Search Articles & Publications

Showing 517 articles found for "Karakter"

Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal : Studi Kasus Program Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Puncak Jaya Kabupaten Puncak Jaya Papua Tengah

Hendrik Ibo, Fedianty Augustinah, Aris Sunarya
Abstract: Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau… au serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, serta penerapan model Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program-program yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara komunal berhasil diintegrasikan dalam pelatihan, produksi, dan pemasaran produk UMKM, seperti tas noken, minyak kemiri, serta kerajinan dari biji hutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan solidaritas sosial komunitas. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pasar karena infrastruktur yang minim, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta belum optimalnya implementasi regulasi pendukung. Temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis lokal yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.

Nyanyian Rohani Anak Berbasis Cerita Alkitab Sebagai Media Pendidikan Dalam Meningkatkan Spiritualitas Anak Usia Dini

Maria Manakane, Naema Molly, Oktovina Batuwael, Juwita Lesbatta, Bertha Rumahpasal
Abstract: Penanaman nilai-nilai spiritual pada anak sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang berlandaskan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan nyanyian rohani… ani anak yang berbasis cerita Alkitab sebagai media pendidikan yang efektif dalam meningkatkan spiritualitas anak. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran di lingkungan gereja dan sekolah minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian rohani yang dikaitkan dengan cerita Alkitab mampu membangkitkan ketertarikan anak, memperkuat pemahaman nilai-nilai Kristen, serta menumbuhkan hubungan pribadi anak dengan Tuhan. Melalui lagu-lagu yang mudah diingat dan mengandung pesan moral, anak-anak tidak hanya belajar tentang kisah-kisah Alkitab, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai spiritual secara menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, nyanyian rohani berbasis cerita Alkitab terbukti efektif sebagai media pendidikan yang mendukung pertumbuhan spiritual anak secara holistik.

Pengaruh Keberagaman Budaya di Sekolah Terhadap Kualitas Proses Belajar Mengajar Pada Pembelajaran Sejarah

Melany Putri Giani, Syarifah Salsabila, Ayu Wandira, Dina Sofiya Madani, Nandang Budiman
Abstract: Penelitian ini membahas tentang pengaruh keberagaman budaya terhadap kondisi pendidikan di sekolah khususnya pada kualitas proses belajar mengajar dalam pembelajaran sejarah. Keberagaman budaya di sekolah dapat memberikan… n pengaruh positif maupun negatif bagi warga sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberagaman budaya di sekolah dapat mendorong kreativitas guru dan pengembangan karakter siswa di sekolah. Penelitian ini juga membahas tentang perubahan nilai-nilai siswa maupun tenaga pendidik yang ada di sekolah dalam proses pembelajaran di kelas terutama pada mata pelajaran sejarah. Sehingga, artikel ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai keberagaman budaya di sekolah yang dapat menjadi peluang positif pada pendidikan karakter siswa dari adanya pembelajaran sejarah di sekolah.

Perancangan Teknologi E-Poin Untuk Meningkatkan Kualitas Karakter Siswa Khususnya Tentang Kedisiplinan Di MI Salafiyah Syafi’iyah Putra Sukorejo

Muwasatil Muhtajin, Ahmad Homaidi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem e-Poin berbasis web guna meningkatkan kedisiplinan siswa melalui pencatatan pelanggaran dan prestasi secara digital di MI Salafiyah Syafi’iyah Putra… ra Sukorejo. Sistem e-Poin dirancang untuk menggantikan metode konvensional berbasis kertas yang kurang efisien dan kurang transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses pengembangan sistem mengikuti model Waterfall dalam Software Development Life Cycle (SDLC), meliputi tahapan pengumpulan kebutuhan, analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem e-Poin mampu memberikan kemudahan dalam pendokumentasian pelanggaran, mempercepat proses pelaporan kepada wali santri, serta meningkatkan keterlibatan guru dan orang tua dalam pembinaan karakter siswa. Sistem ini dibangun menggunakan framework CodeIgniter 3 dengan database MySQL dan menyediakan fitur antarmuka yang mudah digunakan oleh berbagai pengguna, termasuk guru, admin, orang tua, dan siswa. Implementasi sistem ini mendukung program digitalisasi pendidikan yang sejalan dengan kebijakan Kurikulum Merdeka serta visi madrasah dalam membentuk siswa yang disiplin dan berkarakter.

