Search Articles & Publications

Showing 43 articles found for "Coffee"

Analysis of Employee Loyalty with Job Satisfaction as Intervening Variable

Erika Dwi Athala, Efriyani Sumastuti
Abstract: The objective of this study is to examine the influence of factors such as work motivation, salary, work environment, and career development on employee loyalty. It also explores the role of employee job satisfaction as… a mediator in this relationship. The research will be conducted at 9 coffee shops located in Semarang City. The population involved in this study consists of all employees working at 9 coffee shops in Semarang City. The sample used comprises 98 individuals who have been working for more than 1 year. Data analysis in this study was conducted using the SmartPLS 3.0 software. Testing hypotheses using the PLS method. The findings indicated that the job satisfaction of coffee shop workers in Semarang City was impacted by factors such as motivation, salary, work environment, and career growth. Enhanced work drive and remuneration will lead to heightened job contentment. Similarly, an improved work environment and opportunities for professional growth would enhance employee job satisfaction. One thing that affects loyalty is job satisfaction. This suggests that when job satisfaction grows, employee loyalty also increases. Job satisfaction acts as a mediator between salary and loyalty, work environment and loyalty, and career development and loyalty. However, it does not act as an intermediary between work motivation and loyalty.

Sosialisasi Pkm Manajemen Usaha Coffee Shop Menggunakan Business Model Canvas Berbasis Internet Of Things

Yulianto, Harry, Arni, Sitti, Syamsuri, Helmy
Abstract: The growth of coffee shop businesses in Indonesia faces significant challenges, particularly for small and medium enterprises (SMEs) that often encounter limitations in business management, marketing, and technology adoption.… tion. This community engagement initiative aims to assist the "Latimojong" coffee shop in addressing these issues through the implementation of the Business Model Canvas (BMC) integrated with Internet of Things (IoT) technology. The activities were conducted through an interactively designed socialization process, including material presentation, discussions, and mentorship. Pre-test results indicated that participants' initial understanding averaged 36%, highlighting the need for capacity building in business management. Following the socialization, the post-test scores significantly improved, averaging 87%, representing a 141.67% increase. This improvement reflects the success of the socialization program in enhancing participants' understanding. Through this initiative, the "Latimojong" coffee shop was able to formulate a more strategic and efficient business model, strengthening its competitiveness in the local market. The implementation of IoT technology and social media-based digital marketing positively impacted operational efficiency and customer experience. This Community Engagement initiative serves as a replicable model for technology-based SME empowerment, potentially supporting sustainable local economic growth.

Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Petani Kopi Perempuan Nagari Lubuk Malako Berbasis CBR

Ramadhan, Sri, Adilla Arsyi, Wushi, Wahyudin, Rama, Isdendi, Randi
Abstract: Abstract: This study employs the Community-Based Research (CBR) model to empower female coffee farmers in Nagari Lubuk Malako, South Solok, addressing low economic literacy and limited market access. By engaging the community… unity as active partners, the research implemented post-harvest training, entrepreneurship literacy, and digital marketing strategies. Results indicate a significant capacity increase, evidenced by the formation of a women's business group, the launch of the local brand “Kopi Lubuk Malako,” and improved skills for 80% of participants. Key outcomes include enhanced household income, strengthened local economic institutions, and increased female independence in decision-making. Supported by local government and leaders, this program also facilitated business legality and halal certification. This study concludes that the CBR model is an effective and sustainable strategy for strengthening the household economy and fostering the empowerment of women in the agricultural sector. Keywords: the role of women; coffee farmers and CBR   Abstrak: Studi ini menggunakan model Penelitian Berbasis Komunitas (Community-Based Research/CBR) untuk memberdayakan petani kopi perempuan di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan, dengan mengatasi rendahnya literasi ekonomi dan terbatasnya akses pasar. Dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif, penelitian ini menerapkan pelatihan pasca panen, literasi kewirausahaan, dan strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan, dibuktikan dengan pembentukan kelompok usaha perempuan, peluncuran merek lokal “Kopi Lubuk Malako,” dan peningkatan keterampilan bagi 80% peserta. Hasil utama meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan lembaga ekonomi lokal, dan peningkatan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan. Didukung oleh pemerintah dan pemimpin lokal, program ini juga memfasilitasi legalitas usaha dan sertifikasi halal. Studi ini menyimpulkan bahwa model CBR merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga dan mendorong pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. Kata Kunci : peran perempuan; petani kopi dan CBR

Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Pada Bumnag Nagari Lasi

Arsyah, Ulya Ilhami, Pratiwi, Mutiana, Arsyah, Rahmatul Husna
Abstract: Abstract: Industrial era 4.0 brought changes in the economic field, and the consequence of this era was the birth of the digitization process in all fields. Digital marketing for business players is a very important part,… , even for BUMNAG Nagari Lasi. To support and advance the business, BUMNAG must be able to compete with the competition in the supply of quality products, so the necessary marketing strategy is capable of increasing sales and market expansion, the only one with digital marketing. BUMNAG managers are expected to have a desire to use digital devices, especially when presenting the products they sell. BUMNAG's ability to manage marketing through digital media will make it easier for the products to be known by many people and in demand. However, there are still many BUMNAGs that do not use digital marketing media as a marketing strategy, which makes BUMNAG unable to compete with other SMEs that have used this medium. Therefore, it was considered necessary to implement the activity to carry out training in digital marketing in the advancement of the Kopi Lasi BUMNAG Nagari Lasi. Keywords: digital marketing; marketing strategy; bumnag; lasi coffee    Abstrak: Era industri 4.0 membawa perubahan di bidang ekonomi, dimana konsekuensi dari era ini adalah proses digitalisasi di segala bidang. Pemasaran digital bagi pelaku usaha menjadi bagian yang sangat penting, termasuk bagi Badan Usaha Milik Nagari Lasi (BUMNag). Untuk mendukung dan memajukan bisnis, BUMNag harus mampu bersaing dengan kompetitor dalam menyediakan produk yang berkualitas, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan dan perluasan pasar, salah satunya adalah digital marketing. Pengelola BUMNag diharapkan memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat digital terutama dalam memperkenalkan produk yang mereka jual. Kemampuan BUMNag dalam mengelola pemasaran melalui media digital akan memudahkan produk untuk dikenal banyak orang dan diminati. Namun masih banyak BUMNag yang tidak menggunakan media digital marketing sebagai strategi pemasaran sehingga BUMNag kalah bersaing dengan pelaku UKM lainnya yang telah menggunakan media ini. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dimana implementasinya dilakukan secara bertahap seperti sosialisasi, pendataan, pembuatan sistem informasi digital marketing dan juga pelatihan admin. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pemasaran Kopi Lasi di BUMNag Nagari Lasi. Kata kunci: digital marketing; strategi pemasaran; bumnag; kopi lasi

Pelatihan Pembuatan Keripik Daun Kopi Di Desa Cugung Lalang Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang

Herlina, Mety, Syahfitri, Jayanti, Lubis, Rukiah, Sulaiman, Endang, Nopriyeni, Nopriyeni
Abstract: Abstract: So far the coffee commodity is still known as the main ingredient in the manufacture of beverages, namely coffee. Apart from coffee beans, many people in Cugung Lalang Village still do not know the information… coffee waste can be used in their daily lives. Some examples of the use of coffee waste can be used as compost, besides that coffee leaves can be made into a type of food, namely coffee leaf chips. In general, coffee farmers will routinely maintain post-harvest coffee gardens, namely by trimming coffee leaves. The coffee leaf waste resulting from pruning will only be piled up and left on the plantation. Therefore, this training can be an innovation that can increase the knowledge, skills and independence of community members in entrepreneurship. This of course will support the opening of opportunities to improve the economic level of the community. The results of the training showed that the community was able to make coffee leaf chips. The need for further training on how to package processed coffee leaf chips, so that they are ready to be marketed           Keywords: coffee leaf chips; training   Abstrak: Sejauh ini komoditas kopi masih dikenal sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman yaitu kopi. Selain biji kopi masyarakat di Desa Cugung Lalang masih banyak yang belum tahu mengenai informasi bahwa limbah kopipun dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh pemanfaatan limbah kopi yaitu dapat digunakan sebagai pupuk kompos, selain itu daun kopi dapat dibuat jenis makanan yaitu keripik daun kopi. Pada umumnya para petani kopi akan rutin melakukan perawatan kebun pascapanen kopi yaitu dengan melakukan pemangkasan daun kopi. Limbah daun kopi hasil dari pemangkasan ini hanya akan ditumpuk dan dibiarkan di perkebunan. Oleh karena itu, adanya pelatihan ini dapat menjadi suatu inovasi yang dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian warga masyarakat dalam berwirausaha. Hal ini tentunya akan mendukung terbukanya peluang untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Adapun metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari pelatihan menunjukan bahwa masyarakat mampu membuat olahan keripik daun kopi. Perlunya pelatihan lanjutan mengenai bagiamana pengemasan olahan keripik daun kopi, sehingga siap untuk dipasarkan. Kata kunci: keripik daun kopi; pelatihan

