Search Articles & Publications

Showing 457 articles found for "Perilaku"

Dampak Positif Nilai-Nilai Sumpah Pemuda Terhadap Siswa Di Jawa Barat

Sasin Difa Pebydwina, Eko Ribawati
Abstract: Penelitian ini mengkaji dampak positif nilai-nilai Sumpah Pemuda terhadap siswa di Jawa Barat, khususnya dalam hal nasionalisme, perilaku sosial, karakter, dan prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumpah… Pemuda  memberikan dampak positif yang signifikan terhadap siswa dalam berbagai aspek. Hal ini mendorong siswa untuk menghargai keberagaman budaya dan simbol-simbol nasional, seperti bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya, sebagai bagian dari identitas bangsa. Nilai-nilai Sumpah Pemuda juga berpengaruh pada perilaku sosial siswa, seperti meningkatkan rasa tanggung jawab dalam kegiatan sosial dan memperkuat empati terhadap sesama. Siswa lebih menghargai perbedaan suku, agama, dan ras, serta lebih mudah berkolaborasi dalam tugas kelompok. Sikap saling menghargai dan kerja sama ini mempererat ikatan di antara siswa. Selain itu, nilai-nilai tersebut memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih serius, menyadari bahwa pendidikan adalah kontribusi mereka terhadap kemajuan bangsa. Semangat nasionalisme mendorong siswa untuk mengatasi tantangan akademik dan meraih prestasi tinggi. Dengan demikian, Sumpah Pemuda memberikan dampak positif yang signifikan pada pembentukan karakter dan prestasi akademik siswa.

Peran dan Tantangan Jasa Perbankan Di Era Digital

Elvi Sukesi, Rini Puji Astuti, Lutfi Wijayanti, Rangga Bagus Wicaksono
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam industri perbankan. Jasa perbankan kini tidak hanya berfokus pada transaksi tradisional, tetapi juga harus beradaptasi dengan tuntutan konsumen yang… semakin menginginkan kemudahan dan kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran jasa perbankan di era digital serta tantangan yang dihadapi oleh institusi keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbankan digital telah meningkatkan aksesibilitas layanan, memungkinkan transaksi real-time, serta menawarkan produk yang lebih beragam. Namun, tantangan seperti keamanan siber, regulasi yang kompleks, dan persaingan dari fintech menjadi hambatan yang signifikan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen dan keharusan untuk terus berinovasi memaksa bank untuk berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk tetap relevan, lembaga perbankan perlu mengembangkan strategi yang mengintegrasikan teknologi digital, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan memperkuat sistem keamanan. Keberhasilan dalam mengatasi tantangan ini akan menentukan posisi bank dalam ekosistem keuangan di era digital.

Efektifitas Pengelolaan Keuangan Gen-Z Terhadap Tingkat Pengeluaran Kebutuhan Makeup Di Kehidupan Sehari-Hari

Manuela Vanlentera Kasih Berlinda Sudjianto, Nadia Faustina Ariqah
Abstract: Dengan meningkatnya aksesibilitas produk kecantikan melalui platform digital, Gen Z sering kali terperangkap dalam perilaku konsumtif yang dipengaruhi oleh tren di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi… asi efektivitas pengelolaan keuangan Gen Z dan dampaknya terhadap tingkat pengeluaran mereka, khususnya dalam kebutuhan makeup sehari-hari. Dalam penelitian kali ini kami menggunakan metode pendekatan kuantitatif berbasis survei untuk pengumpulan  data dari 99 responden Gen Z. Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan keuangan Gen Z di Surabaya terkait pengeluaran untuk kebutuhan make-up. Melibatkan responden berusia 16-25 tahun, mayoritas berasal dari kelompok usia 19-21 tahun. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang make-up, dengan 57,6% memiliki skor pengetahuan 9 dan 10. Dalam pola pengelolaan keuangan, mayoritas Gen Z menunjukkan kesadaran untuk menabung dan memanfaatkan teknologi finansial. Skor pengelolaan keuangan berkisar antara 4 hingga 14, dengan 45,5% responden mencatat skor di bawah 8, dan 81,8% memiliki skor di atas 10, menunjukkan kecenderungan pengelolaan yang baik. Pengeluaran untuk make-up berpengaruh pada kondisi keuangan mereka, dengan 56,6% responden merasakan dampak cukup signifikan. Rata-rata frekuensi pembelian make-up adalah 1-2 kali sebulan (78,3%), dan mayoritas mengalokasikan pengelurannya sejumlah Rp.100.000 hingga Rp.300.000 per bulan untuk make-up. Gen Z cenderung selektif dalam memilih produk dengan keseimbangan antara kualitas dan harga, mencerminkan sikap bijaksana dalam mengatur keuangan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi Gen Z dalam mengelola keuangan mereka secara lebih bijak.

