Search Articles & Publications

Showing 289 articles found for "Memenuhi"

Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Descriptive Text Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima

Sunarsih
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan keterampilan menulis teks deskriptif siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima dengan menggunakan media visual. Penelitian ini dilakukan karena kemampuan menulis… ulis teks deskriptif siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima masih tergolong kurang. Sasaran penelitian adalah siswa SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima yang berjumlah 34 orang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tata cara pelaksanaan dan pelaksanaan tindakan pada objek penelitian dibagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kualitatif. Kriteria keberhasilan kegiatan adalah tes menulis teks deskriptif dengan menggunakan media gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam pembelajaran menulis teks deskriptif dapat meningkatkan keterampilan siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar siswa yaitu. rata-rata 59,41 menjadi 65,88 pada siklus I dan menjadi 100,00 pada akhir siklus II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar memenuhi kriteria kelulusan minimal (MMC) dengan standar nilai 70. Peningkatan kelulusan bertambah 3 orang siswa yaitu sebanyak 3 orang siswa. 12,507% menjadi 22 siswa yaitu 64,72% dan 100,00%. yaitu Periode kedua berjumlah 34 siswa, hal ini juga didukung dengan peningkatan hasil belajar siswa pada periode terakhir dari 3 siswa atau 12,50% menjadi 22 siswa atau 64,72% dan 100% atau 24 siswa. Kesimpulannya penerapan media visual terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas VII SMP Swasta PAB 9 Klambir Lima..

Kebijakan Pemerintah Kota Jambi Terhadap Pengelolaan Sampah Dalam Memenuhi Prinsip Good Environmental Governance

Febryanti, Aldri Alfrinardi, Rembrandt
Abstract: Pengelolaan sampah menjadi aspek krusial dalam pembangunan berkelanjutan suatu kota. Penelitian ini mengevaluasi peran Pemerintah Kota Jambi dalam mengelola sampah dengan fokus pada penerapan Good Environmental Governance… e (GEG). GEG mencakup transparansi, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, dan keadilan dalam kebijakan lingkungan. Terdapat juga korelasi dengan peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pemerintah daerah Kota Jambi memiliki peran penting dalam mengeluarkan kebijakan pengelolaan sampah, memastikan prinsip GEG terpenuhi. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan hukum doktrinal/normatif. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah dalam konteks pembangunan berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, dan efisiensi sumber daya. GEG diaplikasikan sebagai landasan utama pengelolaan sampah, memandu transparansi, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, keadilan, dan keberlanjutan. Peraturan perundang-undangan, seperti Pasal 28 H Ayat (1) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, memberikan dasar hukum yang kuat. Pentingnya implementasi Perda Kota Jambi No. 8 Tahun 2013 dalam mencapai Good Environmental Governance disoroti, meskipun perlu peningkatan dalam pelaksanaannya. Kebijakan pemerintah Kota Jambi dalam pengelolaan sampah menunjukkan komitmen terhadap prinsip Good Governance dan perlindungan lingkungan hidup. Upaya seperti kerjasama dengan bank sampah dan regulasi di setiap kecamatan menjadi bagian integral dari kebijakan ini. Pelaksanaan prinsip-prinsip GEG diharapkan mendukung upaya pemerintah dan pemerintah daerah dalam mencapai pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. 

Dinamika Kelompok Dalam Perspektif Perilaku Organisasi

Citra Puspa Ramadhani, Ratih Purbasari
Abstract: Manusia merupakan makhluk hidup yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, dengan tujuan mencapai kehidupan yang lebih baik. Pembentukan manusia yang lebih baik dalam konteks ini tidak hanya berkaitan dengan… an aspek moral, melainkan juga sebagai makhluk hidup dan berbudaya yang hidup secara bijaksana dan kritis. Pendidikan dan ilmu merupakan sarana utama untuk membentuk manusia, mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunia, kehidupan sosial, dan agama. Demikian juga manusia diarahkan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pribadi, lingkungannya, dan masyarakat di sekitarnya. Manusia dianggap tidak pernah terlepas dari kebutuhan akan orang lain karena adanya keterbatasan yang harus ditutupi oleh kehadiran orang lain. Pembentukan kelompok menjadi suatu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik didasari karena adanya persamaan tujuan maupun motif yang ingin dicapai. Dalam konteks kelompok, setiap individu di dalamnya diharapkan dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga, kelompok memainkan peran penting dalam membantu anggotanya mencapai tujuan bersama dan memenuhi kebutuhan individual masing-masing.

