Search Articles & Publications

Showing 312 articles found for "Dilan"

UTILIZATION OF TRADITIONAL LEARNING MEDIA BASED ON "SNAKES AND LADDERS" TO IMPROVE PANCASILA VALUES LITERACY OF PUAY VILLAGE STUDENTS

Jamal, Ode, Mashita, Maya, Paotonan, Nesliani, Sopyan Hadi, Ade, Rofika Karatlau, Azizah
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertempat di SDN Kampung Puay, Puai, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap… adap nilai-nilai Pancasila agar dapat menghargai dan memperlakukan orang lain secara manusiawi. Latar belakang kegiatan ini adalah minimnya pemahaman dan literasi siswa terhadap Pancasila. Metode partisipatif dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemberian materi Pancasila dan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa permainan ular tangga tradisional yang dilengkapi dengan soal-soal tentang Pancasila. Melalui observasi dan sesi tanya jawab, evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Mereka tidak hanya lebih memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga tampak aktif dan antusias saat mengikuti permainan ular tangga dengan kombinasi soal-soal Pancasila.

FUNGSI OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN BADAN WAKAF AL-QUR’AN

Jambak, M. Faizal, Kadarwati , Suci, Supratikta, Hadi
Abstract: Pada era digitalisasi dan modernisasi ini masing-masing perusahaan akan terus melakukan perubahan ataupun inovasi-inovasi terbaru untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain agar produk yang akan dipasarkan menjadi produk… k yang selalu dominan diminati dan dicari. Salah satu caranya adalah menerapkan otomatisasi perkantoran. Otomatisasi perkantoran merupakan bentuk perkembangan teknologi yang dibutuhkan oleh setiap Perusahaan. Yang mana sistem ini akan mengubah pekerjaan karyawan  dimulai dari teknologi sederhana (manual) menjadi teknologi yang serba otomatis. Otomatisasi perkantoran ini juga dilakukan oleh Badan Wakaf Al-Qur’an. Badan Wakaf Al-Quran (BWA) merupakan sebuah lembaga filantropi islam di Indonesia yang aktivitas utamanya adalah sebuah proses penggalangan dana wakaf yang dikumpulkan dari kaum muslimin atau dari para donatur lainnya, setelah itu dilanjutkan dengan penyaluran melalui program-program wakaf yang unik dan solutif yang sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara.

REKONSTRUKSI LARANGAN RANGKAP PROFESI: KEDUDUKAN DOSEN PNS SEBAGAI ADVOKAT PENGABDIAN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 150/PUU-XXII/2024

Nasri Wijaya, Muhammad Saiful Fahmi, Syahrabudin Husein Enala
Abstract: Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 150/PUU-XXII/2024 mengubah watak larangan dosen pegawai negeri sipil (PNS) menjadi advokat. Larangan yang semula berlaku mutlak melalui Pasal 3 ayat (1) huruf c dan Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang… ang-Undang Advokat kini diberi pengecualian terbatas bagi dosen PNS yang memberikan bantuan hukum cuma-cuma dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini berangkat dari persoalan bahwa putusan tersebut tidak sekadar membuka peluang profesi, tetapi juga menciptakan kategori baru yang dapat disebut sebagai advokat pengabdian. Dengan metode penelitian hukum normatif, artikel ini menelaah rasio legis larangan rangkap profesi, konstruksi pertimbangan Mahkamah, serta masalah implementasi yang muncul setelah putusan. Artikel ini berpendapat bahwa putusan Mahkamah dapat dibenarkan sejauh dibaca sebagai instrumen akses keadilan dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, tanpa revisi UU Advokat dan peraturan pelaksana yang mengatur pengangkatan, penyumpahan, magang, pengawasan etik, izin perkara, dan akreditasi lembaga bantuan hukum kampus, putusan tersebut berisiko melahirkan ketidakpastian baru.

