Search Articles & Publications

Showing 1774 articles found for "Hingga"

Ecopreneurship Pesantren Inovasi Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Green Product Cocopeat

Fahimah, Mar'atul, Rahmatika, Arivatu Ni’mati, Rahmawati, Ita
Abstract: Coconut fiber or coir is the outer part of the coconut fruit that is often considered as waste after the meat and water are extracted. Without proper processing, discarded coconut fibers will accumulate in the surrounding… g environment and creating a number of environmental problems. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the students through training in processing coconut fiber waste into cocopeat using a chopping machine. This cocopeat product can be used as an organic planting medium. This training was held at the Al Mimbar boarding school in Jombang, East Java, which can create an alternative source of income for the boarding school and foster environmental awareness among students. The methods used in this training include socialization and hands-on practice in making cocopeat. The results of this activity show that the students are increasingly aware of the environment, are able to process coconut fiber waste into quality cocopeat, and understand the economic value of the product as well as the market potential that can be utilized by the pesantren to get additional sources of funding from the sales of cocopeat. Thus, this program can be the first step for pesantren in developing sustainable environment-based businesses, as well as making a positive contribution to improving the local economy. Keywords: ecopreneurship; coconut fiber; cocopeat   Abstrak: Serabut kelapa atau sabut kelapa adalah bagian luar dari buah kelapa yang sering dianggap sebagai limbah setelah diambil daging dan airnya. Tanpa pengolahan yang tepat, serabut kelapa dibuang akan menumpuk di lingkungan sekitar sehingga menciptakan sejumlah masalah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri melalui pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dengan menggunakan mesin pencacah. Produk cocopeat ini dapat digunakan sebagai media tanam organik. Pelatihan ini diselenggarakan di pondok pesantren Al Mimbar Jombang Jawa Timur yang dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi pesantren dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan santri. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi sosialisasi dan praktek langsung pembuatan cocopeat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para santri semakin sadar akan lingkungan, mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi cocopeat berkualitas, dan memahami nilai ekonomis dari produk tersebut serta potensi pasar yang dapat dimanfaatkan pesantren mendapatkan tambahan sumber pendanaan dari pendapat penjualan cocopeat. Dengan demikian, program ini dapat menjadi langkah awal bagi pesantren dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan perekonomian lokal. Kata kunci: ecoprenuership; sabut kelapa; cocopeat

Pembuatan Website Sebagai Media Promosi Produk UMKM di Desa Wringin Anom

Kuswardhani, Nita, Hidayatulloh, Hidayatulloh, Putri, Azizah Rayya Kartiko, Izzeta, Muhammad Izzeldin, Utami, Sabrina Dinda, Ramadani, Fadillah Sauma
Abstract: Technological advancements can harness the potential of an area, particularly micro, small, and medium enterprises (UMKM). Many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Wringin Anom Village, Panarukan Subdistrict,… Situbondo Regency, situated along the Pantura Road, remain undigitized, thereby hindering their potential to expand their customer base. Therefore, through the use of the WordPress platform, the 206 Community Service Students Group of Jember University introduced e-DIMMA, which stands for ‘Electronic List of Wringin Anom UMKM’ with the aim of providing information related to potential UMKM in the Wringin Anom Village area along with supporting data related to the products of the UMKM concerned. Thus, e-DIMMA will simplify the process for consumers to access information necessary for conducting buying and selling transactions. We use a method of science and technology diffusion, which involves three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation of activities commences with the analysis of problems, the socialization of work programs, the collection of data from UMKM, the development of websites, the training of website administrators, and the evaluation process. We will coordinate with the village government to assess the effectiveness of creating UMKM websites for product marketing with the goal of increasing market access for partner. Keywords: digitalization; MSME; website   Abstrak: Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada suatu daerah salah satunya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang terletak di sepanjang Jalan Pantura memiliki banyak UMKM yang belum terdigitalisasi sehingga potensi peningkatan konsumen belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan platform WordPress Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat 206 Universitas Jember memperkenalkan e-DIMMA yang merupakan singkatan dari Elektronik Daftar UMKM Wringin Anom dengan tujuan menyediakan informasi terkait UMKM berpotensi di wilayah Desa Wringin Anom dengan disertai informasi penunjang terkait produk dari UMKM yang bersangkutan. Sehingga, akan memudahkan konsumen dalam mengakses informasi hingga melakukan transaksi jual beli. Metode yang digunakan berupa difusi ipteks dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis masalah, sosialisasi program kerja, pengumpulan data UMKM, pembuatan website, pelatihan admin website dan evaluasi. Efektifitas pembuatan website UMKM sebagai sarana untuk pemasaran produk akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dengan capaian berupa peningkatan akses pasar bagi mitra. Kata kunci: digitalisasi; UMKM; website