Metode Analisis Framing Pemberitaan Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati Pada Media Online Detik.Com

Putri Oktavia, Muhammad Alfikri, Fakhrur Rozi
Abstract: Penelitian ini berjudul “Analisis Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual Pada Santriwati Berbasis Pondok Pesantren Pada Media Online Detik.com”. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah berita – berita terkait kasus… kait kasus kekerasan seksual pada santriwati. Adapun berita yang dapat penulis kumpulan dari sumber berita online Detik.com tentang pemberitaan kasus kekerasan seksual santriwati di Depok berjumlah 10 berita mulai tanggal 29 Juni 2022 – 01 Februari 2023. Dan kasus kekerasan seksual di Jombang berjumlah 32 berita mulai tanggal 05 Juli- 01 Desember 2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Analisis Framing ModelZhondang Pan dan Gerald M.Kosicki sebagai teknik analisis. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa unsur sintaksis headline dan lead pada berita yang diterbitkan oleh Detik.com sudah cukup menunjukkan kejelasan. Unsur skrip ditemukan bahwa media Detik.com tidak memenuhi unsur kelengkapan berita 5W+1H. Dimana bagian how kurang dijelaskan dan ditekankan secara mendetail. Pada struktur tematik portal berita Detik.com cukup dapat mendeskripsikan berita yang diungkapkan karena sumber informasinya jelas. Dibeberapa berita juga Detik.com memasukkan sumber informasi dari kedua belah pihak. Walau dibeberapa berita hanya satu pihak saja, namun informasi yang dituliskan akurat. Struktur retoris ditemukan dalam kata dan gambar. Namun foto-foto yang terbit didalam berita Detik.com terkesan seperlunya saja dan tidak menonjol.

Maximizing Strategies For Developing Business In The Digital Transformation Era

Avita, Dewi Nur, Aditya, Rengga, Fakhrudin, Andre, Tohir, Nurul Ishlah, Anshori, Mochammad Isa
Abstract: Kemajuan teknologi di era digital telah membawa transformasi yang pesat terutama di segala aspek kehidupan. Selain itu, para pengelola atau manager perusahaan yang bergerak di sektor tradisional harus menyikapi perkembangan… gan transformasi digital bisnis  dengan  melakukan perubahan terkait operasional kerja dan budaya supaya mereka mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, pengusaha harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan  teknologi secara strategis untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Dengan melakukan penelitian menggunakan platform digital, para pelaku bisnis harus mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan menggunakan transformasi digital sebagai batu loncatan untuk mentransformasikan bisnis, budaya, dan organisasinya guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Selain itu, transformasi digital juga menawarkan peluang baru untuk mengembangkan  model bisnis inovatif dengan menggunakan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, big data, Internet of Things dan platform digital yang dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,  Pintu inovasi terbaik bisa terbuka, koperasi yang optimal dan dapat mengembangkan pasar yang lebih luas. Diharapkan generasi muda  dapat memanfaatkan adanya perkembangan teknologi tersebut dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam berbagai kegiatan usaha

Hubungan Perilaku Caring Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Perawatan Rawat Inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah

Nabila Prawiti, Viere Allanled Siauta, Masri Dg.Taha
Abstract: Perilaku caring merupakan sikap perawat yang masih dikeluhkan pasien terhadap pelayanan perawat yang kurang memperhatikan pasien, contohnya untuk penanganan infus macet, perawat kurang tanggap dalam menangani keluhan penyakit&#8230; yakit yang pasien rasakan, perawat yang kurang ramah dalam melayani pasien, perawat kurang perhatian dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan pasien, sehigga pasien masih belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien rawat inap seroja dan flamboyan di RSUD Undata, total sampel sebanyak 55 orang dengan teknik Porposive sampling. Hasil Penelitian Perilaku caring sebagian besar baik berjumlah 38 responden (69,1%) dan perilaku caring kurang berjumlah 17 responden (30,9%). Kepuasan pasien sebagian besar puas berjumlah 36 responden (65,5%) dan kepuasan pasien tidak puas berjumlah 19 responden (34,5%). Hasil uji chi- square adanya korelasi positif antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata dengan nilai p: 0,000 (<0,05). Kesimpulan Ada Hubungan perilaku caring perawat tehadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Studi ini menunjukan bahwa perawat terlatih harus menjaga perilaku peduli mereka, terutama dalam komunikasi dan perawat yang harus lebih tanggap dalam menangani keluhan pasien, perawat yang harus lebih ramah di depan pasien, perawat yang harus tersenyum setiap menyapa pasien, perawat yang harus siap mendengarkan tiap keluhan pasien, agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat.

