Search Articles & Publications

Showing 1578 articles found for "Telah"

HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN TIMBULNYA DAMPAK BIOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI POSKESDES DESA DALAM

Sri Gusniyati, Tahun, Omega DR.
Abstract: Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan… remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan  Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KELURAHAN KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Rahmi Eliyana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi (kompetensi intelektual dan fisik) baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten… n Lampung Selatan.  Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah menerima pelayanan dari para pegawai kantor Kelurahan Karang Anyar yang berjumlah 105 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang. Alat analisis data yang digunakan untuk menguji kuesioner adalah uji validitas reliabilitas serta normalitas, sedangkan untuk menguji sampel menggunakan uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil uji simultan  menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan nilai F tabel, yaitu 88,427 > 3,11 sehingga variabel kompetensi intelektual dan fisik secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hasil uji parsial untuk variabel kompetensi intelektual adalah sebesar 5,127 dan variabel kompetensi fisik sebesar 3,656 keduanya lebih besar dibandingkan dengan t tabel yaitu 1,990. Hal ini berarti variabel kompetensi intelektual dan fisik memberikan pengaruh sebesar 51,2% dan 36,5%  terhadap kinerja pegawai. Besar koefisien determinasi kedua variabel adalah 0,689, hal ini menunjukkan bahwa 68,9% kinerja pegawai dipengaruhi oleh kompetensi intelektual dan fisik sedangkan sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING UNTUK MENINGKATKAN TAMBAHAN PENDAPATAN PADA IBU - IBU KELOMPOK MELATI PUTIH DALAM PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN SUKAJADI KOTA PEKANBARU

Ema Fitri Lubis, Ema, Rosmayani
Abstract:  Kelompok melati putih yang terletak di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru merupakan salah satu kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan Pertemuan Peningkatan… atan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dalam peningkatan kemampuan ini perlu adanya pelatihan keterampilan bagi ibu- ibu kelompok PKH. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi masalah dalam pengoperasiannya. Yang pertama, keterbatasan sumber daya manusia sebagai pelatih atau tutor dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan produk sabun. Yang kedua, Sarana dan prasarana berupa bahan – bahan yang diperlukan dalam membuat produk sabun cuci piring seperti bahan- bahan kimia, air galon, dll dinilai masih kurang. Yang ketiga, masalah kurangnya informasi dan pengetahuan bagaimana menambah pendapatan. Kegiatan pengabdian dimulai dari tahap observasi lapangan, pemaparan materi ekonomi kreatif, pengadaan bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok melati putih terlihat antusias dengan mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta sangat senang karena adanya bantuan yang telah diberikan. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini juga memenuhi keterampilan softskill ibu – ibu kelompok melati putih dan kiranya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Kata Kunci : pelatihan, ekonomi kreatif, sabun cuci piring

PENDAMPINGAN CAPAIAN KINERJA KELOMPOK USAHA BERSAMA IBU KREATIF GERAI KEMBANG SETAMAN MELALUI MONITORING DAN EVALUASI

Nurmasari, Nurman, Nurman, Mulianto, Budi, Komalasari, Eka, Amrillah, Muhammad Faisal, Aleyna, Nada
Abstract: Pengabdian ini dengan judul : Pendampingan Capaian Kinerja Kelompok Usaha Bersama Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Melalui Monitoring Dan Evaluasi” pengabdian ini dengan tujuan Untuk mengidentifikasi capaian kinerja program… rogram PKM melalui monitoring dan evaluasi di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Kota Pekanbaru dan untuk memberikan solusi terhadap kendala yang ditemui dalam melaksanakan program PKM di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Tim PKM permasalahan yang ada di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman menjadi permasalahan prioritas yang harus dicarikan solusinya agar capaian kinerja dapat berjalan dengan baik, dan tentunya akan membawa perkembangan bagi usaha di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Adapun permasalahan prioritasnya adalah: Pertama, Koperasi yang sudah terbentuk di KUB Gerai Kembang Setaman pada tahun 2021 belum berjalan baik karena masih minimnya pemahaman para pengurus dan anggota mengenai koperasi. Kedua Sistem data base persediaan barang yang telah diberikan pada tahun 2022 juga belum berjalan dengan baik karena terdapat kendala di SDM yang tidak begitu memahami penggunaan teknologi. Metode yang digunakan: observasi, diskusi, pendampingan dan dokumentasi kegiatan. Dengan adanya kegiatan Pengabdian ini Tim memberikan beberapa solusi dalam bentuk pendampingan, monitoring, evaluasi dan memberikan bantuan sistem data base,alat mesin kasir serta modal usaha.  