TRANSFORMASI DIGITALISASI PENDIDIKAN UNTUK MENGATASI TANTANGAN DIGITAL DI WILAYAH 3T DI KABUPAEN MERAUKE

Oja, Hubertus, Simon B. Bovis, Herfalin Joyta, Herlin Martha Yauply
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Transformasi Diditalisasi Pendidikan untuk Mengatasi Tantangan Digitalisasi di Wilayah 3T Merauke  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, Hasil… asil penelitian menunjukan bahwa  Dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan di wilayah tertinggal, transformasi struktur dan desain organisasi pendidikan sangat penting, karena organisasi yang kaku tidak mampu merespons perkembangan teknologi yang cepat; oleh karena itu, dibutuhkan struktur yang fleksibel dan adaptif, didukung pembentukan tim digital, kepemimpinan transformasional, serta manajemen berbasis data, sementara infrastruktur teknologi harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kompetensi digital tenaga kependidikan ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan, dengan proses perubahan yang sistematis, sehingga melalui desain organisasi yang kontekstual dan kolaborasi multipihak, digitalisasi pendidikan di wilayah 3T dapat mendorong transformasi sosial yang inklusif dan berkeadilan.

Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal: Kajian Cerita Rakyat Masyarakat Anim Ha di Kabupaten Merauke

Syahrabudin Husein Enala, Ekfindar Diliana, Syahfitriani Br Ginting, Ricardo Goncalves Klau
Abstract: Penelitian ini mengkaji cerita rakyat masyarakat Anim Ha (Marind) di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pendidikan moral, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sosial.… . Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk menelaah tema, nilai moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Marind memuat pesan-pesan universal seperti kesetiaan, persahabatan, keadilan, keberanian, kemandirian, serta penghormatan terhadap alam. Cerita-cerita seperti Janji Ajaib Seorang Sahabat, Kisah Nona dari Salor, Kutukan Alamem di Tanah Domande dan Kalibian, dan Qaraipe memperlihatkan nilai solidaritas, keadilan sosial, kesadaran ekologis, serta pentingnya ketabahan menghadapi diskriminasi. Selain itu, unsur magis dan simbolisme alam dalam cerita memperkuat relasi spiritual masyarakat dengan lingkungannya. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan masyarakat Anim Ha memiliki relevansi dengan isu kontemporer, terutama dalam pendidikan karakter, pelestarian budaya, mitigasi bencana, dan literasi lingkungan. Oleh karena itu, cerita rakyat Marind penting untuk didokumentasikan serta diintegrasikan dalam pendidikan formal guna menjaga identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda Papua Selatan. Kata kunci: Cerita Rakyat Marind, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sd YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke

Oktavianus, Siamsa, Simon
Abstract: Disiplin kerja guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, fenomena keterlambatan, ketidakhadiran, serta lemahnya penerapan… n sanksi masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, termasuk di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja guru serta dampaknya terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan staf SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum disiplin kerja guru berada dalam kategori cukup baik, meskipun masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan hadir, pemanfaatan sarana pembelajaran yang belum maksimal, serta kurang tegasnya penerapan sanksi terhadap pelanggaran disiplin. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kedisiplinan kerja guru meliputi ketepatan waktu, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penerapan sanksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya bergantung pada peraturan tertulis, tetapi juga pada komitmen pimpinan, keadilan dalam manajemen sumber daya manusia, dan penyediaan sarana yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajerial sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, produktif, dan profesional.

Pengaruh Karakteristik Tujuan Anggaran, Keadilan Prosedural Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah

Balagaize, Jenny Maria Christantini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendukung dugaan bahwa terdapat pengaruh antara karakteristik tujuan anggaran, keadilan prosedural dan motivasi kerja terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah pada Dinas Pendidikan Kabupaten… aten Merauke.Dari penelitian, sampel yang di ambil 39 orang dalam dinas terkait yang terdiri dari Bagian Umum, Ruang Kepegawaian, Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja, Ruang Pengendalian Perizinan Pendidikan, Pengembangan dan Sastra serta Bagian Keuangan. Hasil penelitian ini menunjukan Karakteristik Tujuan anggaran tidak berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur. Keadilan Prosedural berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur . Motivasi Kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur.

