Abstract:Abstract: The problem that occurs in rice producers is the lack of knowledge about the importance of branding, and the sales system is still conventional. The purpose of the community service program activities through the…
he application of appropriate technology (PTTG) is to help rice producers in terms of developing their business so that they can develop more and increase their income. The effective steps that have been carried out by the community service team are starting with analyzing the situation in the field directly, then the results are used as a reference for community service. The method used is the application of appropriate technology (PTTG) in which the procedures are carried out through direct practice. Regarding this method, several steps are taken, namely carrying out initial observations at the location, then carrying out the preparation of activity plans, outreach and implementation of activities, and evaluation during the activity. The results obtained from this service are 1) There is an increase in knowledge related to the packaging design procedures for tjiawi ramos rice products 2) There is an increase related to product attributes that have been made 3) There is an increase in knowledge related to good branding procedures for rice and ramos businesses.
Keywords: Packaging Design; PKM; Setra Ramos Tjiawi
Abstrak: Permasalahan yang terjadinya pada produsen beras adalah rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya branding, dan sistem penjualan yang masih konvensial. Tujuan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui penerapam teknologi tepat guna (PTTG) ini ialah untuk membantu produsen beras dalam hal pengembangan usahanya agar lebih berkembang dan adanya peningkatan pendapatan. Langkah efektif yang sudah dijalankan oleh tim pengabdian ialah diawali dengan menganalisis situasi dilapangan secara langsung kemudian hasilnya dijadikan sebagai acuan pengabdian. Metode yang digunakan ialah penerapan teknologi tepat guna (PTTG) yang tata caranya dilakukan melalui praktik secara langsung. Terkait metode ini maka beberapa langkah yang dilakukan ialah melakukan obervasi awal ke lokasi, kemudian melakukan penyusunan rencana kegiatan, sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi selama kegiatan berlangsung . Hasil yang diperoleh dari adanya pengabdian ini ialah 1) Adanya peningkatan pengetahuan terkait tata cara desain kemasan produk beras tjiawi ramos 2) Adanya peningkatan terkait atribut produk yang sudah dibuat 3) Adanya peningkatan pengetahuan terkait tatacara branding yang baik bagi usaha beras serta ramos.
Kata kunci: Desain Kemasan; PKM; Setra Ramos Tjiawi
Abstract:Abstrak : Teachers as educators are required not only to convey subject matter to students but also to be able to choose the right learning strategies and media. Many English teachers, including in the city of South Tangerang,…
erang, still lack understanding of how to integrate technology into their teaching practice to optimize student learning outcomes. The purpose of this community service activity is to provide knowledge, skills and awareness to English as a Foreign Language (EFL) teachers about digital learning resources that can be utilized optimally to improve their learning outcomes and integrate technology into lesson plans. The method of implementing these activities is mainly through lectures, exercises, and giving assignments. The results showed that the participants experienced an increase in knowledge, skills and awareness in using digital learning resources with a creative common license. Results also indicated that EFL teachers' understanding of integrating technology into their lesson plans improved.
Keywords: EFL teacher; general creative license; study plans; technology integration
Abstrak: Guru sebagai pendidik dituntut tidak hanya menyampaikan materi pelajaran kepada siswa tetapi juga harus mampu memilih strategi dan media pembelajaran yang tepat. Banyak guru bahasa Inggris, termasuk di kota Tangerang Selatan, masih kurang memahami bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik mengajar mereka untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kepada guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) tentang sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil belajar mereka serta mengintegrasikan teknologi ke dalam RPP. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut terutama melalui ceramah, latihan, dan pemberian tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam menggunakan sumber belajar digital dengan creative common license. Hasil juga menunjukkan bahwa pemahaman guru EFL tentang mengintegrasikan teknologi ke dalam rencana pelajaran mereka meningkat.
Kata kunci : guru EFL; lisensi kreatif umum; rencana belajar; integrasi teknologi
Abstract:The loss of food production land due to land conversion in supporting more economically profitable activities has urged innovations in agricultural and fishery activities by utilizing narrow land. A suitable method to solve…
lve this problem is Budikdamber or fish farming in a bucket. This method adopts the concept of aquaponics, which is a combination of aquaculture and hydroponics. Community skills improvement by Budikdamber activity aims to introduce a simple method for growing kale and catfish farming on narrow land using buckets so that people can obtain food directly from their yards. The target community for this activity is the residents of RT 14, Karang Joang Village. The implementation method includes field surveys and problem identification, formulation of solutions, implementation, monitoring, and evaluation. These steps are expected to provide skills for the community to do Budikdamber. The community showed positive responses to this activity. The community showed their understanding and opinion of the Budikdamber activity and the continuity of this activity.
