Abstract:Program bank sampah merupakan salah satu inisiatif untuk mengelola sampah secara efektif melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
i dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program bank sampah di Kelurahan Batu Gadang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara yang melibatkan 99 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,5% masyarakat kurang dalam partisipasi bank sampah, 62,6% masyarakat yang memiliki pengetahuan kurang, 52,5% yang memiliki sikap negatif , dan 35,4% masyarakat yang memiliki persepsi kurang. Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), sikap (p =0,006) dengan partisipasi masyarakat dan terdapat hubungan antara persepsi dengan partisipasi masyarakat (p=0,030).
Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah, motivasi ekonomi, serta dukungan sosial dari pemerintah dan masyarakat sekitar berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Selain itu, kesadaran lingkungan yang tinggi dan adanya insentif ekonomi berupa uang atau barang turut meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
Abstract:Jumlah kasus kecelakaan terjadi di indonesia tercatat sebanyak 370.747 kasus 6.053 kasus kecelakaan kerja ditemukan di Sumatera Barat. Kecelakaan kerja merupakan salah satu risiko utama yang dihadapi petugas pemadam kebakaran…
karan mengingat tingginya tuntutan fisik, lingkungan kerja yang berbahaya, serta keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang pada bulan Maret- Agustus 2025 . Populasi penelitian adalah seluruh petugas pemadam kebakaran di Kota Padang sebanyak 132 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,6% petugas pernah mengalami kecelakaan kerja. Sebanyak 15,8% petugas memiliki tingkat pengetahuan rendah, 31,6% mengalami kelelahan kerja berat, dan 33,3% tidak menggunakan APD saat bertugas. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja (p=0,000) dan penggunaan APD (p=0,001) dengan kejadian kecelakaan kerja. Namun, tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan kecelakaan kerja (p=0,124). Kelelahan kerja dan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran. Disarankan agar Dinas Pemadam Kebakaran meningkatkan pengawasan penggunaan APD, memberikan jadwal kerja yang seimbang, serta melaksanakan pelatihan rutin untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Abstract:Kelelahan kerja merupakan suatu kondisi di mana efisiensi dan kinerja menurun, sementara ketahanan ketahanan fisik tubuh berkurang. Menurut informasi yang diperoleh dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan…
gakerjaan tahun 2022, terdapat rata-rata 414 kecelakaan kerja 2 setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sekitar 27,8% disebabkan oleh tingkat kelelahan kerja yang cukup tinggi .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kelelahan kerja pada operator spbu di kecamatan padang utara tahun 2025. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di SPBU di Kecamatan Padang Utara pada bulan Maret- Agustus 2025 . Waktu pengumpulan data 22-26 Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah operator SPBU di Kecamatan Padang Utara sebanyak 67 sedangkan sampel sebanyak 57 operator SPBU. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan 71,9% responden memiliki kelelahan kerja berat , 68,4% responden memiliki masa kerja lama dan 49,1% responden memiliki status gizi tidak normal dan, 52,6% responden memiliki beban kerja berat. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa adanya hubungan masa kerja (pvalue=0,000) dan beban kerja (pvalue=0,000) dengan kelelahan kerja pada operator SPBU di Kecamatan Padang Utara. Tidak ada hubungan antara status gizi (p-value = 0,832) dengan kelelahan kerja pada operator SPBU di Kecamatan Padang Utara. Kesimpulan terdapat hubungan masa kerja dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada operator SPBU di kecamatan padang utara. Diharapkan Mengelola waktu istirahat dengan baik( peregangan, relaksasi, bernapas dalam, atau mendengarkan musik Santai) agar dapat mengurangi kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas.
Abstract:Latar Belakang: Petugas kebersihan merupakan kelompok pekerja yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap terjadinya Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) akibat karakteristik pekerjaan mereka yang menuntut aktivitas…
ktivitas fisik berulang dan postur kerja tidak ergonomis. Tujuan: Menganalisis adanya risiko keluhan Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) Pada Petugas Kebersihan RSUD Ngimbang. Metode: menggunakan deskriptif analitik dengan metode observasional dan pendekatan cross sectional pada petugas kebersihan RSUD Ngimbang. Subyek: 20 petugas kebersihan RSUD Nimbang. Hasil: risiko keluhan WMSDs pada petugas kebersihan 80% berisiko rendah dan 20% berisiko sedang Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat risiko WMSDs pada petugas kebersihan RSUD Nimbang menggunakan NBM berisiko rendah ke arah sedang.
Abstract:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala, namun berdampak serius terhadap kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.…
l ginjal. Prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia sehingga kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan. Data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023 menunjukkan Puskesmas Belimbing memiliki jumlah kasus hipertensi tertinggi, yaitu 12.755 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–September 2025 dengan sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 95 responden, sebanyak 61,1% responden mengalami hipertensi, sebanyak 46,3% memiliki aktivitas fisik kurang, sebanyak 55,8% memiliki perilaku merokok berat, dan 64,2% mengalami keluhan stress berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik (p=0,000) dan perilaku merokok (p=0,009) dengan kejadian hipertensi pada lansia, sedangkan keluhan stress (p=0,153) tidak terdapat hubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik dan perilaku merokok merupakan faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia dengan mendorong perubahan gaya hidup sehat.
