Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Terkait Gizi Seimbang Ibu Hamil Melalui Penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Prambon

Utami, Fista, Dewi, Novianti Tysmala, Nurjanah, Hanna, Ristanti, Idcha Kusma, Sholakhuddin, Ahmad, Andini, Novias Kemala
Abstract: Nutritional problems in pregnant women can affect the mother's health, also influence fetus’s growth and development while in the womb. The role of cadres in supporting pregnant women has a big influence so it is necessary&#8230; necessary to empower cadres through education to reduce nutritional problems in pregnant women. Community service activities aim to enhance the understanding of cadres' concerning proper nutrition for pregnant women. The initial activity was carried out by assessing cadres' knowledge about balanced nutrition through pre-test before education, then providing material and after education with a post-test.  The results conducted with 32 cadres showed that the cadres' knowledge of balanced nutrition had significantly increased in the average knowledge score by 20 point  after balanced nutrition education (p<0.001). The results of  activities related to balanced nutrition for pregnant women showed a positive response from cadres and good communication was established between presenters and cadres.  The conclusion was an increase in cadres' knowledge after providing nutritional education about balanced nutrition for pregnant women. Continuous provision of balanced nutrition education by cadres can increase knowledge about nutrition among cadres and overcome nutritional problems in pregnant women. Keywords: balanced nutrition; nutrition education; pregnant women   Abstrak: Masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil dapat memengaruhi kesehatan sang ibu serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Peran kader dalam mendampingi ibu hamil memiliki pengaruh besar sehingga diperlukan pemberdayaan kader melalui penyuluhan  untuk menurunkan masalah gizi pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan kader terkait gizi seimbang pada ibu hamil. Kegiatan penyuluhan melalui media ZOOM Meeting dengan metode ceramah menggunakan powerpoint dilakukan untuk menilai pengetahuan kader tentang gizi  seimbang. Soal   pre-test   diberikan sebelum   penyuluhan dan  diakhiri  dengan  post-test. Sejumlah 32 kader mengikuti pre-post test yang diberikan, dan didapatkan hasil pengetahuan mereka mengenai gizi seimbang meningkat secara signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan naik sebesar 20 poin sebelum dan setelah edukasi tentang gizi seimbang dilakukan (p<0,001). Kader memberikan respon yang positif pada kegiatan penyuluhan terkait gizi seimbang ibu hamil dan terjalin komunikasi yang baik antara pemateri dan kader. Kesimpulan yang dihasilkan setelah kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang ibu hamil dilakukan, pengetahuan kader meningkat dibandingkan sebelum penyuluhan. Pemberian  penyuluhan  gizi  seimbang  oleh  kader yang berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada kader dan mengatasi permasalahan gizi ibu selama masa kehamilan. Kata kunci: gizi seimbang; penyuluhan gizi; ibu hamil

Teknologi Informasi Digital Marketing Pada Urban Farming Pemasaran Sayur Hidroponik Di Kabupaten Asahan

Marpaung, Nasrun, Rahayu, Elly, Efendi, Zulfan, Febbrian, Aldi, Utama, Gita Nurul
Abstract: This study aims to analyze the implementation of information technology in digital marketing in urban farming, especially in improving hydroponic vegetable marketing in Asahan Regency. The development of information technology&#8230; nology has opened up new opportunities for urban farming actors to expand market reach through digital marketing strategies. The research method used is a case study with a qualitative approach, involving in-depth interviews and observations of urban farming actors as well as analysis of the use of digital platforms such as social media, e-commerce, and websites. The results of the study show that the implementation of digital marketing has proven effective in increasing sales and expanding the market, as well as supporting the sustainability of urban farming businesses by increasing product visibility, ease of transactions, and interaction with consumers. However, there are challenges such as limited technological knowledge for some business actors and uneven digital infrastructure. Therefore, training and technological support are needed for hydroponic farmers in order to maximize the potential of digital marketing in improving economic welfare in the urban agricultural sector. Keywords: digital marketing; hydroponics; information technology; urban farming.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi informasi dalam digital marketing pada urban farming, khususnya dalam meningkatkan pemasaran sayur hidroponik di Kabupaten Asahan. Perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru bagi pelaku urban farming untuk memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran digital. Masalah yang terjadi di Sigit Hidroponik memerlukan pemanfaatan teknologi dibidang pemasaran produk agar produk dapat terjual dengan baik dan terus mengalami peningkatan agar siklus atau perputaran penamaan dan panen dapat berjalan lebih efekti dan efisien dengan waktu yang lebih produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku urban farming serta analisis penggunaan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital marketing terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan dan memperluas pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha urban farming melalui peningkatan visibilitas produk, kemudahan transaksi, dan interaksi dengan konsumen. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknologi bagi sebagian pelaku usaha dan infrastruktur digital yang belum merata. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan dukungan teknologi bagi petani hidroponik agar dapat memaksimalkan potensi digital marketing dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi di sektor pertanian perkotaan. Kata kunci: digital marketing; hidroponik; teknologi informasi; urban farming.  

