Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan…
salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Kedai Tahu Bakso Batununggal (Kedai TBB) di Kota Bandung yang menghadapi beberapa permasalahan, antara lain pelayanan yang belum optimal, branding yang masih…
asih fokus pada produk tahu bakso, serta perlunya strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan daya saing.
Kegiatan ini bertujuan membantu mitra dalam mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan
strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Quantitative
Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kedai TBB memiliki skor Internal Factor
Evaluation (IFE) sebesar 2,93 dan External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,90 sehingga berada pada posisi Growth
Stability dalam Matriks Internal-External. Berdasarkan hasil QSPM, strategi penetrasi pasar memperoleh nilai Total
Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,99 dibandingkan strategi pengembangan pasar (5,32) dan
pengembangan produk (4,91). Oleh karena itu, strategi penetrasi pasar direkomendasikan melalui penguatan pemasaran
digital, optimalisasi platform online, serta peningkatan kualitas pelayanan guna mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh infografis edukatif terhadap persepsi Gen Z mengenai employer attractiveness PT. X. Target pengabdian adalah fresh graduate dan mahasiswa tingkat akhir yang berpotensi menjadi…
adi calon tenaga kerja perusahaan. Data awal menunjukkan bahwa tingkat pengenalan, ketertarikan bekerja, persepsi reputasi, budaya kerja, dan peluang pengembangan karir responden masih terbatas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, di mana responden menilai persepsi mereka terhadap perusahaan sebelum dan sesudah diperkenalkan dengan infografis yang menyajikan informasi tentang budaya kerja, nilai-nilai organisasi, peluang pengembangan karir, dan manfaat bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan infografis edukatif efektif meningkatkan daya tarik perusahaan bagi calon karyawan muda, sekaligus memberikan dasar bagi strategi komunikasi visual yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Abstract:Saat ini kasus kekerasan yang terjadi pada anak di bawah umur sudah sangat memprihatinkan. Anak dianggap lemah dan tidak berdaya, yang membuat mereka rentan terhadap pemahaman seksual. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan…
atkan pemahaman siswa terkait keamanan diri dan tubuh mereka melalui psikoedukasi dengan prinsip Active Joyful Effective Learning (AJEL). Subjek penelitian berjumlah 34 yang merupakan siswa kelas 3A di SD Inpres karema. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design . Instrumen dari penelitian ini berupa tes tertulis yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian psikoedukasi. Kegiatan ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase. Penelitian yang diberikan meliputi bagian tubuh, area sentuhan aman, tipe-tipe sentuhan, dan cara melindungi diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman mengenai batasan-batasan sentuhan tubuh, siapa yang boleh dan tidak boleh menyentuh area tubuh pribadi, dan tindakan dalam menjaga atau melindungi diri dari perbuatan kekerasan seksual.
Abstract:This article is the result of community service regarding training and guidance for Hajj rituals for teenagers at the Al-Munazirin Mosque, Tampan District, Pekanbaru City.Hajj is a form of worship that involves deliberately…
ely visiting the Kaaba, to carry out certain acts of worship, or in other words, visiting certain places, at certain times, and carrying out certain acts of worship.. Al-Munazirin Mosque as a service location already has a mosque youth community, but is rarely given guidance and training, especially about the hajj rituals. For that, this activity needs to be carried out so that they can understand how. This service is carried out using a practical approach after providing material in this service activity. The results achieved after carrying out this hajj ritual training and guidance are that the teenagers of Al-Munazirin Mosque can be active again, so that they can develop their potential.
Abstract:The growth of coffee shop businesses in Indonesia faces significant challenges, particularly for small and medium enterprises (SMEs) that often encounter limitations in business management, marketing, and technology adoption.…
tion. This community engagement initiative aims to assist the "Latimojong" coffee shop in addressing these issues through the implementation of the Business Model Canvas (BMC) integrated with Internet of Things (IoT) technology. The activities were conducted through an interactively designed socialization process, including material presentation, discussions, and mentorship. Pre-test results indicated that participants' initial understanding averaged 36%, highlighting the need for capacity building in business management. Following the socialization, the post-test scores significantly improved, averaging 87%, representing a 141.67% increase. This improvement reflects the success of the socialization program in enhancing participants' understanding. Through this initiative, the "Latimojong" coffee shop was able to formulate a more strategic and efficient business model, strengthening its competitiveness in the local market. The implementation of IoT technology and social media-based digital marketing positively impacted operational efficiency and customer experience. This Community Engagement initiative serves as a replicable model for technology-based SME empowerment, potentially supporting sustainable local economic growth.
