Search Articles & Publications

Showing 462 articles found for "Pelajar"

Struktur dan Hierarki Ilmu : Menurut Filsafat Ilmu dan Menurut Ilmu Islam (al-Farabi dan al-Ghazali)

Sayid Khafid Abdillah, Hendrawan, M Nasir Siola, Marillang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai secara komprehensif mengenai hierarki dan struktur ilmu menurut Imam al-Farabi dan Imam al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan metode liblari research (kepustakaan) dengan pendekatan… katan konseptual. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang membahas mengenai struktur ilmu menurut Imam al-Farabi dan Imam al-Ghazali. Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Struktur dan hierarki ilmu merupakan aspek krusial dalam memahami hubungan antar cabang ilmu serta proses perkembangan ilmu itu sendiri. Filsafat ilmu dan pandangan ilmu dalam Islam, seperti yang dikemukakan oleh al-Ghazali dan al-Farabi, menawarkan pendekatan yang berbeda terkait topik ini. Filsafat ilmu cenderung berfokus pada peranan akal dan pengalaman dalam proses penggalian pengetahuan. Ilmu dikelompokkan berdasarkan objek kajian dan metode yang digunakan. Sebaliknya, ilmu dalam pandangan Islam dipahami sebagai anugerah wahyu dari Allah SWT, yang wajib dipelajari dan diamalkan demi meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Dalam Islam, struktur dan hierarki ilmu disusun berdasarkan tingkat kebenarannya dan manfaatnya bagi manusia. Memahami perbedaan perspektif ini memberikan pandangan yang lebih menyeluruh tentang ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia. Selain itu, hal ini juga membantu menyelaraskan pengetahuan dengan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga ilmu dapat dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia

Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Husniatul Rahma, Animar Fauziah, Dian Sarmita
Abstract: Husniatul Rahma. 2024. Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model pembelajaran Group Investigation di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program… gram Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Pembimbing Animar Fauziah, S.Pd., M.M. dan Dian Sarmita, M.Pd. ISI:   Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Peneliti bermaksud mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 persentase 46,67% pertemuan 2 meningkat 66,67%, dan siklus II  pertemuan 1 meningkat menjadi 73,33%, pertemuan 2 meningkat 86,67%.. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I pertemuan 1 83,33% dan pertemuan 2 dengan persentase 90% dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 93,3%% dan pertemuan 2 96,6%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 dengan persentase 66,7% dan pertemuan 2 70%, siklus II pertemuan 1 86,6% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 93,3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.

Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas II SD Negeri 14/III Punai Merindu Kabupaten Kerinci

Zolli Novanda, Erna Warnelis, Rosi Satria Ardi, Ade Marlia, Rosma Diana
Abstract: Rendahnya hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada observasi awal sebesar 33% siswa yang tuntas dan siswa yang belum tuntas sebesar 67%, hal tersebut terjadi dikarenakan rendahnya… ahnya hasil belajar siswa, kurangnya penggunaan pendekatan yang menarik, materi pembelajaran hanya berpusat pada guru, dan siswa menjadi cepat jenuh dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan memperbaiki tindakan pembelajaran di kelas melalui pendekatan saintifik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas II SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa dan data kualitatif berupa hasil observasi guru dan siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas. Pada siklus I pertemuan 1 didapatkan ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Pancasila 30% dan pada pertemuan 2 didapatkan ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Pancasila 50%, karena tingkat keberhasilan siswa belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan pada siklus II, pada siklus II pertemuan 1 diperoleh 80% dan pertemuan 2 diperoleh 90%. Pada pengamatan aspek guru dan aspek siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 52% dan siklus II 82% sehingga terjadi peningkatan pada aspek guru sebesar 30%, sedangkan pada aspek siswa siklus I sebesar 40% dan siklus II 95% sehingga terjadi peningkatan aspek siswa sebesar 55%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan proses dan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci.