Pengembangan Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Pada Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu

Safrianti, Sintia, Yunita, Mirna, Puspita, Veny, Pratama, Fadly Wahyu, Ramadhani, Rahmad, Pangestu, Heru Edlifilyas
Abstract: This community service activity was carried out in the Kampung Sejahtera Mangrove Forest, Bengkulu City and partnered with POKDARWIS 212. The Kampung Sejahtera mangrove forest is located in Kampung Melayu District, Bengkulu&#8230; ulu City.  This community service aims to solve priority problems that exist in partners, namely: Partners and the community still do not understand the positive impact of the existence of mangrove forest ecotourism on economic improvement; Lack of knowledge of the community around the mangrove forest ecotourism environment regarding the preservation and maintenance of mangrove forests; Lack of integrated information and promotion by mangrove forest POKDARWIS 212 partners. Community service activities are carried out with an initial observation stage through a pre-activity questionnaire, followed by an implementation stage with socialization and training, and the next stage conducts an evaluation. The outputs produced in this community service are: The formation of the 212 mangrove forest POKDARWIS cooperative; The formation of a Joint Business Group (KUBE) of MSMEs from the community around mangrove ecotourism; The existence of 3 mangrove-based creative products; The reforestation of mangrove forests that will be cultivated in the mangrove forest ecotourism of the prosperous village; The existence of an integrated website as a promotional forum; and 6) The existence of signboards as information media. Keywords: ecotourism; community based; mangrove forest of the prosperous village; bengkulu cit   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu dan bermitra bersama POKDARWIS 212. Hutan mangrove Kampung Sejahtera ini berada di Kecamatan Kampung melayu, Kota Bengkulu.  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan prioritas yang ada pada mitra, yaitu: Mitra dan masyarakat masih belum memahami dampak positif keberadaan ekowisata hutan mangrove terhadap peningkatan ekonomi; Kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar lingkungan ekowisata hutan mangrove terkait pelestarian dan penjagaan hutan mangrove; Kurangnya informasi dan promosi yang terintegrasi oleh mitra POKDARWIS hutan mangrove 212. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tahap observasi awal melalui kuesioner pra kegiatan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, dan tahap selanjutnya melakukan evaluasi. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Terbentuknya koperasi POKDARWIS hutan mangrove 212; Terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari UMKM masyarakat sekitar ekowisata mangrove; Adanya 3 produk kreatif berbahan dasar mangrove; Adanya reboisasi hutan mangrove yang akan di budidayakan di ekowisata hutan mangrove kampung sejahtera; Adanya website yang terintegrasi sebagai wadah promosi; dan 6) Adanya signboard sebagai media informasi. Kata kunci: ekowisata; berbasis masyarakat; hutan mangrove kampung sejahtera kota bengkulu

Penerapan SEO Dalam Pemasaran Digital Produk Kerajinan Tangan Kampung Berkualitas Bangau Putih

