Search Articles & Publications

Showing 54 articles found for "Mardi"

Analisis Manajemen Komunikasi Penyiaran Islam dalam Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah di Kalangan Remaja

Mardiyah, Ainul, Viona Br Sebayang, Shandy, Siagian, ⁠Julia, Ananda Hariadi, Dea, Khairani
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang masif telah menggeser lanskap spiritual remaja (digital natives), sehingga model dakwah konvensional satu arah mulai kehilangan relevansinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… s strategi manajemen komunikasi penyiaran Islam dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang didukung oleh teknik dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif fungsi manajemen (planning, actuating, controlling, dan evaluating) serta teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah digital di media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) bertumpu pada perencanaan konten yang visual, estetis, dan berbasis tren (planning), serta gaya penyampaian materi yang persuasif, inklusif, dan adaptif terhadap problem psikologis harian remaja seperti kesehatan mental dan self-love (actuating). Namun, ekosistem digital juga membawa tantangan berat berupa hoaks keagamaan, distorsi informasi, dan disorientasi kredibilitas pendakwah demi viralitas belaka. Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan (controlling) melalui pencantuman referensi dalil yang sahih serta evaluasi dampak perilaku nyata (evaluating) menjadi pilar krusial untuk mentransformasi media sosial menjadi ruang edukasi Islam yang solutif dan berkelanjutan bagi karakter generasi muda.  

Faktor Determinan Kejadian Overweight Dan Obesitas Anak Usia 24 -59 Bulan Di Provinsi Bangka Belitung

Afifa Naura Harahap, Sumardiyono, Nur Hafidha Hikmayani
Abstract: Overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan merupakan masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai salah satu daerah&#8230; daerah dengan prevalensi overweight dan obesitas balita tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 584 anak usia 24–59 bulan. Variabel independen meliputi jenis kelamin, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik sederhana untuk memperoleh nilai Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas sebesar 11,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki berhubungan signifikan dengan kejadian overweight dan obesitas (OR=1,78; IK 95%=1,06–2,98; p<0,05). Sementara itu, riwayat berat badan lahir, kelengkapan imunisasi, serta konsumsi makanan manis, minuman manis, dan makanan berlemak tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan faktor determinan utama kejadian overweight dan obesitas pada anak usia 24–59 bulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diperlukan intervensi gizi preventif sejak dini yang terintegrasi dengan pemantauan pertumbuhan balita.

Government Digital Marketing Communications for Tourism Development in Bejijong Village

Mardiatna, Pradana Tera, Joko Prasetyo, Iwan, Panuju, Redi, Syam Maella, Nurannafi Farni
Abstract: This study aims to analyze the tourism potential and marketing strategies in Bejijong Village, a village with a rich history and culture from the Majapahit Kingdom era located in Mojokerto Regency, East Java Province. This&#8230; is study explores how village managers conduct managerial and marketing activities to attract tourists and promote local products. The research method involves a SWOT analysis to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the Marketing Mix’s 7P approach implemented by the village. The results of the study indicate that Bejijong Village has several significant advantages, including historical heritage such as Brahu Temple, Petilasan Siti Inggil, and Maha Vihara Majapahit, as well as local products such as smoked salted eggs, lemon juice, pukis lumer (melting) bertoping, tahu lontong (compress rice), and Cempaka batik handicrafts and wayang kulit. However, the challenges faced include less than optimal website management, lack of effective digital marketing strategies, and entrance fees that may be insufficient to support maintenance. This study introduces novelty in marketing strategy analysis by integrating the SWOT and Marketing Mix’s 7P approaches to provide in-depth insights into how management and marketing can be improved. These findings are expected to be a reference for other villages in designing more effective marketing strategies and suggesting improvement steps that can increase the attractiveness and sustainability of culture-based tourist destinations. Keywords:  Bejijong Village, Tourism Marketing, SWOT Analysis, Marketing Mix 7P.