Mentoring Pengelolaan Website DSP3A: Meningkatkan Kinerja Berbasis Internet

yuliana, Yuliana, Cahyaningtyas, Christian, Thomas, Santi, Manggara, Angga Domeos
Abstract: The future of the internet is the main destination for connecting people with ideas and information. Through the technology sector, which is growing rapidly, it plays an important role in increasing the progress of a region.… ion. Various platforms work together to change the way humans interact through website technology which is the fastest and widest media in presenting and accommodating information. Government institutions, namely DSP3A, really need this technology, in addition to functioning as a promotional media, displaying institutional profiles and accommodating institutional activities. The method applied is through direct socialization and training to admins. The purpose of this service is to mentor the admin, one of the service devices that still has minimal knowledge about web management, totaling 4 people. The results of the mentoring are Mentoring for Admins/Operators, Explanation of Website Functions, Introduction to WordPress Dashboard Features, Collecting and preparing Data and Information for use in creating Social Media Content, Introduction to Manual Books as Learning Modules in using the WordPress Dashboard. Introduction and explanation of Cpanel and Hpanel. Keywords: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website    Abstrak: Masa depan internet menjadi tujuan utama untuk menghubungkan orang dengan ide dan informasi. Melalui sektor teknologi yang pertumbuhannya semakin berkembang pesat, sehingga menjadi peran penting untuk meningkatkan kemajuan suatu daerah. Berbagai platform saling bekerja sama untuk mengubah cara manusia berinteraksi melalui melalui Teknologi website yang merupakan media tercepat dan terluas dalam menyaji dan menampung informasi. Lembaga pemerintah yaitu DSP3A sangat membutuhkan teknologi tersebut, selain berfungsi sebagai media promosi, menampilkan profil lembaga dan menampung kegiatan lembaga. Adapun metode yang diterapkan adalah dengan sosialisasi dan pelatihan kepada admin secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan mentoring kepada admin, salah satu perangkat dinas yang masih minim pengetahuan tentang pengelolaan web berjumlah 4 orang. Hasil mentoring adalah Pendampingan kepada Admin/Operator, Pemaparan Fungsi Website, Pengenalan Fitur Dashboard wordpress, Mengumpulkan dan mempersiapkan Data dan Informasi untuk digunakan dalam pembuatan Konten Sosial Media, Pengenalan Manual Book sebagai Modul Pembelajaran dalam penggunaaan Dashboard Wordpress. Pengenalan dan penjelasan Cpanel dan Hpanel. Kata kunci: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website  

A Teacher Training on Digital Assessment Strategies for Meaningful Learning Outcomes at Buranakarn Suksa Witya School, Thailand

Aziez, Feisal, Sadeli, Elly Hasan, Anjarani, Shelia, Hawanti, Santhy, Setianti, Dika, Rinjani, Rinjani
Abstract: Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries.  as in many other developing countries, there are major challenges in adapting… adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices.  Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.  Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand   Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang. Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan

Pengenalan Fitotelmata Sebagai Tempat Perindukan Nyamuk Penular Penyakit Pada Masyarakat Desa Banjar

Kanedi, Mohammad -, Sutyarso, Sutyarso, Rosa, Emantis, Abdullah Setiawan, Wawan
Abstract: In order to increase community participation in preventing the spread of mosquito-borne diseases, education for the community needs to be carried out through counseling. Tanggamus Regency is one of the areas in Lampung where… here DHF occurred, where from January to June 2024 there were 227 cases. To increase public knowledge in Banjar Agung Udik Village, Pugung District, Tanggamus Regency regarding phytotelmata as a breeding ground for mosquitoes, this counseling was carried out. Counseling was carried out using the pretest, lecture and discussion methods, and practicum. The results of the counseling showed that most participants knew that DBD and malaria were transmitted by mosquitoes, but not all knew the name of the vector species. Participants knew where mosquitoes perched at home and how to avoid mosquito bites. Participants also know mosquito breeding places, but are new to phytotelmata in this counseling. The practicum carried out by participants successfully identified six plant species that were proven to be phytotelmata. Thus, it can be concluded that this counseling has succeeded in providing knowledge to the community about the potential of phytotelmata as a source of mosquito-borne diseases. Keywords: Phytotelmata; Mosquito Borne Diseases; Mosquito Breeding Places; Mosquitoes Bite.   Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tukar nyamuk itulah pendidikan kepada masyarakat perlu perlu dilakukan  melalui penyuluhan.  Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang kejadian DBD-nya dimana sejak Januari hingga Juni 2024 ada 227 kasus. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus terhadap fitotelmata sebagai tempat perindukan nyamuk maka penyuluhan ini dilakukan. Penyuluhan dilakukan dengan metode pretes,  ceramah dan diskusi, serta praktikum. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa  sebagian besar peserta tahu bahwa DBD dan malaria ditularkan nyamuk, tetapi tidak semua tahu nama spesies namuk vektornya. Peserta tahu tempat hinggap nyamuk di rumah dan juga  tahu  cara menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Peserta juga tahu tempat-tempat berkembang biak nyamuk, tetapi baru mengenal fitotelmata dalam penyuluhan ini. Praktikum yang dilakukan peserta berhasil mengidentifikasi enam spesies tumbuhan yang terbukti menjadi fitotelmata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberkan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi fitotelmata sebagai sumber penyebar penyakit tular nyamuk. Kata kunci: Fitotelmata; Penyakit Tular Nyamuk; Tempat Perindukan Nymauk; Gigitan Nyamuk.

Peran Digitalisasi Administrasi Dalam Manajemen Gudang Penerimaan Tiara Dewata Yeh Aya

Krismadhita, Angga Putera, Muna, Nilna
Abstract: Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still… ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse. Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya   Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan;  Tiara Dewata Yeh Aya      

Perancangan dan Pengembangan Web Profile SMP Negeri 1 Teriak Kabupaten Bengkayang

p, noviyanti, Gudiato, Candra, Kusnanto, Kusnanto
Abstract: The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity… entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.             Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency   Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa. Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.

Pemanfaatan Buah Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil Bagi Kaum Perempuan Jemaat Marturia Kupang NTT

Bunyani, Nur Aini, Roman, Maya Fitriani, Finmeta, Abdonia, Kerihi, Eka C.G, Tunmuni, Deglori, Neolaka, Frengki
Abstract: Virgin Coconut Oil (VCO) is extracted coconut oil containing medium chain fatty acids that have been believed to have many health functions. These fatty acids are easily digested and absorbed by the intestines because the… e size of the molecules is relatively small so that they can be directly burned by the body to produce energy. In addition, VCO contains lauric acid which can dissolve the virus membrane in the form of lipids so that it will interfere with the immunity of the virus, so that the virus becomes inactive. VCO is processed without heating, no additional chemicals, dyes, and preservatives so that it can survive as pure vegetable oil so that it does not change the composition or characteristics of the oil. VCO has high economic value. The manufacturing process is easy. The methods in this Community Service are Counseling, direct Practice and discussion. It is hoped that the use of coconuts will not only be sold in the form of unprocessed fruit but coconuts are processed into pure coconut oil or Virgin Coconut Oil and can be developed more widely through group entrepreneurship programs so as to increase the income of the congregation, especially the Women's group in the GMIT Marturia Oesapa Selatan Congregation, Kelapa Lima District, Kupang City. Keyword: coconut fruit; processing; utilization; virgin coconut oil   Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diekstraksi yang mengandung asam lemak yang memiliki rantai sedang yang telah dipercaya memiliki banyak fungsi untuk kesehatan. asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga dapat  langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus menjadi inaktif. VCO diproses tanpa pemanasan, tidak  ada  tambahan  bahan  kimia,  pewarna,  dan  pengawet  sehingga  dapat bertahan sebagai minyak nabati murni sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO  mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses pembuatannya mudah. Metode dalam Pengabdian Masyarakat  ini adalah  Penyuluhan,  langsung Praktek dan diskusi. Diharapkan pemanfaatan buah kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah tanpa diolah tetapi buah kelapa diolah menjadi minyak kelapa  murni atau  Virgin Coconut Oil dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi melalui program kewirausahaan kelompok  sehingga meningkatkan pendapatan jemaat, khususnya kelompok Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan,  Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kata kunci: buah kelapa; pengolahan; pemanfaatan; virgin coconut oil