Peningkatan Pemahaman Materi Tri Guna melalui Model Cooperative Learning pada Pembelajaran Agama Hindu Kelas VIII SMP Negeri 2 Lembo Raya Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Komang Sri Andayani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Tri Guna melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning di kelas VIII SMP Negeri 2 Lembo Raya Tahun Pelajaran 2023/2024.… 024. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran konvensional. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I, aktivitas guru mencapai 86%, aktivitas siswa 78%, ketuntasan klasikal 73%, dan nilai rata-rata 72,63. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan strategi. Pada siklus II, dilakukan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran, yang menghasilkan peningkatan signifikan: aktivitas guru menjadi 95%, aktivitas siswa 89%, ketuntasan klasikal mencapai 100%, dan nilai rata-rata meningkat menjadi 82,36. Penerapan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mendorong keaktifan siswa. Selain itu, model ini juga membentuk sikap positif seperti tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian. Dengan demikian, model ini tidak hanya meningkatkan aspek akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter siswa.

Optimalisasi Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Sraddha Dalam Pembelajaran Agama Hindu Kelas VII SMP Negeri 1 Soyo Jaya Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Made Narfiani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi Sraddha siswa kelas VII SMP Negeri 1 Soyo Jaya Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning.… ing. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas V SD Negeri Siuna Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024

Gusti Ayu Nurmalasari
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Negeri Siuna hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Negeri Siuna tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Pada SiswaTentang Kepemimpinan Kelas IX Di SMP Negeri 2 Petasia Barat Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024

I Gede Sanjaya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada materi kepemimpinan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Petasia Barat Satu Atap Tahun Pelajaran 2023/2024 melalui penerapan model pembelajaran… Cooperative Learning. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran belum optimal. Guru masih kurang efektif dalam membimbing kegiatan kelompok, dan sebagian siswa belum aktif dalam diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 86% dan aktivitas siswa sebesar 78%, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya 73% dan nilai rata-rata 72,63. Hal ini menandakan bahwa pembelajaran perlu ditingkatkan lagi. Pada siklus kedua, perbaikan dilakukan baik dari sisi strategi pengajaran maupun pengelolaan kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru mencapai 95%, aktivitas siswa naik menjadi 89%, dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% dengan nilai rata-rata sebesar 82,36. Dengan pencapaian ini, siklus dihentikan pada tahap kedua. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa model Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Melalui pembelajaran kelompok, siswa lebih aktif berdiskusi, saling membantu, dan termotivasi untuk belajar bersama. Selain berdampak pada hasil akademik, model ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, dan saling percaya. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk sikap positif dalam interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.

Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa SD Inpres 1 Suli Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Made Arini
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Inpres 1 Suli hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20%. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa SD Inpres 1 Suli tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Model Contektual Teacehing Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lampasio Semester 1 Tahun Pelajaran 2023/2024

I Putu Darmawan
Abstract: Tingkat kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, Tingkat kemajuan suatu negara memang sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan secara umum, tetapi ketika kita membicarakan kualitas pendidikan… dalam konteks Agama Hindu atau agama manapun, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan Pendidikan agama, termasuk pendidikan Hindu, seringkali berfokus pada pembentukan karakter dan penyampaian nilai-nilai moral. Dalam konteks Hindu, nilai-nilai seperti dharma (kewajiban dan moralitas), karma (aksi dan akibat), dan ahimsa (non-kekerasan) bisa memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu. Pendidikan agama yang kuat bisa membantu membangun masyarakat yang lebih beretika dan berintegritas, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio dengan penerapan model Contektual Teacehing Learning.  Metode pengumpulan datanya berupa tes hasil belajar.   Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yang diperoleh pada pra siklus baru mencapai nilai rata-rata 69,04, pada Siklus I meningkat menjadi 73,46 dengan ketuntasan belajar 69%, pada Siklus II meningkat menjadi 89,42 dengan ketuntasan belajar 88%, dengan demikian indikator kinerja telah tercapai dan tindakan dianggap berhasil. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penelitian dengan penerapan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lampasio tahun pelajaran 2023/2024