oral health through counseling, proper tooth-brushing training, and intra-oral radiographic examinations. The program was conducted in two phases: the first phase involved counseling and training, while the second phase focused on evaluation. The evaluation results indicated a significant increase in knowledge. In the pre-test, 28% of students had good knowledge, 56.67% had sufficient knowledge, and 15.33% had poor knowledge; following the intervention, 60% had good knowledge, 30.67% had sufficient knowledge, and 9.33% had poor knowledge. For teachers, the pre-test showed 52.94% with good knowledge, 47.06% with sufficient knowledge, and 0% with poor knowledge, which increased to 100% with good knowledge in the post-test. This program was effective in raising awareness and knowledge about oral hygiene, cavity prevention, and the importance of dental check-ups, which ultimately contributed to reducing the prevalence of dental problems among students and teachers, thereby improving overall oral health. Keywords: Counseling, Dental and Oral Health, Training    Abstrak: SMP Taman Siswa Belawan Medan, Sumatera Utara, menghadapi masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama di kalangan siswa, yang banyak menderita gigi berlubang dan gangguan jaringan periodontal. Selain itu, kecemasan terhadap kunjungan ke dokter gigi dan pemeriksaan radiografi juga menjadi hambatan dalam upaya perbaikan kesehatan gigi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi melalui penyuluhan, pelatihan cara menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan radiografi intra-oral. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama berupa penyuluhan dan pelatihan, sedangkan tahap kedua adalah evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 28% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 56.67% cukup, dan 15.33% kurang; sedangkan pada post-test, 60% memiliki pengetahuan baik, 30.67% cukup, dan 9.33% kurang. Pada guru, hasil pretest menunjukkan 52.94% memiliki pengetahuan baik, 47.06% cukup, dan 0% kurang, yang meningkat menjadi 100% pada post-test. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut, pencegahan gigi berlubang, serta pentingnya pemeriksaan gigi, yang pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi masalah gigi di kalangan siswa dan guru serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.   Kata kunci: Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyuluhan, Pelatihan

Bijak Menyikapi Aplikasi Pinjaman Tanpa Agunan Bagi Ibu-Ibu Darmawanita Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan

Irawati, Novica, Siagian, Yessica, Sinaga, Hommy Dorthy Ellyany, Syah, Arridha Zikra
Abstract: Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage… e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future. Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students   Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa.  Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan. Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi  

Meningkatkan Keterampilan Keuangan Pribadi Melalui Pelatihan Keuangan Sederhana Pada Siswa SMK Negeri 1 Kisaran

Astuti, Bela, Nurhasanah, Nurhasanah, Julianda, Nirda, Salina, Ella, Sinaga, Nursani Sahuri
Abstract: Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage… e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future. Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students   Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa.  Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan. Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi

Peningkatan Kualitas Transformasi Digital Pariwisata Lombok Melalui Implementasi Tiket Elektronik Menuju Pariwisata Cerdas

husain, husain, Chani Saputri, Dian Syafitri, Taufik, Muhammad, Alfiansyah, Muhamad Wisnu, Susilowati, Dyah
Abstract: Sustainable and technology-based tourism development is a necessity to face the digital era. This community service activity aims to support digital transformation in the Lombok tourism sector through the implementation… of electronic tickets, as a step towards smart tourism. The implementation of electronic tickets is designed to improve operational efficiency, tourist comfort, and facilitate the management of tourist destinations. By utilizing information and communication technology (ICT), this system is expected to reduce queues at tourist locations, speed up the tourist entry process, and provide real-time data that is useful for destination managers. This activity involves training for tourism managers in Lombok, as well as the implementation of an electronic ticket system at Bangsal Port which leads to the 3 Gili tourist destinations, namely Gili Trawangan, Gili Medno and Gili Air, where ticket sales have so far been manual and managed by the Karya Bahari Bangsal sea transportation cooperative. The results of this program show an increase in the quality of tourism services and management efficiency, while encouraging the use of technology in the promotion and management of tourism data. With the success of this program, it is hoped that Lombok, especially the 3 Gili tourist area, can become a pioneer in the implementation of smart tourism in Indonesia, increasing its competitiveness as a modern and technology-friendly global tourist destination. Keywords: smart tourism; electronic ticketing; digital transformation; lombok   Abstrak: Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis teknologi menjadi sebuah kebutuhan untuk menghadapi era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di sektor pariwisata Lombok melalui implementasi tiket elektronik, sebagai langkah menuju pariwisata cerdas (smart tourism). Implementasi tiket elektronik dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kenyamanan wisatawan, serta mempermudah pengelolaan destinasi wisata. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrian di lokasi wisata, mempercepat proses masuk wisatawan, serta memberikan data real-time yang bermanfaat bagi pengelola destinasi. Tahapan pertama yang akan dilakukan dalam PKM ini melakukan identifikasi masalah, merumuskan masalah, menetapkan tujuan, pengumpulan data, pembuatan e-tiket, membangun sistem dan ujicoba, promosi melalui media sosial, pelatihan hingga sistem di implementasikan oleh mitra. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pelayanan wisata dan efisiensi pengelolaan, sekaligus mendorong penggunaan teknologi dalam promosi dan manajemen data pariwisata. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Lombok khususnya wisata 3 gili dapat menjadi pionir dalam penerapan pariwisata cerdas di Indonesia, meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata global yang modern dan ramah teknologi. Kata kunci: pariwisata cerdas; tiket elektronik; transformasi digital; lombok  

Pendampingan Kelompok Masyarakat Difabel Melalui Penerapan Teknologi Akuaponik di Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur

Killa, Yonce Melyanus, Nugrohowardhani, Rambu R.L.K.R., Sudarma, I Made Adi, Hami, Evan Haru, Maramba, Marsel U. L. A., Cristensen, Jeri
Abstract: The disabled community group that is part of the PAHDIS organization in Waingapu City faces obstacles in accessing formal education and skills training due to a lack of physical accessibility and inadequate support from… educational institutions. This activity aims to improve skills to support economic independence and increase the empowerment of target partner communities through mentoring in implementing aquaponic fish and vegetable cultivation technology. The methods used in this PKM are socialization regarding what aquaponic technology is, training in making aquaponic technology, application of aquaponic technology, mentoring. The results of this service show that the members can understand aquaponic technology. In addition, members can also learn new lessons about aquaponic technology.    Keywords: aquaponics; disabled; skills; economic independence   Abstrak: Kelompok masyarakat difabel yang tergabung dalam organisasi PAHDIS di Kota Waingapu menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan formal dan pelatihan keterampilan, baik karena kurangnya aksesibilitas fisik maupun kurangnya dukungan yang memadai dari institusi pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan keterampilan untuk mendukung kemandirian ekonomi dan meningkatkan pemberdayaan komunitas mitra sasaran. Metode yang digunakan dalam pkm ini adalah sosialisasi terkait apa itu teknologi akuaponik, pelatihan pembuatan teknologi akuaponik, penerapan teknologi akuaponik, pendampingan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa para anggota mampu memahami terkait teknologi akuaponik. Selain itu para anggota juga dapat pelajaran baru mengenai teknologi akuaponik. Kata kunci: akuaponik; difabel; ketrampilan; kemandirian ekonomi  

Product Catalog Creation as Visual Identity for Woro Srikandi Batik Pacitan

Achmad, Zainal Abidin, Arifianto, Pungky Febi
Abstract: Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped… d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art. Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding   Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.          Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital