Search Articles & Publications

Showing 328 articles found for "Fisik"

Penerapan Teknologi AI Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Industri Manufaktur

Raspiyahni, Susilawati
Abstract: Era industri generasi keempat telah masuk ke Indonesia. Babak baru ini mensinergikan aspek fisik, digital, dan biologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotika, dan kemampuan komputer belajar… lajar dari data (machine learning), pada manufaktur.Di dalamnya tercakup pemanfaatan data skala besar (big data), teknik penyimpanan data di awan (cloud computing). Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, dimana penulis menggunakan literatur-literatur terdahulu untuk memperoleh data dengan tujuan menelaah peran Teknologi AI dibidang industri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah peran teknologi AI sangat penting dalam bidang K3 Industri seiring perkembangan zaman untuk dapat mencapai hasil yang telah ditargetkan. Namun, keberadaan teknologi AI ini juga memiliki dampak negatif, yaitu berkurangnya lapangan pekerjaan yang dapat menghasilkan banyaknya pengangguran.

Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada karyawan PT JNE Express

Novita Sari, Susilawati
Abstract: Pesatnya perkembangan pembangunan industri telah menimbulkan permasalahan dalam dunia kerja yaitu kecelakaan industri. Pekerja dihadapkan pada pekerjaan fisik yang menimbulkan rasa lelah yang menimbulkan rasa lelah dan menurunnya… enurunnya konsentrasi yang berujung pada kurangnya perhatian dan perilaku kerja yang buruk. Kelelahan merupakan penurunan kinerja seseorang. Pekerjaan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kelelahan kerja, sehingga beban kerja baik fisik maupun mental harus sesuai dengan kapasitas fisik dan mental. Kelelahan kerja tergantung pada banyak faktor seperti usia, jenis kelamin, penyakit dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan burnout pada karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik.

Hubungan Antara Beban Kerja Fisik Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri

Akmal Fiqhi Ranu Mahendra, Susilawati
Abstract: Pesatnya perkembangan pembangunan industri telah menimbulkan permasalahan dalam dunia kerja yaitu kecelakaan industri. Pekerja dihadapkan pada pekerjaan fisik yang menimbulkan rasa lelah yang menimbulkan rasa lelah dan menurunnya… enurunnya konsentrasi yang berujung pada kurangnya perhatian dan perilaku kerja yang buruk. Kelelahan merupakan penurunan kinerja seseorang. Pekerjaan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kelelahan kerja, sehingga beban kerja baik fisik maupun mental harus sesuai dengan kapasitas fisik dan mental. Kelelahan kerja tergantung pada banyak faktor seperti usia, jenis kelamin, penyakit dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan burnout pada karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik.

Analisis Potensi Bahaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Nelayan Tradisional Di Indonesia

Ade Irma Seftyani Lubis, Salshabila Azzahra Sirait, Aldi Syahputra Nasution, Abdurrozzaq Hasibuan
Abstract:   Indonesia ialah negara kepulauan, dengan luas zona lautan lebih besar dari zona daratan. Salah satu mata pencaharian sektor bidang kelautan ialah nelayan. Dalam melaksanakan sebuah pekerjaan, nelayan pun tak luput dari… ari bahaya atau resiko kecelakaan di lokasi bekerja. Dimana menurut Laporan Census of Fatal Occupational Injuries (CFOI) yang dilaksanakan oleh Bureau of Labour Statistics (BLS) mengatakan risiko kecelakaan kerja terhadap nelayan 20-30 kali lebih tinggi ketimbang pekerjaan lain. Faktor pokoknya ialah lingkungan kerja, semisal banyak kapal penangkap ikan tanpa alat pelindung diri (APD), serta tingkat pendidikan yang rendah meningkatkan risiko disebabkan wawasan yang buruk. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review. Dimana sumber pustaka berasal artikel publikasi ilmiah terdahulu. Dari paparan diperoleh hasil ketika nelayan melaut bisa muncul beragam bahaya keselamatan serta kesehatan bekerja baik ketika di darat atau ketika di lautan. Bahaya yang dimunculkan pun beragam, dari bahaya potensial kimia, biologi, fisik, ergonomi, psikososial.  

Sengketa Merek Dagang Ikea Swedia Dan Ikea Indonesia

Hasna Nadia, Gita Sekar Ayuni, Anjani Karisma Mustika, Bondan Nugroho
Abstract: HAKI diartikan sebagai pendaftaran kepemilikan atas karya yang baik berbentuk fisik maupun berbentuk non fisik. Tujuan adanya Haki disini guna melindungi pencipta karya agar tidak terjadi tiruan ide. Salah satu bentuk Hak… k Kekayaan Intelektual adalah merek dagang yang digunakan sebagai ciri khas untuk membedakan barang/jasa yang dihasilkannya dengan barang/jasa yang dihasilkan oleh orang lain. Terdapat beberapa permasalahan terkait hak merek seperti sengketa antara IKEA Swedia dan IKEA oleh PT Ratania yang sama-sama merasa memiliki kepemilikan atas merek IKEA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menghubungkan antara kasus yang terjadi dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah agar memperkaya referensi pembaca dalam mengetahui bagaimana penyelesaian sengketa antara para pihak. Hasil penelitian ini adalah bahwa merek IKEA Swedia telah dicabut karena tidak dipergunakan selama lebih dari batas maksimal tidak dipergunakannya merek dagang. Selanjutnya yang berhak beroperasi menggunakan merek IKEA adalah PT. Ratania Khatulistiwa.

Peran Bank Umum Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Misbahatul Lailiyah, Herlina Monica Sari, Diana Ayu Wulandari
Abstract: Inklusi keuangan merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, di Indonesia, tingkat inklusi keuangan masih menghadapi tantangan, terutama di kalangan masyarakat yang… g belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan formal. Latar belakang ini mendorong penelitian ini untuk mengkaji peran bank umum syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Fokus masalah terletak pada bagaimana bank umum syariah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang kurang terlayani, khususnya melalui produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi bank umum syariah dalam memperluas akses keuangan, serta memahami hambatan dan peluang yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder, meliputi laporan keuangan bank syariah, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank umum syariah memiliki peran strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui produk berbasis syariah yang inklusif, seperti pembiayaan mikro, tabungan tanpa riba, dan layanan digital berbasis teknologi. Namun, terdapat tantangan berupa literasi keuangan syariah yang rendah dan keterbatasan jaringan fisik di daerah terpencil. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi keuangan syariah dan pengembangan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan.

Analisis Faktor Penyebab Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Budi Agung Medan

Sukarman Purba, Friandi Halomoan Siagian, Theresia Silalahi, Mustopa Bangun
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik pada siswa di SMAS Budi Agung Medan. Prokrastinasi akademik didefinisikan sebagai kecenderungan untuk menunda-nunda penyelesaian… lesaian tugas akademik, yang dapat berdampak negatif bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Variabel yang dikaji adalah faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, yang terdiri dari faktor internal (kondisi fisik dan psikologis) dan faktor eksternal (gaya pengasuhan orang tua dan kondisi lingkungan). Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI SMAS Budi Agung Medan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi masing-masing faktor terhadap prokrastinasi akademik adalah: (a) kondisi fisik 28%, (b) gaya pengasuhan orang tua 25%, (c) kondisi lingkungan 24%, dan (d) kondisi psikologis 23%. Faktor kondisi fisik merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi prokrastinasi akademik, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 22,5% kontribusi tinggi. Sedangkan faktor kondisi psikologis memiliki kontribusi terendah, dengan 62,5% siswa menyatakan kontribusi sedang dan 27,5% kontribusi tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pihak sekolah, orang tua, dan siswa untuk memahami dan mengatasi permasalahan prokrastinasi akademik melalui upaya perbaikan kondisi fisik, gaya pengasuhan orang tua, kondisi lingkungan, serta penguatan aspek psikologis siswa.

Psikoedukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di SMAN 8 Makassar

Irdianti, Musfirah Syam, Annisa Zhalsabilla, Nurul Hidayah Multazam, Mifthahuljannah, Andi Siti Nurazizah Azzahra
Abstract: Kekerasan dalam lingkungan sekolah merupakan permasalahan krusial yang tidak boleh diabaikan. Terjadinya kasus kekerasan dalam lingkungan sekolah menunjukkan ketidakamanan sekolah yang mempengaruhi iklim serta proses belajar&#8230; ajar mengajar. Bentuk–bentuk kekerasan dalam hal ini dapat berupa segala tindakan yang merugikan baik secara fisik, psikis serta materi. Kekerasan dalam lingkungan sekolah juga dapat memberikan dampak negatif yang berkelanjutan seperti menimbulkan trauma psikis dan juga menghambat perkembangan individu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan sekolah, Dengan ini tujuan dilaksanakan psikoedukasi pencegahan dan penanganan kekerasan di SMAN 8 Makassar yaitu untuk meningkatkan pemahaman kepada siswa, guru, dan staf tentang bentuk, dampak, serta cara mencegah dan menangani kekerasan serta menciptakan lingkungan aman di sekolah. Metode pelaksanaan psikoedukasi dilakukan dengan penyajian materi, sesi diskusi dan tanya jawab serta pemberian pre-test dan post-test. Partisipan terdiri dari masing-masing ketua kelas dan ketua organisasi sebanyak 55 siswa. Analisis data menggunakan teknik uji gain Score dan paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai pretest dan posttest p<0,05 yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait materi penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Manajemen Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi pada Lembaga Pendidikan Islam

Ayusuhada, Sakinatunnafsi, Dea Mustika
Abstract: Penelitian mengenai manajemen penyelenggaraan pendidikan inklusi di Lembaga Pendidikan Islam mengungkap beberapa temuan penting. Tenaga pendidik menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya pendidikan inklusi, namun pemahaman&#8230; haman mereka mengenai konsep dan praktik inklusi masih terbatas. Meskipun beberapa lembaga telah mengadakan pelatihan, hasilnya belum cukup membekali guru dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan. Kurikulum mulai mengintegrasikan prinsip inklusi dengan adaptasi untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik, namun implementasinya belum merata. Metode pembelajaran inklusif seperti pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi instruksi mulai diterapkan, tetapi belum secara konsisten di semua lembaga.   Hasil penelitian menekankan perlunya pelatihan yang lebih mendalam dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga pendidik. Kurikulum inklusif harus diimplementasikan secara konsisten di semua lembaga dengan penyesuaian materi, metode pengajaran, dan penilaian yang mempertimbangkan kebutuhan individual peserta didik. Investasi dalam infrastruktur yang mendukung pendidikan inklusi sangat penting, termasuk penyediaan fasilitas fisik dan teknologi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Lembaga Pendidikan Islam telah mulai mengadopsi prinsip-prinsip pendidikan inklusi, tetapi masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mencapai penyelenggaraan yang optimal. Diperlukan upaya yang lebih fokus pada pelatihan tenaga pendidik, pengembangan kurikulum, peningkatan fasilitas, serta kolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, Lembaga Pendidikan Islam dapat memberikan pendidikan yang adil dan setara bagi semua peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Implementasi Hak Pekerja Memperoleh Cuti Haid Dalam UU Ketenagakerjaan

Nimas Calista Anggita, Dinar Rizka Amelia Mustika, Alfian Respamuji, Aristya Nadya Azhari
Abstract: Implementasi hak pekerja untuk memperoleh cuti haid dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan isu penting yang perlu diperhatikan. Cuti haid adalah hak yang diberikan kepada pekerja wanita untuk istirahat&#8230; t selama masa menstruasi mereka. Dalam UU Ketenagakerjaan, terdapat ketentuan yang mengatur mengenai hak cuti haid bagi pekerja wanita. Namun penerapan hak ini seringkali masih menimbulkan permasalahan di lapangan, seperti diskriminasi gender dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya hak tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penegakan hak cuti haid bagi pekerja wanita agar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada. Penerapan hak pekerja perempuan untuk mendapatkan cuti haid sesuai dengan Pasal 81 Undang-Undang Ketenagakerjaan merupakan isu penting dalam dunia ketenagakerjaan. Pasal tersebut memberikan perlindungan kepada pekerja perempuan agar dapat menjalani masa haidnya dengan tenang dan nyaman tanpa harus khawatir akan kehilangan pendapatan atau penempatan di tempat kerja. Hak ini memberikan kesempatan bagi pekerja perempuan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka selama masa menstruasi, yang pada pasangannya dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penerapan hak cuti haid ini juga sejalan dengan prinsip kesetaraan gender dan perlindungan terhadap hak asasi manusia, serta mencerminkan komitmen negara dalam memastikan kondisi kerja yang adil dan layak bagi seluruh pekerja.