Abstract:Keberagaman generasi dalam lingkungan kerja merupakan kondisi yang tidak terpisahkan dari organisasi modern, termasuk di sektor jasa transportasi. Perbedaan karakteristik, pengalaman kerja, serta gaya komunikasi antar generasi…
nerasi berpotensi menimbulkan miskomunikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Bosowa Transportation mengenai komunikasi lintas generasi melalui psikoedukasi non-training berbasis infografis. Metode yang digunakan diawali dengan need assessment melalui kuesioner dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi karyawan. Intervensi diberikan dalam bentuk poster infografis bertema “Connect Beyond Age: Cara Berkomunikasi Lintas Generasi”, yang dilaksanakan di unit bisnis Oto Klinik, Oto Rental, dan Taksi Bosowa. Untuk mengukur efektivitas intervensi, dilakukan pre-test dan post-test menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar karyawan belum memahami konsep komunikasi lintas generasi secara menyeluruh. Setelah diberikan intervensi berupa psikoedukasi non training, terjadi peningkatan pemahaman karyawan terkait perbedaan gaya komunikasi antar generasi, hambatan yang sering muncul, serta strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis infografis terbukti efektif sebagai media edukatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi lintas generasi dan mendukung terciptanya interaksi kerja yang lebih harmonis di Bosowa Transportation.
Abstract:Kekerasan terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan masih sering tidak disadari oleh korban maupun masyarakat akibat minimnya pemahaman mengenai dinamika viktimisasi, relasi kuasa, serta manipulasi…
si psikologis yang dilakukan pelaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai kekerasan terhadap perempuan ditinjau dari perspektif psikologi forensik melalui kegiatan webinar edukatif. Kegiatan dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar berjudul “Kekerasan terhadap Perempuan: Menurut Psikologi Forensik” dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemberian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, serta sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan psikologi forensik, viktimologi, relasi pelaku-korban, serta konsep grooming dan manipulasi psikologis. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti webinar. Temuan ini menunjukkan bahwa webinar edukatif berbasis psikologi forensik efektif sebagai sarana psikoedukasi dan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Abstract:Pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga tidak terlepas dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah pemanfaatan…
nfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan pekarangan di Posyandu Permata Anawai, Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 28 September 2025 di Posyandu Permata Anawai, Wilayah Puskesmas Wua-Wua, Kota Kendari, peserta kegiatan yang hadir sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2 kader Posyandu dan 9 Ibu Balita. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan bergizi, melalui metode ceramah dan tanya jawab selama sekitar 60 menit, pendampingan praktik budidaya tanaman sayuran di pekarangan, serta penyaluran bibit tanaman kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif berdasarkan pengamatan terhadap keterlibatan peserta, tingkat antusiasme, dan respons selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran dan sikap peserta terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Partisipasi aktif kader Posyandu turut memperkuat proses edukasi gizi dan membuka peluang keberlanjutan kegiatan di lingkungan masyarakat. Meskipun belum didukung oleh pengukuran kuantitatif, kegiatan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan Posyandu berpotensi menjadi strategi pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penerapan metode evaluasi yang lebih terstruktur guna menilai dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kemandirian pangan rumah tangga.
Abstract:Penyalahgunaan narkotika di Indonesia merupakan masalah kompleks yang berpotensi menimbulkan relapse tinggi pasca rehabilitasi. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan instrumen evaluasi terstandar untuk menilai kesiapan…
apan perubahan perilaku dan kualitas hidup klien secara sistematis. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam meningkatkan motivasi perubahan perilaku dan kualitas hidup klien. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif quasi-experimental pretest-posttest pada 37 klien yang mengikuti program rehabilitasi selama 8–12 pertemuan. Kesiapan perubahan diukur dengan University of Rhode Island Change Assessment (URICA) dan kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor URICA dari 9,39 menjadi 10,77 dengan gain score 1,38 dan WHOQOL dari 248,59 menjadi 309,19 dengan gain score 60,59. Analisis statistik yang menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p < 0,001 untuk kedua variabel, menandakan efektivitas program secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa program rehabilitasi BNNP Sulawesi Selatan efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas hidup klien, sehingga dapat dijadikan model intervensi rehabilitasi berbasis bukti.
Abstract:Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan…
Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Abstract:Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement…
ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
Abstract:Paparan debu tambang merupakan salah satu faktor lingkungan yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada masyarakat pesisir, terutama di wilayah dengan aktivitas pertambangan yang intensif seperti Desa Banggina, Kecamatan…
amatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut, sementara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan masker sebagai upaya pencegahan paparan debu tambang. Penyuluhan dilakukan melalui media poster dan diskusi interaktif, yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pekerja tambang dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 15% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan nilai rata-rata 6,5500 pada pre-test menjadi 8,1500 pada post-test. Nilai p=0,00 mengindikasikan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku protektif melalui penggunaan masker sebagai langkah mitigasi risiko paparan debu tambang.
Abstract:Pengelolaan sampah di pedesaan masih menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta kurangnya media edukasi yang menarik membuat perilaku membuang…
ang sampah sembarangan masih sering terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan rencana edukasi penguraian sampah di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perancangan, pembuatan, hingga pemasangan rencana edukasi. Rencana tersebut berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah dan waktu penguraiannya, sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran visual yang mudah dipahami dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga mempererat kerja sama antara mahasiswa dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Abstract:Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas interaksi antara pegawai dan pelanggan di bidang Niaga dan Pemasaran UP3 Makassar Selatan dengan fokus pada strategi komunikasi interpersonal adaptif dan…
manajemen stres. Permasalahan utama yang dihadapi pegawai adalah kesulitan dalam menyampaikan maksud secara jelas kepada pelanggan, terutama yang tidak memahami istilah kelistrikan, yang berujung pada kesalahpahaman dan stres kerja yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner, intervensi edukatif diperlukan untuk mengembangkan komunikasi interpersonal adaptif dalam konteks pelayanan pelanggan. Psikoedukasi berjudul "Dari Teknisi Menjadi Komunikator Andal: Membangun Koneksi, Bukan Sekedar Transaksi" dilaksanakan pada 04 November 2025 dengan 22 pegawai hadir. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi roleplay kasus. Hasil evaluasi peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip komunikasi efektif REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humility). Meskipun mayoritas peserta (70%) dapat menjelaskan dengan baik, masih terdapat 6 peserta yang dinilai belum maksimal dalam menyampaikan penjelasan kepada pelanggan awam. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat keterampilan komunikasi pegawai, membantu mengelola stres, dan berkontribusi pada peningkatan citra pelayanan UP3 Makassar Selatan.
Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract:Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki…
ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.