Search Articles & Publications

Showing 1774 articles found for "Hingga"

Penyuluhan Metode Pembayaran Digital Menggunakan QRIS di Sekolah Al Ma'shum

Yuma, Febby Madonna, Andrinata, Andrinata, Loebis, Iin Almeina, Yanti Sinurat, Asri Vivi, Fauziah, Rizky
Abstract: In today's digital era, information technology has influenced various aspects of life, including financial transaction methods. Digital payments are one practical solution to simplify transactions and reduce the use of cash.… ash. One of the increasingly popular digital payment methods in Indonesia is QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS is a QR code standard for digital payments that makes it easier for consumers and business actors to make transactions. However, there are still many Al Ma'shum High School teachers who do not fully understand and utilize this technology. Therefore, counseling is needed to improve the knowledge and skills of Al Ma'shum High School Teachers in using QRIS. The methods used in this activity are socialization, education and Q&A. Counseling on digital payment methods using QRIS is expected to increase the understanding and adoption of this technology for Al Ma'shum High School teachers. With this activity, it is hoped that Al Ma'shum High School teachers who have businesses can utilize QRIS optimally, so that financial transactions become more efficient and secure. Support from various parties is highly expected for the success of this activity. Keywords: teachers; digital payments; QRIS    Abstrak: Dalam era digital saat ini, teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk metode transaksi keuangan. Pembayaran digital menjadi salah satu solusi praktis untuk mempermudah transaksi dan mengurangi penggunaan uang tunai. Salah satu metode pembayaran digital yang semakin populer di Indonesia adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS merupakan standar QR code untuk pembayaran digital yang memudahkan konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi. Namun, masih banyak guru-guru SMA Al Ma’shum yang belum sepenuhnya memahami dan memanfaatkan teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru-Guru SMA Al Ma’shum dalam menggunakan QRIS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi, edukasi dan tanya jawab. Penyuluhan tentang metode pembayaran digital menggunakan QRIS diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan adopsi teknologi ini bagi guru-guru SMA Al Ma’shum. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan guru-guru SMA Al Ma’shum yang memiliki usaha dapat memanfaatkan QRIS secara maksimal, sehingga transaksi keuangan menjadi lebih efisien dan aman. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk kesuksesan kegiatan ini. Kata Kunci : guru- guru; pembayaran digital; QRIS

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah KOHE Ternak Kambing sebagai Media Tanam

Rohmah, Roihatur, Dyana, Burhanatut, Hambali, Ridlwan, Al-Hakim, Achmad Fatichul, Kurniawan, Ananda Romy
Abstract: Goat waste has many benefits for plants. Many residents of Grabagan Village have goats as livestock, so goat droppings are often found in the Grabagan Village Tuban settlement. This Community Service aims to empower the… community to use goat dung as a planting medium in Grabagan village. Piles of goat droppings can cause air pollution which can disrupt residents' activities. One of solutions to reducing goat waste is to use it as a planting medium. The method used is the ABCD method (Asset Based Community Development). Community service activities were carried out in Grabagan village with participants from 30 PKK women and 20 students from UPT SDN I Grabagan. Training activities involve participants in direct practice in making planting media. Increased knowledge of participants regarding understanding planting media from goat manure, namely from the first meeting 60% to 90% at the second meeting. Monitoring carried out after the training activity revealed that 45% of the participants practiced the utilization and use of goat dung planting media in their homes. Apart from residents' homes, planting media is also used for the toga corner in the Grabaga village hall. Keywords: animal waste (KOHE); goat waste; planting media; toga   Abstrak: Limbah kotoran kambing memiliki banyak manfaat untuk tumbuhan. Warga Desa Grabagan banyak yang memiliki hewan ternak kambing sehingga kotoran kambing banyak ditemukan di pemukiman Desa Grabagan Tuban. Kotoran kambing yang menumpuk bisa menimbulkan polusi udara sehingga menganggu aktivitas warga. Salah satu solusi mengurangi limbah kotoran kambing dapat digunakan sebagai media tanam. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan kotoran kambing sebagai media tanam di desa Grabagan. Metode yang digunakan yaitu metode ABCD (Asset Based Community Development). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di desa Grabagan dengan peserta dari 30 ibu-ibu PKK dan 20 siswa dari UPT SDN I Grabagan. Kegiatan pelatihan melibatkan peserta untuk praktik langsung untuk membuat media tanam. Peningkatan pengetahuan peserta tentang pemahaman media tanam dari kotoran kambing yaitu dari pertemuan pertama 60% menjadi 90% pada pertemuan kedua. Monitoring yang dilakukan setelah kegiatan pelatihan diketahui bahwa terdapat 45% dari peserta yang mempraktikkan dalam pemanfaatan dan penggunaan media tanam dari kotoran kambing di rumah mereka. Selain di rumah warga, media tanam juga dimanfaatkan untuk pojok toga yang ada di balai desa Grabagan. Kata kunci: kotoran hewan (KOHE); limbah kotoran kambing; media tanam; toga

