Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

Perencanaan Keuangan Dan Penerapan PPN Untuk Meningkatkan Profitabilitas Pada Cafe Haus Nummer 11

Deza Sri Rahayu, Wahdini Marta, Jihan Salsabila, Zainurika Irna, Putri Intan Permata Sari
Abstract: Laporan ini membahas hasil dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan di Cafe Haus Nummer 11, Padang, yang berfokus pada perencanaan keuangan dan penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk meningkatkan… profitabilitas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membantu pemilik usaha memahami strategi keuangan dan regulasi pajak yang relevan dengan operasional bisnis mereka. Cafe Haus Nummer 11 merupakan salah satu UMKM yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Namun, cafe ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan dan penerapan PPN, yang berpotensi mengurangi margin keuntungan. Dengan menyusun strategi perencanaan keuangan yang meliputi proyeksi pendapatan, pengeluaran, dan investasi, serta penerapan PPN sebesar 12% mulai Januari 2025, cafe ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi transaksi dan kepatuhan pajak. Melalui metode wawancara, observasi, dan pengumpulan data sekunder, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk optimalisasi arus kas, diversifikasi produk, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing cafe di pasar lokal.

Peranan Pancasila Dalam Menjembatani Situasi Politik Dan Ekonomi Saat Ini

Rahma Yanti Lubis, Adilla Fathimah Azzahra, Chairika Romadani, Della Putri, Kiki Anugrah, Wahyu Kurniawan Batubara
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peranan penting dalam membentuk karakter bangsa dan menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks,… s, Pancasila hadir sebagai landasan untuk menyatukan keberagaman dan mengatasi ketegangan yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Pancasila dapat berperan sebagai solusi dalam menjembatani permasalahan politik dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan analitik deskriptif, mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila, dengan lima sila yang terkandung di dalamnya, memiliki potensi besar untuk meredam polarisasi politik, memperkuat kesatuan bangsa, dan mendorong terciptanya kebijakan ekonomi yang adil dan merata. Pancasila juga dapat menjadi pedoman dalam menciptakan stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Sebagai kesimpulan, Pancasila bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai landasan praktis yang mampu menghadapi tantangan politik dan ekonomi di Indonesia, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif masyarakat.

Urgensinya Moral Pancasila Untuk Membangun Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Lingkungan 6 Kota Bangun Kecamatan Medan Deli

Subhan Misran, Sahil Sayri As Sani, Zahara Ramadani, Fatimah Zahro, Nadra Daulay, Cindy Sipahutar, Masrul Zuhri
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman. Ini membahas urgensi moral Pancasila dalam… membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menelusuri nilai-nilai dasar Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, penelitian ini menggali bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat moralitas generasi muda Indonesia. Di samping itu, pembahasan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menginternalisasi moral Pancasila serta pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Dengan demikian, penguatan moral Pancasila menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berkemajuan.

Pancasila Sebagai Identitas Bangsa Di Era Globalisasi

Dilla Ramadhani, Sumaya Ananda Siagian, Syalwa Madani, Intan Lestari, Meikeysa Munthe, Anniza Zulliani
Abstract: Sebagai akibat dari dampak globalisasi terhadap budaya, sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia, identitas nasional di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghadapi bahaya. Sebagai filosofi bangsa, Pancasila menghadapi… dapi kesulitan untuk tetap relevan di tengah perubahan dunia. Studi ini menyelidiki peran strategis Pancasila dalam mempertahankan identitas nasional dan nilai-nilainya di era globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila dapat menjadi filter budaya yang dinamis dan menyerap perubahan dunia tanpa kehilangan jati diri Indonesia. Ini dicapai melalui metode kualitatif yang menggunakan studi literatur dan kuisioner dari masyarakat. Pancasila dapat memperkuat kohesi sosial, kebijakan publik, dan pendidikan sambil mengatasi tantangan modernisasi dan fragmentasi identitas melalui reinterpretasi kontekstual.