Abstract:Tomat memiliki tingkat kandungan air yang tinggi, sehingga mampu mengalami kerusakan yang lebih cepat. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengolahnya menjadi saos tomat.…
at. Hal ini dapat menambah nilai ekonomis buah tomat itu sendiri. Saos tomat merupakan produk yang banyak digemari sebagai bahan pelengkap makanan lainnya seperti bakso dan gorengan. Terkait saos tomat ini, beberapa fakta menemukan bahwa banyak sekali saos tomat yang mengandung zat berbahaya. Masyarakat di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah sebagian besar hanya memiliki pendidikan SMA sederajat dan sebagian besar memiliki profesi sebagai petani. Selain beraktifitas di area perkebunan beberapa masyarakat memiliki profesi sampingan yaitu sebagai pedagang jajanan seperti bakso kuah, mie ayam dan lain-lain. Sejauh ini warga masyarakat mengaku bahwa belum ada pelatihan keterampilan tertentu yang mampu mendukung pengembangan diri untuk lebih berkreasi dan inovatif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat saos tomat, sehingga dapat mendukung dalam meningkatkan pendapatan. Selain itu kegiatan pengabdian ini mampu membuka wawasan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang pintar yang lebih waspada dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi, serta lebih peduli akan dengan kesehatan.
Abstract:Abstract: Industrial era 4.0 brought changes in the economic field, and the consequence of this era was the birth of the digitization process in all fields. Digital marketing for business players is a very important part,…
, even for BUMNAG Nagari Lasi. To support and advance the business, BUMNAG must be able to compete with the competition in the supply of quality products, so the necessary marketing strategy is capable of increasing sales and market expansion, the only one with digital marketing. BUMNAG managers are expected to have a desire to use digital devices, especially when presenting the products they sell. BUMNAG's ability to manage marketing through digital media will make it easier for the products to be known by many people and in demand. However, there are still many BUMNAGs that do not use digital marketing media as a marketing strategy, which makes BUMNAG unable to compete with other SMEs that have used this medium. Therefore, it was considered necessary to implement the activity to carry out training in digital marketing in the advancement of the Kopi Lasi BUMNAG Nagari Lasi.
Keywords: digital marketing; marketing strategy; bumnag; lasi coffee
Abstrak: Era industri 4.0 membawa perubahan di bidang ekonomi, dimana konsekuensi dari era ini adalah proses digitalisasi di segala bidang. Pemasaran digital bagi pelaku usaha menjadi bagian yang sangat penting, termasuk bagi Badan Usaha Milik Nagari Lasi (BUMNag). Untuk mendukung dan memajukan bisnis, BUMNag harus mampu bersaing dengan kompetitor dalam menyediakan produk yang berkualitas, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan dan perluasan pasar, salah satunya adalah digital marketing. Pengelola BUMNag diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat digital terutama dalam memperkenalkan produk yang mereka jual. Kemampuan BUMNag dalam mengelola pemasaran melalui media digital akan memudahkan produk untuk dikenal banyak orang dan diminati. Namun masih banyak BUMNag yang tidak menggunakan media digital marketing sebagai strategi pemasaran sehingga BUMNag kalah bersaing dengan pelaku UKM lainnya yang telah menggunakan media ini. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dimana implementasinya dilakukan secara bertahap seperti sosialisasi, pendataan, pembuatan sistem informasi digital marketing dan juga pelatihan admin. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemasaran Kopi Lasi di BUMNag Nagari Lasi.
Kata kunci: digital marketing; strategi pemasaran; bumnag; kopi lasi
Abstract:Abstract: Eggplant is one of the most widely cultivated food commodities in Indonesia. One of them was carried out by "Dawuhan Jaya", the eggplant farmer group in Dawuhan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency,…
in which the majority of its members cultivated purple eggplant varieties. All the time, eggplant peel is usually thrown away when the vegetable is consumed. It only becomes unutilized waste. However, it is known that purple eggplant peel has many health benefits, including antibacterial and antioxidant. Therefore, in this service activity, product diversification of eggplant peel was carried out to process it into dish soap, a product that is widely used in households. The method used in the implementation of the activity was the participatory rural appraisal. The service activity aimed to empower the community, especially eggplant farmer group partners. The stages of activities carried out included counseling and training to increase the partner’s knowledge and skills regarding processing purple eggplant peel into high-value products. The next stage was mentoring carried out to determine and ensure the partner’s ability in production and marketing activities independently. This program was expected to be able to utilize purple eggplant by-products and increase people's income.