Analisis Komponen Dalam Penilaian Kinerja Keuangan Pada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

Fenny Afrida, Deliyanti Simbolon
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesehatan kinerja keuangan pada PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang yang dapat dilihat dari laporan keuangan. Kondisi keuangan perusahaan yang terdapat di laporan keuangan&#8230; an dievaluasi dengan menggunakan suatu analisis yaitu dengan rasio keuangan. Rasio keuangan diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini jika ditinjau dari tujuan dan sifatnya adalah deskriptif. Hasil penelitian perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang jika dilihat dari tingkat rasio likuiditas periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 pada kinerja keuangan diketahui dalam kondisi baik. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingkat rasio solvabilitas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang pada periode tahun 2018 sampai tahun 2022 diketahui dalam kondisi baik. Hal ini menunjukkan bahwa PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mampu menggunakan persentase total aktiva dan modal yang ada untuk membayar hutang perusahaan. Tingkat rasio aktivitas menunjukkan nilai yang bervariasi, akan tetapi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang masih efektif dalam penggunaan aset perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan. Tingkat rasio profitabilitas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang periode tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 pada kinerja keuangan diketahui dalam kondisi baik. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memperoleh laba dengan menggunakan aset atau modal perusahaan.

Peran Strategi Desain Produk Dan Mutu/Kualitas Terhadap Peramalan Permintaan Pakaian Wanita Bintang Collection Tegal

Sari Wiyanti, Maey Diana Putri, Happy Nadia Mareta, Nina Antika, Dinda Tri Cahya Ramadhani, Bagas Dwi Cahyo
Abstract: Bintang Collection bergerak di bidang konveksi memproduksi pakaian wanita, untuk memenuhi kebutuhan akan pakaian wanita ini. Bintang Collection perlu melakukan peramalan permintaan produknya melalui desain produk dan mutu/kualitas&#8230; u/kualitas produknya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa desain produk, mutu terhadap  peramalan permintaan pakaian wanita di Bintang Collection Tegal.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif, data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Pengambilan sampel non random sampling, dengan teknik Purposive sampling. Data sekunder yang diperoleh akan dihitung dengan metode moving average. Data primer akan di analisa dan di uji dengan SPSS versi 25.Peramalan produksi tahun 2023 sebanyak 44.289 pcs dan permintaan sebanyak 38.289 pcs, diperkuat dengan hasil uji t Desain produk terhadap peramalan permintaan,  nilai thitung sebesar 1,850 yang berarti thitung > ttabel yaitu 1,850 > 1,661 dengan nilai sig.  0,019 < 0,05 artinya H1 diterima. Peramalan produk cacat tahun 2023 sebanyak 8.003 pcs. Hasil  diperkuat nilai thitung sebesar 9,980 yang berarti thitung > ttabel yaitu 9,980 > 1,661 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 artinya H2 diterima. Untuk meramalkan permintaan, Bintang Collection harus meramalkan desain dan mutu. Hasil survey ini diperkuat oleh hasil uji F diperoleh fhitung 66,318 yang artinya lebih besar dari ftabel yaitu 66,318 > 2,466 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05, sehingga dapat diartikan H3 diterima. Hasil uji F diperoleh ftabel yaitu 66,318 > 2,466 dengan nilai sig. 0,000 < 0,05, sehingga dapat diartikan H3 diterima terdapat pengaruh desain produk dan mutu secara simultan terhadap peramalan permintaan.

CURRICULUM REFORM IN INDONESIA

Ningrum, Rini Listiya, Akhmad Ali Mirza, Zaitun Qamariah
Abstract: Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat&#8230; erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.    Abstract This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century. The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students. To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century. However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Xi Ips 1 Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Metode Studi Kasus Di Sma Negeri 1 Jatibarang Kabupaten Brebes

Wisnu, Wisnu Agitawardhani, Dhi Bramasta, Mustolikh
Abstract: Motivasi belajar siswa rendah dalam proses pembelajaran Geografi. Hal ini terlihat pada saat kegiatan pembelajaran, sebaian besar siswa kurang antusias dalam kegiatan belajar karena berbagai faktor yaitu: siswa cendrung&#8230; bosan mengikuti pelajaran, siswa kurang menguasai materi, dan lain sebagainya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang Brebes melalui model pembelajaran studi kasus. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan pengamatan (observasi), angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pembelajaran studi kasus yang telah dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Geografi. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian pra tindakan dengan rata-rata persentase 40,91%, setelah dilakukan tindakan pada Siklus I dengan rata-rata persentase 52,74%% dan siklus II dengan persentase rata-rata 63,25%, dan sudah memenuhi kriteria keberhasilan indikator yang telah ditetapkan sebesar 60%.