Abstract:Abstrak Pendahuluan: Sectio caesarea merupakan suatu proses kelahiran janin melalui jalur abdominal (laparatomi) yang memerlukan insisi pada uterus (histerotomi). Post partum adalah waktu yang dimulai setelah plasenta lahir…
lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai kandungan albumin tinggi dan memiliki berbagai fungsi untuk kesehatan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan gabus untuk penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu post partum. Metode: Metode literature review ini dilakukan melalui pencarian artikel secara menyeluruh dengan pendekatan PICO (Patient, Intervention, Comparison, dan Outcome). Hasil penelitian: Hasil penelusuran literatur menunjukkan terdapat 56 artikel publikasi periode 2020–2025 dalam format full text yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh artikel tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi ikan gabus berperan dalam mempercepat penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu postpartum. Kesimpulan: Berdasarkan 15 literature yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus (Channa Striata) terhadap penyembuhan luka sectio caesarea pada ibu postpartum.
Abstract:Latar Belakang : Melahirkan adalah proses mengeluarkan produk konsepsi yang meliputi janin, plasenta dan cairan ketuban, dari rahim melalui jalan lahir dan perut. Proses melepaskan janin dan urin sebagai produk konsepsi…
dari rahim atau metode lain di kenal sebagai persalinan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Penyembuhan Luka pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Metode Penelitian : Metode penelitian dengan design quasy eksperiment dengan melakukan eksklusi dan inklusi terhadap penelitian yang akan dimasukkan dalam systematic review berdasarkan kualitas. Hasil Penelitian 14 jurnal menunjukkan bahwa penyembuhan luka sectio Caesarea di pengaruhi oleh mobilisasi dini yang dilakukan pada ibu post Sectio Caseraea di prngaruhi oleh Mobilisasi dini yang dilakukan oada ibu post Sectio Caesarea dapat mempercepat proses penyembuhan luka operasi Sectio Caesarea. Kesimpulan : membantu pasien merasa lebih baik, merasa lebih sehat, dan membantu mempercepat penyembuhan luka operasi serta meningkatkan fungsi usus dan kandung kemih.
Abstract:Berdasarkan data dari dinas Kesehatan kota Padang menyebutkan pada tahun 2023 Puskesmas dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-24 bulan paling rendah yaitu Puskesmas Padang Pasir dimana pencapaian imunisasi…
sasi dasar lengkap (IDL) di Puskesmas Padang Pasir 39,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12- 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025.Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret- Agustus 2025 pengumpulan data di lakukan pada 16 Juni - 9 Juli di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir. populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir yang berjumlah 745 orang, dan sampel yang di ambil sebanyak 88 responden mengunakan Teknik stratified random sampling. Data di kumpulkan mengunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis yang di lakukan secara univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 64,8% anak yang tidak lengkap imunisasi dasar lengkap 55,7% ibu memiliki pengetahuan kurang, 59,1% ibu memiliki sikap negatif, 48,9% ibu tidak mendapatkan dukungan keluarga. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (P value = 0,032), sikap ibu (P value = 0,029), dukungan keluarga (P value = 0,038) dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkapTerdapat hubungan imunisasi dasar lengkap dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga di puskesmas padang pasir. Di harapkan bagi Puskesmas melalui petugas kesehatan diperlukan promosi kesehatan berupa edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap pada ibu yang memiliki anak dan keluarganya
Abstract:Setelah proses kelahiran, terjadi transisi fisiologis dari sistem pernapasan janin yang semula bergantung pada oksigenasi melalui plasenta, menuju sistem pernapasan mandiri yang bergantung pada paru-paru. Jika proses transisi…
nsisi ini berlangsung secara mendadak, khususnya apabila pemutusan tali pusat dilakukan terlalu cepat, maka distribusi oksigen melalui aliran darah ke tubuh bayi dapat menjadi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara lebih mendalam temuan dari studi-studi sebelumnya, serta mengkaji secara empiris dampak penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada neonatus yang dilahirkan di Bidan Praktik Mandiri Yupi Siti Nurjanah. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuasi-eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design, yang memungkinkan perbandingan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi dilakukan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling, dengan jumlah total sampel sebanyak 30 bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar pencatatan standar selama periode Maret hingga Juni 2025 di fasilitas praktik bidan mandiri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Paired Samples T-Test untuk menilai signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p (ρ value) sebesar 0,000 (ρ<0,05), mengindikasikan bahwa penundaan pemotongan tali pusat secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kausal yang bermakna antara praktik penundaan pemotongan tali pusat dengan kadar hemoglobin neonatus. Oleh karena itu, pendekatan ini patut dipertimbangkan sebagai bagian dari intervensi obstetrik berbasis bukti dalam praktik kebidanan.
Abstract:Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang umum terjadi di masyarakat dan menjadi faktor risiko utama bagi berbagai gangguan kardiovaskular. Pengelolaan hipertensi tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tetapi…
api juga melibatkan pendekatan non-farmakologis seperti aktivitas fisik yang rutin dan pola makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak senam hipertensi dan konsumsi buah semangka terhadap penurunan tekanan darah pada individu yang menderita hipertensi. Metode yang digunakan ialah desain studi kasus deskriptif. Subjek pada penelitian ini ialah 23 penderita hipertensi di wilayah Kp. Bayur Rw 4 Kelurahan Periuk Jaya. Implementasi dilakukan 3 kali dalam 1 minggu dengan durasi 20 menit. Hasil didapatkan tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi sebanyak 3 orang (13%) dan tingkat pengetahuan dengan kategori baik sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi didapatkan sebanyak 23 orang (100%). Kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan tentang hipertensi efektif meningkatkan tingkat pengetahuan responden. Sebelum intervensi, hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden (100%) menunjukkan peningkatan pengetahuan ke kategori baik.