Search Articles & Publications

Showing 3148 articles found for "Inter"

Optimalisasi Asuhan Keperawatan Pasien Bronkopneumonia Dengan Gangguan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Melalui Fisioterapi Dada Di RPU 2 Rumah Sakit An-Nisa Tangerang

Dhea Restika Wahyu Pramesty, Cicirosnita J. Idu, Samrotul Fuadah
Abstract: Latar Belakang : Bronkopneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan batuk, sesak napas. Penanganan bronkopneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif yaitu fisioterapi dada. Intervensi ini secara literature sesuai… uai untuk mengatasi gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan : Fisioterapi dada untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif akan memungkinkan sputum lebih mudah dikeluarkan yang selanjutnya, akan keluar dari mulut dengan proses batuk. Metode : Penulis menggunakan metode Pre-Eksperimental One Shot Case Study Pre & Post Design. Hasil Penelitian : fisioterapi dada yang dilakukan pada pasien Ny.A berpengaruh dalam bersihan jalan napas tidak efektif, pasien dapat mengeluarkan sputum saat dilakukan fisioterapi dada.Kesimpulan : Hasil implementasi yang dilakukan pada pasien Ny.A selama 2x/3hari mendapatkan hasil bahwa fisioterapi dada efektif terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien bronkopneumonia.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Ginjal Dengan Penerapan Terapi Akupresur Untuk Menurunkan Rasa Nyeri Pada Bagian Leher Belakang Di RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang

Sintha Rizki Utami, Adi Dwi Susanto, Darni Nur Indah Sari
Abstract: Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Gagal ginjal kronis dapat menimbulkan simtoma, yaitu laju filtrasi glomerular berada di bawah 60 ml/menit/1,73… /menit/1,73 m2 atau di atas nilai tersebut yang disertai dengan kelainan sedimen urine. Pasien gagal ginjal kronis dapat mengalami kehilangan protein melalui urin sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kadar albumin serum atau hipoalbuminemia. Kadar serum albumin rendah merupakan indikator penting dari mordibitas dan mortalitas. Seseorang yang menderita kerusakan ginjal dapat dibantu dengan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisa. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar albumin pada pasien Gagal Ginjal Kronis pre dan post Hemodialisa. Metode : Desain studi kasus menggunakan asuhan keperawatan. Sampel studi kasus menggunakan 1 pasien yang dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil : pelaksanaan pemberian terapi akupresur di RSUP Dr. Sitanala Tangerang dapat disimpulkan bahwa pemberian Terapi pijat akupresure pada implementasi hari ke-3 sudah mengalami perubahan dan sudah terlihat efektifitasnya. Kesimpulan: Ada perbedaan kadar albumin pada pasien gagal ginjal kronis pre dan post hemodialisa di ruang hemodialisa RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dibidang keperawatan tentang asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal di RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang.

Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan Dewasa Pada Ibu I Dengan Menggunakan Terapi Guided Imagery Dan Pemberian Perasan Air Kunyit Untuk Menurunkan Nyeri Gastritis Di Sangiang Jaya

Rini Lestari, Rina Puspita Sari, Nur Afifah
Abstract: Latar belakang : terapi Guided imagery merupakan suatu teknik untuk mengalihkan pikirannya terhadap sesuatu yang indah sesuai dengan instruksi. Sedangkan kunyit adalah salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan dan bermanfaat… aat dalam menagani nyeri pada gastritis. Tujuan : memberikan terapi untuk menurunkan rasa nyeri gastritis pada keluarga dengan tahap perkembangan Dewasa khususnya ibu I untuk membantu menurunkan nyeri. Metode : studi kasus dilakukan dengan terapi Guided Imagery selama 3 kali pertemuan dengan waktu 10-20 menit dan pemberian perasan air kunyit selama 2x sehari di pagi dan sore hari, intervensi perawatan penerapan terapi Guided Imagery, pemberian perasan air kunyit dan edukasi mengenai gastritis. Hasil : post terapi Guided Imagery Ibu I mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala 5 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Kesimpulan : bahwa selama memberikan intervensi, tingkat nyeri yang dirasakan oleh Ibu I mengalami penurunan sebanyak 4 tingkat.

