Abstract:Perkembangan media digital telah mengubah pola pemasaran usaha mikro, termasuk pelaku street coffee di Kota Yogyakarta. Banyak pelaku street coffee yang belum memanfaatkan media digital secara optimal akibat keterbatasan…
pengetahuan dan keterampilan pemasaran digital. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya sosialisasi yang terarah dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku street coffee dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan sosialisasi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai fungsi media digital, khususnya media sosial, sebagai sarana promosi, komunikasi dengan konsumen, dan pembentukan citra usaha. Kebaruan kegiatan ini terletak pada model sosialisasi yang sederhana, praktis, dan disesuaikan dengan karakteristik usaha street coffee. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi pemanfaatan media digital mampu mendorong perubahan sikap dan praktik pemasaran pelaku street coffee.
Abstract:Perkembangan teknologi internet mendorong pelaku usaha coffee shop untuk memanfaatkan website sebagai media promosi online yang efektif, informatif, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan…
asikan website LuckyStreet sebagai media promosi digital agar informasi mengenai profil usaha, menu kopi, promo, testimoni pelanggan, akun Instagram, serta lokasi usaha dapat disampaikan dengan lebih luas kepada masyarakat. Website ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript dengan pendekatan pengembangan prototype, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan antarmuka, implementasi, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website LuckyStreet memiliki tampilan yang sederhana, menarik, responsif, dan mudah digunakan pada perangkat desktop maupun mobile. Dengan demikian, website ini dapat menjadi sarana promosi online yang efektif untuk meningkatkan jangkauan informasi dan memperkuat citra brand LuckyStreet sebagai coffee shop modern.
Abstract:In the 19th to 20th centuries, Indonesia was a region whose geographical position was bordered by several neighboring countries. In the north it is bordered by the Philippines. In the south it is bordered by the Australian…
an Continent. The territory of Indonesia, which is a fertile region, became one of Japan's desires to dominate Indonesia. It emerged in 1940 after seeing that apart from its natural and human resources, Indonesia was very important for Japan's strategic and political interests. Japan was interested in controlling Java Island because politically Java Island was the center of government, Java Island was also the center of Japan's military defense in the Indonesian archipelago. Java Island is economically one of the important areas for the operation of economic activities in Indonesia. At the time of the Japanese occupation, the island of Java consisted of five Syu (residencies), namely Banten, Jakarta, Bogor, Priangan and Cirebon. These areas had many coffee, tea and sugar cane plantations as well as rice fields which were very useful for food for the population and Japanese soldiers. Marketing of goods - goods produced in Japan. Human resources are also very much needed by Japan to support Japan's victory in the Greater East Asia war (Dai Toa no Senso).