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI)

Syahfitri, Jayanti, Muntahanah, Muntahanah, Irwandi, Irwandi
Abstract: SD Negeri 140 Seluma has a relatively large number of human resources, both teachers and students. However, this is also a challenge for partner schools where some of the problems that are often faced are the lack of knowledge… wledge and competence of teachers in providing digital teaching materials to facilitate differentiated learning, which impacts the formation of students' character optimally. This training and mentoring is an effort to improve teacher knowledge and competence in providing teaching materials. This activity involved 30 teachers through two methods, namely: socialization, training and mentoring (the practice of making AI-based learning videos). The activity results showed that all participants experienced an increase in understanding related to the concept of digital teaching materials and increased competence in making AI-based learning videos. This is evidenced by the products that have been produced by the training participants. Keywords: artificial intelligence; digital teaching materials; training;  accompaniment   SD Negeri 140 Seluma memiliki SDM dengan jumlah yang relatif banyak baik guru maupun peserta didik. Namun, hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi sekolah SD Negeri 140 Seluma  dimana beberapa permasalahan yang seringkali dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar digital untuk memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi, sehingga berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar. Kegiatan ini melibatkan 30 orang guru melalui dua metode yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan (praktik pembuatan video pembelajaran berbasis AI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi video pembelajaran berbasis AI, yang dibuktikan melalui produk video yang dihasilkan.   Kata kunci: artificial Intelligence; bahan ajar digital; pelatihan; pendampingan

Pengembangan Kompetensi Dosen Dalam Penyusunan Proposal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Politeknik Aceh

Hasibuan, Arnawan, Siregar, Widyana Verawaty, Daud, Muhammad, Hilmi, Hilmi, Ichsan, Ichsan, Ardian, Ardian, Sari, Dewi Maya
Abstract: Research and community service (P2M) are crucial elements that higher education institutions can undertake to address the challenges and problems faced by society. According to the administrative system in higher education… on institutions, before initiating a P2M program, a series of processes, including the creation of a proper and correct proposal, are required. This proposal will then be submitted to the LPPM (Institute for Research and Community Service) as the coordinator of P2M activities. The quality of the P2M proposal significantly influences the implementation of these activities. Therefore, the quality and quantity of P2M proposal creation can be improved through training. This article will discuss the training conducted with the main objective of enhancing the ability of lecturers to prepare research and community service proposals within the Aceh Polytechnic environment. The training aims to ensure that lecturers can create proposals that meet administrative standards, thereby obtaining approval and support from the LPPM of Aceh Polytechnic. By improving the lecturers' ability to prepare proper and correct proposals, the quality and quantity of research and community service at Aceh Polytechnic will significantly increase.                    Keywords: P2M; three pillars of higher education; LPPM; research proposal     Abstrak: Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) adalah elemen krusial yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berdasarkan sistem administrasi di perguruan tinggi, sebelum dapat memulai program P2M ini maka diperlukan serangkaian proses termasuk pembuatan proposal yang baik dan benar yang nantinya akan diserahkan kepada pihak LPPM selaku koordinator kegiatan P2M. Pembuatan proposal P2M yang berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap terlaksananya kegiatan P2M ini, terkait hal tersebut kualitas dan kuantitas pembuatan proposal P2M dapat ditingkatkan dengan dilakukannya pelatihan. Artikel ini akan membahas pelatihan yang dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Politeknik Aceh. Pelatihan ini bertujuan memastikan dosen mampu membuat proposal yang memenuhi standar administrasi, sehingga bisa mendapatkan persetujuan dan dukungan dari LPPM Politeknik Aceh. Dengan meningkatnya kemampuan dosen dalam menyusun proposal yang baik dan benar maka juga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Aceh akan mengalami peningkatan yang signifikan.   Kata kunci: P2M; tri dharma perguruan tinggi; LPPM; proposal penelitian