Search Articles & Publications

Showing 135 articles found for "Sejarah"

Pengembangan Web Profile Untuk Organisasi Koperasi Wanita Pengusaha Indo-nesia (KOWAPI) Cabang Bengkayang

P, Noviyanti, Thomas, Santi, Arianto, Fra Siskus Dian
Abstract: Abstract: KOWAPI is an organization dedicated to Indonesian Women Entrepreneurs. KOWAPI itself is an abbreviation of the Indonesian Women Entrepreneurs Cooperative. KOWAPI is under the auspices of INKOWAPI (Parent Cooperative… ative of Indonesian Women Entrepreneurs). INKOWAPI members consist of PUSKOWAPI and KOWAPI. KOWAPI itself has spread in various regions, including Bengkayang Regency. The Bengkayang branch of the KOWAPI organization is new and its management was only inaugurated in July 2021 for the management period from 2021-2026. Because the Bengkayang branch of KOWAPI organizations is still new, there are still many who do not know what the activities and vision, and mission of this organization are. Based on the existing problems, the Bengkayang branch of the KOWAPI organization is deemed necessary to have a web profile that accommodates the organization, both history, vision, and mission, and what activities exist in the organization. This web profile management will be made using CMS WordPress. CMS WordPress is a platform that is quite easy to implement, especially for ordinary people. With this web profile, it can help the KOWAPI organization to be better known and there will be more opportunities for the community, especially women entrepreneurs, to be able to join the organization.           Keywords: inkowapi; kowapi organization; web profile; wordpress;  Abstrak: KOWAPI merupakan organisasi yang diperuntukkan bagi Wanita Pengusaha Indo-nesia. KOWAPI sendiri merupakan singkatan dari Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia. KOWAPI dinaungi oleh INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia). Anggota INKOWAPI terdiri dari PUSKOWAPI dan KOWAPI. KOWAPI sendiri telah tersebar diberbagai daerah, diantaranya adalah Kabupaten Bengkayang. Organisasi KOWAPI cabang Bengkayang termasuk baru dan kepengurusannya baru dilantik pada Juli 2021 untuk periode kepengurusan dari 2021-2026. Karena organisasi KOWAPI cabang Bengkayang ini masih baru maka masih banyak yang belum mengetahui apa saja kegiatan dan visi misi dari organisasi ini. Berdasarkan permasalahan yang ada, organisasi KOWAPI cabang Bengkayang ini dirasa perlu untuk memiliki web profil yang menampung tentang organisasi tersebut, baik sejarah, visi misi, dan kegiatan apa saja yang ada pada organisasi tersebut. Pengelolaan web profil ini akan dibuat dengan menggunakan CMS Wordpress. CMS Wordpress merupakan sebuah platform yang cukup mudah untuk diimplementasikan terutama bagi masyarakat awam. Dengan ada web profil ini maka dapat membantu organisasi KOWAPI agar lebih dikenal dan semakin banyak pula kesempatan bagi masyarakat khususnya para pengusaha wanita untuk dapat bergabung dalam organisasi tersebut. Kata kunci: inkowapi; organisasi kowapi; web profil; wordpress

Penyusunan Profil Kampung Akrilik Di Kecamatan Padang Utara

Djesmedi, Dinda, Firdalius, Fitri, Rasmita, Rasmita
Abstract: Abstract: Acrylic Village in North Padang District is one of the thematic villages in Padang City which is located in KB RW Village. 12 Berok Gunung Pangilun, Gunung Pangilun Village, Padang City. This Acrylic Village is… a knitted thematic village that produces handicrafts, such as knitted bags, flower vases, tissue boxes and others. Acrylic Village is still in the development stage. Currently, the Acrylic Village does not yet have a profile in the form of books and videos, so to find out about this Acrylic Village, the resource persons must repeat the history, handicrafts, and others. The writing team will create a profile for Acrylic Village to help introduce it to the wider community. The author uses the method of interview, observation and library research. In order to introduce this Acrylic Village, the author made a book and profile video to be used as a more effective information medium so as to provide information about Acrylic Village and make it a center for promoting creative economy products.   Keywords: arcylic; thematic villages; profile     Abstrak: Kampung Akrilik di Kecamatan Padang Utara merupakan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Padang yang berada di Kampung KB RW. 12 Berok Gunung Pangilun, Kelurahan Gunung Pangilun Kota Padang. Kampung Akrilik ini merupakan kampung tematik rajutan penghasil kerajinan tangan, seperti tas rajutan, vas bunga, kotak tisu dan lainnya. Kampung Akrilik masih dalam tahap pengembangan. Saat ini Kampung Akrilik belum mempunyai profil dalam bentuk buku dan video, sehingga untuk mengetahui tentang Kampung Akrilik ini narasumber harus mengulang menyampaikan sejarah, hasil kerajinan, dan lainnya. Tim penulis akan membuat profil untuk Kampung Akrilik supaya membantu memperkenalkan ke masyarakan luas. Penulis menggunakan metode wawancara, obervasi dan penelitian kepustakaan. Dalam rangka memperkenalkan Kampung Akrilik ini penulis membuat buku dan video profil  untuk dijadikan media informasi yang lebih efektif sehingga memberikan informasi tentang Kampung Akrilik dan menjadikan sentra promosi produk ekonomi kreatif.   Kata Kunci: akrilik; kampung tematik; profil