Keywords: dish soap; product diversification; purple eggplant peel
Abstrak: Terong merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh kelompok petani terong “Dawuhan Jaya†di desa Dawuhan, kecamatan Tenggarang, kabupaten Bondowoso yang mayoritas anggotanya membudidayakan varietas terong ungu. Selama ini biasanya kulit terong selalu dibuang bila akan dikonsumsi, sehingga hanya menjadi sampah yang tak termanfaatkan. Namun, diketahui bahwa kulit terong ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan upaya diversifikasi produk kulit terong menjadi produk yang banyak digunakan dalam rumah tangga, seperti sabun cuci piring. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal. Tahapan kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pengolahan kulit terong ungu menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tahapan selanjutnya adalah pendampingan yang dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan mitra dalam kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mitra kelompok petani terong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan produk sampingan terong ungu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kata kunci: diversifikasi produk; kulit terong ungu; sabun cuci piring
Abstract:Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in economic recovery in Indonesia. The development of MSMEs cannot be separated from the ability of MSME owners to manage and record their finances.…
nces. The bookkeeping carried out by the company needs to be supported by the implementation of an adequate Internal Control System to support the achievement of company goals. Therefore, MSMEs need to implement internal control that can be used as a tool to prevent or overcome fraud and protect company resources. This activity aims to provide education to the Soreang village community, the MSME group regarding simple bookkeeping and internal control which will be able to improve skills and knowledge in designing future business strategies, managing finances, and protecting company assets. This activity is carried out by providing socialization first and then providing training to participants on the concepts and practices of simple bookkeeping and the application of internal control. The results of the service are village communities consisting of PKK women and Healthy Community Movement who are members of the MSME group activities understand and feel motivated by the additional knowledge about simple bookkeeping and internal control systems, and Participants feel that this training is very useful for developing MSMEs in the context of community empowerment in Seroang Village
Keywords: MSMEs; simple bookkeeping; internal control
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pemulihan perekonomian di Indonesia. Berkembangnya UMKM tidak terlepas dari kemampuan pemilik UMKM dalam mengelola dan membukukan keuangannya. Pembukuan yang dilakukan perusahaan perlu didukung dengan adanya penerapan Sistem Pengendalian Intern yang memadai demi menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, UMKM perlu menerapkan pengendalian intern yang bisa dijadikan alat untuk mencegah atau mengatasi fraud (kecurangan) dan melindungi sumber daya perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat desa Soreang kelompok UMKM mengenai pembukuan sederhana dan pengendalian intern yang nantinya mampu meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam merancang strategi bisnis kedepannya, mengelola keuangan dan melindungi aset perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemberian sosialisasi terlebih dahulu kemudian memberikan pelatihan kepada peserta mengenai konsep serta praktik pembukuan sederhana dan penerapan pengendalian intern. Hasil pengabdian yaitu masyarakat desa yang terdiri ibu-ibu PKK dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) yang tergabung dalam kelompok UMKM mengerti dan merasa termotivasi dengan adanya tambahan pengetahuan mengenai pembukuan sederhana dan pengendalian intern. serta peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan UMKM dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Desa Seroang
Kata kunci: UMKM; pembukuan sederhana; pengendalian intern
Abstract:Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many…
any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades
Keywords: public speaking; training; youth organization.
Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik
Kata kunci: karang taruna; pelatihan; public speaking.
Abstract:Abstract: Moringa leaves can be processed in various food and beverage products such as clear vegetables, juice, omelette, chips, nastar, donuts, bakwan and Moringa leaf noodles. In addition, Moringa leaves can be processed…
sed as herbal drinks. Currently, with the covid-19 pandemic conditions around the world, many alternative herbal ingredients are consumed by the public to increase body nutrition in order to prevent transmission of the virus, one of which is Moringa leaves. Moringa plants are high in nutrients, such as vitamin C, calcium, vitamin A, potassium, and protein. The purpose of implementing this PkM activity is to provide information and, to provide assistance to the community in utilizing Moringa plants to prevent Covid-19, as well as to improve community skills in making Moringa herbal drink to prevent Covid-19. This PkM was held at the Ori Angu Farmers Group in Pambotanjara Village, with a series of activities including the socialization of the importance of Moringa leaves, the preparation of raw materials for making herbal moringa drinks, and the practice of manufacturing Moringa leaf herbal drink products. The results of this activity were the socialization of the use of Moringa leaves as a way to increase immunity in order to prevent viruses and the practice of making Moringa leaf tea with members of farmer groups, students and lecturers at the Ori Angu Farmer Group, Pambotanjara Village.