PENGARUH PENERAPAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI MENGENAL BANGUN DATAR DI KELAS 1 SDN 187 PEKANBARU

Alfiyatur Rokma
Abstract: Dalam mengajarkan matematika formal (matematika sekolah), guru sebaiknya memulai     dengan menggali pengetahuan matematika informal yang telah diperoleh peserta didik dari kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.… galnya. Lingkungan dapat menjadi sumber masalah matematika dalam kehidupan nyata. Lingkungan tersebut salah satunya berupa kearifan lokal. Matematika dan budaya adalah dua hal yang berkaitan erat. Lembar kerja siswa Peserta Didik (LKPD) dijadikan pegangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya LKPD akan berdampak baik bagi guru yaitu dapat membantu guru dalam memberikan materi pelajaran maupun tugas yang akan diberikan guru. Lembar kerja peserta didik merupakan panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kerja peserta didik memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan  oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampua dasar. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada materi bangun datar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 87 Pekanbaru. Data dalam penelitian ini berupat data kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa (91.2% ) sehingga dapat dikatakan sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal (≥75%). Dengan pembelajaran menggunakan LKPD, hasil belajar peserta didik akan meningkat karena peserta didik dilatih untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri sehingga konsep akan dipahami peserta didik secara lebih mendalam dan lebih tahan lama. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan yaitu peserta didik mampu untuk beragumen dan bertanya, peserta didik mampu pada pembuatan dan penulisan kesimpulan, peserta didik termotivasi dan aktif berdiskusi dan semangat mengikuti pembelajaran matematika%, dan LKPD berpengaruh efektif pada peserta didik SDN 1 Pekanbaru”

ANALISIS KESESUAIAN BUKU GURU DAN BUKU SISWA KELAS IV SD/MI TEMA SELALU BERHEMAT ENERGI KURIKULUM 2013 PADA KELAS IV SDN 200402 PADANGSIDIMPUAN

Lisnawati Hutabarat, Nurbaiti, Aulia, Weni
Abstract: Sebelum buku siswa digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas, guru sebaiknya sudah membaca dan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Sehingga jika di dalam buku tersebut ditemukan adanya kekeliruan atau ketidaktepatan,… tepatan, guru dapat mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa pentingnya melakukan analisis buku siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap Buku Guru dan Buku Siswa tema “Selalu Berhemat Energi” (edisi revisi tahun 2016) untuk menganalisis dan mendeskripsi apakah buku yang telah direvisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sudah sesuai dengan Kurikulum 2013 atau masih perlu diperbaiki. Jenis penelitian analisis konten deskriptif. Dari hasil penelitian buku guru SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013 dan buku siswa SD kelas IV tema 2 dengan judul selalu berhemat energi. Penulis buku adalah Angi St.Anggari, Dara Retno Wulan dkk. Penelaah buku adalah Widia Pekerti dkk. Penerbit adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Buku terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Subtema 1 adalah sumber energi, subtema 2 adalah manfaat energi, dan subtema 3 adalah energi alternatif. Tahun terbit buku 2013. Kesimpulannya sebagai berikut. Kesesuaian dengan SKL adalah 100%. Kesesuaian dengan KI adalah 100%. Kesesuaian dengan KD adalah 100%. Kesesuaian materi dengan tema adalah 100%. Kecukupan materi ditinjau dari cakupan  konsep/materi esensial alokasi waktu adalah 88,9%. Kedalaman materi ditinjau dari Pola pikir keilmuan Karakteristik siswa adalah 100%. Keterpaduan berbagai mata pelajaran adalah 100%. Penerapan Pendekatan Scientific adalah 94,4%. Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa adalah 83,3%. Kolom interaksi antara guru dengan orangtua adalah 100%.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA CITA–CITAKU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 153074 PINANGSORI 3