Amsal Al-Qur’an

Rismah, Muhammad Amin Shihab
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep amsal al-qur’an dalam studi ilmu al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pustaka (liblary research). Sumber… Sumber data penelitian ini berasal dari teori ilmu alqur’an dan beberapa literatur yang membahas tersebut. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amṡal al-Qur’ān merupakan ungkapan yang menggambarkan adanya tasybih atau tamsil, yaitu penyerupaan antara sesuatu dengan lainnya berdasarkan kesamaan atau kemiripan tertentu. Amṡal memiliki empat rukun utama, yaitu wajah syabbah, alat tasybih, musyabbah, dan musyabbah bih. Berdasarkan bentuknya, amṡal al-Qur’ān terbagi menjadi tiga jenis: pertama, amṡal musharrahah, yaitu perumpamaan yang secara eksplisit menggunakan kata maṡal atau maknanya, seperti dalam QS. An-Nur: 35 tentang perumpamaan cahaya; kedua, amṡal kaminah, yaitu perumpamaan yang tidak secara langsung menyebut lafazh tamsil, namun mengandung makna indah dan padat yang relevan dengan hal serupa; ketiga, amṡal mursalah, yaitu ungkapan yang secara zahir tidak menggambarkan tasybih, tetapi digunakan sebagai perumpamaan yang berisi pelajaran atau peringatan bagi manusia. Ketiga jenis ini menunjukkan keindahan bahasa al-Qur'an dalam menyampaikan pesan. Hikmah mempelajari amṡal al-Qur’ān sangat beragam, antara lain membantu menjelaskan konsep rasional melalui gambaran konkret, mengungkapkan hakikat sesuatu yang tidak tampak, menyatukan makna mendalam dalam ungkapan singkat, memotivasi amal baik, serta memberikan peringatan agar manusia menjauhi keburukan.

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran IPAS

Natasya Putri, Esa Yulimarta, Isnaniah, Animar Fauziah, Yelly Martaliza
Abstract: Natasya Putri. 2024. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Pembimbing Esa Yulimarta, S.Pd.I, M.Pd. Dan… n Isnaniah, S.Si, M.Pd.   Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS disebabkan pembelajaran terfokus pada guru, kurangnya motivasi peserta didik, penggunaan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil pembelajaran IPAS. Jenis penelitian setiap siklus ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak II siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini berhasil, terbukti dari peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik. Peningkatan hasil belajar ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus I diperoleh hasil belajar IPAS sebesar 43,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 81,25%, maka terjadi peningkatan 37,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 77% dan siklus II 94,50% sehingga terjadi peningkatan sebanyak 17,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 66,77% dan siklus II 83,22% sehingga terjadi peningkatan aspek peserta didik sebanyak 16,45%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan saintifik terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V UPT SD Negeri 22 Kiambang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Rosa Sari Ningrum, Erna Warnelis, Dian Sarmita, Esa Yulimarta, Desmaneni
Abstract: Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran mata pelajaran Matematika yaitu dengan presentase ketuntasan sebesar 42% dan yang belum tuntas 58%. Dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran… embelajaran Matematika kelas IV SD Negeri 24 Lundang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang yang peneliti lakukan dari tanggal 22 Juli 2024 s/d 31 Juli 2024 dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kondisi awal mata pelajaran Matematika memperoleh persentase 42% pada siklus I memperoleh persentase sebesar 43,5%, karena tingkat keberhasilan peserta didik belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II diperoleh 80%, maka terjadi peningkatakan 36,5%. Pada pengamatan aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 68,5% dan siklus II 80% sehingga terjadi peningkatan pada aspek guru sebesar 11,5%, sedangkan pada aspek peserta didik siklus I sebesar 68,5% dan siklus II sebesar 80% sehingga terjadi peningkatan sebesar 11,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas IV SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Di Kelas III UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan

Rozalia Marlina, Zulmi Aryani, Dian Sarmita, Afrimon, Yosi Lara Jenita
Abstract: Peserta didik UPT SD Negeri 24 Lundang masih kesulitan dalam memahami pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dikelas III. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, belum menggunakan model pembelajaran… ajaran yang bervariasi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas III UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, yang setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Aktivititas guru persentase pada siklus I, yaitu 75,75% meningkat pada siklus II menjadi 93,93%. Aktivitas pesesrta didik persentase ketuntasan siklus I, yakni 60,60% meningkat pada siklus II menjadi 90,90%. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar Bahasa Indonesia siklus I persentase ketuntasan 61,54% meningkat pada siklus II menjadi 81,6%. Bedasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think pair share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas III UPT SD Negeri 24 Lundang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis TPACK pada Peserta Didik Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan

Rocki Elan Saputra, Ade Marlia, Lili Ratnasari, Esa Yulimarta, Desmaneni
Abstract: Rocki Elan Saputra. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis TPACK pada Peserta Didik Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan. Pembimbing Ade Marlia, M.Pd. dan Lili… Ratnasari, S.Hum., M.Pd. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan. Solusi dari pemecahan tersebut adalah menggunakan model pembelajaran Inquiry Berbasis TPACK. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitan ini adalah Penelitian Tindakakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan selama II siklus, masing masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian silkus I terdapat peningkatan hasil belajar IPAS Pertemuan 1 adalah 30%, pertemuan 2 sebanyak 20%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 40%. Pada siklus II pertemuan I adalah 60%, meningkat pertemuan 2 sebanyak 80% meningkat pertemuan 3 sebanyak 90%. Penelitian aktivitas guru siklus 1 pertemuan 1 adalah 71,0%, pertemuan 2 sebanyak 71,0%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 73,3%. Pada silkus II pertemuan 1 adalah 76,3%, pertemuan 2 sebanyak 84,2%, meningkat pertemuan 3 sebanyak 90,7%. Selanjutnya pada aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 43,7%, dan pertemuan 2 sebanyak 47,5%, meningkat pada pertemuan 3 sebanyak 58,7%. Pada siklus II pertemuan 1 sebanyak 71,2% meningkat pertemuan 2 sebanyak 82,5% meningkat pada pertemuan 3 sebanyak 90,6%. Dapat disimpulkan bahwa PTK dengan menerapkan model pembelajaran Inquiry berbasis TPACK berhasil meningkatkan hasil belajar IPAS Kelas IV SDN 25 Koto Kaciak Kabupaten Solok Selatan.

Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Briket Arang : Potensi Energi Alternatif Dan Ekonomi Di SMAN 10 Solok Selatan

Zulazhari, Hamdi, Pakhrur Razi
Abstract: Karena ketersediaan sumber energi utama yang terbatas, pengembangan sumber energi alternatif diperlukan untuk pemenuhan konsumsi energi yang sangat tinggi dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam aktivitas… rumah tangga dan bisnis. Biomassa dan bahan limbah organik adalah dua dari banyak sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui yang tersedia di Indonesia (Putro, 2014). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis ini adalah dengan mengembangkan briket. Sebaliknya, untuk menjaga kelestarian lingkungan pertanian, masalah produksi sampah, terutama sampah pertanian seperti tongkol jagung, harus ditangani. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan mengolah sampah dari produksi pertanian menjadi briket. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang berfokus pada gaya hidup berkelanjutan, meminta sekolah untuk mengambil bagian dalam upaya pemenuhan energi dengan mempertimbangkan potensi lokal. Salah satu kegiatan program P5 itu adalah "Pemanfaatan limbah tongkol jagunng sebagai briket arang: potensi energi alternatif dan ekonomi di SMAN 10 Solok Selatan". Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat produk arang briket. Ciri-ciri fisik arang briket yang dihasilkan membuatnya ideal untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Briket arang yang dihasilkan berbentuk silinder berdiameter lima sentimeter dan tinggi tiga sentimeter. Uji fisik menunjukkan bahwa briket memiliki kekuatan yang cukup keras dengan jenis perekat tepung kanji dengan persentase masing-masing 5%, 10%, dan 15%. Hasil uji nyala menunjukkan bahwa briket hanya membutuhkan satu menit untuk menyala menjadi bara api yang siap digunakan

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Peserta Didik Kelas IV SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik Kabupaten Kerinci

Pahrur Rozi, Ade Marlia, Yelly Martaliza, Dian Sarmiita, Siska Widyawati
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik. Hal ini disebabkan proses pembelajaran berpusat pada pendidik (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan… hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitan ini peserta didik kelas V SDN 95/III Tanjung Pauh Mudik tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini diperoleh dari data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus masing-masing 3 pertemuan. Hasil belajar siswa diperoleh siklus I yaitu 31,25% pertemuan I, 37,5% pertemuan II, dan 50% pertemuan III. Pada siklus II hasil belajar Bahasa Indonesia adalah 62,5% pertemuan I, 68,75% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Penilaian pengamatan pendidik siklus I adalah 56,4% pertemuan I, 76,4%, pertemuan II, dan 82,1% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh hasil 83,5% pertemuan I, 92,8% pertemuan II, dan 99,2% pertemuan III. Sedangkan penilaian pengamatan aktifitas peserta didik siklus I diperoleh hasil 67,1% pertemuan I, , 85,6% pertemuan II, 89,8% pertemuan III. Untuk siklus II diperoleh 91,9%, pertemuan I, 99,2% pertemuan II, dan 100% pertemuan III. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV meningkat.