Puspita, Sari, Yanto, Gusrino, Putri, Nency Extise, Nofriyon, Virginda Putri, Aprila, Mira
Abstract: Quality Village Bangau Putih in Parupuk Tabing subdistrict, Padang City, has a handicraft business made from coconut fibre. The problems faced by Kampung Berkualitas Bangau Putih in marketing its products include not utilising&#8230; lising technology and the internet, not having an e-commerce website and not knowing about Search Engine Optimization (SEO) methods that can be implemented in digital marketing of handicraft products it produces. In addition, the bookkeeping of financial records still uses manual methods. Therefore, the PKM team held a service activity with a method consisting of several stages, namely conducting a survey to the partner's location to find out the partner's problems, then conducting training according to the partner's needs based on existing problems, then evaluating the results of training and mentoring if there are still obstacles. With this PKM programme, Kampung Berkualitas Bangau Putih understand the importance of technology and the internet in marketing their products and understand digital marketing using the SEO method. Keywords: digital marketing, kampung berkualitas, search engine optimization, SEO    Abstrak: Kampung Berkualitas Bangau Putih yang berada di Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, memiliki usaha kerajinan tangan yang terbuat dari serabut kelapa. Beberapa masalah yang dihadapi oleh Kampung Berkualitas Bangau Putih dalam memasarkan produknya diantaranya adalah belum memanfaatkan teknologi dan internet, belum memiliki website e-commerce serta belum mengetahui tentang metode Search Engine Optimization (SEO) yang dapat diimplementasikan dalam pemasaran digital produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. Selain itu, pembukuan catatan keuangannya masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu, tim PKM mengadakan kegiatan pengabdian dengan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu melakukan survey ke lokasi mitra untuk mengetahui permasalahan mitra, kemudian melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan mitra berdasarkan permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan pendampingan jika masih terdapat kendala. Dengan adanya program PKM ini, masyarakat Kampung Berkualitas Bangau Putih menjadi paham tentang pentingnya teknologi dan internet dalam pemasaran produknya serta mengerti tentang pemasaran digital dengan metode SEO. Kata kunci: kampung berkualitas; pemasaran digital; search engine optimization, SEO

Inovasi Packaging Keripik Ubi Resky menjadi keripik CIS untuk Mendukung Perekonomian Lokal

Supiati, Supiati, Bachtiar, Irmah Halimah, Gafur, Gafur, Nurmiati, Nurmiati, Rijal, Abdul Rahman Khaerul
Abstract: Representing a significant effort to support local economic growth which is an essential goal of the government. This project aimed to transform the packaging of Resky chips into chips in a glass (CIS), enhancing their competitiveness&#8230; ompetitiveness in the digital marketplace. Our partners faced several challenges, including limited knowledge of business management and marketing, insufficient production tools, and a lack of product innovation. The involvement of the community service team has provided renewed hope and guidance to these business owners. To tackle these issues, we utilized a combination of training and mentoring methods. Our training sessions covered key areas such as financial bookkeeping, production management, packaging innovation, marketing strategies, and product digitalization. As a result of these method, our partners have successfully adopted basic bookkeeping practices. The Resky chips have been rebranded with new packaging and labels, along with the introduction of a personal branding strategy for the CIS. They have also secured business license numbers (NIB) and distribution permits (PIRT), and we facilitated their application for a halal certificate. Resky’s Chips are now officially branded as CIS by Khasnah Food n Drink. Additionally, our partners have established a social media, with accounts on Instagram, a Facebook fan page, and a profile on Akkio Smart City, managed by the Gowa Regency Government. Keywords: Chips; CIS; MSMEs; product digitalization; packaging innovation   Abstrak: Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu gebrakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian lokal. Tujuan dilakukannya PKM ini adalah untuk melakukan transformasi kemasan keripik ubi Resky menjadi keripik CIS (chips in a glass) agar dapat bersaing di dunia digital. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam manajemen usaha, minimnya pengetahuan pemilik usaha dalam pemasaran, keterbatasan alat produksi dan inovasi produk belum dilakukan. Kehadiran pengusul PKM membawa harapan besar bagi mitra. Metode yang digunakan oleh pengusul yaitu pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan meliputi pembukuan keuangan sederhana, managemen produksi, inovasi packaging, serta managemen pemasaran dan digitalisasi produk. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra telah mampu membuat pembukuan sederhana, kemasan baru dari keripik ubi resky telah disertai dengan label, personal branding cips in a glass, nomor izin berusaha (NIB), dan izin edar berupa nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pengusul juga telah melakukan pengajuan sertifikat halal untuk mitra. Saat ini keripik Ubi milik Ibu Resky telah berubah nama menjadi Keripik CIS by Khasnah Food n Drink. Mitra juga telah membuat media sosial berupa Instagram, fanpage facebook dan akun di Akkio Smart City milik Pemerintah Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Keripik; CIS; UMKM; digitalisasi produk; inovasi kemasan

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary&#8230; business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Desa Binjai Baru