Menciptakan Collaborative Learning Guru dan Peserta Didik Melalui Aplikasi Padlet Pada Sekolah Menengah Atas Pekanbaru

Jollyta, Deny, Nasien, Dewi, Nora Marlim, Yulvia, Gustientiedina, Gustientiedina, Adiya, M. Hasmil, Mukhsin, Mukhsin, Rahmadian Yuliendi, Rangga, Kamal, Ahmad, Hajjah, Alyauma, Johan, Johan
Abstract: Collaborative Learning requires teachers and students to maintain an engaging learning environment at all times. Problems emerge when teachers, notably high school teachers in Pekanbaru, employ learning material that do… not support this. Teachers' creativity is pushed to constantly update how they present materials and evaluate students' knowledge in order to foster a collaborative and pleasurable learning environment. This community service project will help Pekanbaru high school instructors create collaborative and real-time learning tools. The Community Service Team employed an observation strategy to get a sense of learning at Santa Maria High School, which served as an example school. The proposed solution is technologically based, making use of the Padlet application. The Community Service Team offers training methods on smartphones and computers to help people grasp Padlet. The community effort resulted in a polished Padlet that teachers may use to study with students at any time. It is intended that studying using the Padlet application would boost teacher innovation and student learning results at Santa Maria High School, as well as high schools around Pekanbaru. Keywords: Teacher; padlet; collaborative learning; learners;SMA.   Abstrak: Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) mengarahkan guru dan peserta didik dalam suasana belajar yang interaktif setiap saat. Permasalahan muncul pada saat media pembelajaran yang digunakan guru tidak mendukung hal tersebut, termasuk guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru. Kreativitas guru ditantang untuk selalu memperbaharui cara penyampaian materi, cara mengevaluasi pemahaman peserta didik hingga penilaian, demi terciptanya suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru SMA di Pekanbaru dalam mempersiapkan bahan pembelajaran yang kolaboratif dan real time. Tim Pengabdian melakukan metode observasi untuk mendapatkan gambaran pembelajaran melalui SMA Santa Maria yang dijadikan sebagai sekolah sampel. Metode yang diusulkan berbasis teknologi melalui pemanfaatan aplikasi Padlet. Untuk memudahkan pemahaman Padlet, Tim Pengabdian menggunakan metode pelatihan, baik melalui komputer maupun smartphone. Hasil pengabdian adalah Padlet jadi yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran bersama peserta didik setiap waktu. Diharapkan pembelajaran melalui aplikasi Padlet mampu meningkatkan kreativitas guru dan hasil belajar peserta didik SMA Santa Maria khususnya dan SMA di Pekanbaru umumnya. Kata kunci: guru; padlet; pembelajaran kolaboratif; peserta didik; SMA.

