Abstract:Tinjauan sistematis ini mengkaji titik-titik konvergensi dan divergensi antara konsep Tasawuf tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan pendekatan character strengths dalam psikologi positif. Pencarian literatur komprehensif…
dilakukan melalui platform Consensus yang mengakses lebih dari 170 juta publikasi ilmiah. Dari 937 studi yang teridentifikasi, setelah melalui proses penyaringan dan penilaian eligibilitas, sebanyak 50 makalah dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kedua kerangka kerja sama-sama bertujuan membina pengembangan moral dan kesejahteraan manusia melalui kultivasi kebajikan. Namun demikian, keduanya berakar pada pandangan dunia yang secara fundamental berbeda: tazkiyatun nafs berlandaskan kerangka spiritual-teosentris, sementara character strengths berpijak pada paradigma sekuler-humanistik. Konvergensi utama ditemukan pada kebajikan inti yang sama seperti kesabaran, syukur, dan kerendahan hati yang dalam kedua tradisi berfungsi sebagai faktor protektif bagi kesehatan mental. Sebaliknya, perbedaan signifikan muncul pada aspek epistemologi, metodologi, dan tujuan akhir. Tazkiyatun nafs menekankan transendensi spiritual dan penyelarasan diri dengan kehendak Ilahi, sedangkan character strengths memprioritaskan validasi empiris dan pencapaian flourishing dalam kerangka kerja sekuler. Upaya integrasi kedua pendekatan menunjukkan potensi yang menjanjikan, khususnya dalam konteks pendidikan dan intervensi terapeutik. Namun demikian, isu validitas pengukuran terutama dalam menangkap dimensi spiritual secara autentik masih menjadi tantangan krusial. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang ada dan mengusulkan arah penelitian masa depan menuju pendekatan pengembangan karakter yang holistik, terintegrasi, dan sensitif secara budaya.
Abstract:TB Paru merupakan penyakit menular yang memerlukan kepatuhan tinggi dalam pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Rendahnya kepatuhan minum obat masih menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan.…
engobatan. Tujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terstruktur dengan pendekatan komunikasi terapeutik keluarga terhadap kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru di Poli Paru RS UMMI Bogor Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 pasien TB paru yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi diberikan melalui edukasi terstruktur yang melibatkan keluarga pasien selama 2 kali pertemuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum OAT setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan terstruktur dengan pendekatan komunikasi terapeutik keluarga efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru.
Abstract:Hasil observasi awal pada 2 perawat IGD RSUD Madani Palu dalam pelaksanaan primary survey menunjukkan satu perawat tidak meletakkan telapak tangan pada titik kompresi, tidak menindihkan telapak tangan yang lain di atasnya,…
a, kedua perawat memberikan tekanan pada dada pasien dengan posisi lengan tidak lurus, satu perawat lainnya melakukan penekanan dada dan bantuan pernafasan dengan siklus: 30 kali tekan dada dan 1 kali nafas buatan (1 siklus). Tujuan penelitian ini yaitu dianalisisnya hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang BLS dalam pelaksanaan primary survey pada pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Madani Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik meggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 31 orang. Sampel berjumlah 31 sampel, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji fisher’s exact test, dengan variabel independen pengetahuan dan sikap, variabel dependen pelaksanaan primary survey. Sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang BLS yaitu 22 orang (71%), sikap yang baik tentang BLS yaitu 21 orang (67,7%). Sebagian besar terampil dalam pelaksanaan primary survey yaitu 23 orang (74,2%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000), ada hubungan antara sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey (p-value = 0,000). Simpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap tentang BLS dengan pelaksanaan primary survey di RSUD Madani Palu. Disarankan perawat memperhatikan waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan implementasi keperawatan terapeutik selama pasien menjalani perawatan sehingga tercipta lingkungan yang kondusif untuk saling mendukung dalam pelaksanaan primary survey yang lebih baik di IGD RSUD Madani.
Abstract:Latar Belakang: Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang terjadi antara perawat dan klien dalam melakukan asuhan keperawatan yang berfokus pada kesembuhan klien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya…
ya hubungan tingkat pengetahuan komunikasi terapeutik dengan penerapan komunikasi terapeutik pada mahasiswa/I S1 keperawatan di Universitas Yatsi Madani. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik Sampel: Penelitian ini menggunakan Teknik proportion stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 164 responden dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil: Tingkat pengetahuan baik 144 (87.8%) pengetahuan kurang baik 20 (12.2%) dan penerapan baik 122 (74.4%) penerapan kurang baik 42 (25.6%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan komunikasi terapeutik dengan penerapan komunikasi terapeutik. Saran: Dapat dijadikan sebagai bahan referensi juga evaluasi dalam meningkatkan pengetahuan komunikasi terapeutik.
Abstract:Law Number 6 of 2006 The village is obliged to improve the quality of life of the village community in order to optimize the quality of human resources from an early age, the gampong government has village-scale local authority…
thority on the aspect of public health in order to manage government affairs in an effort to ensure the quality of public health from an early age especially for pregnant women in the gampong, efforts need to be made prevention and management of Chronic Energy Deficiency (SEZ). Based on the health profile of Nagan Raya, it shows that the prevalence of pregnant women experiencing CED in 2020 is 5.2%, in 2021 it is 4.6% and from the 2022 Cot Kuta Health Center Report there are 15 pregnant women experiencing CED. From observations, it was found that some Tuha Peut members did not understand the importance of preventing and dealing with SEZs according to Qanuns or village regulations due to the lack of attention from the keuchik and the head of Tuha Peut so that there was no socialization regarding SEZs to pregnant women. The purpose of this study was to analyze the performance of the tuha peut institution according to the Qanun on the prevention and control of KEK in pregnant women through indicators of quality, quantity, time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. The results of the study can be concluded thatTuha Peut Instituteis one of the village apparatuses that plays an important role in improving the health of pregnant women. Based on the analysis of indicators known that performanceTuha Peut InstituteThe village of cot kuta is still considered very low. Proposed improvement strategies that can be implemented byTuha Peut Institutecot kuta village in improving the health quality of pregnant women in the village, namely routinely holding management meetingsTuha Peut Institute, expanding cooperation with the company, making strict regulations and sanctions from the local government, and making training forTuha Peut Institute.