Pengembangan Modul Ajar Gambar Teknik Manufaktur Program Keahlian Teknik Mesin SMKN 7 Kota Serang

Jamilah Mardiah, Gina Agustien, Enok Warni, Ananda Yhuto Wibisono Putra, Ita Novita Sari, Triyo Susanto
Abstract: Salah satu strategi untuk mempermudah proses pembelajaran maka sangat dibutuhkan sebuah acuan berupa modul ajar yang berisi capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, kompetensi yang ingin dicapai, sampai sarana prasarana&#8230; a dan instrumen penilaian yang akan digunakan. Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur dari sisi materi dan media. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalah model 4D, akan tetapi pada pelaksanaannya hanya dibatasi sampai ke tahap pengembangan (develop) saja. Menurut validator ahli materi, modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentase 88,04%. Sedangkan menurut validator ahli medi modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentasi 71,88%. Atas hal tersebut, hasil dari penelitian ini merupakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur yang layak tetapi perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum disebar luaskan.   Kata Kunci: Modul ajar, pengembangan, model 4D

Pengembangan Database Manajemen Sistem Untuk Proses Pengelolaan Informasi Di SMA Negeri 4 Sumatera Barat

Nia Febriyani, Delsi K, Ainil Mardiyah
Abstract: Penelitian ini didasarkan kepada permasalahan yang dialami oleh SMN 4 Sumatera Barat dimana terdapat keluhan dalam penyampaian informasi dan data tentang keunggulan, prestasi, beasiswa, akademik dan keolahragaan serta kegiatan-kegiatan&#8230; giatan-kegiatan sekolah yang hingga hari ini belum memiliki media penyampaian yang efektif dan inovatif kepada masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Database Management System (DBMS) yang efektif menggunakan untuk pengelolaan informasi di SMA Negeri 4 Sumatera Barat. Metode penelitian yang dibangun berdasarkan metode System Development Life Cycle (SDLC) meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efektifitas pengelolaan data dan memberikan akses informasi yang lebih cepat dan akurat kepada pengguna. Selain itu, sistem ini juga meningkatkan keamanan data dan mempermudah proses pencarian serta pelaporan informasi. Dengan demikian, sistem manajemen database yang baru ini dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik di lingkungan sekolah.

Workshop Self Awareness Untuk Meningkatkan Personal Growth Siswa MAN 2 Kota Makassar

Wilda Ansar, Darmawati, Nursakinah, Mardin, Musykirah Ridwan, Nita Selviani Dewi, Zikran Ramadhan
Abstract: Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait self awareness kepada siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar. Menurut Desmita (2005) kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengamati, memikirkan, merenungkan,&#8230; dan mengevaluasi diri sendiri. Peserta pada kegiatan ini ialah siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar sebannyak 100 orang. Teknik pengumpulan data awal melalui wawancara, observasi dan angket. Dilakukan penyebaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil pemberian materi dikatakan berhasil, dilihat dari peningkatan pengetahuan peserta dari hasil pre-test 265 dan post-test 331. Hasil data di uji non parametrik wilcoxon melalui SPSS, diketahui nilai sig 0.00 < 0.05  maka  terdapat perbedaan hasil pre test dan post test, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan workshop dalam meningkatkan self awareness para siswa/siswi  MAN 2 Kota Makassar.

Analisis Efektivitas Program Call Center 112 Sebagai Layanan Pengaduan Gawat Darurat Di Kabupaten Sidoarjo

Muhammad Aqil Akhsanur Rizqi, Imelda Dian Rahmawati
Abstract: Di Era saat ini masyarakat akan selalu meminta kepada pemerintah tentang pelayanan publik yang berkualitas. Namun fakta dilapangan masi banyak kita jumpai permasalahan yang ada di dalam pelayanan publik salah satunya di&#8230; kabupaten Sidoarjo memiliki sejumlah masalah yang kompleks, Diantaranya adalah masalah terkait situasi gawat darurat yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan harus segera ditangani. kabupaten sidoarjo telah membuat sebuah program pelayanan pengaduan gawat darurat yakni program layanan Call Center 112. Kondisi gawat darurat merupakan kondisi dimana mengancam nyawa dan butuh penanganan secara cepat untuk menghindari apa yang tidak diinginkan. Penelitih bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas program sistem Call Center 112 sebagai layanan pengaduan gawat darurat di kabupaten sidoarjo dan menghasilkan sebuah layanan yang efisien, efektif, akuntabilitas dan tranparansi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitihan efektivitas program Call Center 112 sebagai layanan pengaduan gawat darurat di kabupaten sidoarjo sudah efektif dalam pelaksanaannya karena sudah terpenuhinya seluruh fokus penelitian yang diukur berdasarkan teori efektivitas program menurut Mardiasmo, ketepatan sasaran program, sosialisasi program, pencapaian tujuan program, dan pemantauan program.

