Search Articles & Publications

Showing 274 articles found for "Personal"

Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang

Anggia Flosty Amarha, Sari Indah Kesuma, Conny Oktizulvia
Abstract: Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya&#8230; a personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.

Influencer Dan Kapital Perhatian: Tinjauan Literatur Mengenai Keterlihatan Digital Dan Budaya Fleksing

Heni Kumalasari, Noor Akhmad, I Putu Sriartha, Wayan Mudana, I Made Pageh
Abstract: Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas digital, menjadikan perhatian publik sebagai komoditas bernilai tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara influencer, ekonomi perhatian,&#8230; hatian, digital visibility, dan budaya flexing dalam membentuk performativitas diri di platform digital. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif dan tematik dari 53 artikel tahun 2016 hingga 2025. Proses analisis meliputi identifikasi artikel melalui basis data internasional, seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi, serta sintesis tematik untuk menyoroti tema dominan, kerangka teori, dan metode penelitian yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan tren peningkatan publikasi sejak tahun 2020, dengan distribusi disiplin ilmu sebagai berikut: 62% komunikasi, 15% sosiologi, 13% psikologi, dan 10% ekonomi digital. Sebagian besar penelitian berasal dari konteks Barat (70%), sedangkan 30% meneliti konteks Global South. Temuan tematik menegaskan bahwa influencer berperan sebagai produsen visibilitas digital; keterlihatan tersebut memunculkan perhatian publik yang dikonversi menjadi nilai ekonomi dan sosial melalui strategi flexing. Fenomena ini menimbulkan ketegangan antara otentisitas diri, ekspektasi sosial, dan logika algoritma, membentuk ekosistem baru dalam kapitalisme digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa digital visibility berfungsi sebagai modal sosial dan simbolik yang mempengaruhi status, peluang ekonomi, dan identitas digital individu. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memahami performativitas digital dan memberikan panduan praktis bagi influencer dan praktisi media sosial dalam manajemen konten, branding personal, serta pengelolaan ekspektasi audiens. Studi ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai konteks lintas budaya, authenticity paradox, dan dinamika algoritmik.

Fairclough’s Three Dimensions Critical Discourse Analysis of Malcolm X’s Speech at Oxford Union Debate

Diandra Parta Wisnu Dewangga, Suhartawan Budianto, Kusuma Wijaya
Abstract: In discourse, speech is not only considered as a linguistic phenomenon but also as a means to maintain or change power relations in society. One of the clearest examples of the use of speech in discourse to change social&#8230; change occurred in The Black Civil Rights Movement from 1955 to 1968 in the United States. Based on the interest in studying Malcolm X's speech further, the thesis writer decided to analyze Malcolm X's speech at the Oxford Union Debate using Fairclough's Critical Discourse Analysis framework with a qualitative method that will focus on linguistic issues as part of social and humanitarian issues. The results of this study showed deconstruction result of Malcolm X's speech text by analyzing various linguistic features from the dimensions of text practice (including positive and negative lexical items, key terms of ideology and belief, modality, and rhetorical devices), discursive practice (including intertextuality and shared knowledge), and sociocultural (including formality and personal pronouns), then continued with a discussion of the relationship between discourse, power, and ideology and the role of Malcolm X's speech in the historical context at that time. It can be concluded that Malcolm X's speech highlights his advocacy for revolutionary justice and self-defense for oppressed black people. He also challenged the power structures of his time, opposing segregation and exposing the hypocrisy of the American and Western governments with white supremacy and colonialism behind the mask of democracy.

Perceptions Of Indonesian University Of Education Academics On Corruption And Integrity Of Citizenship

Alya Zahra Rahma Putri, Aurevia Videlya Devanata, Fathimah Zahrah Lazmi, Salwa Rasyidah Muthmaina, Syawaliah, Dadi Mulyadi Nugraha
Abstract: This study observes university students' perspectives on corruption and civic integrity in Indonesia through a survey of 24 active students. The survey covered aspects such as awareness of corruption, the importance of personal&#8230; ersonal integrity, and the role of students in combating corruption. The majority of respondents acknowledge the importance of integrity in daily life, demonstrate a fair understanding of corruption issues, and recognize a significant role for students in anti-corruption efforts. However, skepticism exists regarding the effectiveness of Indonesia's legal system in addressing corruption. The findings underscore the need for enhanced education on the dangers of corruption, the reinforcement of integrity values, and a call for more transparent and rigorous law enforcement.

Class VII Members’ Actions Of Thankfulness And Gratitude In The Legend Of Heroes Trail Of Cold Steel Video Game

Akmal Dafa Hizbullah, Kusuma Wijaya, Rommel Utungga Pasopati
Abstract: This study explores the concept of gratitude, specifically focusing on the Action of Thankfulness expressed by Class VII members in The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel video game. Using the Find-Remind-Bind theory&#8230; by Sara B. Algoe, the study identifies expressions of gratitude that reinforce social bonds among characters. The qualitative analysis of in-game dialogues and interactions reveals that thankfulness manifests in various forms, such as verbal appreciation, acknowledgment of contributions, and reinforcement of interpersonal relationships. This study highlights how gratitude influences character development and strengthens emotional connections within the narrative. In conclusion, this research contributes to the study of digital drama and psychology of literature in video game by showing how psychological elements, especially action of thankfulness, can be analyzed through interactive narratives.