Lasmaroha Sarumpaet, Hasibuan , Asriani, Nurbaiti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tematik pada tema cita–citaku    pada  siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3 dan  Untuk mendeskripisikan penggunaan Model Pembelajaran Scramble… Scramble dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV  SD 153074 Pinangsori 3. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes, observasi dan dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu  penggunaan model pembelajaran Model Scramble materi cita-citaku di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, Untuk meningkat ditandai dengan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Scramble di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, kemudian  hasil observasi guru yang dilakukan pada setiap siklusnya dapat dilihat hasilnya yaitu siklus I pertemuan I memperoleh persentase 59,37% pertemuan II 65,62% dan pada siklus II guru lebih meningkat menjadi pertemuan I sebesar 75,00% dan pertemuan ke II sebesar 84,37% dilihat dari indikator keberhasilan maka guru mengalami peningkatan sebesar 18,75%, dan hal ini telah mencapai indikator yang ditetapkan kemudian hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus I pertemuan I memperoleh persentase sebesar 47,22% pertemuan II  63,88% dan siklus II pertemuan I  sebesar 66,66% dan pertemuan II sebesar 91,66%.

Terapi Antikejang Tunggal dan Kombinasi pada Epilepsi Anak: Literature Review

Ramadhani, Sabila, Perdani, Roro Rukmi Windi, Damayanti, Putri, Oktarlina, Rasmi Zakiah
Abstract: Epilepsi anak membutuhkan tata laksana farmakologis jangka panjang yang bertujuan menurunkan frekuensi kejang dengan efek samping seminimal mungkin. Terapi antikejang tunggal umumnya dipilih sebagai strategi awal karena… regimen lebih sederhana, evaluasi respons lebih jelas, dan risiko interaksi obat lebih rendah. Namun, sebagian anak tetap mengalami kejang meskipun telah mendapat terapi awal yang adekuat, sehingga terapi kombinasi diperlukan pada kasus tertentu. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis peran terapi antikejang tunggal dan kombinasi pada epilepsi anak, khususnya terkait frekuensi kejang, keamanan, kepatuhan, dan kualitas hidup. Metode disusun menggunakan kerangka PICO dan alur seleksi berbasis PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, dan laman pedoman klinis resmi untuk publikasi tahun 2021-2026. Sebanyak 14 artikel dan dokumen pedoman memenuhi kriteria kelayakan dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antikejang tunggal tetap rasional sebagai pendekatan lini awal, sedangkan terapi kombinasi lebih tepat dipahami sebagai eskalasi terapi pada anak dengan kontrol kejang belum optimal. Perbedaan frekuensi kejang antara kedua kelompok terapi harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan tipe kejang, etiologi, durasi penyakit, kepatuhan, komorbiditas, riwayat kegagalan terapi, dan derajat keparahan awal.

Implementasi Hukum Administrasi Publik dalam Mewujudkan Good Governance dan Pelayanan Publik Berkualitas di Indonesia

Enala, Syahrabudin Husein, Dapot P Saragih, Andi Patta Yusuf, Antonius Nggewaka, Fransin Kontu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Hukum Administrasi Publik dalam mendukung terwujudnya good governance melalui transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh… meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik di era digital. Di sisi lain, pemerintah menghadapi berbagai tantangan, seperti tumpang tindih regulasi, penyalahgunaan kewenangan, rendahnya kompetensi aparatur, serta belum meratanya implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai peraturan perundang-undangan, buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pemerintah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji implementasi prinsip-prinsip Hukum Administrasi Publik berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), good governance, dan digital governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Hukum Administrasi Publik telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik melalui penerapan SPBE. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain disharmonisasi regulasi, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital aparatur sipil negara, serta lemahnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan administrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan Hukum Administrasi Publik harus dilakukan secara terintegrasi dengan reformasi birokrasi, transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem pengawasan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Buton Tahun 2025

Purnama, Nurdin, Siti Aisa, Jusmin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan… an kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei terhadap pengguna layanan pada berbagai perangkat daerah penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Buton. Analisis dilakukan mengacu pada pedoman Survei Kepuasan Masyarakat sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Buton Tahun 2025 berada pada kategori Baik, yang mengindikasikan bahwa secara umum pelayanan publik telah memenuhi harapan masyarakat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa unsur pelayanan yang memperoleh nilai relatif rendah, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, penanganan pengaduan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Temuan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi pelayanan, penyederhanaan prosedur, serta penguatan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut terhadap masukan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.