BUDIDAYA LELE TERPAL SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KESEJAHTERAAN BURUH PABRIK DI DUKUH REJOSARI

Gunawan, Yordan, Elven, Tareq Muhammad Azis
Abstract: Abstract: Located at the foot of Mount Merbabu, Dukuh Rejosari was bestowed with beautiful scenery, cool weather and fertile land for farming such as coffee, tea, corn and tobacco. Regrettably, these have yet been maximally… lly utilized by the locals because of their busy work as laborers who depend on wages. This is compounded by the very strict working hours that leave workers no time to utilize the blessing as additional income. In dealing with this situation, breeding catfish using tarpaulin method is likely the most appropriate alternative solution for the locals to earn more income without having to leave their main job as factory workers. This is possible as the catfish cultivation using tarpaulin method is effortless and does not consume much time to manage it. Moreover, with the annual increase in demand for catfish consumption in the surrounding regions as well as competitive selling prices (ranging from IDR14,000 to IDR17,000 per kilogram) making tarpaulin cultivation of catfish solution for the locals in Dukuh Rejosari. The method used in this service was socialization by providing outreach and training from the catfish cultivation expert. The result shows that villagers are enlightened to have a new source of income in the midst of busyness working as laborers.   Keywords: catfish cultivation; economic empowerment; dukuh rejosari     Abstrak: Berlokasi di kaki gunung Merbabu, Dukuh Rejosari dianugerahi dengan pemandangan yang indah, cuaca yang sejuk, dan lahan yang subur untuk bercocok tanam seperti kopi, teh, jagung, dan tembakau. Namun hal belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para penduduk dikarenakan kesibukan mereka sebagai pekerja buruh harian yang bergantung pada upah pabrik. Hal ini diperparah dengan jam kerja yang sangat padat membuat para pekerja tidak memiliki waktu lebih untuk memanfaatkan lingkungan sebagai tambahan penghasilan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pengembangbiakan ikan lele dengan menggunakan terpal merupakan solusi alternatif yang paling tepat guna memberi para penduduk penghasilan lebih tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai buruh pabrik. Hal ini dimungkinkan karena budidaya lele terpal sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya. Juga, dengan peningkatan tahunan permintaan ikan lele konsumsi di daerah sekitar serta harga jual yang kompetitif (berkisar Rp. 14.000,- – Rp. 17.000,- per kilogram) menjadikan budidaya ternak lele terpal sebagai alternatif paling ideal untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat Dukuh Rejosari. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan memberikan pelatihan dari pembudidaya lele terpal berpengalaman. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membentuk sumber pendapatan baru ditengah-tengah kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik.   Kata kunci: budidaya ikan lele; peningkatan ekonomi; dukuh rejosari

PLANTATION COMMODITY SELECTION IN CENTRAL JAVA USING MABAC METHOD AND PSI WEIGHTING

Nurhaliza, Andini Ayu, Cholil, Saifur Rohman
Abstract: Abstract: Central Java has significant potential in the plantation sector with various commodities such as pepper, cloves, tobacco, tea, sugarcane, coffee, nutmeg, and patchouli. However, the abundance of commodities does… s not guarantee that all of them provide maximum benefits. This study aims to recommend the most potential plantation commodities for development. The research utilizes plantation data from Central Java over the past few years, obtained from Satu Data Indonesia, covering land area, production, productivity, and the number of farmers. The evaluation criteria include land area, production, productivity, and the number of farmers. In the decision-making process, a Decision Support System (DSS) approach is applied using the Multi-Attributive Border Approximation Area Comparison (MABAC) method and the Preference Selection Index (PSI). The MABAC method is used to determine rankings, while PSI is used for criteria weighting. The results indicate that sugarcane, tobacco, and robusta coffee are the best commodities, with final scores of 0.419, 0.237, and 0.020, respectively. Therefore, it can be concluded that the most potential commodities for development in Central Java are sugarcane, tobacco, and robusta coffee.   Keywords: central java; MABAC;  plantation; PSI     Abstrak: Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor perkebunan dengan berbagai komoditas seperti lada, cengkeh, tembakau, teh, tebu, kopi, pala, dan nilam. Tetapi dengan banyaknya komoditas, tidak memastikan bahwa semua komoditas memberikan manfaat yang maksimal. Penilitian ini bertujuan membuat rekomendasi komoditas perkebunan yang paling potensial untuk dikembangkan. Penelitian ini menggunakan data perkebunan di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir yang diperoleh dari Satu Data Indonesia, mencakup luas lahan, produksi, produktivitas, jumlah petani. Kriteria evaluasi yang digunakan meliputi luas lahan, produksi, produktivitas, jumlah petani. Dalam proses pengambilan keputusan, digunakan metode SPK dengan pendekatan (MABAC) serta (PSI). Metode MABAC digunakan untuk menentukan peringkat, sementara PSI digunakan untuk pembobotan kriteria. Hasil yang diperoleh dari penilitian ini yaitu Tebu, Tembakau, Robusta merupakan tanaman terbaik dengan hasil akhir 0,419, 0,237, 0,020. Oleh karena itu, dapat disimpulkan tanaman yang dapat dikembangkan dengan potensial di wilayah Jawa Tengah dengan berbagai macam komoditas yaitu komoditas Tebu, Tembakau, dan Robusta.   Kata kunci: jawa tengah; MABAC; perkebunan ; PSI