Implementasi Nilai Pawongan Dalam Kegiatan Membuat Canang Untuk Membentuk Karakter Gotong Royong Peserta Didik Kelas VII 8 SMP Satu Atap Negeri 2 Ampibabo

Ni Wayan Suparni
Abstract: Gotong royong, sebagai salah satu nilai luhur budaya Indonesia, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Nilai ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial, tetapi… api juga menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. "Gotong royong merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kesatuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan bersama," sebagaimana diungkapkan oleh Geertz (1961) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa. Dalam konteks pendidikan, gotong royong dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif, di mana setiap peserta didik saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua peserta didik memahami dan menerapkan nilai gotong royong dalam proses belajar. Fenomena siswa yang egois, tidak mau membantu teman sekelas, dan selalu ingin menang sendiri semakin sering ditemukan. Menurut penelitian oleh Rachmadi (2019), "sikap egois di kalangan pelajar sering kali disebabkan oleh tekanan untuk berprestasi secara individual, sehingga mengesampingkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung." Sikap ini tidak hanya merugikan teman sekelas, tetapi juga merugikan diri sendiri karena mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Sikap egois ini juga berdampak negatif pada dinamika kelas, di mana suasana belajar menjadi kurang kondusif dan penuh dengan persaingan yang tidak sehat. Dalam studi oleh Suryadi (2020), ditemukan bahwa "kelas dengan tingkat individualisme yang tinggi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan prestasi belajar yang lebih rendah." Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi yang dapat mendorong peserta didik untuk kembali mengutamakan kerja sama dan gotong royong dalam belajar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui pembelajaran berbasis praktik, seperti pembuatan canang sari. Canang sari, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam upacara keagamaan, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan nilai gotong royong. Sebagaimana dikemukakan oleh Sudarsana (2017), "melalui praktik pembuatan canang sari, siswa dapat belajar pentingnya kerjasama, tanggung jawab, dan saling menghargai peran masing-masing dalam mencapai hasil yang diinginkan." Praktikum pembuatan canang sari tidak hanya memperkenalkan siswa pada aspek budaya dan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatan canang sari yang melibatkan berbagai langkah dan bahan membutuhkan kerja sama yang baik antar siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Ratna (2018), "setiap tahap dalam pembuatan canang sari memerlukan kontribusi dari setiap anggota kelompok, sehingga tidak ada yang bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain."

Relasi Agama Dan Negara Dalam Bingkai NKRI

Kamdani, Azis, Rizka, Triadi, Restu
Abstract: Penelitian ini membahas hubungan agama dan negara di Indonesia yang mengadopsi model "religious nation-state," di mana Pancasila menjadi dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa. Sebagai negara dengan populasi… Muslim terbesar, Indonesia berhasil menjaga keseimbangan antara nilai-nilai religius dan prinsip konstitusi yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan data primer seperti dokumen resmi dan data sekunder dari literatur akademik untuk menggali dinamika hubungan agama-negara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model relasi agama-negara di Indonesia memungkinkan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan publik, tanpa mengarah pada dominasi satu agama tertentu. Tantangan yang dihadapi termasuk menguatnya politik identitas berbasis agama, radikalisme, dan pengaruh globalisasi. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan regulasi, pendidikan toleransi, pemberdayaan lembaga keagamaan, penegakan hukum yang adil, dan optimalisasi peran media.Model ini terbukti efektif menjaga harmoni sosial-politik dalam masyarakat yang plural, meskipun memerlukan adaptasi berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan hubungan agama-negara yang moderat, inklusif, dan menghormati pluralitas, sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa.

Pancasila Sebagai Dasar NKRI

Kamdani, Miftahul Jannah, Nazwa Ramadhani
Abstract: Pancasila, sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan landasan filosofis, ideologis, dan etis yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Kelima sila Pancasila mencerminkan keberagaman budaya, agama,… , dan adat di Indonesia, yang disatukan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran strategis Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, serta solusi untuk menjaga relevansinya di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berperan sebagai dasar hukum, panduan etika, dan identitas bangsa, serta memberikan arahan dalam bidang politik, pendidikan, dan sosial-budaya. Namun, tantangan seperti krisis moral, pengaruh globalisasi, dan pragmatisme politik menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan Pancasila, penegakan hukum, dan pengembangan budaya politik yang inklusif untuk memastikan penerapannya yang konsisten. Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas nasional, serta berperan sebagai solusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan RI (UU 1945) Sebagai Perundingan Dalam Bidang Politik