Pengaruh Kompetensi Personal Religius Guru Agama Terhadap Akhlak Siswa Di SMP Negeri 1 Tinggi Raja

Mhd Ihsan, Indra Ramadona Harahap
Abstract: Karakteristik keperibadian  yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas  kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan&#8230; pakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha untuk memperbaiki anak didik untuk melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih baik untuk membangun kemandirian bagi kehidupannya. Perubahan tersebut adalah pembentukna jati diri dalam kehidupan anak, melalui bimbingan dan pengarahan yang sifatnya kontinyu agar terbentuk akhlak yang baik dalam setiap perilakunya, baik pendidikan agama dari orang tua dalam lingkungan keluarga maupun didikan guru dalam lingkungan sekolah serta masyarakat dimana ia hidup.Kita sering menemukan di sekolah anak-anak yang suka berkelahi, merokok, menjahili kawannya, tidak hadir ke sekolah, serta tindakan-tindakan negatif lainnya. Hal ini merupakan kerja keras yang harus difikirkan bagi seorang guru dalam melakukan pembinaan moral terhadap anak-anak tersebut. Untuk itu setiap guru harus memiliki strategi-strategi yang tepat dalam mengajak dan memberikan pemahaman kepada anak didiknya untuk mau berbuat baik di setiap aktivitas yang dikerjakannya.

Peran Kejujuran Dalam Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih Dan Transparan: Studi Kasus Di Kabupaten Bengkayang

Fransiska Ria, Lili Lerian Sari, Sonia Dara Fortunata, Kusnanto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kejujuran dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan, dengan fokus pada studi kasus di Kabupaten Bengkayang. Kejujuran dianggap sebagai salah satu nilai penting&#8230; nting yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan publik dan pengelolaan pemerintahan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi terkait kebijakan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kejujuran dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan di Kabupaten Bengkayang. Meskipun ada upaya transparansi anggaran, praktik korupsi dan nepotisme masih terjadi karena pengawasan yang lemah dan hubungan personal yang memengaruhi aliran dana. Masyarakat mengakui perbaikan, tetapi tantangan besar tetap ada. Pemerintah Kabupaten Bengkayang meraih capaian positif dalam kinerja pelayanan publik, namun masih perlu meningkatkan transparansi dan pengawasan untuk mencapai pemerintahan yang sepenuhnya bersih dan akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, dibutuhkan komitmen dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat, serta penguatan mekanisme kontrol dan pengawasan.

Pengelompokan Pengguna Media Sosial Berdasarkan Pola Interaksi Menggunakan K-Means

Muhamad Ilhan Mansiz, Zaehol Fatah
Abstract: Mengelompokkan pengguna media sosial berdasarkan pola interaksi dengan menggunakan metode K-Means Clustering. Dalam era digital saat ini, memahami perilaku pengguna media sosial menjadi sangat penting bagi platform digital&#8230; al untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna. Dengan mengidentifikasi interaksi pengguna, platform dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini mencakup atribut-atribut seperti BounceRates dan ExitRates untuk mencerminkan tingkat ketertarikan awal dan durasi interaksi pengguna, serta atribut Month, Region, VisitorType, dan Weekend untuk menangkap faktor temporal, geografis, dan perilaku kunjungan. Data tersebut diolah melalui proses normalisasi dan pengkodean untuk memastikan kompatibilitas dalam analisis K-Means. Hasil clustering menunjukkan adanya dua kelompok utama pengguna media sosial dengan karakteristik interaksi yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari pengguna dengan keterlibatan awal yang tinggi dan interaksi yang lebih lama, sedangkan kelompok kedua cenderung memiliki minat awal yang rendah dan durasi interaksi yang singkat. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengelola platform media sosial untuk mengembangkan strategi yang lebih personalisasi dalam meningkatkan pengalaman pengguna, baik melalui konten yang lebih relevan maupun pendekatan pemasaran yang terarah. Dengan adanya pengelompokan ini, diharapkan platform media sosial dapat meningkatkan efektivitas interaksi pengguna dan memperkuat loyalitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan platform secara keseluruhan.

Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal Ayah Dan Anak Dalam Film “Mencuri Raden Saleh”

Darmawati, Nursyakbani Putri
Abstract: Penelitian ini menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam interaksi komunikasi antara karakter Piko dan Ayah pada adegan film “Mencuri Raden Saleh”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Semiotika&#8230; ri Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, makna denotasi ditampilkan melalui dialog eksplisit yang mencerminkan kekhawatiran kedua tokoh. Makna konotasi menyoroti dimensi emosional, seperti keintiman, ketegangan, dan pengkhianatan, yang disampaikan melalui gestur dan ekspresi wajah. Sementara itu, makna mitos merepresentasikan nilai budaya yang diterima secara luas, seperti norma sosial yang menentang kecurangan, larangan kehamilan di luar nikah, serta keyakinan bahwa kekuasaan dapat menyelesaikan masalah kompleks. Temuan ini mengungkapkan dinamika hubungan ayah-anak yang penuh kompleksitas dan memperlihatkan bagaimana nilai budaya memengaruhi interaksi mereka.

Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dan Anak Dalam Membangun Minat Belajar Di Jalan Muslimin Kota Pekanbaru

Darmawati, Farhat Pasya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam membangun minat belajar di Jalan Muslimin, Kota Pekanbaru. Komunikasi interpersonal merupakan salah satu faktor penting dalam&#8230; am perkembangan minat belajar anak, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku belajar di rumah maupun di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada beberapa orang tua dan anak di wilayah tersebut, serta observasi langsung terhadap interaksi yang terjadi di lingkungan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, dukungan emosional, serta pemberian motivasi dari orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap minat belajar anak. Orang tua yang aktif memberikan perhatian dan berbicara dengan cara yang positif dapat meningkatkan rasa percaya diri dan minat anak dalam belajar. Sebaliknya, komunikasi yang terbatas dan kurang mendalam dapat menyebabkan anak merasa kurang termotivasi. Penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak untuk mendukung pengembangan minat belajar anak yang lebih baik. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan peran orang tua dalam pendidikan anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.