Analisis Sikap Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Produk Antara Teh Tong Tji Dan Teh.It Berbasis Model Multiatribut Fishbein

Misel Febrianti, Devina Aurelia Azahra, Amanda Edward, Rahmat Fajri Alamsyah, Sultan Muhammad Arkan
Abstract: Perilaku konsumen merupakan studi kompleks yang melibatkan seluruh proses pengambilan keputusan pembelian, mulai dari munculnya kebutuhan hingga evaluasi pasca-pembelian. Penelitian ini menggunakan model multiatribut Fishbein… hbein untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap produk Teh.It dan Teh Tong Tji dengan melibatkan 46 responden. Dengan fokus pada atribut produk seperti rasa, aroma, kemasan, dan harga, serta tingkat keterlibatan konsumen dalam memilih. Hasil menunjukkan bahwa konsumen sangat terlibat dalam menentukan preferensi minat akan produk dalam proses pembelian, serta aroma dan banyaknya isi menjadi faktor utama, sementara perbedaan antar merek tidak terlalu menonjol. Temuan ini memberikan panduan bagi produsen untuk menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi konsumen dan meningkatkan daya saing produk.

Pengelompokan Pengguna Media Sosial Berdasarkan Pola Interaksi Menggunakan K-Means

Muhamad Ilhan Mansiz, Zaehol Fatah
Abstract: Mengelompokkan pengguna media sosial berdasarkan pola interaksi dengan menggunakan metode K-Means Clustering. Dalam era digital saat ini, memahami perilaku pengguna media sosial menjadi sangat penting bagi platform digital… al untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna. Dengan mengidentifikasi interaksi pengguna, platform dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini mencakup atribut-atribut seperti BounceRates dan ExitRates untuk mencerminkan tingkat ketertarikan awal dan durasi interaksi pengguna, serta atribut Month, Region, VisitorType, dan Weekend untuk menangkap faktor temporal, geografis, dan perilaku kunjungan. Data tersebut diolah melalui proses normalisasi dan pengkodean untuk memastikan kompatibilitas dalam analisis K-Means. Hasil clustering menunjukkan adanya dua kelompok utama pengguna media sosial dengan karakteristik interaksi yang berbeda. Kelompok pertama terdiri dari pengguna dengan keterlibatan awal yang tinggi dan interaksi yang lebih lama, sedangkan kelompok kedua cenderung memiliki minat awal yang rendah dan durasi interaksi yang singkat. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengelola platform media sosial untuk mengembangkan strategi yang lebih personalisasi dalam meningkatkan pengalaman pengguna, baik melalui konten yang lebih relevan maupun pendekatan pemasaran yang terarah. Dengan adanya pengelompokan ini, diharapkan platform media sosial dapat meningkatkan efektivitas interaksi pengguna dan memperkuat loyalitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan platform secara keseluruhan.

Peran Pancasila Pada Parenting Untuk Menanggulangi Kasus Bullying Dan Kekerasan Seksual Akibat Normalisasi Tontonan Tanpa Batasan

Khairun Nisa Kisti, Khairun Nisa Kisti, Friska Febrina Aulia Rahma, Rizki Diah Palupi, Arzety Valentin Kembaren, Moch Alief Rofiq
Abstract: Penindasan adalah istilah yang sering ditemui di berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa. Istilah ini merujuk pada tindakan sengaja, berulang, dan agresif yang ditujukan kepada individu yang lebih… lemah, sering kali melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas. Menurut UNICEF, penindasan bukanlah kejadian sekali saja, melainkan pola perilaku yang berlanjut seiring waktu. Bentuk penindasan meliputi kekerasan verbal, sosial, fisik, siber, rasisme, dan seksual. Pada 2023, Indonesia mencatat 29.883 kasus kekerasan, termasuk 3.800 insiden penindasan yang dilaporkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Esai ini bertujuan untuk menelaah kesadaran publik tentang penindasan dan kekerasan seksual, dampak media yang tidak terbatas pada perilaku anak, serta peran nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, keadilan, dan kerja sama dalam membentuk karakter positif dan mencegah perilaku negatif. Dengan mengedepankan pengasuhan berbasis nilai-nilai Pancasila, esai ini mengupas cara untuk menangani akar penyebab penindasan dan kekerasan seksual, serta pentingnya lingkungan dalam membentuk karakter anak. Orang tua, pendidik, dan masyarakat harus menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi insiden penindasan dan kekerasan seksual. Riset ini juga menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan survei yang disebarkan kepada siswa, orang tua, dan pendidik guna mengukur pemahaman mereka mengenai penindasan, penyebabnya, dan dampaknya. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai kesadaran masyarakat terhadap isu penindasan dan kekerasan seksual, serta bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan tersebut.

