Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Qanun"

ROLE PEOPLE ISLAM TO ENFORCEMENT LAW IN INDONESIAN STATE SYSTEM: PERSPECTIVE OF ISLAMIC LEGAL PHILOSOPHY

Abdul Mannang, Aisyah Kara, Abdul Rahman Sakka
Abstract: Enforcement law is component important in guard stability system state administration Indonesia Which compound. Muslims, as majority resident Indonesia, own not quite enough answer big in support enforcement law Which fair… ir and ethical. Through the perspective of Islamic legal philosophy, this study explores how Islamic legal principles such as justice ('adalah), welfare (maslahah), and obedience to the law (ta'zim al-qanun) can strengthen the Indonesian legal system. This journal uses a descriptive qualitative research method with a literature review approach to understand the role of Muslims in the context of law enforcement in Indonesia. The findings show that Muslims have a significant role in fighting for the values of justice and maintaining the integrity of the legal system based on Islamic spiritual, moral, and ethical foundations.

Penerapan Sanksi Qanun Tentang Kasus Khamar Di Aceh

Raihan Arhab Adinugraha, Rahayu Sri Utami
Abstract: Provinsi Aceh memiliki kekhususan dalam sistem hukum nasional Indonesia dengan diberlakukannya Syariat Islam sebagai dasar hukum, termasuk dalam penegakan hukum pidana (jinayah). Salah satu komponen penting dalam penerapan… an hukum Islam diaceh ialah penerapan sanksi terhadap pelanggaran hukum jinayat, khususnya kasus khamar (minuman keras). Penelitian ini membahas penerapan Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat maupun Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat terhadap pelanggaran jarimah khamar. Dalam hukum Islam, khamar merupakan perbuatan haram karena merusak akal yang merupakan salah satu dari maqashid al-syari'ah. Penegakan hukum terhadap pelanggaran ini melibatkan Wilayatul Hisbah, Mahkamah Syar'iyah, serta perangkat hukum formal dan substantif sesuai dengan ketentuan Qanun. Sanksi yang dijatuhkan dapat berupa uqubat hudud, ta’zir, dan denda sesuai dengan beratnya pelanggaran. Selain itu, proses pembuktian, alat bukti, dan prinsip-prinsip hukum acara jinayat turut menjadi faktor penting dalam menjamin keadilan dan efektivitas pelaksanaan hukum. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penegakan hukum jinayat di Aceh, meskipun menghadapi tantangan, memiliki dasar yuridis, normatif, dan sosial yang kuat dalam menanggulangi peredaran dan konsumsi khamar

Dialektika Adat Dan Hukum Islam: Menelusuri Peran Budaya Lokal Dalam Penegakan Hukum Perzinaan Di Aceh

Sofiatus Zahra Rochma, Rahayu Sri Utami
Abstract: Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara formal menerapkan hukum Islam melalui Qanun Jinayat, termasuk dalam hal penegakan hukum terhadap tindak pidana perzinaan. Namun, penerapan hukum tersebut tidak… k berdiri sendiri, melainkan berdialektika dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal yang masih kuat melekat dalam masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana peran budaya lokal, khususnya hukum adat, berinteraksi dengan hukum Islam dalam proses penegakan hukum terhadap pelaku perzinaan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, serta ditunjang dengan data sekunder berupa literatur hukum dan studi empiris sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat di Aceh berfungsi sebagai instrumen sosial yang memperkuat efektivitas hukum Islam melalui pendekatan restoratif, seperti penyelesaian kekeluargaan dan pemberian sanksi sosial, sebelum pelaku diserahkan kepada aparat penegak hukum syariah. Kesimpulannya, budaya lokal berperan signifikan dalam memberikan legitimasi sosial terhadap penerapan syariat Islam, serta menjadi jembatan antara norma agama dan realitas sosial masyarakat. Dialektika ini menciptakan model pluralisme hukum yang kontekstual, harmonis, dan lebih diterima oleh masyarakat Aceh.

Keruntuhan Kerajaan Turki Ustmani Serta Implikasinya Terhadap Islam (1566 - 1924)

Hasibuan, Samsul Bahri, Ading Kusdiana, Wawan Hernawan, M. Boy Al’fazri Tahyat
Abstract: Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Turki Utsmani, Safawi dan Mughal (India). Namun, setelah mencapai titik zenit pada masa Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520-1566… 66 M), Kerajaan Turki Usmani mulai bergerak turun, melemah, dan mundur menuju titik nadir sampai menemui detik-detik kehancurannya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran kerajaan Turki Usmani baik bersifat militer maupun non-militer. Akibat hal tersebut telah membawa Implikasi terhadap prospek Islam di wilayah tersebut. Tulisan ini betujuan untuk mengetahui dan mengkaji fenomena kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani, mengetahui faktor penyebab kemunduran kerajaan Turki Usmani dan untuk mengetahui implikasinya terhadap prospek Islam. Metode yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode penelitian sejarah. Metode sejarah yang diguakan dalam artikel ini terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Hasil dari penelitian ini  dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kemunduran dan kehancuran kerajaan Turki Usmani yaitu melemahnya sistem birokrasi dan kekuatan militer Turki Usmani, kehancuran perekonomian kerajaan dan munculnya kekuatan baru di daratan Eropa serta serangan balik terhadap Turki Usmani. Selanjutnya implikasi terhadap prospek Islam yaitu terjadinya disintegrasi politik dalam dunia islam dan bangkitnya nasionalisme dalam dunia Islam.

Study Of Capacity Building of The Tuha Peut Institution Through The Establishment Of Village Regulations/Qanun Concerning Prevention And Management Of KEK In Pregnant Women In Cot Kuta Village, Nagan Raya Regency

Mala Sari, Nur, Nih Farisni, Tengku
Abstract: Law Number 6 of 2006 The village is obliged to improve the quality of life of the village community in order to optimize the quality of human resources from an early age, the gampong government has village-scale local authority… thority on the aspect of public health in order to manage government affairs in an effort to ensure the quality of public health from an early age especially for pregnant women in the gampong, efforts need to be made prevention and management of Chronic Energy Deficiency (SEZ). Based on the health profile of Nagan Raya, it shows that the prevalence of pregnant women experiencing CED in 2020 is 5.2%, in 2021 it is 4.6% and from the 2022 Cot Kuta Health Center Report there are 15 pregnant women experiencing CED. From observations, it was found that some Tuha Peut members did not understand the importance of preventing and dealing with SEZs according to Qanuns or village regulations due to the lack of attention from the keuchik and the head of Tuha Peut so that there was no socialization regarding SEZs to pregnant women. The purpose of this study was to analyze the performance of the tuha peut institution according to the Qanun on the prevention and control of KEK in pregnant women through indicators of quality, quantity, time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. time, effectiveness and independence. Research using qualitative methods with a descriptive approach. The results of the study can be concluded thatTuha Peut Instituteis one of the village apparatuses that plays an important role in improving the health of pregnant women. Based on the analysis of indicators known that performanceTuha Peut InstituteThe village of cot kuta is still considered very low. Proposed improvement strategies that can be implemented byTuha Peut Institutecot kuta village in improving the health quality of pregnant women in the village, namely routinely holding management meetingsTuha Peut Institute, expanding cooperation with the company, making strict regulations and sanctions from the local government, and making training forTuha Peut Institute.