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Gout Arthritis Dengan Pemberian Intervensi Terapi Kompres Air Hangat Jahe Merah Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di Panti Werdha Marfati Tangerang

Dwi Anjani, Siti Robeatul Adawiyah, Regina Windyastuti
Abstract: Latar Belakang: Asam Urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar Asam Urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia… a seperti perasaan linu-linu di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi lansia. Dampak nyeri Gout Arthritis ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia. Tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan selain diet purin adalah terapi Kompres Air Hangat Jahe Merah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi kompres air hangat jahe merah terhadap intensitas nyeri. Metode: Implementasi yang dilakukan selama 3 hari dimulai tanggal 08-10 Juli 2024 pada Ny. I dengan wawancara, observasi, pemberian terapi kompres air hangat jahe merah dan pengukuran skala nyeri NRS. Hasil: Setelah dilakukan intervensi terapi kompres air hangat jahe merah selama 3 hari terjadi penurunan intersitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian kompres air hangat jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan Gout Arthritis.

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Gout Arthritis Dengan Intervensi Terapi Akupresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di Panti Werdha Marfati Tangerang

Dina Alfionita, Siti Robeatul Adawiyah, Regina Windyastuti
Abstract: Latar Belakang : Gout arthritis adalah penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Serangan asam urat bersifat mendadak, berulang, dan disertai arthritis yang terasa sangat nyeri pada bagian persendian,… ersendian, sering dialami oleh lansia. Dampak nyeri Gout atritis yang dapat ditimbulkan ke lansia berupa menurunya kualitas hidup lansia karena nyeri yang sangat menggangu aktivitas sehari-hari, Muncul keluhan pada sendi dimulai dengan rasa kaku atau pegal pada pagi hari kemudian timbul rasa nyeri pada sendi dimalam hari nyeri tersebut secara terus menerus sehingga sangat menggangu lansia. Tindakan non farmakologis selain diet purin dapat juga diberikaan terapi Akupresure. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terapi akupresure selama 3 hari terhadap intesitas nyeri. Metode: Studi kasus yang dilakukan selama 3 hari pada Nyonya T dengan wawancara dan observasi. Hasil: setelah dilakukan penerapan terapi akupresure selama 3 hari terjadi penurunan intesitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 3. Kesimpulan: Terapi Akupresure berpengaruh terhadap penurunan intesitas nyeri lansia dengan gout atritis.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Intranatal Kala I Fase Aktif Indikasi Nyeri Melahirkan Dengan Intervensi Teknik Massage Effleurage Di Ruang Srikandi RS Kemenkes Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2024

Dea Ananda, Nuryani, Nurlia Hanum
Abstract: Intranatal adalah proses persalinan yang di mulai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan terjadinya dilatasi progresif dari serviks, kelahiran bayi, kelahiran plasenta, dan proses tersebut merupakan proses alamiah.… ah. Intranatal Care merupakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten. Massage dilakukan dengan tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan memperbaiki sirkulasi. Metode non farmakologis juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Teknik tersebut dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Hasil evaluasi dari diagnosa keperawatan nyeri melahirkan berhubungan dengan dilatasi serviks yang didapatkan hasil, pasien kooperatif selama pemberian implementasi selama 3 hari, sehingga pasien dapat merasakan manfaat dari teknik massage effleurage dan pasien mengatakan nyaman saat diberikan teknik massage effleurage. Pasien berpartisipasi dalam mengontrol nyeri, beradaptasi terhadap nyeri yang dialami dengan skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Nyeri Di Ruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Era Delvi Agnes Savitri, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat… t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran  Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Devia Nurdiyanti, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Masalah yang sering dialami pada pasien di RSUD Kabupaten Tangerang Mayoritas mengalami Diabetes mellitus. Hasil rekam medis dari ruangan seruni RSUD Kabupaten Tangerang pada bulan maret-juli kunjungan pasien… asien diabetes mellitus tipe 2 di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 selama 5 bulan terakhir pada pasien diabetes mellitus sebanyak 87 jiwa. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian obat-obat anti diabet (glimeperide, acarbose atau metformin) dan pemberian insulin injeksi (apidra, dan lantus). Terapi non farmakologi salah satunya terapi senam kaki DM pada penderita diabetes melitus dapat diberikan senam kaki diabetik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Mengimplementasikan terapi senam kaki DM pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil Penelitian : Hasil implementasi dan evaluasi selama 3 hari dengan intervensi senam kaki DM terdapat perubahan penurunan kadar gula darah sewaktu sebelum diberikan tindakan GDS 239 mg/dl dan sesudah diberikan insulin apidra GDS 202 mg/dl. Kesimpulan : Terdapat penurunan gula darah sebelum dan sesudah pemberian insulin apidra dengan penerapan senam kaki DM yang telah dilakukan pada pasien Tn. T terdapat penurunan kadar gula darah 37 mg/dl, penurunan kadar gula darah 35 mg/dl, dan penurunan kadar gula darah 49 mg/dl, karena pasien diberikan terapi insulin apidra dan terapi senam kaki DM selama 30-60 menit dengan pemberian 3x8 jam. Saran : Diharapkan dapat digunakan sebagai alternative tindakan non farmakologi Senam Kaki DM untuk menurunkan kadar glukosa darah.

