Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbol warna pakaian para imam dalam liturgi Gereja Katolik dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang meliputi tiga unsur utama, yaitu ikon, indeks,…
, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Fatima Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna-warna liturgi seperti putih, kuning/emas, merah, hijau, ungu, merah muda, dan hitam memiliki makna simbolik yang mendalam dan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai media komunikasi teologis dan spiritual. Dalam perspektif ikon, warna memiliki kemiripan visual dengan makna yang diwakilinya, seperti putih yang melambangkan kemurnian dan kebangkitan. Dalam perspektif indeks, warna menunjukkan hubungan langsung dengan konteks liturgi tertentu, seperti ungu yang menandakan masa pertobatan. Sementara itu, dalam perspektif simbol, makna warna dibentuk melalui tradisi dan kesepakatan Gereja, seperti merah yang melambangkan pengorbanan dan Roh Kudus. Dengan demikian, warna pakaian liturgi para imam merupakan sistem tanda yang kompleks dan multidimensional yang mengandung nilai teologis, historis, dan spiritual. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan semiotika Peirce efektif dalam mengungkap makna simbolik dalam praktik keagamaan, khususnya dalam liturgi Gereja Katolik.
Abstract:Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun…
n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peramalan (forecasting) penjualan pada Toko Sembako Alaudin yang berlokasi di Pasar Rumah Tiga, Teluk Ambon, serta bagaimana hasil peramalan tersebut digunakan dalam…
menentukan strategi bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi data penjualan toko selama periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Sembako Alaudin belum menerapkan metode peramalan secara sistematis dan masih mengandalkan pengalaman serta intuisi pemilik dalam menentukan jumlah stok barang. Pola penjualan menunjukkan tren peningkatan menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan strategi pengadaan barang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode peramalan sederhana berbasis data historis penjualan guna mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat dan efisien.
Abstract:Literasi dan pendekatan sosial merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan anak pesisir sekaligus…
kaligus memetakan dinamika sosial-ekonomi komunitas nelayan lokal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kondisi awal menunjukkan bahwa meskipun sektor pariwisata pulau sangat maju—meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)—sektor primer maritim justru mengalami stagnasi berat. Nelayan lokal menghadapi penurunan hasil tangkapan akibat sampah laut dan kendala cuaca musim angin barat, yang memicu ironi ketergantungan pasokan ikan dari daratan utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim menerapkan pendekatan pengabdian partisipatif selama tiga hari (5–7 Juli 2026). Pada hari pertama, dilakukan sesi fun learning interaktif melalui 3 jenis games edukatif dan pembagian Al-Qur'an di Pantai Sakura bersama 15 anak pesisir. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di TPQ Majelis Ta'lim Al-Ubadah dengan pembagian 16 mushaf Al-Qur'an. Selain itu, wawancara terstruktur dilakukan bersama Kelompok Nelayan Paguyuban untuk memetakan kendala operasional bahari. Program ini berhasil meningkatkan akses literasi keagamaan, memotivasi anak pesisir, serta menghasilkan evaluasi akademis terkait ketimpangan ekonomi wilayah pesisir.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemain Club Futsal Fernando BSM U-16 Banjarbaru dalam menerapkan strategi menyerang power play. Kegiatan dilaksanakan melalui…
coaching clinic selama tiga pertemuan yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, simulasi, dan praktik lapangan dengan melibatkan 22 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 75%, disertai peningkatan kemampuan koordinasi tim, rotasi pemain, pengambilan keputusan, dan penerapan strategi power play dalam permainan. Dengan demikian, kegiatan coaching clinic efektif meningkatkan kompetensi teknis dan taktis atlet serta mendukung kualitas pembinaan futsal di Club Futsal Fernando BSM U-16 Banjarbaru.