Identifikasi Dan Diagnosa Permasalahan Pada Anak Usia Dini Korban Perilaku Bullying

Gilang Risqi Maulana, Yahya Duta Maulana, Nurlaeli Janatul Aprilia, Almas Mustika Putri Ramadhani, Nawaal Nabilah, Muhamad Nabil Nur Diyanto
Abstract: Anak usia dini berada pada tahap perkembangan kritis, di mana mereka rentan terhadap dampak negatif dari perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendiagnosa permasalahan yang dialami oleh anak… nak usia dini yang menjadi korban bullying, dengan fokus pada dampak psikologis, emosional, dan sosial. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi dan wawancara mendalam dengan anak, orang tua, dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying pada anak usia dini dapat menyebabkan gangguan emosional, seperti kecemasan dan rasa takut, serta memengaruhi kemampuan mereka dalam bersosialisasi dan berprestasi di lingkungan belajar. Identifikasi dini dan intervensi yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang dan mendukung pemulihan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan pendidikan usia dini.

Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dan Anak Dalam Membangun Minat Belajar Di Jalan Muslimin Kota Pekanbaru

Darmawati, Farhat Pasya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam membangun minat belajar di Jalan Muslimin, Kota Pekanbaru. Komunikasi interpersonal merupakan salah satu faktor penting dalam… am perkembangan minat belajar anak, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku belajar di rumah maupun di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada beberapa orang tua dan anak di wilayah tersebut, serta observasi langsung terhadap interaksi yang terjadi di lingkungan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, dukungan emosional, serta pemberian motivasi dari orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap minat belajar anak. Orang tua yang aktif memberikan perhatian dan berbicara dengan cara yang positif dapat meningkatkan rasa percaya diri dan minat anak dalam belajar. Sebaliknya, komunikasi yang terbatas dan kurang mendalam dapat menyebabkan anak merasa kurang termotivasi. Penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak untuk mendukung pengembangan minat belajar anak yang lebih baik. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan peran orang tua dalam pendidikan anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.

Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Interaksi Remaja Pada Platform Media Sosial

Orlyn Permata Dinova, Aurell Chavia Mecca Hartanto, Hemma Aulia, Lysandra Nathania, Rafid Ariq Ushaim Alauddin
Abstract: Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap interaksi sosial remaja di media sosial. Bahasa gaul yang berkembang di platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter berfungsi sebagai alat untuk membangun… gun identitas kelompok, mengekspresikan diri, dan memperkuat ikatan persahabatan. Meskipun terdapat dampak positif seperti peningkatan kreativitas dan solidaritas, penggunaan bahasa gaul juga dapat menyebabkan kesalahpahaman, eksklusivitas, dan penurunan kualitas bahasa. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk memahami perilaku dan persepsi remaja terhadap bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform media sosial mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan, dengan karakteristik unik di setiap platform. Penggunaan bahasa gaul oleh remaja milenial bervariasi dan mencerminkan identitas serta ekspresi diri mereka, dengan pentingnya menjaga kesopanan dalam berkomunikasi dan keseimbangan dalam memilih kata dan frasa agar bahasa gaul dapat memperkaya interaksi sosial.

Penerapan Data Mining Untuk Analisis Data Sosial Media Menggunakan Metode K-Nearest Neoghbor (K-NN)

Della Natasya, Zaehol Fatah
Abstract: Penerapan data mining pada analisis data sosial media telah menjadi alat penting dalam mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan yang relevan dari data yang sangat besar dan beragam. Studi ini berfokus pada penggunaan teknik… nik data mining untuk menganalisis data sosial media dengan tujuan memahami perilaku pengguna, sentimen publik, dan pengaruh tren sosial terhadap berbagai sektor industri. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan data, analisis setimen, dan clustering. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana data mining dapat memberikan wawasan mendalam yang bermanfaat bagi perusahaan untuk strategi pemasaran, manajemen reputasi, dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dan solusi dalam mengelola data sosial media yang besar dan beragam, serta pentingnya etika dalam pengolahan data.