Kamdani, Muliana, Muhammad Riyan Syahputra Nasution
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki peran strategis dalam sistem ketatanegaraan, khususnya dalam perundingan politik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai pedoman normatif dan etis, nilai-nilai… ai-nilai Pancasila—termasuk musyawarah untuk mufakat, keadilan sosial, dan persatuan—mengarahkan proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam pembentukan kebijakan, penyelesaian konflik politik, serta pelaksanaan diplomasi internasional yang mengedepankan dialog dan kerja sama. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan, seperti politik transaksional, kepentingan pragmatis, dan kurangnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan pendidikan politik berbasis Pancasila, penegakan hukum yang tegas, dan penguatan mekanisme musyawarah inklusif.Penelitian ini menegaskan relevansi Pancasila di era modern sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik dan menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus mempromosikan prinsip moral dan etika untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Penerapan Nilai-Nilai Catur Paramitha Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di Sekolah SD Negeri 27 Palu

I Nyoman Adi Putra Wijaya
Abstract: Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan moral siswa sejak usia dini. Salah satu konsep nilai-nilai kebaikan dalam ajaran Hindu yang dapat diterapkan dalam pendidikan karakter adalah Catur… ur Paramitha, yang meliputi Maitri yang artinya suka bersahabat atau memiliki banyak teman, Karuna artinya cinta kasih atau kasih sayang, Mudita artinya memperlihatkan wajah riang gembira atau penuh simpati dan Upeksa artinya tidak mencampuri urusan orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter siswa di SD Negeri 27 Palu serta dampaknya terhadap perilaku siswa dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, seperti saling membantu antarteman (Maitri), menunjukkan empati kepada sesama (Karuna), menghargai keberhasilan teman (Mudita), serta bersikap sabar dalam menghadapi tantangan pembelajaran (Upeksa). Implementasi nilai-nilai ini berdampak positif terhadap sikap dan perilaku siswa, seperti meningkatnya rasa saling menghargai, kerja sama, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter di SD Negeri 27 Palu terbukti mampu membentuk sikap moral dan sosial yang baik pada siswa. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran serta kegiatan sekolah perlu terus dikembangkan agar semakin efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Penerapan Sistem EOQ Dalam Pengadaan Barang Untuk Perencanaan Persediaan: Studi Kasus Di PT. POMI

Salman Farizi, Mutasyarofah, Risa Aprilia Wahyuningsih, Vela Aulia Agustin
Abstract: Efisiensi dalam pengadaan barang dan perencanaan persediaan menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan operasional perusahaan. PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (PT. POMI) menghadapi tantangan dalam optimalisasi… si pengadaan barang guna mendukung pemeliharaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam sistem pengadaan barang PT. POMI guna memastikan ketersediaan stok yang optimal tanpa menyebabkan overstocking. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait dalam pengadaan barang, serta analisis dokumen sistem pengelolaan persediaan yang digunakan, yaitu Maximo system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. POMI menerapkan EOQ dalam menentukan jumlah dan waktu pemesanan barang untuk menyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan. Sistem Maximo berperan dalam mengotomatisasi perhitungan reorder point (ROP) dan pemantauan stok secara real-time, sehingga memudahkan proses pengambilan keputusan dalam pengadaan barang. Selain itu, PT. POMI menetapkan kebijakan safety stock dan batas maksimum persediaan untuk mencegah risiko kekurangan stok atau penumpukan barang yang tidak efisien. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok berbasis data historis dan analisis permintaan barang secara periodik. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi, seperti ketergantungan pada data terdahulu serta keterbatasan fleksibilitas dalam menghadapi fluktuasi permintaan mendadak. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana penerapan EOQ dan sistem manajemen persediaan berbasis digital dapat meningkatkan efisiensi pengadaan barang di industri energi. Rekomendasi lebih lanjut mencakup optimalisasi parameter EOQ berdasarkan pola permintaan aktual serta peningkatan integrasi sistem Maximo dengan proses perencanaan strategis perusahaan guna meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan operasional.