Abstract:Traditional performing arts along the northern coast of Java often place female performers at the complex intersection of spiritual sacredness, patriarchal control, and modern economic commodification. This study aims to…
analyze the social realities, gender power dynamics, and cultural transformations represented in Ahmad Tohari's novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) in direct comparison with the empirical practices of Donbret and Sintren arts in Eretan, Indramayu. Utilizing a sociology of literature framework combined with feminist culture and political economy theories, this research investigates the persistence of animistic beliefs, mechanisms of patriarchal hegemony, and the erosion of sacredness due to commercialization. Data were collected through textual hermeneutics, in-depth ethnographic field observations, interviews with local cultural custodians, and socio-structural analytical methods. The findings reveal that while both the literary text and the living traditions share an ancestral lineage in animistic rituals where the female body functions as a sacred medium for ancestral spirits (indang), contemporary socio-economic pressures have significantly altered these structures. The sacred status of female performers is systematically degraded into an object of eroticism, saweran transactions, and male control. This paper emphasizes the vulnerability of traditional female-centered performing arts amidst societal transformation and commercialization.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomassa di atas permukaan tanah, cadangan karbon dan potensi serapan CO2 pada pohon nyatoh (Palaquium obtusifolium) di Hutan Kota Bonawang Kotamobagu. Jenis penelitian kuantitatif,…
atif, dengan menggunakan metode Non-Destructive Sampling yang berfungsi untuk pengambilan data tanpa merusak pohon secara permanen sehingga memungkinkan penggunaan kembali obyek yang sama. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan inventarisasi hutan dengan teknis sensus, di mana seluruh jenis pohon nyatoh yang dijumpai di lokasi penelitian diukur diameter batangnya, yaitu diameter at breast height (DBH = 130 cm) dengan menggunakan pita meter. Diameter batang pohon nyatoh diukur mulai dari 30 cm. Hasil menunjukkan bahwa populasi nyatoh (Palaquium obtusifolium) sebanyak 128 individu dengan kelas diameter mulai dari 30 cm hingga 214,09 cm. Jumlah individu terbanyak terdapat pada kelas diameter 50 cm hingga 60 cm sebesar 18 pohon (14,06%). Total biomassa sebesar 3.582.437 kg (3.581,44 ton), cadangan karbon sebesar 1.683.275,74 kg C (1.683,28 ton C), dan serapan karbondioksida sebesar 6.177.621,98 kg CO2 (6.177,62 ton CO2). Diameter lebih dari 200 cm mendominasi potensi ekologis, menyumbang 23,88% dari dengan potensi biomassa 855,18 ton, cadangan karbon 401,94 ton C, dan serapan CO2 1.475,11 ton CO2. Dengan rata-rata kerapatan karbon 397,94 ton C/ha di lahan seluas 4,23 ha, kawasan ini masuk dalam kriteria tinggi, menegaskan pentingnya pelestarian pohon besar untuk mitigasi iklim kawasan perkotaan.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan…
lahan siswa dalam mengerjakan soal Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Nolting. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan. Instrumen penelitian berupa tes uraian berbentuk soal kontekstual sebanyak empat butir serta pedoman wawancara untuk memperkuat data hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan kesalahan siswa ke dalam kategori Careless Errors, Concept Errors, Application Errors, dan Test Taking Errors sesuai Teori Nolting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa adalah Concept Errors, yaitu kesalahan dalam memahami konsep dasar Teorema Pythagoras, terutama dalam mengklasifikasikan jenis segitiga. Selain itu, ditemukan pula Careless Errors berupa kecerobohan dalam penulisan, Application Errors berupa ketidakmampuan menerapkan rumus, serta Test Taking Errors berupa tidak dituliskannya jawaban akhir meskipun proses sudah benar.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kesalahan siswa dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman konsep, rendahnya keterampilan penerapan rumus, serta kurangnya ketelitian. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memperkuat pemahaman konsep, memberikan latihan soal kontekstual yang bervariasi, serta membiasakan siswa melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawabannya.
Abstract:Employee retention has become a critical concern for organizations because high employee turnover can reduce organizational productivity, increase recruitment and training costs, and negatively affect overall organizational…
nal performance. This study aimed to examine the influence of work-life balance, organizational support, and job stress on employee retention. A quantitative research approach with an explanatory research design was employed to investigate the relationships among the research variables. Data were collected through a structured questionnaire distributed to 150 employees selected using an appropriate sampling technique. The research instrument utilized a five-point Likert scale to measure work-life balance, organizational support, job stress, and employee retention. The collected data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with the assistance of Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The illustrative findings indicated that work-life balance has a positive and significant influence on employee retention, organizational support has a positive and significant influence on employee retention, and job stress has a negative and significant influence on employee retention. Furthermore, the three independent variables simultaneously have a significant influence on employee retention and explain a substantial proportion of the variation in employee retention. Among the independent variables, organizational support was identified as the strongest predictor of employee retention. The findings suggest that organizations seeking to improve employee retention should develop comprehensive human resource management strategies by promoting work-life balance, strengthening organizational support, and implementing effective job stress management practices. Such initiatives are expected to enhance employee well-being, increase organizational commitment, reduce turnover intentions, and contribute to long-term organizational sustainability
Abstract:The global paradigm shift in waste governance towards a circular economy has driven the adoption of Community-Based Solid Waste Management (CBSWM), widely manifested in Indonesia through the Waste Bank initiative. Although…
gh theoretically designed as an ecological mitigation instrument and a catalyst for economic empowerment, previous literature remains dominated by techno-ecological and urban biases. These studies often overlook the structural dynamics of community empowerment in areas lacking established recycling infrastructure. This study aims to fill this gap by investigating the economic empowerment mechanisms and institutional resilience of the Berseri Waste Bank in Bengkalis Regency, a coastal-island area facing logistical disruption constraints. This study employed a qualitative approach with a case study design, involving 10 multi-actor informants (government, managers, customers, and community leaders) selected through purposive and snowball sampling. Data were collected via in-depth interviews, observations, and document reviews, with data credibility ensured through source and method triangulation. The results reveal four main findings: (1) increased environmental awareness that reduces open burning practices; (2) increased real household income; (3) the emergence of micro-scale circular logistics practices; and (4) community participation heavily driven by social capital (trust and local leadership). Theoretically, this study extends the application of circular economy theory by proving its viability at the micro-community level in geographically isolated regions. As a practical implication, this study recommends that local governments formally recognize waste banks as legitimate circular economy entities and provide policy interventions in the form of coastal transportation logistics subsidies