DEVELOPMENT OF A QR CODE-BASED WEBAR TO DIGITIZE LOCAL WISDOM AS AN EFFORT TO INCREASE TOURIST ATTRACTION IN BORDER AREAS

P, Noviyanti, Mira, Alexander Jerry
Abstract: Abstract: Current technological developments play a crucial role in driving the tourism industry, one of which is the utilization of technology. However, tourist attractions in border areas face challenges such as limited&#8230; d access to digital information and a lack of interactive media to present local wisdom such as history, customs, and culture. This study aims to develop and implement a QR Code-based Web-based Augmented Reality (WebAR) to digitize local wisdom at tourist attractions, making information more engaging and accessible to tourists. The research methodology adopted three approaches: UCD (User-Centered Design), Agile methods, and TAM (Technology Acceptance Model). This platform contains the local wisdom of two tourist villages in the border area, namely Sebujit Village and Jagoi Babang Village. The results of testing and evaluation using multiple linear regression and SEM-PLS methods on 45 respondents showed that the WebAR technology acceptance model was significant (F = 6.583; p < 0.001). User Attitude (ATU) is a key variable that significantly influences Intention to Use (BI) (β=0.429; p=0.001), while Ease of Use (PEOU) and Benefit (PU) indirectly influence BI through ATU. As additional validation, the classification test yielded an accuracy of 88.90% and an F1-score of 0.941, confirming that QR Code-based WebAR is effective and well-received as a digital information and promotion medium for local wisdom in border areas. Keywords: border areas; local wisdom; qr code; tourist attractions; web augmented reality.   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran penting dalam mendorong industri pariwisata, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi. Namun, objek wisata di daerah perbatasan menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses informasi digital dan kurangnya media interaktif untuk menyajikan kearifan lokal seperti sejarah, adat istiadat, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Web-based Augmented Reality (WebAR) berbasis QR Code untuk digitalisasi kearifan lokal objek wisata, menjadikan informasi lebih menarik dan mudah diakses bagi wisatawan. Metodologi penelitian mengadopsi tiga pendekatan, UCD (User-Centered Design), metode Agile, dan TAM (Technology Acceptance Model). Platform ini memuat kearifan lokal dua desa wisata di daerah perbatasan, yaitu Desa Sebujit dan Desa Jagoi Babang. Hasil pengujian dan evaluasi dengan metode regresi linier berganda dan SEM-PLS pada 45 responden menunjukkan bahwa model penerimaan teknologi WebAR ini signifikan (F = 6.583; p < 0.001). Sikap Pengguna (ATU) menjadi variabel kunci yang berpengaruh signifikan terhadap Niat Penggunaan (BI) (β=0.429; p=0.001), sementara Kemudahan Penggunaan (PEOU) dan Manfaat (PU) memengaruhi BI secara tidak langsung melalui ATU. Sebagai validasi tambahan, uji klasifikasi menghasilkan akurasi 88,90% dan F1-score 0,941, yang menegaskan bahwa WebAR berbasis Kode QR efektif dan dapat diterima dengan baik sebagai media informasi dan promosi digital kearifan lokal di wilayah perbatasan. Kata Kunci: daerah perbatasan; kearifan lokal; qr code; web augmented reality.

Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Cindy Patricia Ramli, Alexander Joseph Putra, Djala, Arya Yosafati Montoya
Abstract: Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun&#8230; un pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas

Representasi Bunga, Benda, dan Buah dalam Seni Lukis

Jesslyn Verena Rubetta Putih, Ellim, Irvan, Stanford, Dave, Cecilia, Cecilia, Hansel, Theodorus Jonathan
Abstract: Lukisan still life telah lama menjadi salah satu genre yang penting untuk para pelukis dalam sejarah seni rupa. Banyak objek-objek yang kita sudah sering lihat di kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini&#8230; adalah bagaimana cara mengimplementasikan objek-objek menjadi sebuah komposisi still life yang terdiri dari bunga, buah, dan benda. Bunga, misalnya, seringkali melambangkan keindahan dan kehidupan, namun juga bisa menjadi simbol dari kefanaan dan kematian. Buah mengandung makna kesuburan, kemakmuran, atau bahkan pencapaian tertentu. Sementara itu, benda-benda dalam lukisan still life seperti vas, piring, atau alat makan dapat mencerminkan aspek sosial dan budaya yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dibalik representasi objek-objek tersebut serta mengeksplorasi bagaimanan objek-objek ini memberikan makna dan pesan simbolisme yang lebih dalam. Dengan menganalisis karya-karya seni dari berbagai periode, gaya, dan aliran, penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini juga membahas bagaimana seniman menggunakan still life sebagai sarana untuk mengungkapkan pandangan mereka terhadap kehidupan sehari-hari, serta bagaimana objek yang terlihat sederhana bisa memiliki lapisan-lapisan makna yang kaya dan kompleks. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai perluasan pemahaman tentang peran still life dalam seni lukis dan pembukaan wawasan baru tentang hubungan antara simbolisme, estetika, dan budaya dalam karya seni visual.

The Basis Of The Epistemological Paradigm In A Review Of The Philosophy Of Islamic Education

Firmansah Kobandaha, Annisa Nuraisyah Annas, Rakhmawati Rakhmawati, Muh. Rusli
Abstract: Dalam filsafat pendidikan Islam, sumber utama pengetahuan adalah al-Qur'an dan Sunnah, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. al-Qur'an dianggap sebagai wahyu ilahi yang sempurna dan menjadi sumber&#8230; er pengetahuan yang otoritatif dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sunnah Nabi Muhammad saw juga menjadi sumber pengetahuan yang penting, karena merupakan contoh nyata dari penerapan ajaran al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Metode pencarian pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan pembacaan, studi, dan refleksi terhadap al-Qur'an dan Sunnah. Pendidikan Islam juga mendorong penggunaan akal dan rasionalitas dalam memahami ajaran agama. Namun, akal tidak boleh bertentangan dengan wahyu, dan pemahaman akal harus selaras dengan ajaran al-Qur'an dan Sunnah. Proses pembentukan pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan tahap-tahap seperti memahami teks-teks suci, mengkaji tafsir dan hadis, mempelajari sejarah dan konteks ajaran agama, serta menghubungkan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya pembentukan karakter yang baik dan moral yang kuat dalam proses pembentukan pengetahuan.

Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Islam: Perspektif Tafsir At-Thabari Surat At-Taubah Ayat 122

Azza Aulia Rahmi Daud, Nasrulloh Nasrulloh, Naura Nadhifah, My Love Faizah Putri, Nisa Ulfi Jannah
Abstract: Artikel ini membahas kewajiban menuntut ilmu dalam Islam dengan fokus pada perspektif Tafsir At-Thabari terhadap Surat At-Taubah ayat 122. Menurut tafsir ini, pendidikan dan pengetahuan merupakan pilar fundamental dalam&#8230; kehidupan seorang Muslim, di mana ayat tersebut menekankan pentingnya pembagian peran di antara umat Islam dalam konteks jihad dan pendidikan. Kewajiban menuntut ilmu tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif, di mana masyarakat harus memiliki sekelompok orang yang berdedikasi untuk belajar dan menyebarkan ilmu. Selain itu, artikel ini menggarisbawahi bahwa ilmu yang dicari harus bermanfaat dan digunakan untuk kebaikan, serta pentingnya niat yang tulus dalam proses pembelajaran. Melalui analisis sejarah, artikel ini menunjukkan kontribusi signifikan para ulama dan cendekiawan Muslim dalam berbagai disiplin ilmu yang telah memberikan dampak positif bagi peradaban manusia. Dengan menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas dan kritis, artikel ini juga mengajak umat Islam untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan penyebaran pengetahuan. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa kewajiban menuntut ilmu merupakan tanggung jawab sosial yang harus dijalankan oleh setiap individu, demi mencapai ridha Allah SWT dan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan.