Perempuan sebagai Pewaris: Transformasi Hukum Kewarisan dalam Bilangan 27:7 sebagai Manifestasi Keadilan Ilahi di Tengah Dominasi Patriarkat

Rudolf John Ritiauw
Abstract: Ancient Israelite tradition reflects a patriarchal social structure that positioned men at the center of social, legal, and religious authority, resulting in limitations on women’s rights and roles, including access to inheritance… inheritance law. This article addresses theological and juridical issues concerning the mechanism of legal change through the narrative of the daughters of Zelophehad in Numbers 27:1-11, which constitutes a significant turning point in Israelite legal tradition. The research problem focuses on the lack of attention in previous studies to the theological meaning of God’s decision in Numbers 27:7, as earlier research has tended to emphasize socio-cultural aspects, contextual relevance, or purely linguistic analysis. This study employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing Hebrew textual exegesis, analysis of Israel’s patriarchal context, and a critical reading through the lens of feminist theology. The findings indicate that the daughters of Zelophehad’s claim was not merely a response to a legal vacuum, but a conscious action that positioned women as active subjects in the process of legal formation. God’s decision affirming their claim underscores divine justice that transcends the limitations of the patriarchal system and corrects institutionalized structural injustice. The conclusion affirms that this narrative presents God as the source of justice who sides with the restoration of the dignity of marginalized groups and opens space for women’s participation as agents of legal change. The novelty of this study lies in its theological interpretation that positions women not only as recipients of inheritance rights, but as pioneers of legitimate and divinely recognized legal transformation. These findings contribute to the development of feminist theology and Old Testament legal studies, while also providing a reflective foundation for gender equality discourse in contemporary theological and religious practice across cultures.

Hak Perempuan dalam Amar Putusan Cerai Menurut Perspektif Maqashid Syari’ah pada Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B

Heryani, M. Hasbi Umar, Bahrul Ulum
Abstract: This study discusses women’s rights in divorce decisions at the Kuala Tungkal Class 1B Religious Court based on the perspective of Maqashid Syari’ah. Women’s rights decided in divorce, such as iddah maintenance, mut’ah,… t’ah, child custody, and property division, are analyzed in terms of their suitability with the main objectives of Islamic law, namely protection of religion, soul, descendants, mind, and property (Maqashid Syari’ah). This research uses qualitative methods with the normative legal approach. to examine court decisions and how the laws applied reflect the principles of Maqashid Syari’ah. The results of the study indicate that divorce decisions at the Religious Court have considered women’s rights proportionally, although there is still room for further adjustment to be more in line with the essence of Maqashid Syari’ah, especially in terms of economic protection and gender justice. This study recommends the need to strengthen the integration between positive law and sharia principles to better guarantee women’s welfare after divorce.

Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Quran)

Khoirul, Ibad
Abstract: Artikel ini  berjudul Misi perdamaian dan harmoni semua agama dengan focus terhadap kajian Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Quran Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan. Sesuai dengan masalah yang akan dibahas,… dibahas, penelitian ini akan di awali dengan menggali dan mengumpulkan berbagai informasi, dokumentasi, data-data melalui studi kepustakaan (liberary reseach). Penulis menerapkan metode tafsir maudhu’i (tematik), sebagai metode tafsir kontemporer yang cukup kuat serta fokus mengkaji sebuah tema dari al-Qur’an, dengan menggunakan pendekatan  filosofis, untuk menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengenai suatu yang berada di balik objek. Tujuan  penelitiannya  berkaitan dengan mendeteksi misi perdamaian agama samawi dalam Al-Qur`an, Dari hasil penelitian ini setelah menguraikan penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an terkait syari`at agama samawi, dapat disimpulkan bahwa secara historis, sepanjang peradaban umat manusia di dunia ini memiliki kecenderungan secara batin untuk menemukan Tuhan (beragama) dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta melakukan kebaikan. Dan juga  bahwa tidak ada perbedaan antara Islam dengan agama-agama yang lain terkait dengan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Semua agama menjunjung tinggi perdamaian dan hak-hak hidup setiap insan. Misi semua rasul kepada ummatnya ialah membawa keadilan dan kedamaian. tidak ada sama sekali agama yang mengajarkan radikalisme dan terorisme, dan sungguh salah menyandarkan radikalisme dan terorisme kepada ajaran agama tertentu.