Keywords: herbal drink; moringa leaves; prevents covid-19
Abstrak: Daun kelor dapat diolah dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti sayur bening, juice, omelet, keripik, nastar, donat, bakwan dan mie daun kelor. Selain itu, daun kelor dapat diolah sebagai minuman herbal. Saat ini, dengan adanya kondisi pandemik covid-19 di seluruh dunia, banyak alternatif bahan herbal yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk menambah nutrisi tubuh agar dapat mencegah terjadinya penularan virus tersebut, salah satunya adalah daun kelor. Tanaman kelor memiliki nutrisi tinggi, seperti vitamin C, kandungan kalsium, vitamin A, kandungan potasium, dan protein. Tujuan pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah untuk memberikan informasi dan, melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor untuk mencegah covid-19, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan minuman herbal daun kelor dalam mencegah covid-19. PkM ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara dengan runtutan kegiatan adalah sosialisasi pentingnya daun kelor, persiapan bahan baku pembuatan minuman herbal daun kelor, dan praktik pembuatan produk minuman herbal daun kelor. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya sosialisasi pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara menambah imunitas tubuh dalam rangka mencegah virus dan dilaksanakannya praktik pembuatan teh daun kelor bersama anggota kelompok tani, mahasiswa dan dosen di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara.
Kata kunci: daun kelor; mencegah covid-19; minuman herbal
Abstract:Abstract: The hypertension prevalence in Daerah Istimewa Yogyakarta places second rank of the province with highest cases of hypertension (Kemenkes, 2018). According to the top 10 of diseases visits data from 2 January to…
o 31 December 2020, hypertension prevalence at Puskesmas Danurejan 1 shows the prevalence of the visits’ highest number. Based on this issue, the researchers collaborated with Psychologist of Puskesmas Danureja I to conduct Conscious Breathing (COBRA) Therapy Training, as an effort to improve the skills of elderly Posyandu Cadres to treat hypertension evenly in Tegal Panggung sub-district. The activities in this program are generally divided into five stages, those are : identifying problems occurred in Puskesmas Danurejan I; obtanining information about hypertension cases and treatment carried out by Puskesmas Danurejan I; and trial of Conscious Breathing (COBRA) therapy implementation. The results of the statistical analysis of the pared sample t-test showed a Z score = -3.752a with a value of p = 0.000 (p <0.01). Therefore, it can be concluded that Conscious Breathing (COBRA) therapy training gave an impact on increasing the knowledge of elderly posyandu cadres about hypertension and its treatment.. Moreover, the Elderly Posyandu cadres also actively shared the knowledge to another Elderly Posyandu member.
Keywords: conscious breathing; elderly posyandu; hypertension; puskesmas.
Abstract: Prevalensi hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta menempatkan urutan ke- 2 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi tertinggi (Kemenkes, 2018). Prevalensi Hipertensi di Puskesmas Danurejan I menurut data 10 besar kunjungan penyakit pertanggal 2 januari sampai 31 desember 2018 menunjukan prevalensi jumlah kunjungan terbanyak. Hal ini membuat peneliti bekerja sama dengan Psikolog Puskesmas Danureja I melakukan pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) sebagai upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu lansia guna penanganan penyakit hipertensi secara merata di kelurahan Tegal Panggung. Kegiatan yang dilakukan pada program ini secara umum dibagi menjadi lima tahapan yaitu; mengindentifikasi masalah-masalah yang dialami oleh Puskesma Danurejan I, memperoleh informasi mengenai kasus hipertensi dan penanganan yang dilakukan oleh Puskesmas Danurejan I, uji coba pelaksanaan terapi Conscious Breathing (COBRA), Pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA), dan follow up pelatihan yang telah diberikan. Hasil analisis statistik pared sample t-test menunjukan Skor Z = -3.752a dengan nilai p = 0,000 (p < 0,01). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) terhadap kenaikan pengetahuan kader posyandu lansia terhadap penyakit hipertensi dan penanganannya. Selain itu kader posyandu lansia juga aktif dalam memberikan ilmu yang didapatkan kepada anggota posyandu lansia.
Keywords: conscious breathing; hipertensi; posyandu lansia; puskesmas.