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Post Stroke Non Hemoragik Dengan Pemberian Intervensi Terapi Wicara Aiueo Untuk Gangguan Bicara Di Panti Werdha Marfati Tangerang

Sahnita Lantiani, Siti Robeatul Adawiyah, Regina Widyastuti
Abstract: Latar Belakang : Stroke non hemoragik adalah suplai darah ke otak terganggu akibat arteroklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Penyubatan bisa terjadi disepanjang jalur arteri yang menuju ke otak. Misalnya… alnya sustu atheroma (endapan lemak) bisa terbentuk didalam arteri akrotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir didalam darah, kemudian menyumbat arteri kecil. Dampak yang terjadi mengakibatkan kehilangan control volunter terhadap gerakan motorik di awal tahapan stroke, hilang atau menurunnya refleks tendon yang mengakibatkan terjadinya risiko jatuh dan dapat kehilangan kemampuan berbicara. Lansia yang mengalami post stroke non hemoragik merasa seluruh aktivitas nya terganggu dan memiliki gangguan bicara. Tindakan non farmakologis diberikan terapi wicara AIUEO. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi wicara AIUEO terhadap gangguan bicara. Metode : Studi kasus yang dilakukan 15 menit 2 kali sehari selama 7 hari pada Ny. T dengan menggunakan pengukuran skala fungsional komunikasi derby. Hasil : Setelah dilakukan penerapan terapi wicara AIUEO selama 7 hari terjadi peningkatan bicara dari E: 4 P: 4 I: 4 menjadi E: 6 P:6 I:6, bicara menjadi lebih jelas. Kesimpulan : Terapi wicara AIUEO berpengaruh untuk memperbaiki gangguan bicara pada pasien post stroke non hemoragik.

Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Nafas Dengan CKD Dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan Di RSUD Kabupaten Tangerang

Zahrah Maulidia Septimar, Astika Nisa Putri, Fitria Rahma Nuraini, Heni Fitriyah, Irfan Alamsyah, Lely Fajriyah
Abstract: Pendahuluan : Chronic Kidney Disease atau Gagal Ginjal Kronik merupakan suatu kondisi penurunan fungsi pada ginjal yang cukup berat dan terjadi secara perlahan dalam kurun waktu yang lama, dimana tubuh tidak mampu atau gagal… agal memelihara metabolisme cairan dan elektrolit yang menyebabkan gangguan reabsorbsi. Di Provinsi Banten menurut Riset Kesehatan Dasar Provinsi Banten menunjukkan prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebesar 0,2%. Dengan prevalensi di kota serang sebesar 0,1% (Riskesdas, 2018). Tujuan : Pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan CKD (Chronic Kidney Disease) diagnosa yang muncul pada kasus ini antara lain pola napas tidak efektif, hipervolemia, gangguan perpusi serebral, dimana intervensi yg dilakukan antara lain: manajemen pola napas, manajemen hipervolemia, dan perawatan sirkulasi. Metode : Cara pengambilan data pada pasien yaitu dengan melakukan pengkajian primer dan sekunder pada pasien. Hasil : dari implementasi yang dilakukan antara lain, frekuensi napas membaik, edema menurun, tekanan darah menurun, tingkat kesadaran meningkat. Kesimpulan : dari hasil didapatkan 3 diagnosa keperawatan 3 luaran keperawatan dan 3 implementasi keperawatan.