Akulturasi Islam Dengan Buadaya Lokal Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam

Amelda Zakiyya
Abstract: Makalah ini mengkaji proses akulturasi Islam dengan budaya lokal di Nusantara melalui perspektif sejarah kebudayaan Islam. Akulturasi ini menghadirkan harmoni antara tradisi lokal dan ajaran Islam, tanpa menghilangkan nilai-nilai&#8230; lai-nilai keislaman masyarakat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka untuk menganalisis berbagai bentuk akulturasi, seperti perubahan dalam tradisi adat, seni, dan arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan, termasuk pergeseran pemimpin upacara dari dukun ke tokoh agama, penggantian sesajen dengan doa kepada Allah SWT, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam tradisi lokal. Selain menguatkan identitas keislaman, proses ini juga mempererat solidaritas sosial dan menciptakan karakteristik Islam Nusantara yang khas. Akulturasi ini membuktikan kemampuan Islam untuk beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensi, menjadikannya contoh keberagaman budaya yang harmonis.

Dinasti-Dinasti Besar Dalam Sejarah Islam: Umayyah, Abbasiyah, dan Ottoman

Aida muyassarah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting dan kontribusi tiga dinasti besar dalam sejarah Islam, yaitu Dinasti Umayyah, Abbasiyah, dan Ottoman. Ketiga dinasti ini memainkan peran utama dalam pemerintahan serta&#8230; a memberikan sumbangan signifikan dalam pembentukan peradaban Islam, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, intelektual, maupun dampaknya terhadap dunia modern. Dinasti Umayyah (661-750 M) terkenal dengan ekspansi wilayah yang luas, yang membentang dari Spanyol di Barat hingga India di Timur. Dinasti ini berhasil menyatukan dunia Islam dan memperkenalkan struktur pemerintahan yang lebih terorganisir, yang menjadi dasar bagi sistem politik Islam selanjutnya. Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) merupakan periode kejayaan dalam ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan, dengan Baghdad sebagai pusat intelektual dunia Islam yang melahirkan berbagai inovasi dalam matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Periode ini juga menandai perkembangan pesat dalam literasi dan perpustakaan, serta memperkenalkan pemikiran teologi dan hukum Islam yang baru. Dinasti Ottoman (1299-1922 M) membentuk kekaisaran Islam terbesar yang bertahan hampir enam abad, menguasai wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Tenggara. Sebagai kekaisaran global, Dinasti Ottoman memainkan peran kunci dalam geopolitik dunia, menjembatani perbedaan budaya dan agama antara Timur dan Barat. Penelitian ini menganalisis dampak jangka panjang dari ketiga dinasti ini terhadap struktur sosial, politik, dan budaya dunia Islam, serta kontribusinya dalam penyebaran ideologi dan sistem pemerintahan Islam yang masih berlanjut hingga saat ini.

Dinamika Jejak Pendidikan di Andalusia dan Implementasinya pada Pendidikan Islam

Annafik Fuad Hilmi, Muhammad Rizqi Ramadhan, Nisa Ulfi Jannah
Abstract: Artikel ini membahas Dinamika Islam di Andalusia mencatatkan kejayaannya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perkembangan&#8230; mbangan pendidikan Islam di wilayah tersebut, yang merupakan pusat peradaban gemilang bagi umat Islam pada masa itu. pendidikan Islam dipahami sebagai pendidikan yang berparadigma universal, yang mengutamakan humanisasi dan liberalisasi manusia. Pendidikan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sakral, kemanusiaan, dan alam secara terintegrasi, sehingga individu dapat memenuhi tugas pengabdiannya kepada umat manusia. Dalam pandangan ini, manusia dianggap sebagai Khalifah di bumi, yang memiliki dedikasi untuk menjalankan peranannya dalam kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), yang mengandalkan bahan pustaka untuk menggali teori dan konsep para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kekuasaan Islam di Spanyol, Andalusia memainkan peranan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban, mencakup ilmu agama, filsafat, sains, musik, seni, serta bahasa. Integrasi sejarah pendidikan ulama terdahulu khusunya andalusia dan pendidikan Islam saat ini bertujuan untuk memelihara fitrah manusia dan mengembangkan potensi insani menuju pembentukan insan kamil, yaitu manusia yang sempurna sesuai dengan ajaran Islam.