Sitorus, Zunaida, Efendi, Elfin, Hasibuan, Cici Cahyati, Dewi, Rantika, Kholid, Ahmad
Abstract: Binjai Baru Village, Datuk Tanah Datar District has great potential to be developed through entrepreneurship training, the absence of skills training, is one of the obstacles hindering economic progress. Many village youth&#8230; th choose to travel, while many women working from home have free time that has not been used effectively. Seeing this situation, we feel encouraged to conduct training on making dish soap as a form of innovation in community empowerment, especially housewives, with the ultimate goal of improving skills in creating products of economic value and increasing the family budget by eliminating the need to buy dish soap every day. The methods used in this training are socialization, training or trials, and discussions or consultations. The purpose of this activity is to encourage creativity and provide knowledge in making dish soap, so that it can save expenses and open up new business opportunities. It can be concluded that the training activities have been successful and successfully carried out well. Villagers have mastered the material provided in the dish soap training activity.  Keywords: binjai baru village; empowerment; soap making.   Abstrak: Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar mempunyai potensi besar untuk untuk dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, tidak adanya pelatihan keterampilan, merupakan salah satu hal kendalamenghambat kemajuan ekonomi. Banyak pemuda desa yang memilih merantau, sementara itu banyak ibu-ibu bekerja dari rumah memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Melihat situasi ini, kami merasa terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan dalam menciptakan produk bernilai ekonomi serta meningkatkan anggaran keluarga dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli sabun cuci piring setiap hari. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sosialisasi, Pelatihan atau uji coba, dan diskusi atau konsultasi. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong kreativitas dan memberikan pengetahuan dalam membuat sabun cuci piring, sehingga dapat menghemat pengeluaran serta membuka peluang usaha baru. Dapat disimpulakan bahwa kegiatan pelatihan telah sukses dan berhasil dilaksanakan dengan baik. Warga desa telah menguasai materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan sabun cuci piring. Kata kunci: desa binjai baru; pemberdayaan; pembuatan sabun.

Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikat Halal Keripik Ubi di Desa Sei Bluru

Harmayani, Harmayani, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Apdilah, Dicky, Sinambela, Nur Isnaini, Sartika, Sartika
Abstract: In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village&#8230; ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality. Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM   Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal.  Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.   Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM

Strategi Diversifikasi Produk Gerabah Tuban Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar

Irawatiningrum, Satya, Bulqiyah, Hasanul, Rohid, Nibrosu
Abstract: Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which&#8230; has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.  Keywords: training; pottery; marketing    Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.  Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran

Pembuatan Website Sebagai Media Promosi Produk UMKM di Desa Wringin Anom

Kuswardhani, Nita, Hidayatulloh, Hidayatulloh, Putri, Azizah Rayya Kartiko, Izzeta, Muhammad Izzeldin, Utami, Sabrina Dinda, Ramadani, Fadillah Sauma
Abstract: Technological advancements can harness the potential of an area, particularly micro, small, and medium enterprises (UMKM). Many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Wringin Anom Village, Panarukan Subdistrict,&#8230; Situbondo Regency, situated along the Pantura Road, remain undigitized, thereby hindering their potential to expand their customer base. Therefore, through the use of the WordPress platform, the 206 Community Service Students Group of Jember University introduced e-DIMMA, which stands for ‘Electronic List of Wringin Anom UMKM’ with the aim of providing information related to potential UMKM in the Wringin Anom Village area along with supporting data related to the products of the UMKM concerned. Thus, e-DIMMA will simplify the process for consumers to access information necessary for conducting buying and selling transactions. We use a method of science and technology diffusion, which involves three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation of activities commences with the analysis of problems, the socialization of work programs, the collection of data from UMKM, the development of websites, the training of website administrators, and the evaluation process. We will coordinate with the village government to assess the effectiveness of creating UMKM websites for product marketing with the goal of increasing market access for partner. Keywords: digitalization; MSME; website   Abstrak: Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada suatu daerah salah satunya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang terletak di sepanjang Jalan Pantura memiliki banyak UMKM yang belum terdigitalisasi sehingga potensi peningkatan konsumen belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan platform WordPress Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat 206 Universitas Jember memperkenalkan e-DIMMA yang merupakan singkatan dari Elektronik Daftar UMKM Wringin Anom dengan tujuan menyediakan informasi terkait UMKM berpotensi di wilayah Desa Wringin Anom dengan disertai informasi penunjang terkait produk dari UMKM yang bersangkutan. Sehingga, akan memudahkan konsumen dalam mengakses informasi hingga melakukan transaksi jual beli. Metode yang digunakan berupa difusi ipteks dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis masalah, sosialisasi program kerja, pengumpulan data UMKM, pembuatan website, pelatihan admin website dan evaluasi. Efektifitas pembuatan website UMKM sebagai sarana untuk pemasaran produk akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dengan capaian berupa peningkatan akses pasar bagi mitra. Kata kunci: digitalisasi; UMKM; website