Keadaan Darurat Pada Pesta Olahraga Dari Sudut Pandang Kesiapsiagaan Darurat

Liza Putriwardani, Maulana Randy Septian, Sri Damayanti, Abdurrozzaq Hasibuan
Abstract: Artikel ini akan melihat kejadian-kejadian tersebut dari perspektif kesiapsiagaan bencana dan manajemen risiko. Dalam konteks manajemen risiko, situasi darurat dan kesiapsiagaan sebuah kumpulan tindakan terorganisir, efektif,&#8230; ktif, dan efisien yang dirancang untuk mengantisipasi bencana berhubungan erat. Pada laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Indonesia, terjadi kericuhan yang mengakibatkan ratusan korban luka maupun korban jiwa. Dunia disadarkan akan kejadian ini karena banyaknya jumlah kematian dan dugaan kesalahan yang dilakukan selama persiapan pertandingan yang mengabaikan urgensinya. 2019 (Mardiatno) Perpenelitian ini akan mengkaji faktor-faktor kesiapsiagaan darurat yang perlu dipertimbangkan ketika merencanakan turnamen yang menarik banyak penonton, seperti yang terjadi di Kanjuruhan. Salah satu komponen metodologi kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Temuan studi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah faktor kesiapan darurat perlu dipertimbangkan dengan cermat karena meningkatkan risiko tinggi pertandingan tersebut.

Masyarakat Madani Dan Gerakan Anti-Korupsi Perspektif Azyumardi Azra

Prabawati Dwi Utami
Abstract: Runtuhnya Orde Baru di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pembatasan kebebasan masyarakat dan kebijakan otoriter yang mempengaruhi kehidupan politik. Demontrasi besar-besaran oleh mahasiswa pada tahun itu&#8230; tu menggoyahkan pemerintahan otoriter, membuka jalan bagi demokrasi. Azra, seorang intelektual Muslim, memperhatikan fenomena ini dan munculnya wacana civil society di Indonesia. Dia menekankan pentingnya reformasi konstitusional, institusi, dan budaya politik untuk menuju demokrasi yang lebih baik. Azra juga menyoroti peran masyarakat madani dalam memerangi korupsi, menekankan perlunya good governance. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research)  dengan didasari oleh kajian literatur terdahulu seperti buku, artikel, berita serta referensi berupa karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat madani di Indonesia telah diidentifikaksi sebagai faktor penting dalam mencegah korupsi yang merajalela. Konsep ini mengupayakan untuk membangun masyarakat yang berkualitas dan berkeadaban, serta berperan sebagai kohesi sosial dalam kepemimpinan. Dengan mengkampanyekan anti korupsi, masyarakat madani bertujuan untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kepemimpinannya

Pentingnya Pendidikan Sejarah Dalam Pembentukan Identitas Bangsa

Oschar Sumardin, Henri
Abstract: Pendidikan sejarah memiliki peran vital dalam pembentukan identitas bangsa, karena melalui pemahaman sejarah, generasi muda dapat mengenali akar budaya, nilai-nilai, serta perjuangan yang membentuk jati diri bangsa. Penelitian&#8230; litian ini dilakukan dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sejarah berkontribusi dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum sejarah yang relevan dan kontekstual, serta peran guru yang kompeten, merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan sejarah. Kurikulum yang terintegrasi dengan sejarah lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa mampu menjadikan pelajaran sejarah lebih bermakna dan relevan. Selain itu, guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran sejarah harus memiliki keterampilan pedagogis yang mumpuni dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Globalisasi yang membawa pengaruh budaya asing juga menjadi tantangan yang harus dihadapi, di mana pendidikan sejarah perlu beradaptasi agar tetap efektif dalam membentuk identitas nasional. Implikasi kebijakan yang direkomendasikan meliputi revisi kurikulum, peningkatan kapasitas guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah, untuk memastikan pendidikan sejarah dapat berfungsi optimal dalam membentuk karakter dan kesadaran sejarah generasi muda. Dengan demikian, pendidikan sejarah dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga keutuhan dan kekokohan identitas bangsa di era globalisasi.