SELECTION OF THE BEST COFFEE SHOP USING THE VIKOR METHOD

Hutagalung, Juniar, Sari, Vina Winda, Aini, Zulfa
Abstract: Coffee businesses in Medan are becoming increasingly competitive. Due to the invention of coffee menus and coffee serving packaging to remain competitive, every coffee shop has a distinct quality. However, choosing the finest… inest coffee shop remains a challenge for the decision-maker in this scenario, the consumer. Therefore, we need a mechanism to pick which clients or visits to a coffee shop. Clear, simple-to-understand idea-winning tactics make it simple to make decisions that are effective. The efficacy of various choices may be assessed by an efficient computer procedure. The purpose of this study is to use the Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (Vikor) technique to choose the best coffee shop based on the following criteria: ambience, taste, pricing, diversity of the menu, service, and facilities. The responses of the questionnaire are used to determine the weight gain based on weighing. The option with the lowest value is chosen as the best option when A5 = 0. In other words, alternative A5 was chosen as the spot where coffee is most strongly recommended

Hubungan Pola Konsumsi Minuman Berkafein dengan Kejadian Gangguan Gastrointestinal pada Mahasiswa di Kota Jember

Ahmad Robi Faro'id, Anggun Nanda Pamungkas, Dimas Syihab Azzuhri
Abstract: Latar Belakang: Pertumbuhan coffeeshop yang pesat di kota-kota pelajar Indonesia mendorong peningkatan konsumsi minuman berkafein di kalangan mahasiswa. Kafein diketahui dapat merangsang sekresi asam lambung dan melemahkan&#8230; an sfingter esofagus bawah sehingga berpotensi menimbulkan gangguan gastrointestinal. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola konsumsi minuman berkafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 150 mahasiswa di Kota Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji korelasi Spearman dan regresi logistik biner. Hasil: Mayoritas responden memiliki pola konsumsi kafein kategori sedang (89,3%) dan mengalami gangguan gastrointestinal kategori sedang (62,7%). Terdapat hubungan positif signifikan antara pola konsumsi kafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal (r = 0,434; p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan pola konsumsi kafein (OR = 1,139; 95% CI: 1,063–1,220) dan riwayat penyakit lambung (OR = 9,354; 95% CI: 2,821–31,022) sebagai prediktor independen yang signifikan. Simpulan: Pola konsumsi minuman berkafein berhubungan secara positif dan signifikan dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Mahasiswa dengan riwayat penyakit lambung memiliki risiko hampir sembilan kali lebih besar mengalami gangguan gastrointestinal sedang-berat.

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KENDALA UMKM RULI COFFEE

Putri, Hajjar Mei Wila, Intan Sari Rachmawati, Karli Ramdani, Zanuba Firda Farihah, Ujang Suherman
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi berbagai kendala operasional, salah satunya adalah rendahnya tingkat kunjungan pelanggan yang berdampak pada penurunan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#8230; enganalisis pengambilan keputusan pelaku UMKM dalam menghadapi kondisi usaha yang kurang ramai. Studi ini dilakukan pada Ruli Coffee Artisan, sebuah usaha kedai kopi yang mengalami penurunan jumlah pelanggan pada periode observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha, dan dokumentasi kegiatan kunjungan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha yang kurang ramai memengaruhi pengambilan keputusan dalam pengelolaan produksi, tenaga kerja, modal, bahan baku, dan pemasaran. Keputusan yang diambil bersifat adaptif dan berorientasi pada efisiensi sumber daya untuk menjaga keberlangsungan usaha. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pengambilan keputusan dilakukan secara sederhana dan berbasis pengalaman, strategi tersebut cukup efektif dalam membantu UMKM bertahan di tengah keterbatasan permintaan pasar.