Abstract:This community service program aimed to enhance maritime cultural knowledge in Galesong Baru Village through the optimization of the Literacy Corner. Galesong Baru, known for its rich maritime heritage, faces challenges…
in preserving local knowledge and traditions amidst social changes and modernization. To address this issue, the program involved renovating the Literacy Corner, adding relevant educational materials, and conducting various educational activities. These activities included reading sessions, discussions, and workshops focused on maritime culture, as well as involving maritime experts and local leaders to provide in-depth insights. Program evaluation showed a significant increase in maritime cultural knowledge among participants, particularly among the younger generation. Pre- and post-program surveys indicated substantial improvement in understanding maritime traditions, such as boat-making and fishing techniques. The optimized Literacy Corner has become a more active hub, with increased visitation from the community. Support from the village government, local schools, non-governmental organizations, and the local community was crucial to the program's success. This program demonstrates that a participatory and collaborative approach in developing literacy centers can effectively enhance cultural knowledge and engage the community in preserving local heritage. The results of this program are expected to serve as a model for other coastal villages facing similar challenges in cultural preservation
Abstract:Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kesalahan beserta faktor penyebabnya yang dialami siswa kelas VIII SMP ketika mengidentifikasi sisi, rusuk, dan titik sudut pada bangun kubus. Desain kualitatif deskriptif dipilih agar…
ar respons siswa dapat ditelaah secara mendalam tanpa adanya perlakuan atau manipulasi terhadap variabel penelitian. Sebanyak 30 siswa kelas VIII dijadikan subjek melalui teknik purposive sampling, dan 6 di antaranya dipilih untuk sesi wawancara semi terstruktur yang mewakili tiga tingkat kemampuan akademik, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik tertulis, wawancara yang direkam, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi metode untuk menjaga keterpercayaan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,67% siswa melakukan setidaknya satu kesalahan dalam mengidentifikasi sisi kubus, 63,33% siswa melakukan kesalahan terkait rusuk, dan 36,67% siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi titik sudut secara tepat. Tiga kategori kesalahan yang dominan teridentifikasi, yaitu kesalahan konsep berupa kekeliruan mengidentifikasi unsur geometris, kesalahan visualisasi yang berkaitan dengan kesalahan membaca representasi tiga dimensi, dan kesalahan prosedural dalam menghitung komponen geometris secara sistematis. Faktor penyebab meliputi dimensi internal, terutama lemahnya pemahaman konsep dan rendahnya kemampuan penalaran spasial, serta dimensi eksternal seperti minimnya media pembelajaran dan dominasi strategi mengajar berbasis ceramah. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran geometri bangun ruang yang lebih eksploratif, konstruktivis, dan berbasis media di jenjang SMP.
This study investigates the types and underlying causes of errors made by eighth-grade junior high school students when identifying the faces, edges, and vertices of a cube. A qualitative descriptive research design was employed to examine students' responses in depth without manipulating any research variables. Thirty students from the eighth grade were selected through purposive sampling, and six of them participated in semi-structured interview sessions representing three levels of academic ability: high, moderate, and low. Data were gathered using written diagnostic tests, audio-recorded interviews, and documentation. Analysis followed the interactive model proposed by Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with methodological triangulation applied to ensure the trustworthiness of findings. Results indicated that 46.67% of students committed at least one error in identifying cube faces, 63.33% made errors related to edges, and 36.67% had difficulty identifying vertices correctly. Three dominant error categories were identified: conceptual errors, visualization errors, and procedural errors. Causal factors encompassed internal dimensions, particularly weak conceptual understanding and limited spatial reasoning ability, and external dimensions, including insufficient instructional media and lecture-based teaching strategies.
Abstract:Abstract: Environmental education plays a crucial role in raising public awareness of sustainability issues. The 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) has long been a fundamental strategy for waste management and the promotion…
tion of sustainable lifestyles; however, its dissemination is often presented in a textual manner that is less engaging for the general public. This study proposes an interactive visual approach utilizing projection mapping technology through Resolume Arena software to create an immersive educational stage performance. The animated visuals are narratively designed to enhance audience understanding of the 3R concept. The simulation results indicate that this approach has strong potential to improve audience engagement and information retention across diverse age groups.
Keywords: 3R; interactive animation; environmental education; resolume arena; visual mapping.
Abstrak: Pendidikan lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk kesadaran masyarakat akan isu keberlanjutan. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah lama menjadi strategi utama dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Namun, penyampaian informasi mengenai 3R masih sering bersifat tekstual dan kurang menarik bagi masyarakat umum. Dalam studi ini, dikembangkan pendekatan visual interaktif melalui teknologi projection mapping menggunakan perangkat lunak Resolume Arena untuk menciptakan pertunjukan panggung edukatif yang imersif. Visual animasi dirancang secara naratif untuk menstimulasi pemahaman audiens terhadap konsep 3R. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan retensi informasi pada audiens dari berbagai usia.
Kata kunci: 3R; animasi interaktif; edukasi lingkungan; resolume arena; visual mapping.
Abstract:Abstract: Bullying in schools is a social problem that requires serious attention because it can impact students' psychological condition and learning process. SMP Negeri 1 Sei Kepayang still faces limitations in determining…
ning the most appropriate bullying prevention strategy, because the selection of strategies is still reactive. Therefore, a decision support system is needed that can assist the school in determining the priority of bullying prevention strategies. This study aims to design and implement the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method in a decision support system to determine the most appropriate bullying prevention strategy. The criteria used include program costs, target scope, resource requirements, and speed of implementation. The system was developed web-based to facilitate data processing and analysis. The results showed that the strategy of Integrating Bullying Material into Learning was the most appropriate strategy with a value of 0.0464. With this system, the resulting bullying prevention strategy recommendations are more measurable and data-based.
Keywords: MOORA; decision support system; bullying; strategy; prevention
Abstrak: Perundungan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak pada kondisi psikologis dan proses belajar siswa. SMP Negeri 1 Sei Kepayang masih menghadapi keterbatasan dalam menentukan strategi pencegahan perundungan yang paling tepat, karena pemilihan strategi masih bersifat reaktif. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu membantu pihak sekolah dalam menentukan prioritas strategi pencegahan perundungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) pada sistem pendukung keputusan untuk menetapkan strategi pencegahan perundungan paling tepat. Kriteria yang digunakan meliputi biaya program, lingkup sasaran, kebutuhan sumber daya, dan kecepatan pelaksanaan. Sistem dikembangkan berbasis web untuk mempermudah proses pengolahan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Integrasi Materi Perundungan Ke Dalam Pembelajaran menjadi strategi yang paling tepat dengan nilai 0.0464. Dengan adanya sistem ini, rekomendasi strategi pencegahan perundungan yang dihasilkan menjadi lebih terukur dan berbasis data.
Kata kunci: MOORA; sistem pendukung keputusan; perundungan; strategi; pencegahan