Bijak Menyikapi Aplikasi Pinjaman Tanpa Agunan Bagi Ibu-Ibu Darmawanita Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan

Irawati, Novica, Siagian, Yessica, Sinaga, Hommy Dorthy Ellyany, Syah, Arridha Zikra
Abstract: Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage… e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future. Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students   Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa.  Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan. Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi  

Meningkatkan Keterampilan Keuangan Pribadi Melalui Pelatihan Keuangan Sederhana Pada Siswa SMK Negeri 1 Kisaran

Astuti, Bela, Nurhasanah, Nurhasanah, Julianda, Nirda, Salina, Ella, Sinaga, Nursani Sahuri
Abstract: Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage… e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future. Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students   Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa.  Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan. Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi

Pendampingan Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Pada UMKM Pengolahan Abon Lele

Ernawati, Ernawati, Ainiyah, Roisatul, Palupi, Hapsari Titi, Syarwani, Muhammad, Hasyim, Mochamad, Huda, Miftahul, Ahwan, Zainul, Hakim, Lukman, Sulhan, Muhammad, Swasono, Muh Aniar Hari
Abstract: Suole MSME is a catfish floss producer committed to enhancing product quality through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system.  Implementation is carried out by development and… d verification of the production process flow diagram, hazard identification, determination of Critical Control Points (CCPs), and establishment of critical limits. This community service activity aimed to provide knowledge and assistance in HACCP implementation to enhance food safety, product quality, and competitiveness. The activity was conducted from October to December 2024 at UMKM Suole, and included interviews, field observations, and HACCP assistance and analysis. The results show that the catfish floss production process involves several critical stages that require monitoring, such as raw material reception, meat separation, frying, and packaging. Hazard identification and determination of Critical Control Points (CCPs) have been carried out to prevent biological, chemical, and physical contamination. The importance of developing Standard Operating Procedures (SOPs), maintaining sanitation, and controlling processing time and temperature was emphasized. Improving the understanding of HACCP among MSME actors is a key factor in effective hazard control and achieving food safety. Keywords: catfish floss; food safety; HACCP; hazard   Abstrak: UMKM Suole merupakan salah satu produsen abon lele yang berupaya meningkatkan kualitas produk melalui penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan dilakukan dengan penyusunan dan verifikasi diagram alir proses produksi abon lele, identifikasi bahaya, serta penetapan CCP dan batas kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pendampingan penerapan HACCP guna meningkatkan keamanan pangan, mutu, dan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024 di UMKM Suole, meliputi wawancara, observasi lapangan, serta pendampingan dan analisis HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi abon lele mencakup beberapa tahap penting yang memerlukan pengawasan, seperti penerimaan bahan baku, pemisahan daging, penggorengan, dan pengemasan. Telah dilakukan identifikasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (CCP) untuk mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan SOP, sanitasi, serta pengendalian suhu dan waktu proses. Peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap HACCP menjadi faktor kunci dalam pengendalian bahaya dan pencapaian keamanan pangan produk. Kata kunci: abon lele; bahaya; HACCP; keamanan pangan

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan

Imran, Supriyo, Indriani, Ria, Sirajuddin, Zulham, Arsyad, Karlena, Adam, Echan, Amin, Nur Silfiah, Saman, Widya Rahmawaty
Abstract: Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the… he farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B   Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan. Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B  

Peningkatan Kualitas Transformasi Digital Pariwisata Lombok Melalui Implementasi Tiket Elektronik Menuju Pariwisata Cerdas

husain, husain, Chani Saputri, Dian Syafitri, Taufik, Muhammad, Alfiansyah, Muhamad Wisnu, Susilowati, Dyah
Abstract: Sustainable and technology-based tourism development is a necessity to face the digital era. This community service activity aims to support digital transformation in the Lombok tourism sector through the implementation… of electronic tickets, as a step towards smart tourism. The implementation of electronic tickets is designed to improve operational efficiency, tourist comfort, and facilitate the management of tourist destinations. By utilizing information and communication technology (ICT), this system is expected to reduce queues at tourist locations, speed up the tourist entry process, and provide real-time data that is useful for destination managers. This activity involves training for tourism managers in Lombok, as well as the implementation of an electronic ticket system at Bangsal Port which leads to the 3 Gili tourist destinations, namely Gili Trawangan, Gili Medno and Gili Air, where ticket sales have so far been manual and managed by the Karya Bahari Bangsal sea transportation cooperative. The results of this program show an increase in the quality of tourism services and management efficiency, while encouraging the use of technology in the promotion and management of tourism data. With the success of this program, it is hoped that Lombok, especially the 3 Gili tourist area, can become a pioneer in the implementation of smart tourism in Indonesia, increasing its competitiveness as a modern and technology-friendly global tourist destination. Keywords: smart tourism; electronic ticketing; digital transformation; lombok   Abstrak: Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis teknologi menjadi sebuah kebutuhan untuk menghadapi era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di sektor pariwisata Lombok melalui implementasi tiket elektronik, sebagai langkah menuju pariwisata cerdas (smart tourism). Implementasi tiket elektronik dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kenyamanan wisatawan, serta mempermudah pengelolaan destinasi wisata. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrian di lokasi wisata, mempercepat proses masuk wisatawan, serta memberikan data real-time yang bermanfaat bagi pengelola destinasi. Tahapan pertama yang akan dilakukan dalam PKM ini melakukan identifikasi masalah, merumuskan masalah, menetapkan tujuan, pengumpulan data, pembuatan e-tiket, membangun sistem dan ujicoba, promosi melalui media sosial, pelatihan hingga sistem di implementasikan oleh mitra. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pelayanan wisata dan efisiensi pengelolaan, sekaligus mendorong penggunaan teknologi dalam promosi dan manajemen data pariwisata. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Lombok khususnya wisata 3 gili dapat menjadi pionir dalam penerapan pariwisata cerdas di Indonesia, meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata global yang modern dan ramah teknologi. Kata kunci: pariwisata cerdas; tiket elektronik; transformasi digital; lombok  

Product Catalog Creation as Visual Identity for Woro Srikandi Batik Pacitan

Achmad, Zainal Abidin, Arifianto, Pungky Febi
Abstract: Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped… d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art. Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding   Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.          Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital

Sosialisasi Teknologi Digital Bagi Pelaku UMKM Kecamatan Sekupang

Permatasari, Ririt Dwiputri, Bora, M Ansyar, Hernando, Luki, Sondra Wijaya, I Made, Hazimah, Hazimah, Shilah, Nur, Fauzan, Haidil
Abstract: The development of digital technology has transformed various aspects of life, including the micro, small, and medium enterprise (MSME) sector. In Sekupang District, the adoption of digital technology by MSME actors faces… s various challenges, particularly in understanding and accessing such technologies. The purpose of this digital technology outreach is to enhance the knowledge and skills of MSME actors in adopting technology, enabling them to compete in the digital era. This outreach activity includes a basic understanding of business software usage, digital marketing strategies, and the use of social media to expand market reach. The methods used include seminars, hands-on training, and Q&A sessions. The results of the outreach indicate an increase in MSME actors' understanding of the importance of digitalization and readiness to implement technology in daily business operations. This program is expected to increase the competitiveness of MSMEs in Sekupang District in facing the challenges of the digital economy. Keywords: outreach; digital technology; MSME; digitalization   Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kecamatan Sekupang, pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemahaman dan akses terhadap teknologi tersebut. Sosialisasi teknologi digital bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi, sehingga mampu bersaing di era digital. Kegiatan sosialisasi ini mencakup pemahaman dasar tentang penggunaan perangkat lunak bisnis, strategi pemasaran digital, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan meliputi seminar, pelatihan langsung, dan sesi tanya jawab. Hasil dari sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya digitalisasi, serta kesiapan untuk mengimplementasikan teknologi dalam operasional bisnis sehari-hari. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kecamatan Sekupang dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Kata kunci: sosialisasi; teknologi digital; UMKM; digitalisasi